Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"mendalam" poems
#‎Seringkali‬ saat bersama 'kekasih palsu(pacar)', kita merasa nyaman, Padahal itu bukan kenyamanan tapi ketertawanan. Bersama 'kekasih' tlah sering dijadikan tolak ukur kenyamanan, maka makin matematis mengukur kesenangan. Sadari, ini kepalsuan. Krna makin matematis, kita makin tidak puas dan makin tinggi standar hidup. Saat itulah dalam diri sinyal keberadaan Allah telah meredup. Mendengar kata 'putus' seperti kilat menyambar di siang hari. Tidk pernah siap dan tak pernah menyiapkan diri. Keterlanjuran yg mendalam dengan 'kekasih' mnjadikan buta. Tak pernah lagi bisa menghadirkan Allah dalam hati. ‪#‎YUK‬ MOVE ON
0
Feb 24, 2015
Feb 24, 2015 at 10:09 PM UTC
Apalah
Tubuhku berisi daging dan darah yang mengalir; tapi yang kurasakan hanya kehampaan yang mendalam. Aku tidak bisa merasakan sedih, walau kulit tergores dan darah mengucur cepat. Hanya kekosongan yang menggali dan membolongkan dadaku. Aku tidak bisa merasakan manis, walau mulutku dipenuhi makanan penutup lezat. Hanya kepahitan yang menetap di lidahku seperti mengunyah obat tablet mentah. Aku takut. Aku takut menjadi hantu. Aku ingin menjadi manusia lagi. Aku ingin merasakan sesuatu.
0
Oct 30, 2018
Oct 30, 2018 at 1:02 AM UTC
Hampa
Teruntuk jiwa yang begitu hampa, Cinta dicari untuk mengisi Mengapa luka yang malah ditorehkan? Ku menghela dan bertanya lagi Bagaimana mengisi, Bila yang indah berujung perih? Malam berlarut gelap memudar, Mendalam pikiran yang tak terlelap, Kembali bertanya tentang rasa, Apakah sepi itu nyata? Lembayung langit dikala petang, Menyendiri bukan cara ku, Namun sakit yang pernah singgah, Rasa takut telah tertanam.
0
Apr 28, 2018
Apr 28, 2018 at 3:14 PM UTC
Sendu
1:50 AM, 29 Oct 2017 dunia kadang suka melucu entahlah aku sedang diambang bahagia bisakah aku sebut diriku sedang bahagia? ingin rasanya mengecup semesta merangkul ufuk timur dan memeluk ufuk barat selagi memandang eloknya fajar yang berputar lalu berucap sukur yang sebesar-besarnya entahlah semenjak keberadaanmu disisiku aku jadi selalu ingin berucap syukur dengan tulus dan mendalam kulihat lagi langit malam sekarang kuingin meresap kedalamnya dan ingin berkata kumohon jangan biarkan dia pergi ternyata aku memang bahagia
0
Oct 28, 2017
Oct 28, 2017 at 9:54 PM UTC
bahagia;
Ada hal yang terlalu indah. Tak bisa di jamah, Pembicaraan dengan mu yang mengusik kalbu , Menambah candu pada irama suaramu. Singkat , penuh arti. Kau yang terlalu pemalu, Aku yang begitu terpaku. Ingin bercakap hingga lupa waktu. Namun gengsi masih terbelenggu. Diam-diam menatap , Diam-diam bergejolak, Matapun saling menatap, Garis senyum mulai terkuak. Kita sama-sama saling Saling tahu, Saling ingin, Dan tak saling mengungkapkan,. Sore yang mnjadi saksi mata, Pada pembicaraan di meja kedua, akan sekeping hati yang kian pasrah, Rasa Ketidakpastian yang ditelan mentah, Menjadi tema pembicaraan yang kian membetah. Sejatinya, harapan kian menggersang, Mengikis hati tanpa bak diiris pedang, Dan semakin rasa ini mendalam, Semakin menumbuh renjana dalam diam. -Tan
0
May 30, 2020
May 30, 2020 at 6:15 AM UTC
Renjana