Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menarik" poems
Palembang, Selasa 29 November 2011 Aku yang selalu menyalahkan diri sendiri atas kesalahan ku Terus menerus berfikir apa pantas tuk mendapatkan itu Bila berdoa saja pun aku selalu bolos Aku yang kata orang tak sadar diri Selalu dan selalu membela diri Memang iya, aku melakukannya sendiri Aku yang sedang-sedang saja Tak pintar, tak menarik pun tak beruang Masih mau bersedekah untuk batin ini juga Aku yang segalanya Segalanya bohong, malas, bodoh Hanya bisa menangis ataupun acuh seperti orang hilang Aku yang masa depannnya suram Tak berani berucap mau jadi apa Kalau mengadu pada-Nya saja aku sungkan Aku yang hidupnya menyedihkan Duduk memangku harapan Menunggu keajaiban Tuhan
0
Nov 29, 2011
Nov 29, 2011 at 7:44 AM UTC
Aku Yang Menunggu Keajaiban Tuhan
Palembang, 17 Desember 2011 Aku kehilangan emosi ku Ketika semua terlepas hilang Bukan aku Bukan Bukan Bukan aku Merenung . . . Hanya ada aku Di ruang hampa Di negeri antah berantah Menunggu cahaya Tuk menarikku keluar Ke terik sinar mentari terpanas Tuk memerah peluh sendiri Karena terlalu lama beku akan kesunyian Pernah ku bermimpi nirwana Indah, tak terharga Dibuat dari batu ketaatan Dilapisi emas keimanan Dipagari kayu keikhlasan Sederhana, tak menarik Sulit pun tuk di huni Aku sudah di sini Di tempat aku berada Di gedung mewah penuh kesenangan Dibuat dari berlian kemusyrikan Dilapisi perak kemunafikan Dipagari besi keserakahan Aku sudah terlanjur di sini Mati rasa
0
Dec 19, 2011
Dec 19, 2011 at 1:39 AM UTC
Mati Rasa
Palembang, 31 Agustus 2014 Aku ingin segera menjadi dewasa Supaya aku bisa menikmati hidup lebih leluasa Minum kopi sambil mengobrol tentang politik dan penguasa Duduk di café menulis novel dan mengambar sketsa Aku ingin segera wisuda Memiliki pekerjaan sendiri yang aku damba Memiliki apartemen sendiri dengan konsep yang aku suka Membeli semua buku yang ku anggap menarik dan membuat sendiri ruang baca Aku ingin segera mengakhiri masa kesendirianku Ku harap aku bisa memilih sendiri pasanganku Seseorang yang selalu setia di saat apapun Seseorang yang bisa ku ajak “gila-gilaan” sepajang waktu Aku ingin segera mengandung Memiliki anak-anak yang manis yang akan ku panggil “sayang” Memanjakan mereka seperti aku dimanjakan bunda Membahagiakan orangtuaku dengan kehadiran mereka Aku ingin Aku ingin mati dikelilingi orang-orang yang ku cinta
0
Aug 31, 2014
Aug 31, 2014 at 10:04 AM UTC
Aku Ingin
Perjalanan di kereta selalu menarik. Masing-masing punya cerita, semua ada makna, Pernah ku bertemu orang asing secara tak sengaja di kereta, sekarang menjadi teman cerita. Pernah ku menangis, berontak, pusing, mual, homesick di kereta. Pernah ku melewati perjalanan ini dengan orang-orang berarti yang tak terganti. Pernah pula aku naik kereta, berbohong pada mama, hanya demi bisa bertemu. Kamu. Tapi yang pasti, aku sering menganalogikan perjalanan di kereta dengan keharusan memikirkan masalah. Cinta, terutama. Klise. Tapi nyata. Dan pada perjalanan ku yang kali ini, kamu orangnya. Yang dipikirkan masih sama, apakah harus bertahan atau berusaha lupa. Biarkan aku memikirkan mu sampai mabuk di kereta, malam ini. Karena selepasnya, aku akan mengubah statusmu menjadi bukan siapa-siapa.
0
Sep 9, 2015
Sep 9, 2015 at 3:48 PM UTC
Train
berawal dari waktu memaksaku menyeret kakiku melangkah gontai sambil pergi aku merengek, terisak ! dan mengadu pada-Nya tunggu ini secepat aku berkedip barusaja ya, dulu memang aku kecil nyaliku memang masih payah masih terjerat pada keduanya bahkan sekarangpun.. keduanya ingin aku yang terbaik aku tak tahu yang dirasa mereka tapi aku sendiri berontak menyalahkan waktu yang jelas tak akan berhenti aku kutuk waktu mengapa begitu kilat ragaku masih ingin tetap dirumah tunggu, sejenak aku merasa keliru bukankah ini baik aku juga ingin membuat keduanya senang mimpi harus coba kupanjat tangga itu sudah dihadapanku aku termasuk yang beruntung bersyukurlah! batinku melerai aku meyakinkan diriku sekuat tenaga "ini bukan rumahku" gertakku saat aku tiba ditempat asing itu akupun terpaksa tinggal demi pengetahuan yang ingin kuraup iya, jika belum paham akan kujelaskan aku seorang mahasiswa sekarang predikat yang melekat padaku kini berat.. pandangan semuanya akan berbeda terhadapku sungguh aku menemui teman baik berjuang sama sama, namun tetap harus sendiri aku menarik nafas.. waktuku kini juga telah memaksaku rasanya pagi sudah menjadi sore agaknya aku harus selesaikan hariku mengerjakan tugas akhirku disana...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:28 PM UTC
GARIS WAKTU
Ketika pagi beranjak malam Memutar seribu kenangan di angan Menelusuri ruang ruang berkarat Hingga berhenti disatu titik Teringat asam manis kehidupan Jiwaku terenyuh Hanyut dalam ombak mendayu dayu Itukah kamu cinta Sayang yang melekat seperti nadi Suara jangkrik menjadi iringan Berlari, tertawa, menangis bersama Aku tau aku tak bisa Menarik memorimu dan berdansa Kasih lain telah membawamu Ketempat suci Yang bahkan tak bisa ku raih
0
Dec 24, 2016
Dec 24, 2016 at 10:42 PM UTC
Imaji
aku suka dia salah emm aku cinta dia tak tau alasannya apa dia tidak terlalu tampan tak terlalu pintar bahkan ada yang menganggap nya tidak menarik tapi aku tertarik dengan dia aku tertarik dengan dia sejak pertama kali teman ku menyebut nama nya menceritakan hal-hal konyol akan dirinya yang membuat ku jatuh lebih dalam kepadanya mata nya biasa saja manik hitam yang keliatan coklat saat terkena sinar matahari tapi bagi ku mata itu bisa memberikan kebahagiaan kebahagiaan ku hanya aku yang boleh merasakan kebahagiaannya kalian tidak boleh sudah lah, aku lelah jika aku terus menulis tentang betapa aku mengagumi nya kurasa tangan ku akan lepas.
0
Nov 20, 2016
Nov 20, 2016 at 6:49 AM UTC
Tentang dia yang dulu ada, sekarang dia hanya menjadi arsip dalam kumpulan catatan ku.
Dalam kerlap kerlip dunia malam Debuman musik keras menggema dalam telinga Menggeliat diantara tubuh para adam Mengumbar buah dada Menebar wewangian erotis Menarik para lebah mendekat Jalang bukan sembarang jalang Mendesah indah hanya bermodalkan tubuh molek Selembar uang sengaja tersangkut dalam lingerine Senyuman diberikan Membuat libidoku tak terbendung lagi Mengoyak pakaian minim yang menghalang akses untuk menjelajah tubuhmu Kau mendesah lagi Melodi indah mengiringku menuju surga dunia Peluh yang menyatu malam itu menjadi saksi Betapa indahnya tubuhmu bak bidadari Kuhantam titik titik nikmat dalam tubuhmu Kau bernyanyi, nyanyian erotis terindah yang pernah kudengar Kutatap wajahmu, rona merah dan peluh menyatu Wajah sempurna Penglihatanku berkabut Sekelebat cahaya putih menyilaukan terlihat Ketika kita bersama menikmati indahnya surga dunia Benih benih janin tak sanggup kubendung lagi Kau pun mendesah lagi Ah, kau memang bukan sembarang jalang
0
Dec 30, 2016
Dec 30, 2016 at 10:38 PM UTC
MALAM
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
0
Dec 9, 2017
Dec 9, 2017 at 9:34 AM UTC
satu lagi kisah singkat yang sempat terbuang
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
Continue reading...
1
Wanita berlapis kerudung Apakah lancang diriku untuk berbincang ? Perasaan yang terus menarik diriku untuk mendekat Pikiran yang terus menahan akan menghormati Apakah yang ada didalam hatimu? Seisi coklat dengan beraneka rasa? Atau Seikat bunga dengan sama warna? Rasa ingin tahu yang sangat besar Membuat diriku ingin memasuki dunia mu Dunia yang mengguncang Namun, tidak banyak yang merasakan Buku - buku yang disusun rapih Namun tidak satupun isinya mengenaimu Bayangan yang selalu hadir di mata Namun tidak ada pelaku bayangan itu Bolehkah diriku mendapatkan kehormatan Untuk masuk dan mempelajari hatimu? Maafkan diriku yang lancang ini Aku hanya ingin tahu tentang seorang putri berkerudung.
0
Oct 16, 2017
Oct 16, 2017 at 8:08 AM UTC
Dirinya.
Pagi ini kugantung kemeja favoritmu depan pintu Sambil menarik satu senyuman Menahan apa yang tertahan di kerongkongan Yang seakan jika kuhembuskan saja Bisa sampai merobek paru-paru Lalu aku memakai serba hitam Merayakan kepergian ini sendirian Atas dirimu yang tak lagi ada untuk menyapa.
0
Oct 6, 2020
Oct 6, 2020 at 10:39 PM UTC
Satu Paruh Pertama di Bulan Desember
tahu apa aku? tahu apa aku tentang bumi tahu apa aku tentang puisi tahu apa aku tentang diri tahu apa aku tentang hati tahu apa aku tentang diksi tahu apa aku tentang mimpi tahu apa aku tentang dingin tahu apa aku tentang pergi tahu apa aku tentang semua ini, tahu apa aku tentang semua itu? aku butuh berdiam diri menarik garis batas menginjakkan kaki di ambang pikiran yang waras aku akan berhenti menulis sampai waktu tiba dimana aku tahu dan mengerti.
0
Dec 26, 2018
Dec 26, 2018 at 7:58 AM UTC
berhenti menulis
Katanya, tak baik untuk memendam Tetapi, tak semua rasa mudah memadam Katanya, janganlah selalu dipendam Nyatanya, tak semua cakap bisa meredam Mereka, bisa menuntut Tetapi, haruskah hati selalu menurut? Mereka,  bisa bertindak sebagai penuntut Tetapi, rasanya.. jiwa tak perlu selalu berlutut Ada masa.. untuk menarik diri Untuk bersimpuh, dan memberi diri afeksi Ada masa... untuk menangis, memendam semua emosi Untuk menyadari semua hanya proses menjadi asri Terima kasih, sudah selalu kuat Berdiri dan menjalani semua walau terasa berat Terima kasih, sudah selalu kuat Untuk kamu, yang terhebat..
0
May 29, 2023
May 29, 2023 at 10:01 AM UTC
Terima Kasih, Untuk yang Terhebat
Dunia berputar cepat Saat kanan kiriku sudah berlari kencang Aku hanya menetap Tenang, semua ada waktunya Aku hanya menarik nafas Dan berjalan cepat
0
Oct 30, 2018
Oct 30, 2018 at 1:05 AM UTC
Sukses?
Jemari mulai gemulai Dikala ia mulai melambai Bahasa tubuhku tidak diragukan lagi Lika likunya sudah tertebak dari haluan pertama bapak satpam Dia mulai menyapa Aku teriak keras hatiku yang teriak Hawa panas tubuh beriringan membara bersama Peluh terbawa jatuh dipipi bisa bayangkan, bagaimana wujudku waktu itu.... Kini, segala fana itu harus di nikmati, entah menarik, suram, dan basi Aku pikir, kapan lagi akan bertemu dan beradu argument sedekat itu Kapan lagi berdialog serius dengan elokan tubuh cukup dekat Kapan lagi aku bisa pandangi wajahnya 4 cm lebih dekat dengannya.... Jadi kupikir, aku harus syukuri, jika nanti tak bisa lagi. Yasudah ku kenang saja.... Nanti senja jadi pelengkap saat mulai mengenang moment itu, sudah ku jadwalkan
0
Apr 14, 2018
Apr 14, 2018 at 5:25 AM UTC
Fana asmara
Disela musik yang teburai, Terdapat rasa yang menyatu Sambil bernyanyi terdapat dua pasang mata yang bercahaya Saling tarik menarik Menjaga agar tetap satu frekuensi Sangat lucu melihat ini semua Bagaimana musik dan nyanyian dapat menutupinya Padahal, pipi keduanya telah bersemu Bibir keduanya tak henti melengkung ke atas Ditambah, sudah saling mengenal Sungguh kurang apalagi?
0
Aug 15, 2019
Aug 15, 2019 at 11:47 AM UTC
Sempurna, kan?
Mulai mengelilingi lautan pagi ini Berusaha menjernihkan pikiran Mencoba mengumpulkan akal sehat Sembari menemani nelayan berlayar Membayangkan beberapa hal menarik Bersamamu Berlayar bersama Hingga petang lalu menikmati beberapa lauk pauk disamping lautan Berulang kali mengurungkan impian Demi kenyataan Yang membungkam ekspetasi Hanya perjalanan waktu yang dapat menjawab semua Sembari merenungkan cara agar kau dapat disampingku kembali
0
Jul 2, 2019
Jul 2, 2019 at 6:41 AM UTC
Segenap Harapan.
Bosan dan jenuh Ada saat dimana aku merasa tidak ada seorang pun yang mengerti keadaanku. Ada saat dimana aku ingin hilang. Ada saat dimana aku tidak mengerti aku bernafas untuk apa. Ada saat dimana ketika aku mencapai titik dimana aku tidak memiliki hidup. Aku muak... Kadang aku muak terhadap sekelilingku, muak terhadap orang-orang terdekatku, dan bahkan aku muak terhadap diriku sendiri. Saat aku ataupun mereka tidak sesuai ekspektasiku. Ketika itu sudah mulai merasuk ke pikiran. Kembali, Aku tegaskan kepada pikiran, bahwa aku hidup untuk-NYA. Sering... Pikiran dan rasa muak memakan tujuanku, hingga aku tetap kembali terlunta-lunta dengan kebosanan dan kejenuhan berebut menarik kekanan-kiriku. Memakan rasa syukur dan kasih sayang yang mereka berikan kepadaku. Membuat butiran debu di setiap pikiran untuk tetap hidup. Aku harus bersyukur... HARUS.
0
Mar 21, 2020
Mar 21, 2020 at 11:29 PM UTC
Bosan dan Jenuh Bertemu Akrab