"mempesona" poems
*Berderap tegap nyaring bersuara
Saat pertama ku pajang jakun menutup pundak dan dada
**"Universitasku universitas Indonesia. "
"Terangkum dalam frasa 'buku pesta dan cinta'"**
Sayang hanya dalam nyanyian belaka
Isi kisahku hanya buku, tanpa pesta dan cinta
Jangan kurang jangan lebih jua
Pesta dan cinta punya takar unik pas tuk dicoba
Seperti kopi kelebihan kekurangan gula
Ada takaran pas 'tuk tiap lidah yg meminta
Kisah uiku kisah pesta
Pesta merayakan kebahagiaan, kejayaan, atau mungkin lepasnya keperjakaan
Kisah uiku kisah cinta
Cinta teman sebaya, cinta maba alat pelampiasan atau cinta kakak tingkat kece mempesona
Jika kisah uimu belum ada pesta dan cinta
Maka jangan paksa diri menyeret kaki lepas dari skripsi dan tugas yang ada
**Entah malang atau baik nasib akhir kisahnya
Jangan mau lulus jika belum mencoba***
Oct 24, 2016
Oct 24, 2016 at 1:09 PM UTC
Ada sesuatu di dalam diriku;
Suatu kehampaan yang
Tak tertandingi.
—Dan itu semua,
Hilang sekejap saat melihat
Senyummu yang manis
Tak ada tandingannya.
Setiap kali aku ingin menatap,
Aku menampar pipiku keras
Karena kamu, walaupun mempesona,
Belum ditakdirkan
Untukku.
Dec 15, 2018
Dec 15, 2018 at 11:29 AM UTC
Pernahkah aku menjadi kembang apimu
Meletup-letup berirama
Mempesona penuh warna
Memantik rindu tak kunjung reda
Pernahkah aku menjadi senyummu
Segaris indah warna merah
Membentuk sudut surga
Di atas pipimu yang merona
Pernahkah aku menjadi bungamu
Harum mewangi walaupun sepi
Senyum melekat tiada henti
Bermekaran di relung hati
Atau
Apakah aku ini sedihmu
Terbendung oleh pelupuk
Membasahi mata cokelatmu
Tumpah menyusuri sudut matamu
Sep 9, 2017
Sep 9, 2017 at 12:45 PM UTC
Kemarin malam
Keheningan datang merayu
Untuk memulai sebuah percakapan denganmu
Dengan topik ringan tentang kehidupan
Duduk di atas motor berboncengan
Sesekali kamu mencuri pandang melalui kaca spion sambil tersenyum
Sedangkan aku berusaha mengendalikan debar di dada
Ah, senyummu sungguh mempesona
Tapi, apakah kita bisa bersama?
Nov 1, 2019
Nov 1, 2019 at 4:38 PM UTC
Komedi yang kamu sukai
Haha hihi hangat ironi
Satir paling getir diantara syair-syair
Yang gamang dan anyir
Ayat paling menyayat diantara nubuat-nubuat
Kala nanti kamu dibaiat
Di halaman, mengepul gelembung
Berisi suara, jerit menderit
Masygul berlarat-larat
Sunyi senyap, tak berharap tertangkap
Seloroh yang kerap kau kudap
Tragis, tentu saja
Pantas, hatimu melecur
Panas cerita yang kau ulur
Mampukah dikebiri?
Jangan-jangan kamu puas melacur
Mengangkangi memori yang hancur
Kesana kemari
Menjilat rupa tak terhingga
Menggigil dalam persona mempesona
Tak seperti banyak cerita
Kamu hanya memamah hampa
Tiada terkira
Hingga kamu
Lupa cara bahagia
Oct 9, 2017
Oct 9, 2017 at 11:14 AM UTC