Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"memberontak" poems
~a letter for you Kita, Dari daerah melangsir ke kota Dari kota berbalik ke daerah Dan takkan dapat lagi ke kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kendatipun impresi memberontak kita Kota, Kita ingat tentang kota Kota takkan ingat kita Sebab kita tak miliki tahta Lain sebab apa, lain sebab kenapa Apa daya reminisensi meronta Kota, Kita ingat tentang kota Kawanan sutet di kota kita Menari menawan menara kota Dekorasi dari kita, gradasi ufuk dunia Persuasi para penguasa kota Prasasti Suwarnadwipa, pula Visualisasi ragam abiotik Tuhan Yang Esa Kota, Kita ingat tentang kota Hamparan ladang pabrik di kota Riasan pipa asap terus-menerus menyala, gradasi ufuk dunia Luas menggugah animo di daerah Meski honorarium tak seberapa Kita duga cukup tuk besar di kota Manalagi di daerah Kita, Telah lama tak singgah pada kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kota kita indah katanya Kota, bilamana kita berjumpa pula? Kita takkan abaikan memori tentang kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kota kita indah katanya Kota, bilamana kita berjumpa pula? Dari pengagummu di daerah Tuk segenap kenangan kota yang hampa.
0
May 14, 2020
May 14, 2020 at 10:40 AM UTC
KOTA KITA
Aku terbakar dalam diam Dengan detak jantung kencang Dan kekuatan menghilang Kesunyian di dalam diriku ini Tak mempunyai ketenangan Ia memberontak, membising, Menjatuhkan serpihan kaca Dengan tangan lantang Aku mencoba berteriak Tapi tenggorokanku menolak, Seolah dicekik oleh tangan hitam Yang mengingat mimpi buruk malam.
0
Oct 25, 2018
Oct 25, 2018 at 9:12 PM UTC
Terbakar dalam Diam
Rindu ini terlalu besar, kadang memberontak, tak tertahan. Aku berusaha, aku yakin aku sungguh berusaha. Namun hingga kini, suara tawamu masih mengalun merdu di telingaku. Bayangmu mengikuti hariku, Selalu, tanpa jeda. Melupakanmu merupakan hal yang rumit. Memori indah terselubung dibalik kata benci.
0
Jun 24, 2019
Jun 24, 2019 at 4:36 AM UTC
Selalu