Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"kulitku" poems
Palembang, 16 September 2012 Pagi ini cerah. Tak tahan tuk ku sembunyikan senyum ini. Semalam aku memimpikanmu. Dan sekarang aku merindukanmu. Aku duduk, di sampingku jendela terbuka lebar. Cahaya mentari hangat menyentuh kulitku. Di depanku ada tempat pensil, aku siap menulis. Ada penghapus, pena, stapler, lem dan kertas. Untuk sedetik ada image mu di sekelilingku. Kreatifitasku muncul untuk memvisualkan dirimu. Penghapus. Andai aku bisa terbang, akan ku hapus awan. Dan ku ambil pena, tuk menuliskan “Aku mencintaimu” besar-besar. Lalu akan ku stapler rasa ini di otakku. Kemudian ku ambil lem tuk merekatkan wajahmu di hatiku.
0
Sep 16, 2012
Sep 16, 2012 at 1:42 AM UTC
ATK
Matahari bersembunyi dibalik langit kelabu dan tergantikan oleh awan mendung. Angin berhembus horizontal, mencium kulitku, dan meninggalkannya gemetar. Atmosfir yang hangat dan dekorasi cakrawala biru seketika berubah menjadi udara dingin yang mencekam. Melodi rintik air hujan dan kilatan petir mengambil alih langit kelabu kala itu. Aroma tanah yang terhantam rintik air hujan sedaritadi terus mengingatkanku terhadap apa yang telah aku lalui bersama hujan. Terdapat lagu dalam melodi rintik air hujan, akan terasa jika kamu sedang merindukan sesuatu. Kemeja milikmu masih aku kenakan. Bertanding dengan dinginnya atmosfir kala itu. Kamu menang. Aku hangat. Aku bisikkan beribu-ribu harapan dan rahasia kepada cakrawala mendung nan kelabu. Sampaikan pada hujan, aku berterimakasih.
0
Jun 19, 2019
Jun 19, 2019 at 6:48 AM UTC
Semesta Mendukung
Disana, Diantara bisingnya kerumunan kota, Aku berdiri sejenak, Mendengar alunan musik mengendus sajak. Beberapa pasangan mata menoleh, Menutur, menyinyir, Mengikuti bayangan dosa lama Yang telah tenggelam, Dilahap oleh manisnya senyum Dan tawa para badut malam. Lepuh, rasanya. Lilin-lilin yang menginduk di kulitku kian meletih Teriak pedih tak kunjung hari Terhambur sudah harapan palsu ini.
0
Jan 19, 2018
Jan 19, 2018 at 10:53 AM UTC
Kecemasan Tak Kunjung Kala
Aku tidak ingin berbisik, Aku ingin berteriak, Aku ingin membuka kulitku Dan mengisi kehampaanku. Tapi rasanya Dunia berputar cepat.
0
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 6:36 AM UTC
Takut
Tiiin. Lalu lalang kendaraan Aku masih disini berdiri, dengannya Apa aku menunggu sepi? Tidak Aku juga tidak tau sedang apa. Haha Tiba tiba kulitku tersengat Bukan. Bukan terkena listrik Ia memegang tanganku dan menarikku Mengikutinya Kami melangkah menyusuri jalanan Tiba tiba, dia melepas tanganku Dia terlihat.....kaget? Dia kaget, bagaimana denganku? Haha lucu sekali dia ini Aku jadi suka Tapi, tunggu.... Ini aneh Tanganku yang ditariknya, Namun mengapa seakan seluruh pusat perhatian ku yang ditariknya? Sengaja ya? Dia ini haus akan perhatian ya? Bilang saja padaku, biar aku perhatikan hehe
0
Aug 3, 2019
Aug 3, 2019 at 7:15 AM UTC
Bersama kecanggungan
Dalam ke-tiga ratus empat puluh empat meter per detik kecepatan suara, ternyata tak ada bibirmu didalamnya. Sebab kabar tak lebih cepat dari suara, dan tak lebih lambat dari jatuh cinta. Apakah mungkin, suara dapat merasuk lebih cepat jika dia merangkak di dalam air mata? Mungkin juga sebaiknya kita perhatikan bagaimana suara merambat melalui dua puluh satu derajat selsius suhu udara, menjadi sebuah rangkaian gelombang kata-kata yang melambat dan merangkai dengan sendirinya. Apakah mungkin getaran suara dapat lebih cepat, jika kulitku tidak menjadi sehangat ini? Jika kamu bukan getaran suara, lantas mengapa sepersekian detik nama mu bergaung dalam kenangan?
0
Jun 15, 2017
Jun 15, 2017 at 2:31 PM UTC
Kecepatan Suara
Nanti, setengah abad lagi ketika sengatan cahaya matahari bisa membunuhmu, izinkan aku menceritakan kepada cucuku tentang rindangnya pepohonan di rumahku sinar matahari yang hanya sanggup menghitamkan kulitku rangkaian pegunungan hijau yang tertanam dengan indah Ilusi, mereka semua bilang aku hanya berilusi. Namun seandainya mereka tahu alangkah sempurnanya planet biru yang menjadi naungan kita dulu
0
Oct 7, 2018
Oct 7, 2018 at 5:54 AM UTC
Nanti