Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"kerja" poems
INFO NYA DISINI GAN n’ SIST : PIN BB: 262878A6 Ukurannya 40×40 cm / Order 1-2 Pcs = Rp. 65.000,- Ukurannya 40×60 cm / Order 1-2 Pcs = Rp. 75.000,- Ukurannya 40×90 cm / Order 1-2 Pcs = Rp. 125.000,- Ukurannya 40×120 cm / Order 1-2 Pcs = Rp. 165.000,- Untuk Model Love dan Guling / Order 1-2 Pcs = Rp. 75.000,- Mau tahu spesifikasi teknisnya? - Bahan dasar Rasfur - Isi silikon (bukan dacron jadi lebih kenyal dan ga kempes) - Waktu pengerjaan normal 10 hari kerja (Kalo lagi banjir order bisa molor dikit) Ok bro and sist, yang blom jelas (ngacung!) invite aja PIN BB marketingnya 262878A6. Harga blom termasuk ongkir dari Bandung. Incoming Search Terms: Bantal Foto handmade Bantal Foto online Bantal Foto murah Bantal Foto Bantal Foto baby Bantal Foto lucu Bantal Foto bayi Bantal Foto bandung
0
Jan 7, 2015
Jan 7, 2015 at 10:53 PM UTC
[JUAL]Bantal Foto Murah[BANDUNG] | Bantal Foto Unik | Bantal Foto Kreatif | Kado Foto Unik Kreatif
4:00 pagi kita bangun solat subuh, kemudian kita bersiap2 utk ke tempat kerja, sampai kantor pukul 7:00 pagi, hari masih gelap. Mungkin kita anggap hari ini akan hujan, jadi abaikan. Masuk kantor, bekerja dan kita lihat pukul 12:00 siang, sudah waktunya makan siang, tapi keadaan masih tetap gelap. Keluar pintu kantor, suasana masih gelap, hitam pekat seperti malam..mungkin masih bisa dianggap hari ini akan hujan lagi. Jadi abaikan saja. Tapi kalo jam 14:00 pm pun hari masih gelap.. pertanda apa itu?..keesokkan pun sama, nonton tv semua orang kalang kabut menceritakan bahawa dunia ini sudah tidak ada lagi siangnya..dan begitu juga dengan lusa..masih tidak ada lagi matahari.. Tetapi pada hari keempat kita bangun pagi, kita dapat melihat matahari, tetapi jangan terkejut karena matahari telah terbit dari sebelah barat.. Kehebatan ahli dunia akan mengatakan itu fenomena alam, tapi sadarkah, itulah pertanda besar yang paling awal sebelum tibanya hari kiamat!! Maka telah tertutuplah pintu taubat.. Saat itu, kita akan lihat satu fenomena luar biasa di mana golongan kaya akan keluarkan semua harta utk diinfakkan, golongan yang tidak pernah baca quran, 24 jam baca quran, golongan yang tak pernah solat jemaah akan berlari2 menunaikan solat secara berjemaah..tapi sayangnya semuanya sudah tidak berguna lagi.. Bismillahirrahmanirrahim.
0
Mar 25, 2015
Mar 25, 2015 at 11:14 PM UTC
MUHASABBAH
INFO NYA DISINI GAN n’ SIST : PIN BB: 262878A6 Ukurannya 40×60 cm / Order 1-2 Pcs = Rp. 70.000,-…Order 5 Pcs Ke atas Rp. 65.000,- Bantal Nama Murah Bandung - Untuk menambah koleksi bantal kamu yang unyu-unyu, kayaknya ga cukup kalo cuma punya bantal donat, bantal Nama dan bantal leher aja. Nah, biar koleksi kamu tambah lengkap, siap siaga bikinin kamu Bantal Nama Bantal dengan tulisan nama kalian, nama pacar, nama sodara atau nama orang-orang yang kamu sayangi. Kamu bisa pilih warna warni kesukaan kamu dengan tulisan yang artistik banget. Buat kamu-kamu yang pada galau nyari kado yang cocok buat temen ultah, ponakan, adik atau pacar, pas banget deh kalo kamu pilihin kado Bantal Nama buat mereka. Mau tahu spesifikasi teknisnya? - Bahan dasar velboa - Tulisan velboa (bukan flanel jadi lebih lembut) - Isi silikon (bukan dacron jadi lebih kenyal dan ga kempes) - Waktu pengerjaan normal 14 hari kerja (Kalo lagi banjir order bisa molor dikit) - Ukurannya 40×60 cm (Yang mau panjang bisa request ukuran 40x90cm) - Berat sekitar 600 gram Ok bro and sist, yang blom jelas (ngacung!) invite aja PIN BB marketingnya 262878A6. Harga blom termasuk ongkir dari Bandung. Incoming Search Terms: Bantal Nama handmade Bantal Nama online Bantal Nama murah Bantal Nama Bantal Nama baby Bantal Nama lucu Bantal Nama bayi Bantal Nama bandung
0
Jan 7, 2015
Jan 7, 2015 at 8:49 PM UTC
[BOOMING NOW!!]Bantal Nama Murah | Bantal Nama Unik | Handmade in Bandung
Seteguk apapun, semua tak akan berakhir Aku adalah seorang pemabuk yang selalu menguarkan harum arak kemanapun aku pergi. Anggur, dan berbotol-botol ***** telah kutenggak pagi ini. Dan hanya hari ini pula aku ingin bicara, tentang segenggam racun yang kalian semua suntik ke dalam nadi dan pembuluhku. Topeng yang dengan bangga kalian pakai tak ubahnya ketelanjangan hanya mengumbar malu dan aib Tawa yang sesenggukan kalian jeritkan hanyalah tangis jiwa kalian yang memudar memutihkan kejujuran dan kebajikan Oh, beginikah cara kerja dunia berduri dan berbatu, sama saja disetiap lajurnya kemanapun aku pergi, dijejali mulutku dengan dusta dan hanya dusta belaka Menghitamnya jiwaku, seandainya bagai langit malam tak ada chandra di ufuknya Sudah selayaknya aku berkabung atas jiwaku, dimana dia merintih penuh sesal dan tanya. Apakah lalu lalang motor dan diesel itu memusingkan kepala atau hanya sebuah kesibukan belaka. Dan dengan itu pula jiwaku berakhir, terdiam, dalam kematian. Kukubur dia dengan layak, diantara nisan-nisan lain disekitarku, yang diberi nomor, sesuai urutannya. Jiwaku tersungkur di nomor tujuh. Beruntung sekali! Kukubur dia, pelan sekali dengan tertidur. Tak berharap bangun lagi di keesokan pagi. Kutaburi bunga-bunga dan prosa yang harum, dan kusiram dengan sebotol Martini dan bir. Harum. Seharum embun yang kau injak ditepian jalan. Wangi. Sewangi sukmamu yang kuingat telah pergi. Aku adalah pemabuk. Yang selalu menenteng sebotol arak, bermabuk di tepian jalan kehidupan. Mengambil jeda diantara kalimat-kalimat mencela dan busuk, yang tergelincir masuk ke dalam telingaku. Botol-botol inilah sang penawar, berminum pula para nabi terdahulu menyesali umatnya, sedangkan aku? Menyesali kalian.
0
Sep 7, 2016
Sep 7, 2016 at 12:30 PM UTC
Sebotol Penawar
Seteguk apapun, semua tak akan berakhir Aku adalah seorang pemabuk yang selalu menguarkan harum arak kemanapun aku pergi. Anggur, dan berbotol-botol ***** telah kutenggak pagi ini. Dan hanya hari ini pula aku ingin bicara, tentang segenggam racun yang kalian semua suntik ke dalam nadi dan pembuluhku. Topeng yang dengan bangga kalian pakai tak ubahnya ketelanjangan hanya mengumbar malu dan aib Tawa yang sesenggukan kalian jeritkan hanyalah tangis jiwa kalian yang memudar memutihkan kejujuran dan kebajikan Oh, beginikah cara kerja dunia berduri dan berbatu, sama saja disetiap lajurnya kemanapun aku pergi, dijejali mulutku dengan dusta dan hanya dusta belaka Menghitamnya jiwaku, seandainya bagai langit malam tak ada chandra di ufuknya Sudah selayaknya aku berkabung atas jiwaku, dimana dia merintih penuh sesal dan tanya. Apakah lalu lalang motor dan diesel itu memusingkan kepala atau hanya sebuah kesibukan belaka. Dan dengan itu pula jiwaku berakhir, terdiam, dalam kematian. Kukubur dia dengan layak, diantara nisan-nisan lain disekitarku, yang diberi nomor, sesuai urutannya. Jiwaku tersungkur di nomor tujuh. Beruntung sekali! Kukubur dia, pelan sekali dengan tertidur. Tak berharap bangun lagi di keesokan pagi. Kutaburi bunga-bunga dan prosa yang harum, dan kusiram dengan sebotol Martini dan bir. Harum. Seharum embun yang kau injak ditepian jalan. Wangi. Sewangi sukmamu yang kuingat telah pergi. Aku adalah pemabuk. Yang selalu menenteng sebotol arak, bermabuk di tepian jalan kehidupan. Mengambil jeda diantara kalimat-kalimat mencela dan busuk, yang tergelincir masuk ke dalam telingaku. Botol-botol inilah sang penawar, berminum pula para nabi terdahulu menyesali umatnya, sedangkan aku? Menyesali kalian.
Continue reading...
27
"Ketika hari itu 100 istri jadi pekerja, Maka hari itu pula 100 harga diri suami hilang! Ketika hari itu 1000 istri jadi pekerja, Maka hari itu pula 1000 harga diri suami hilang! Ketika hari itu Sejuta istri jadi pekerja, Maka hari itu pula sejuta harga diri suami hilang!" Astaghfirulloh... Begitulah sistem DEMOKRASI KAPITALISME memporak porandakan tatanan rumah tangga keluarga Muslim. Kesempatan kerja pabrik dll.. Lebih banyak didominasi pekerja perempuan, Dengan alasan, seorang perempuan lebih nrimo Dibanding pekerja laki2 yg yg suka rese&sering; banyak protes.
0
May 3, 2015
May 3, 2015 at 11:30 PM UTC
Rapat Pawai Akbar
Mumet i hate you ! Mumet tingkat kecamatan ! Mumet adalah ketika suasana hati sedang tidak bagus + badan yang lelah karena kerja terus-menerus + fikiran tidak fokus + tempat kerja yang jenuh menjerumus + dompet telah kurus + temen berprasangka buruk dan berkata ketus + orang tua banyak menuntut khusus + janji diingkari terus + keinginan terputus + harus menunggu, akhirnya emosi tingkat kedusunan menyebabkan pening d bagian alis kiri yang serius + semua orang tiba2 pergi dengan berbagai jurus = Sehingga merasa sendiri tak terurus... akhirnya sakit tipus, tinggal menunggu waktunya pupus*
0
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 4:31 AM UTC
Mumet
Penyair itu melangkahi pengemis pincang yang lelap itu. Kasurnya adalah trotoar dan mimpinya ntah apa. Jangan bahas mimpi jadi jutawan dengan kemeja dasi rambut klimis. Mimpi basah saja harus sembunyi sembunyi. Kan takut toh masturbasi di pinggir kali ? Soalnya guys, coli itu pun harus pake tangan kanan selain soal tekanannya yang konstan .. KALAU TANGAN KIRI KIRI KIRI, Disangka PKI ! Ini perihal dosa Illahi saudara saudari! — Lalu pengemis itu Menatap angannya setinggi bintang di lantai 53 menara menara ibu kota. Mengelus ngelus perut kurusnya. Alhamdullilah, hari ini bisa santap sisa paha ayam dari restoran kebarat baratan itu. Mungkin baginya, Tuhan menjelma dalam bentuk tempat sampah. Menyediakan pangan sisa sisa umat kesayangan-Nya. Dan dia, umat yang lupa ia punya. Pagi datang. Ia terus berjalan tanpa alas kaki. Sekelibat melihat lamborgini, berkawal polisi. Presiden mungkin ah? Nomor satu, atau duah? Dia tidak pernah berharap pada Tuhan. Atau presiden. Mungkin ia harus tetap berjalan saja. Atau mungkin ia harus berharap pada ratu adil. Entah kapan ia munculnya. Apa ketika jari-jari kakinya lepas. Hingga tidak bisa melangkah lagi. Atau lelah menguasai tubuh. Hingga enggan melangkah lagi. Atau seluruh kakinya patah Pun ia tidak peduli lagi? Apa ratu adil sedang sibuk memasang konde besarnya Takut takut tidak terlihat cantik saat hadir sebagai pahlawan kesiangan. Atau ratu adil sedang sibuk Memutuskan hukuman adil untuk penyair ini yang mempertanyakan kuasa Ilahi dia punya? Atau mungkin ratu adil berhati dingin. Seharusnya iya karena mana mungkin beliau yang welas asih membiarkan hambanya pontang panting, malah sibuk mengurus penyair mengkritik program kerja-Nya tahun ini. Yah .. Memperhatikan pengemis itu terpincang-pincang lebih asyik daripada mengurus Tuhan. Presiden. Atau ratu adil. Apakah Mas Aristoteles meramalkan distopia pada nusantara?
0
May 14, 2019
May 14, 2019 at 1:28 PM UTC
Penyair Setelah Tahun '65
Penyair itu melangkahi pengemis pincang yang lelap itu. Kasurnya adalah trotoar dan mimpinya ntah apa. Jangan bahas mimpi jadi jutawan dengan kemeja dasi rambut klimis. Mimpi basah saja harus sembunyi sembunyi. Kan takut toh masturbasi di pinggir kali ? Soalnya guys, coli itu pun harus pake tangan kanan selain soal tekanannya yang konstan .. KALAU TANGAN KIRI KIRI KIRI, Disangka PKI ! Ini perihal dosa Illahi saudara saudari! — Lalu pengemis itu Menatap angannya setinggi bintang di lantai 53 menara menara ibu kota. Mengelus ngelus perut kurusnya. Alhamdullilah, hari ini bisa santap sisa paha ayam dari restoran kebarat baratan itu. Mungkin baginya, Tuhan menjelma dalam bentuk tempat sampah. Menyediakan pangan sisa sisa umat kesayangan-Nya. Dan dia, umat yang lupa ia punya. Pagi datang. Ia terus berjalan tanpa alas kaki. Sekelibat melihat lamborgini, berkawal polisi. Presiden mungkin ah? Nomor satu, atau duah? Dia tidak pernah berharap pada Tuhan. Atau presiden. Mungkin ia harus tetap berjalan saja. Atau mungkin ia harus berharap pada ratu adil. Entah kapan ia munculnya. Apa ketika jari-jari kakinya lepas. Hingga tidak bisa melangkah lagi. Atau lelah menguasai tubuh. Hingga enggan melangkah lagi. Atau seluruh kakinya patah Pun ia tidak peduli lagi? Apa ratu adil sedang sibuk memasang konde besarnya Takut takut tidak terlihat cantik saat hadir sebagai pahlawan kesiangan. Atau ratu adil sedang sibuk Memutuskan hukuman adil untuk penyair ini yang mempertanyakan kuasa Ilahi dia punya? Atau mungkin ratu adil berhati dingin. Seharusnya iya karena mana mungkin beliau yang welas asih membiarkan hambanya pontang panting, malah sibuk mengurus penyair mengkritik program kerja-Nya tahun ini. Yah .. Memperhatikan pengemis itu terpincang-pincang lebih asyik daripada mengurus Tuhan. Presiden. Atau ratu adil. Apakah Mas Aristoteles meramalkan distopia pada nusantara?
Continue reading...
45
Kerap kali kita bertanya, Tuhan, apakah angka adalah pengukur semua? Waktu, umur, nominal saldo, nilai, Jarak, kecepatan, durasi, ***** Apakah angka pengukur semua? Bagaimana dengan kenikmatan, kebahagiaan? Apakah angka mampu, Mengukur segala nikmat dan bahagia, Yang kita jumpai setiap harinya Lalu, bagaimana dengan ketepatan? Apakah waktu yang tepat untukku, Tentu tepat untuk orang lain? Kembali aku menoleh ke cermin Kadang aku berlari, Namun orang lain terhenti, Resah aku dibuat, Lalu aku ikut berhenti Orang lain mulai berlari, Aku masih nyaman di sini, Resah aku dibuat, Aku pun masih berhenti Bagaimana cara kerja nasib, Tuhan? Apakah hidup ini memang sebuah perlombaan? Mengapa aku selalu dituntut stigma, Bahwa yang paling cepat adalah yang paling bahagia
0
Sep 1, 2020
Sep 1, 2020 at 11:48 AM UTC
Pesan untuk sahabatku.
Sejak kecil mereka aku kasihi dengan sangat Tak boleh ada  masalah dan persoalan yang didapat Aku memberi yang dibutuhkan Walau kadang agak dipaksakan Melalui hari-hari sekolah kalian ku bimbing Melalui waktu-waktu susah kau ku bina Mengarungi saat-saat penting kau kutemani Tak ada saat dimana kau kutinggalkan Masuk masa perkuliahan kau dapatkan dimana kau ingin melanjutkan pendidikanmu Walau seakan mustahil tapi Tuhan memberi itulah yang aku ingatkan Masa-masa kuliah kau jalani Walau banyak protes sana sini Karena inginkan sesuatu yang lebih lagi Kau salahkan kami Lulus sudah kuliahmu nak... Kau sandang gelas sarjanamu Pakailah itu sebagai modah untuk hidupmu Memasuki dunia kerja yang baru
0
May 2, 2017
May 2, 2017 at 12:01 AM UTC
Semua ada waktunya
hutan digunduli rakyat di provokasi mahasiswa turun aksi kembali ke zaman reformasi kebebasan diperketat yang keblabasan malah dipercepat ini bukan tontonan pelepas penat tapi menyadarkan para pengkhianat negara ini milik bersama tapi penguasa yang seenaknya jika tidak ada kita-kita kau bisa apa kekuasaan bukan tolak ukur sampai urusan selangkangan saja diatur kalian itu cocoknya hanya tidur sekalinya kerja malah ngelantur kasihan ibu pertiwi diperkosa anak sendiri cakapnya saja mengabdi tapi sikapnya bak pencuri Indonesia berduka atau bercanda
0
Sep 29, 2019
Sep 29, 2019 at 6:57 AM UTC
Seruan Reformasi
Apalah dayaku karna kerja sehingga aku melupakan/tak mengunakanmu lebih dari 5 tahun
0
Jul 15, 2020
Jul 15, 2020 at 12:25 AM UTC
Lama tak pake sosmed ini