Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"kekurangan" poems
*Berderap tegap nyaring bersuara Saat pertama ku pajang jakun menutup pundak dan dada **"Universitasku universitas Indonesia. " "Terangkum dalam frasa 'buku pesta dan cinta'"** Sayang hanya dalam nyanyian belaka Isi kisahku hanya buku, tanpa pesta dan cinta Jangan kurang jangan lebih jua Pesta dan cinta punya takar unik pas tuk dicoba Seperti kopi kelebihan kekurangan gula Ada takaran pas 'tuk tiap lidah yg meminta Kisah uiku kisah pesta Pesta merayakan kebahagiaan,  kejayaan,  atau mungkin lepasnya keperjakaan Kisah uiku kisah cinta Cinta teman sebaya,  cinta maba alat pelampiasan atau cinta kakak tingkat kece mempesona Jika kisah uimu belum ada pesta dan cinta Maka jangan paksa diri menyeret kaki lepas dari skripsi dan tugas yang ada **Entah malang atau baik nasib akhir kisahnya Jangan mau lulus jika belum mencoba***
0
Oct 24, 2016
Oct 24, 2016 at 1:09 PM UTC
Pesta dan Cinta dalam Kisah UI-ku
Ya Tuhan Berikanlah aku jodoh seperti Ayahku Yang mencintaiku meskipun tahu putrinya banyak kekurangan Yang selalu mendoakan yang terbaik dan tak mengijinkan hati putrinya terluka Ya Tuhan Ijinkan aku memilih pasangan seumur hidupku, yaitu seperti Ayahku Yang tak pernah melukai hatiku dan memanjakanku bagai Putri Ya Tuhan Pertemukanlah aku dengan jodohku yang seperti Ayahku Yang akan melindungiku dari bahaya apapun Yang takkan melukaiku dengan ucapan kasar Ya Tuhan Aku membutuhkannya sekarang
0
Feb 9, 2015
Feb 9, 2015 at 11:13 AM UTC
jodoh seperti Ayah
Biar ku sendiri Ku rela semua hilang Dari pada ku sakiti Biar aku yang menderita Lirik indah idolaku Cukup sejuk melindungi aku Dari panas ocehan semua Atas salah ku kepada mereka Ku tutupkah mulut ini Agar sepatah kata menyakiti Tertahan bahkan mati Haruskah ku sendiri Memang tiada teman untuk ku YAng baik dan mengerti Kekurangan pada diri ini Jika memang tidak ada Ku siap hidup sendiri Dengan merantau ke pulau seberang Ku jalani hidup yang tenang Created by Aridea Purple
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:44 PM UTC
Derita Hati
Setiap kali aku melihatmu Rasanya aku ingin— Merekonstruksi diriku. Memilah semua hal yang tabu Memilah semua kekurangan Menjadi kesempurnaan yang fana. Betapa bodohnya aku, Betapa bodohnya aku hanya karena cinta.
0
Dec 15, 2018
Dec 15, 2018 at 11:33 AM UTC
Rekonstruksi
nama, diadema lu'lu amadea megan zuraida damarina. kekurangan, kebanyakan nulis waktu jatuh cinta.
0
Sep 17, 2019
Sep 17, 2019 at 9:28 PM UTC
masih saya
Setahun lebih.... Setahun lebih aku masih tak percaya. Jaman modern terjadi pembantaian besar besaran. Terus dipotret dan direkam oleh orang orang Gaza. Mengguncangkan normalitas seluruh dunia. Setahun lebih aku lupa rasanya hidup normal. Yang kulakukan tiap hari hanya membuka sosial media. Terus melihat pertunjukan horor harian di Gaza. Pembantaian demi pembantaian yang tak ada habisnya. Setahun lebih aku terus berpura pura normal. Dari luar terlihat baik baik saja tapi dari dalam terus menderita. Penderitaan orang orang Gaza yang berkepanjangan. Juga menjadi penderitaanku. Setahun lebih.... Setahun lebih aku kehilangan kenikmatan. Soto , rawon , bakso dan makanan apapun tak lagi terasa nikmat. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka sering kelaparan hingga kurus kering kekurangan gizi. Setahun lebih aku kehilangan kesenangan. Film , musik , game dan hiburan apapun tak lagi menyenangkan. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka selalu ketakutan terancam kematian yang menyakitkan. Setahun lebih aku kehilangan ketenangan. Tidurku tidak pernah terasa nyenyak. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka selalu kedinginan saat malam tanpa punya apapun untuk kehangatan. Setahun lebih.... Setahun lebih aku tak lagi punya semangat. Segala macam urusanku jadi berantakan. Rasanya aku kesulitan berkonsentrasi penuh. Setiap hari pikiran dan jiwaku terus tertuju pada Gaza. Setahun lebih aku terus mengkhawatirkan mereka. Orang orang Gaza yang telah kukenal hingga kuanggap saudara. Jika mereka terlalu lama menghilang tanpa kabar. Rasanya aku benar benar sangat khawatir. Setahun lebih aku merasa seperti orang mati. Terlalu sering melihat kematian demi kematian yang menyakitkan. Darah terus bertumpahan , serpihan dan potongan tubuh terus berceceran. Angka statistik para martir terus bertambah setiap hari. Setahun lebih.... Setahun lebih aku masih merasa heran. Melihat orang orang tetap menjalani kehidupan normal. Bersenang senang atau sibuk urusan sendiri. Tanpa peduli apapun tentang Palestina. Setahun lebih aku masih tetap heran. Melihat orang orang muslim yang tampak religius. Hanya sibuk beribadah siang malam. Tanpa peduli apapun tentang Palestina. Setahun lebih aku masih tetap terheran heran. Melihat gerai dan restoran Amerika masih tetap ramai. Produk produk Barat masih tetap dibeli. Tanpa peduli apapun tentang boikot. Setahun lebih.... Setahun lebih rasanya benar benar memuakkan. Melihat para pemimpin Barat terus beretorika. Bicara perdamaian dan kemanusiaan. Tapi terus mendukung pembantaian. Setahun lebih rasanya semakin memuakkan. Melihat para pemimpin Arab terus membual. Pura pura peduli dengan Palestina. Tapi diam diam mendukung Israel di belakang. Setahun lebih rasa muakku semakin tak tertahankan. Melihat media media Barat dan buzzer buzzer zionis. Terus menerus menyangkal dan membenarkan pembantaian. Tak peduli seluruh dunia sudah tahu kenyataan yang sebenarnya. Setahun lebih.... Setahun lebih aku telah putus asa. Kehilangan harapan yang tampak terlalu sulit diwujudkan. Seluruh dunia terus melakukan aksi protes menentang Israel. Tapi tak terjadi perubahan apa apa. Setahun lebih aku telah kecewa. Tak percaya lagi dengan tatanan dunia. Yang tak lebih sekedar ilusi kemunafikan. Bentukan Barat yang merasa berkuasa atas dunia. Setahun lebih aku telah lelah. Menunggu keajaiban yang tak kunjung terjadi. Seluruh dunia terus bertanya tanya. Kapan dan bagaimana semua ini akan berakhir ?!.. Setahun lebih.... November 2024 By Alvian Eleven
0
Dec 9, 2024
Dec 9, 2024 at 1:19 PM UTC
SETAHUN LEBIH
Setahun lebih.... Setahun lebih aku masih tak percaya. Jaman modern terjadi pembantaian besar besaran. Terus dipotret dan direkam oleh orang orang Gaza. Mengguncangkan normalitas seluruh dunia. Setahun lebih aku lupa rasanya hidup normal. Yang kulakukan tiap hari hanya membuka sosial media. Terus melihat pertunjukan horor harian di Gaza. Pembantaian demi pembantaian yang tak ada habisnya. Setahun lebih aku terus berpura pura normal. Dari luar terlihat baik baik saja tapi dari dalam terus menderita. Penderitaan orang orang Gaza yang berkepanjangan. Juga menjadi penderitaanku. Setahun lebih.... Setahun lebih aku kehilangan kenikmatan. Soto , rawon , bakso dan makanan apapun tak lagi terasa nikmat. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka sering kelaparan hingga kurus kering kekurangan gizi. Setahun lebih aku kehilangan kesenangan. Film , musik , game dan hiburan apapun tak lagi menyenangkan. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka selalu ketakutan terancam kematian yang menyakitkan. Setahun lebih aku kehilangan ketenangan. Tidurku tidak pernah terasa nyenyak. Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza. Mereka selalu kedinginan saat malam tanpa punya apapun untuk kehangatan. Setahun lebih.... Setahun lebih aku tak lagi punya semangat. Segala macam urusanku jadi berantakan. Rasanya aku kesulitan berkonsentrasi penuh. Setiap hari pikiran dan jiwaku terus tertuju pada Gaza. Setahun lebih aku terus mengkhawatirkan mereka. Orang orang Gaza yang telah kukenal hingga kuanggap saudara. Jika mereka terlalu lama menghilang tanpa kabar. Rasanya aku benar benar sangat khawatir. Setahun lebih aku merasa seperti orang mati. Terlalu sering melihat kematian demi kematian yang menyakitkan. Darah terus bertumpahan , serpihan dan potongan tubuh terus berceceran. Angka statistik para martir terus bertambah setiap hari. Setahun lebih.... Setahun lebih aku masih merasa heran. Melihat orang orang tetap menjalani kehidupan normal. Bersenang senang atau sibuk urusan sendiri. Tanpa peduli apapun tentang Palestina. Setahun lebih aku masih tetap heran. Melihat orang orang muslim yang tampak religius. Hanya sibuk beribadah siang malam. Tanpa peduli apapun tentang Palestina. Setahun lebih aku masih tetap terheran heran. Melihat gerai dan restoran Amerika masih tetap ramai. Produk produk Barat masih tetap dibeli. Tanpa peduli apapun tentang boikot. Setahun lebih.... Setahun lebih rasanya benar benar memuakkan. Melihat para pemimpin Barat terus beretorika. Bicara perdamaian dan kemanusiaan. Tapi terus mendukung pembantaian. Setahun lebih rasanya semakin memuakkan. Melihat para pemimpin Arab terus membual. Pura pura peduli dengan Palestina. Tapi diam diam mendukung Israel di belakang. Setahun lebih rasa muakku semakin tak tertahankan. Melihat media media Barat dan buzzer buzzer zionis. Terus menerus menyangkal dan membenarkan pembantaian. Tak peduli seluruh dunia sudah tahu kenyataan yang sebenarnya. Setahun lebih.... Setahun lebih aku telah putus asa. Kehilangan harapan yang tampak terlalu sulit diwujudkan. Seluruh dunia terus melakukan aksi protes menentang Israel. Tapi tak terjadi perubahan apa apa. Setahun lebih aku telah kecewa. Tak percaya lagi dengan tatanan dunia. Yang tak lebih sekedar ilusi kemunafikan. Bentukan Barat yang merasa berkuasa atas dunia. Setahun lebih aku telah lelah. Menunggu keajaiban yang tak kunjung terjadi. Seluruh dunia terus bertanya tanya. Kapan dan bagaimana semua ini akan berakhir ?!.. Setahun lebih.... November 2024 By Alvian Eleven
Continue reading...
81