Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"kebohongan" poems
Bagaimana bisa, Berjalan diselimuti keresahan, Dibalut dengan beludru kekhawatiran yang cukup tebal, Bagaimana bisa, Berjalan dengan kaki beralaskan keserakahan, Dan kaus kaki kemunafikan sebagai pelindungnya, Bagaimana bisa, Melanjutkan hidup Dengan perjalanan penuh asap kebohongan? Tentu kau bisa terus berjalan, Tentu kau bisa terus hidup, Walau harus memikul Ketidaknyamanan dalam perjalanan, Namun, Siapa peduli? Peduli dengan ketidaknyamananmu, Kau bilang? Mereka bahkan tidak sadar, Mata mereka, Buta akan kesengsaraanmu Kecuali, Dengan kekalahanmu
0
Jan 1, 2021
Jan 1, 2021 at 4:22 PM UTC
Nahas
Dia ingin bermain kata-kata ternyata. Sampah! Mari kita permainkan dia bersama kata-kata! Akankah takut siapa yang tahu jika tidak pernah kita coba! Kita perlu membencinya! Membenci kebohongan busuk akal manusia. Mari kita bermain kata-kata! Siapa yang takut jika ia sering di cerca oleh pertanyaan mengapa! Baiklah, bunyinya seperti ini. Kau busuk akal rupa juga canda tawa tidak pernah ada artinya. Kalimat yang kau lontarkan tidak pernah bermakna lantas apa arti jika harus hidup tak bisa bebas dan merdeka! Bebas dan merdeka hanya kata-kata, tindakan ada setelahnya, apa yang kau perbuat setelah bermain lantas kau bereskan semua permainan yang ada! Kau dalang permainan yang sejak awal kau ingin menang di dalamnya! Masih ingin bermain? Masih ingin bermain atau kau tak punya lawan main? Seperti apa kata-kata kita cipta seperti apa kau punya wewenang kuasa! Lupa cara, buta aturan semua kau yang pegang! Itu ujaran kebencian katanya!
0
Feb 11, 2021
Feb 11, 2021 at 4:33 AM UTC
Ini ujaran kebencian katanya!
Aku telah buat kesalahan. Kusebut itu kau. Kau; kesalahanku, yang dengan sengaja kulakukan hanya demi keegoisanku. Setiap kata 'aku sayang kamu' yang kau terima, tak pernah ada dalam ketulusan. Setiap peluk yang kau rasakan, tak pernah ada dalam kenyamanan. Semua kulakukan hanya agar kau percaya bahwa rasaku itu nyata. Brengsek! Aku mengutuk diriku sendiri. Meski kau hidup dalam kebohongan, aku selalu berupaya. Membuka hatiku sedikit demi sedikit, hanya agar kau tak terluka. Namun Tuhan Maha Adil, dan aku hampir melupa. Saat aku berupaya, kau menggores luka. Kau bertindak suka-suka, dan aku diam saja. Sesekali kuangkat bicara, dan kau tutup telinga. "Terserah" kataku. Dan kuakhiri semuanya. Kini, berulang kali kau memintaku tuk kembali, tetapi enggan untukku mengulangi. Kita hanya akan sama-sama menyakiti, Dan menyayangi diri sendiri.
0
Jun 11, 2017
Jun 11, 2017 at 3:55 AM UTC
Untitled
sulutan api mengubah abu menjadi seikat amarah rembesan air dari balik kelopak mata disulap menjadi rintik air hujan dan bumi pun berdansa pada mereka yang bersenang-senang bergembira menepuk-nepuk tanah melalui kaki riang suka cita dalam pesta pora satu ruang sesak berisi terompet seruan hura-hura menjerit dan meronta lalu tertawa dalam kebohongan tersedak dan tersedu ketika bintang pergi dan hilang hanya untuk punah sementara untuk datang dan terlempar kembali ke dunia nyata menyambut kesolekan-kesolekan dan kemunafikan-kemunafikan kepura-puraan topeng-topeng dalam sandiwara, seluruh umat manusia.
0
Feb 24, 2020
Feb 24, 2020 at 12:10 PM UTC
bumi & kepalsuan
kadang kebohongan bisa berupa kamu gapapa ? - gapapa kamu masih sayang aku ? - masih
0
Jan 23, 2019
Jan 23, 2019 at 9:41 PM UTC
bo.hon.g
Kau puisi indah pengisi kekosongan jiwa Tapi kau pinta menukarnya dengan luka yang mendarah deras Luka untuk benakku yang layu Dapatkah kau rasakan perihnya? Hingga kau buat tangisku terkuras Kau sentuh hati ini dengan kebohongan Aku tersesat dalam jerat samudara kepicikan nuranimu Kau ciptakan murka nan segunung lara di pijakan rapuhku
0
Apr 4, 2025
Apr 4, 2025 at 12:02 AM UTC
Luka