Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"kasihan" poems
Jakarta, Kamis 17 Mei 2007 Aku... yang selalu setia menunggu Walau tiada harapan untukku Namun... aku berharap semua terwujud Demi... waktu yang terus bergulir Adakah Engkau kasihan padaku... Tuhan Setiap hari... settiap waktu.... Aku... memohon... meminta pada-Mu Dengan tetesan air mata mengalir Apakah aku sanggup menunggu harapan Bila Kau pun tak memperdulikan Aku akan tetap menunggu di sini Harapan yang tak kunjung menghampiri
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:45 AM UTC
Menunggu Harapan
Palembang, 24 November 2013 Suara itu Suara yang tak terdengar, suara yang membeku Menyentuh dalam kalbu Miris, suara itu Bau itu Bau yang tak tercium, bau yang melebur Menyayat hatiku Kasihan bau itu Pandangan itu Pandangan yang terpaku, hanya diam membisu Mengabaikanku Tak menoleh sedikitpun Sentuhan itu Senyuhan palsu, yang tak tersentuh Memukulku, di sini Di arah sini, dekat hatiku Pikiran ini Pikiranku, yang tak berujung Memikirkanmu Membuat aku ragu
0
Nov 24, 2013
Nov 24, 2013 at 10:15 AM UTC
indraku
Diantara waktu pergi dan pulang Selamat pagi sapanya dan demikian juga balasku Segar melihat senyum dipagi yang kelabu Mendung mengantung seolah siap untuk terjun Silahkan wahai hujan basahi bumi ku tercinta ini dengan kesegaran tapi kalau bisa jangan terlalu banyak kasihan mereka yang selalu susah dengan kehidupan banjir dan kuyup Sore kembali pulang juga dengan hujan seolah mau berkata Tidak ada yang dapat menahanku kecuali Tuhan Sang Khalik
0
Dec 2, 2016
Dec 2, 2016 at 5:21 AM UTC
Hujan
Minggu, 18 November Siang menuju sore, panas. Halo, Aku lulu 18 tahun masih bingung masih belum terbiasa dengan kehidupan 18 tahun ini akhir november ini aku lebih suka sendiri tidak ada keinginan untuk bersinggungan dengan sesama manusia semangat hidup ? apalagi bukan ingin mati, tepatnya tidak ada niat untuk berbuat suatu apa tidak mau mati dulu kasihan keluarga yang membiayai pemakaman, mahal. utangku kepada mereka juga belum ada satupun yang lunas malah bertambah iya, utang seluruh hal yang bersifat rohani dan materi aku tidak ingin diikhlaskan bukan, tidak bisa diikhlaskan kupikir semua yang diberikan adalah utang terkecuali hal hal dari mereka yang sekiranya memang ikhlas. oiya, kecuali juga kalau aku pergi untuk yang ini harus ikhlas hahahaha aku ? selalu mencoba untuk belajar ikhlas doakan ya ! oiya aku juga sudah stabil sepertinya aku sudah tidak membuat badanku sakit semoga bertahan tapi yang ada mereka terus hadir tidak begitu kuat, namun sering dibilang ghoib ya bukan dibilang kasat mata ya bukan sepertinya sugestiku hmmm sudah hiraukan saja
0
Nov 18, 2018
Nov 18, 2018 at 2:43 AM UTC
Halo
Hatimu, Jangan kau patah-patahkan terus, Retakannya sudah tergerus, Jangan lagi kau bakar sampai hangus. Air matamu, Jangan kau tumpah-tumpahkan lagi, Dia kan sudah pergi, Kasihan kau yang rugi. Kalau sudah begini, Sekarang siapa yang tak memiliki nurani? Dia yang menginjakmu dengan berani, Atau aku yang masih berdiri disini? - Untuk dia yang hanya menginginkan yang salah, jangan lagi.
0
Mar 4, 2020
Mar 4, 2020 at 8:40 AM UTC
—jangan lagi.
Mana pernah kau paham tentang perasaanku walau berulang kali sudah kusampaikan. Sekedar mendengar saja tidak. Sudah tau begitu, masih pula aku menaruh pengharapan yang besarnya melebih-lebihi besar nafsu makanku. Kasihan ya melihat naifku ini. Memaksakan sesuatu yang sudah mati. Aku ini kadang ingin terbahak karena lucunya kisah kamu dan aku, tapi anehnya masih selalu membuatku terpana, seperti terhipnots. Kepalaku yang sekeras batu dan hatiku yang serapuh kulit telur disanding dengan kepalamu yang pula berisikan batu, juga hatimu yang sedingin kutub utara sebelum global warming. Aku dan diriku, dan kamu dengan dirimu. Memang benar mungkin, kita hanya ditemukan untuk saling belajar, bukan untuk berakhir bersatu. Sebenar-benarnya, kamu adalah yang aku mau. Tapi rasanya permintaanku ini terlalu bertele-tele jika yang ku minta adalah kamu dan tidak ada luka. Karena memilih bersamamu akan selalu satu paket dengan luka dan perih. Aku saja yang sombongnya setengah mati, menutup mata dari ratusan pertanda yang Tuhan berikan.
0
Dec 4, 2019
Dec 4, 2019 at 11:12 PM UTC
Sudah
hutan digunduli rakyat di provokasi mahasiswa turun aksi kembali ke zaman reformasi kebebasan diperketat yang keblabasan malah dipercepat ini bukan tontonan pelepas penat tapi menyadarkan para pengkhianat negara ini milik bersama tapi penguasa yang seenaknya jika tidak ada kita-kita kau bisa apa kekuasaan bukan tolak ukur sampai urusan selangkangan saja diatur kalian itu cocoknya hanya tidur sekalinya kerja malah ngelantur kasihan ibu pertiwi diperkosa anak sendiri cakapnya saja mengabdi tapi sikapnya bak pencuri Indonesia berduka atau bercanda
0
Sep 29, 2019
Sep 29, 2019 at 6:57 AM UTC
Seruan Reformasi