"janji" poems
Dear Nakama...
Kau tenang saja, mulai sekarang aku tak kan marah, kesal, sedih, cemburu, iri, ataupun jengkel saat kau berhubungan dengan Dia. Aku tak apa-apa. J
Dear Nakama...
Sekarang, kau bisa melakukan apa saja sesuka hatimu padanya. Toh, Aku sudah melupakan semua perasaan itu, Aku sudah bisa bangkit dari keterpurukan ini. Jadi, tak ada lagi alasan untuk mu menjauhkan?
Dear Nakama...
Aku merindukanmu, Tak ingin melihat kau seperti ini, mengapa kau seperti ini? L
Dear Nakama...
Bukankah, kita sudah saling berjanji takkan pernah saling menyakiti, akan terus menghubungi dan jangan sampai hilang hubungan? Dan sekarang, Aku ingin menagih janji itu...
Dear Nakama...
Aku di sini sedang sedih. Tapi semoga, Kau baik-baik saja...
Dear Nakama...
Apakah aku tidak boleh mengetahui keadaanmu? Tapi, bukankah itu suatu hal yang wajar di antara hubungan persahabatan? Aku tak mau kehilangan “TEMANKU”, aku tak mau kehilangan “SAHABATKU”, dan Aku tak mau kehilangan “KAKAKKU”... :’(
Dear Nakama...
Selama ini hanya Kau orang yang bisa mengerti Aku, mempercayaiku, dan menyayangiku dengan setulus hati. Akupun Selalu berusaha agar bisa menjadi seperti itu...
Dear Nakama...
Setiap hari aku menimbun sedih, menyembunyikan sakit, menampung rindu, menabung kekecewaan, mengumpulkan kegelisahan, dan terus menelan air mata hanya untukmu...
Dear Nakama...
Pandanganku kabur, pergerakanku kaku, kakiku lesu, tanganku beku, lidahku kelu, air mata terus jatuh, dan sesaat aku merasa duniaku runtuh ketika mengetahui kau sedang berusaha menjauh...
Dear Nakama...
Apa yang harus ku lakukan agar kau mau kembali seperti dulu? Saat-saat di mana Aku belum mengenalnya, saat-saat di mana aku masih menjadi gadis kecil yang polos dan tidak mengenal cinta, saat-saat di mana kita sering berbincang tentang kartun kesukaan kita!
Dear Nakama...
Aku minta maaf, jelas-jelas ini salahku. Dan bodohnya lagi, Aku baru menyadarinya sekarang. Maafkan Aku jika Aku melakukan kesalahan yang membuatmu tersakiti. Kesalahan yang di sengaja maupun tidak di sengaja...
Semoga kau berkenan untuk memaafkanku...
Sahabatmu : Haruna J
Jul 31, 2014
Jul 31, 2014 at 5:52 PM UTC
3 Maret 1924..
Tak banyak уαηg tahu αρα уαηg telah terjadi ∂ι hari itu | dahsyatnya makar & kemunduran umat telah melupakan peristiwa detik2 hancurnya institusi daulah Khilafah sang pemersatu
Hingga derita mendera bertubi silih berganti menimpa muslim ∂ι segala penjuru | teraniaya,terhina,tercabik,tertindas,tersakiti,terjajah,menangis tersedu
Umat уαηg satu tak lagi menyatu | terpecah tersekat oleh nation state buatan sekutu | bak anak ayam kehilangan induk terancam hidupnya sewaktu-waktu
Begitulah wajah muslim hari ini | ketika tiada lagi institusi уαηg melindungi | problematika terjadi tiada henti
Hari ini | tepat 91 tahun umat Islam hidup tanpa institusi Khilafah | saatnya melawan lupa & bergerak mewujudkannya
Khilafah janji Allah tersampaikan melalui lisan mulia Rasulullah SAW | walau banyak уαηg beranggapan utopis kembali mewujudkannya | yakinlah tiada janji уαηg pernah ingkar kecuali janjiNya
Nabi saw bersabda,
"Akan datang kepada kalian masa kenabian,& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Kemudian,Allah akan menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah;& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang kepada kalian,masa raja menggigit (raja yang dzalim),& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang masa raja dictator (pemaksa);& atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya.
Kemudian,datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".
[HR. Imam Ahmad ]
Saudaraku,
Telah tiba saatnya satukan langkah satukan perjuangan,
Menyongsong kembali janji Allah Sang Penggegam Kehidupan,
Tegaknya kembali Daulah Khilafah ∂ι atas jalan kenabian..
Takbir !!
Allahuakbar !
SalamPerjuangan!
#3RDMARCH1924
#melawanLupa
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 11:20 PM UTC
Jumat, 13 Agustus 2010
Tlah beribu-ribu menit lalu
Aku tak jumpa lagi catatanku
Tak ku tumpahkan lagi pikiranku
Tak ku kotori lagi kertas-kertas ku
Dan aku rindu...
Ingin menulis lagi
Supaya aku bisa baca lagi
Sambil tersenyum memuji
Alangkah indahnya tulisanku
Apa arti semua itu??
Entahlah, 2 tanda tanya untuk itu
Ku tak akan pernah lelah menulis
Aku janji, bila aku sempat-
kan ku tulis beribu-ribu kata
Agar terlukis kisah hidupku
Yang penuh warna-warni kehidupan
Created by. Aridea .P
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:42 AM UTC
Senja masih terasa sama , ia hadir menyapa seakan menghadirkan sejuta tanya ?
kemudian tak lama 'anganku mulai bermain , berhalusinasi akan sebuah daun yang jatuh kemudian terbang bersama angin .
hidup tanpa senja seakan berjalan tiada tulang , tak berdaya , rentan dan rapuh .
appapun yang ingin aku sampaikan melalui goresan ini , adalah bukti bahwa aku tidak pernah mengingkari janji Allah ,
bahwa senja akan terus menemuiku setiap ia akan pulang .
meskipun terkadang ia hadir bersama rintikan hujan yg terus menerus membasahi tanah jakarta
Dan aku tak tau lagi , kapan aku bisa menyaksikan senja tenggelam di pinggir pantai lengkap dengan deburan ombak .
Senja engkau berhasil membuat rekaman itu selalu berputar memplay memori ku bersama bapak . memori dan kenangan di masa kecil itu .
aku tidak pernah memikirkan apakah yg harus ku cari esok hari
Feb 11, 2015
Feb 11, 2015 at 5:04 AM UTC
Palembang, 30 Desember 2013
Ini terjadi lagi,
tuk yang kesekian kali
Jiwaku terbentur batu, keras sekali
Retak, hampir pecah berapi
Gesekan kemarahan dan penyelesaian hati
Menjadi mayat tak berhati
Tak mampu berfikir lagi
Menahan diri tuk bertahan dalam raga ini
Meski kaki ini tak mampu berdiri
Nafas ini tak mampu berhembus lagi
Hanya satu yang aku yakini
Keajaiban yang benar ada di dunia ini
Rencana indah Tuhan yang lain
Yang tak pernah bisa dihindari
Hidup tidak selalu buruk atau baik
Perubahan kecil sangatlah berarti
Tuk hidupku yang sunyi
Aku memang sendiri
Tapi ku tak ingin sembunyi
Apapun yang kan terjadi akan ku hadapi
aku yang memilih aku yang jalani
Ini bukanlah janji
Ini adalah curahan hati
Keinginan yang tak mampu ku raih
Namun ku jua tak lelah berlari
Meraih keingnan di hidup ini
Jika kalian membaca ini
Tolong, hargai dan temani
Aku di sini sendiri ...
Dec 30, 2013
Dec 30, 2013 at 2:09 AM UTC
pengecut itu
hidup di sela huruf-huruf
yang diukir oleh jari mahirnya
sambil bersahut bunyi dengan si gadis
di medio sunyinya malam.
pengecut itu
dalam senyap ia merayap ke pucuk harapan
seorang gadis dengan
senyuman kecut.
sibuk sembari mabuk
si gadis membingkai peti mati
berbaring harapan si gadis
dorman tak tersemai
karena buaian sang pengecut perlahan menjadi
kata tanpa arti, janji tanpa bukti.
teruntuk:
sang pengecut yang pucat pelasi kala bertemu
namun terlampau berani di balik ruang semu
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 10:07 PM UTC
serapuh apapun sebuah janji,
ia akan selalu menuntut untuk dipenuhi
tidak peduli apa yang menghalangi
dan tidak semuanya harus dipenuhi
karena aku punya satu janji yang sampai sekarang pun
tidak dapat aku lakukan
yaitu berhenti mencintaimu
Aug 9, 2014
Aug 9, 2014 at 10:58 AM UTC
"Mudahnya buat janji, semudah ingkar janji"
Ke utara, selatan
kau ikut
kata kau, asal ada aku ada kau.
Ada waktu
naluri wanitaku meragui
setiap kata yang menari
di belahan mulutmu.
Namun
apalah daya kerak nasi
berlawan dengan air.
Dan saat aku
membuka seluas-luasnya pintu
kau jadi penghuni
setia
untuk sementara.
Sehingga tiba satu ketika
langkah kakimu dihayun
menapak keluar
dari ruang yang kau huni ini
Ingatlah
bukan aku yang menjemput kau
menghuni ruang ini
dan bukan aku juga lah
yang menghambat kau pergi.
Mar 26, 2015
Mar 26, 2015 at 1:41 PM UTC
JOGJA
“Jogja sedang berusaha menutupi kesedihan karena penyesalannya, buktinya akhir-akhir ini Jogja ramai sekali”
“Untuk apa Jogja bersedih?
Bukankah banyak yang mencintainya selama ini?
Buktinya Jogja bisa dengan mudahnya tebar keramahan kesana-kemari kemudian mendapatkan banyak hati.”
JAKARTA
“Jakarta sudah tidak kuat lagi menahan sakit perasaannya hingga ia menangis, buktinya kemarin hujannya turun deras sekali”
“Untuk apa Jakarta menangis?
Bukankah Jakarta begitu kuat?
Buktinya ia tahan mendengar suara bising dari banyak pasangan kekasih yang melempar janji-janji palsu selama ini.”
BANDUNG
“Bandung bingung menanggapi apa yang terjadi terhadap Jogja dan Jakarta, buktinya ia hanya bisa diam.”
“Tidakkah kau tahu bahwa bandung selalu bersuara?
Tetapi selama ini suaranya tersamarkan oleh suara hujan.
Buktinya suaranya tidak bisa dibuktikan.”
Dec 15, 2017
Dec 15, 2017 at 2:11 PM UTC
Mencinta layaknya sejati
Saling benci meski tak dari hati
Datang dan pergi tanpa mengucap janji
Sadar tak pernah pergi,
Percaya kan selalu kembali
Muncul tanpa pertanda,
Pergi tanpa kata
Saling temani dalam sepi,
Berbicara tanpa suara
Mengerti dan pahami,
Layaknya sakit milik bersama
Ada saat butuh,
Hilang saat rindu
Satu yang tak pernah jadi milikku,
kamu.
Jan 6, 2014
Jan 6, 2014 at 12:41 AM UTC
Jakarta, 5 Mei 2008
Saat ku ingkar janji
Lagu mu hadir
Dan aku sadari
Aku pun bersedih
Saat masalah datang
Ku tak tau bagaimana
Ku kenang lirikmu
Yang indah dan ku merindu
Melodi gitar dengan kunci
Hasilkan nada yang harmonis
Maaf, ku hanya mengagumi
Sungguh hati ini cinta mati
Maaf, ku hanya bisa menangis
Sungguh, angan ku hanya mimpi
Lagumu penyejuk hati
Sadarkan aku dari ingkar janji
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:46 AM UTC
Mumet i hate you ! Mumet tingkat kecamatan ! Mumet adalah ketika suasana hati sedang tidak bagus + badan yang lelah karena kerja terus-menerus + fikiran tidak fokus + tempat kerja yang jenuh menjerumus + dompet telah kurus + temen berprasangka buruk dan berkata ketus + orang tua banyak menuntut khusus + janji diingkari terus + keinginan terputus + harus menunggu, akhirnya emosi tingkat kedusunan menyebabkan pening d bagian alis kiri yang serius + semua orang tiba2 pergi dengan berbagai jurus = Sehingga merasa sendiri tak terurus... akhirnya sakit tipus, tinggal menunggu waktunya pupus*
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 4:31 AM UTC
Jakarta, 30 Maret 2009
Jangan takut musuh negeri ini
Jangan takut penguasa negeri ini
Takutlah pada air bah yang mengalir
Takutlah pada penyapu kota ini
Jangan percaya kata mereka
Jangan percaya janji mereka
Percayalah pada diri sendiri
Percayalah pada Allah SWT
Maret pertandakan akhir
Pembayaran hutan akan janji
Amuk amarah alam negeri ini
Sebab tak satupun pemimpin peduli
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:59 PM UTC
Ku putar sekali lagi nyanyianmu malam ini,
sebagai penghantar tidur dan penyemangatku esok pagi.
Katamu aku mataharimu,
menebar kehangatan ke sekitarku.
Kau bilang kau tak dapat lupakanku,
juga tak mampu menyatakan ku milikmu.
Tak sadar kah kau yang membohongi diri sendiri,
menyamar sebagai pujangga yang hanya bisa berjanji.
Janji yang kita berdua tahu,
bahwa kata-katamu itu palsu.
Berjanjilah malam ini; bahwa kau takkan ada di sisiku.
Tepati, amali, sebelum waktu ‘kan berlalu.
Feb 26, 2018
Feb 26, 2018 at 10:36 PM UTC
Anak gadis tunggal kau
Nyamuk pun kau tak biar dekat sama dia.
Tapi kau
pijak, henyak hati
tabur janji angkat kaki
palit lumpur paling likat
pada hidup
anak gadis orang lain.
Nampak benar
jadi bapa tu tak merubah apa-apa
kalau kau biar setan dalam diri
duduk tinggi atas takhta.
Mar 26, 2015
Mar 26, 2015 at 4:32 AM UTC
Pasar dan pasir yang bersatu
Dipisahkan oleh janji
Ditiadakan oleh kilau emas
Yang berkilat padanya akal warasmu
Pasir adalah asamu,
Yang kau bagikan pada mereka
Untuk membangun genting bocor
Pastilah tak bisa kami genggam
Rumahmu adalah pasar
Yang saling menjual suara
Cobalah untuk menimbang
Besaran keadilan dan kejahatan
Kami hanyalah ternak
Yang tiap tetes darah kami kau tukar
Dengan sendok dan garpu perak
Dan kau biarkan kami menggelepar?
Harga tiap tetes darah itu
Tak pernah kau bayar
Namun selalu kau tawar.
May 11, 2016
May 11, 2016 at 9:59 PM UTC
kita bertemu dikala petang
dua jari saling bersilang
aku minta izin bertualang
kau beri restu penuh sayang
dengan itu ku bertualang
tak peduli akan halang rintang
semua halang aku terjang
dan diujung senja aku menang
wajah penat berganti riang
sang aku menjadi sang petualang
semua halang kan ku kenang
untuk diceritakan kepada sang sayang
sebelum sang senja hilang
kupenuhi janji untuk pulang
dan dikalau aku datang
aku disambut sang mata berlinang
Mar 2, 2019
Mar 2, 2019 at 12:49 AM UTC
sama-sama tahu janji tidak akan ditepati
semesta pun tertawa, bodoh sekali
dua orang yang saling jatuh cinta
saling mengucapkan harapan
agar bahagia tidak cepat berlalu
Nov 24, 2019
Nov 24, 2019 at 1:42 PM UTC
Desember telah di sini
Dan seperti janji yang telah terucap;
saya akan memaafkan diri saya
karena telah mencintai kamu di bulan-bulan sebelumnya.
Dec 11, 2017
Dec 11, 2017 at 12:19 PM UTC
Kita pernah ada di suatu masa ketika rindu merupakan hal yang merapuhkan, sekaligus menguatkan di saat yang bersamaan
Kita pernah ada di suatu masa dimana hari-hari terisi oleh caci maki dan argumentasi—yang kini kusadari lebih baik mendengar suara ketusmu ketimbang tidak sama sekali
Perihal mimpi-mimpi, janji, serta harapan yang kandas di tengah jalan, aku turut berdukacita karenanya
Oct 1, 2016
Oct 1, 2016 at 11:57 PM UTC
3 tahun lalu, kamu berjanji ingin terus bersama denganku.
2 tahun lalu, kamu berjanji tidak akan meninggalkanku.
1 tahun lalu, kamu berjanji akan kembali kepadaku.
kemarin, kamu berjanji akan menghapus kenangan kita.
Aug 31, 2020
Aug 31, 2020 at 9:07 AM UTC
Kalimat "iya aku janji"
Hanyalah penenang diri,
supaya kau tak patah hati.
May 14, 2018
May 14, 2018 at 4:44 AM UTC
Akankah…
Kita akan terus begini?
Terpisah oleh jarak bermil – mil
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali ke sisi
Seperti saat kita bersama dahulu
Akankah…
Pertemuan pertama kita
Hanya tinggal kenangan?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan melinkupiku dengan sayapmu
Seperti saat kita pertama berjumpa dahulu
Akankah…
Janji kita
Hanya tinggal sebuah janji?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan kita saling mengkaitkan jari
Seperti saat kita berjanji dahulu
Akankah…
Cinta kita
Hanya tinggal sebuah kata?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan berkata
Walau jarak dan ruang memisahkan kita
Aku percaya jika hati t’lah bicara
Takkan ada yang mampu memisahkan kita
Jun 16, 2020
Jun 16, 2020 at 8:14 AM UTC