"hamba" poems
Allah..
Allah adalah Tuhanku
Oh Allah..
Dzat Yang Maha Agung
Tiada Tuhan selain Allah
Kaulah Yang Maha Menciptakan
Kau ciptakan surga bagi orang yang beriman
Kau berikan rahmat kepada hamba-MU yang bersungguh-sungguh
Ya Allah!
Ya Tuhanku!
Hambamu bukanlah teroris
Hambamu hanya menyembah kepada-MU
Ya Allah!
Tuntunlah aku ke jalan yang benar
Ya Allah!
Dalam gelap kau bangkitkan aku yang putus asa
-Kediri, 22 Maret 2018-
Mar 26, 2018
Mar 26, 2018 at 12:00 AM UTC
Jumat, 13 Agustus 2010
Sekarang aku makin dewasa
Bapak... Mamak... Aku...
Anakmu kini 15 tahun
Ya Allah Terima Kasih atas Rahmat-Mu
Bapak, maaf bila esok ku tak berguna
Mamak, maaf bila esok ku gagal
Ya Allah, ampuni Hamba
Semakin dewasa, semakin ku berdosa
Tak sanggup aku melawan rasa itu
Aku telah bercinta...
Bercinta dengan nya
Ku tahu dia tak pernah di sini
Tuhan... Tuntunlah aku pada-Mu
Aku merasa hina di hadapan-Mu
Aku merasa hina di belakang orang tua ku
Ampuni Hamba Ya Allah...
Ku tahu t'lah berdosa
Oh Tuhan, Aku bercinta dengannya di dalam khayal
Creates by. Aridea .P
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:38 AM UTC
Jakarta, 31 Mei 2008
Alunan piano mengarungi ku
Melantunkan ayat-ayat indah
Penuh harap atas ridho-Nya
Enggan berbuat yang tak sempurna
Ragaku gemetar, Serasa
Aku mulai menyentuh-Nya
Padahal ku tekan tuts-tuts nada
Alangkah terkejut saat kau berkata
Laksana Tuan menasehati Hamba-Nya
Enggan berbuat tak sempurna
Music terus ku mainkan
Bagaikan hidup yang kekal
Akankah sekekal masa?
Niscahya indah hidup di Surga
Gembira rasa hati hidup bahagia
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:35 AM UTC
Jakarta, Jumat 31 Agustus 2007
Ya Allah …
Segala puji bagi-Mu
Untuk hamba sujud kepada-Mu
Berdoa meminta ampunanmu
Dari khilaf yang terus muncul
Ya Allah …
Bila hamba berdosa
Tunjukkanlah jalan-Mu
Bukan hamba yang kau siksa
Namun, syaitan-syaitan yang terkutuk
Ya Allah …
Hamba ingin hidup kekal
Menikmati dunia hingga akhir hayat
Merasakan indahnya kebahagiaan
Sekalipun hamba berdosa
Hamba siap menuju akhirat
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:15 AM UTC
Kemana kau tuan,hilang tanpa pesan
Meninggalkan hamba dengan sejuta kerinduan
Boleh hamba mengatakan? Bahwasanya kehilangan tuan,tidak pernah hamba inginkan
Bahkan,sejak kepergian tuan
Hamba masih berdiri disini,mempertahankan,berharap tuan akan merubah arah pijakan
Dan kembali ke sisi di pangkuan
Semenjak tuan pergi,
Desau angin mulai menyepi,
Kicau burung tak terdengar lagi
Berganti dengan sesak nafas hamba,dan suara tangis yang kian menusuk telinga
Hamba masih belum bisa menerima kenyataan,
Bahkan,merelakan tuan pergi saja masih terasa menyakitkan
Jun 21, 2019
Jun 21, 2019 at 1:11 PM UTC
saya mati dibuat matanya
dari awal jumpa pertama,
mata itu beda tatapnya
mata itu punya bisa ya, tuan?
buat jiwa mati rasa sedemikian rupanya.
mata itu buat rasa selalu berdalih,
sekalipun hamba tahu tatap bukan penuh maksud
tapi rasa terus berdalih,
semakin berdalih semakin tumbuh rasanya
imajinasi semakin keras kepala,
rasa makin liar
boleh mata buat hamba seorang tuan?
boleh, kah?
karna raga dimakan waktu,
tapi rasa tak habis-habis
saya lelah karna tatap itu,
saya mati.
Nov 25, 2017
Nov 25, 2017 at 6:27 AM UTC
kekasih, sebelum takdir melenyapkan tubuhku
dan takbirku menjadi sesuatu yang senyap
ajari aku mencintaimu:
ajari lidahku menyebut namamu
ajari mataku melihat parasmu
ajari telingaku mendengar suaramu
ajari tanganku memegang tanganmu
ajari kakiku melangkah padamu
sekali lagi
agar aku, kekasih, yang cuma
hamba sahaya ini bisa merdeka
merdeka adalah berada di haribaan cintamu
sepanjang waktu
Oct 1, 2017
Oct 1, 2017 at 8:32 AM UTC
Bulan mencela berselimut awan
Gelap cakrawala di penutup malam
Dan di jarinya selipan resah dan asa
Hamba yang pasrah merindu hawanya
Di bawah sunyi sesak derungan cahaya
Hatta jiwanya pun meronta-ronta
"Tuan, bila tak mampu bersambung jiwa dan rasa
Sekurangnya pernah kita bersorai bersama
Dan semoga hati kita sampai bertukar cerita
Kala nanti waktu menjemputku sia-sia."
Sep 12, 2025
Sep 12, 2025 at 11:24 AM UTC
Telanjang bersebaran di permadani
Mencari memanisan di setiap bagian
Lekas sambar reremahan itu
Tak terhingga, Tak merasa
Perkasa namun serakah
Wahai Tuan-Ku, Sang Kekal
Apa Hamba orang lalai ?
Manis Hamba terasa sepai
Menanti Azab Sang Khalik
May 20, 2020
May 20, 2020 at 11:50 AM UTC
Written for “uncle “ and his family
I’m not part of the family
Not connected by blood
I know I’m an outsider
Might not behave as I should
I’m not in a position
To say much here
It’s not my place to take over
I’m privileged to be here
But I just wish to say
That I do share your sorrow
Even given the short time I’ve been here
I really do feel your sorrow
I don’t feel it the same
For it’s not my place
But I’d got so used to uncle
Seeing his friendly face
He could always smile
Even when in so much pain
He had patience, was happy
He would barely complain
He enjoyed my baking
I’m glad that he did
For it’s a way to give back
As he gave me somewhere to live
I could see how much
The cars meant to him
A life without being able to drive
Would be a life so grim
At 83, this kept him going
He lived for his cars
With help yes maybe
I could see him fixing engines
He was always polite
Not a bad word for anyone
He rarely asked for help
Even when he was struggling
We all got used to seeing
Uncle struggle every day
But he kind of struggled happily
Perhaps to help the pain go away
So it came as a shock
For this reason alone
We think people will go on forever
Forgetting about their bones
For me at least
I can say I was shocked
I hadn’t taken notice
If he’d recently been more sick
One day he was fine
The next not so good
But this wasn’t unusual
He would bounce back, he always did
But this time he didn’t
None of us prepared
For the devastating news
When uncle’s death was shared
We all have regrets
When somebody dies
For me of course I do, uncle
I regret not spending more time with you
I appreciate your friendly face
I think everyone did
I will remember you smiling
You even had time for the kids
I’m sorry about the maize
That I grew right outside your house
I’d forgotten it would get that tall!
You had a forest outside your house!
You saw me struggle with the garden
Even offered to buy me more hosepipe!
Of course I didn’t expect this
But the thought shows how you wanted to help
You told me I was going the wrong way
I was trying t avoid soaking your feet
Why was I going so far?
When you were happy to move your feet!
I have many fond memories
But for now I just want to say
I do miss you uncle
I wasn’t prepared for that day
You have a wonderful family
Who have made sure things go well
I’ve never seen people work so hard
As your family, preparing for the funeral
I hope you can hear me
And see how much you are valued
For me the place will never be
The same, without uncle and his Volvos
But you are no longer in pain
Looked at peace when I saw you
I wish you the rest you deserve
Hamba khalhe uncle, rest in Peace- we love you
🙏
May 14, 2021
May 14, 2021 at 2:44 PM UTC
aku kembali gagal-
mungkin manusia sepertiku tidak layak merasakan cinta,
bagaimana bisa harapan indah hilang begitu saja?
aku kembali gagal-
layaknya ditampar,
oh tuhan! apakah anda tidak ingin aku memiliki cinta?
aku kembali gagal-
pergilah katanya,
memang sepertinya hamba tidak cukup becus untuk merasakan cinta.
May 7, 2022
May 7, 2022 at 11:02 AM UTC