Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"gagah" poems
Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita! Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi. 0 Menit Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen. 1 Menit Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin. 3 Menit Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir. 4 – 5 Menit Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah. 7 – 9 Menit Penghubung ke otak mulai mati. 1 – 4 Jam Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati. 4 – 6 Jam Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam. 6 Jam Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan. 8 Jam Suhu tubuh langsung menurun drastis. 24 – 72 Jam Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri. 36 – 48 Jam Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina. 3 – 5 Hari Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung. 8 – 10 Hari Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah. Beberapa Minggu Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas. Satu Bulan Kulit Anda mulai mencair. Satu Tahun Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa lagi yg mau disombongkan org sebenarnya???? BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN..... Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini..
0
Mar 27, 2015
Mar 27, 2015 at 5:20 AM UTC
Inallillahi
Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita! Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi. 0 Menit Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen. 1 Menit Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin. 3 Menit Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir. 4 – 5 Menit Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah. 7 – 9 Menit Penghubung ke otak mulai mati. 1 – 4 Jam Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati. 4 – 6 Jam Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam. 6 Jam Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan. 8 Jam Suhu tubuh langsung menurun drastis. 24 – 72 Jam Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri. 36 – 48 Jam Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina. 3 – 5 Hari Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung. 8 – 10 Hari Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah. Beberapa Minggu Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas. Satu Bulan Kulit Anda mulai mencair. Satu Tahun Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa lagi yg mau disombongkan org sebenarnya???? BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN..... Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini..
Continue reading...
36
T'lah kumiliki nurani bopok dan renta Warisan ibu ayah Membungkus kasih, dengki, segan, damai, resah, amarah Begitu bancuh dan arau Sang aku berbagi pada kekasihnya Sosok gagah terpercaya Aku dan gagah melanglang Beriringan menggandeng nurani Nurani amat bahagia Demikian puas ceria Hingga sosok gagah itu mulai muak Jemu, bosan katanya Menghempas jemari aku Dan mencampakkan nurani serupa buangan Cakapnya aku bersalah Tak jago mengenyangkan Tak tega setilik pun menengok nurani Menepis muka, aku bertanya "Apa nurani tak apa-apa?" Dengan terisak, nurani menyinyir menjawab "Terlihat nestapa dan pilu dari matamu Aku tak seberapa Pikirkan saja dirimu"
0
Jul 1, 2016
Jul 1, 2016 at 2:21 PM UTC
Sang Aku yang Bodoh
Hancur tak selalu lebur Jika hanya meradang Karang yang teguh Tak selalu gagah Hingga masanya runtuh. Hancur tak selalu lebur Saat kamar kecilmu Dijejali oleh, Beribu-ribu partikel biru Haru, kau nanti Hingga mereka bereaksi Bersenyawa, Dengan tawa dan bahagia Takjublah Pada sang karang Yang akhirnya menangisi Kenangan
0
Apr 16, 2016
Apr 16, 2016 at 6:31 AM UTC
Beribu-ribu Partikel Biru
Kau duduk dalam diam Segaris senyum kau tebar Aku yang lemah menyerah kalah Membakar omong kosong Menciptakan bara apiku Aku terpaku, pertama kalinya bagiku Suara renyah bergairah Menggelitik daun telinga Mendarat indah di relung hati Tak perduli yang kau katakan Aku hanya ingin mendengarkan Ingin rasanya kugenggam tanganmu Menculikmu dengan gagah berani Layaknya ksatria dan kau sang putri Menyibak rambut ombakmu Kusematkan bunga Yang kita petik bersama Namun... Aku bukanlah ksatria Dan kau sendirilah pemilik kastil itu Tak ada bunga mekar yang bisa kupetik hari itu Namun di lain hari kuharap kita bertemu lagi
0
Sep 29, 2017
Sep 29, 2017 at 4:58 AM UTC
Pertama Kalinya
Tuan, sore ini akasa terlihat kelabu. Semilir anila terasa membeku. Aku berada di antara dua perasaan; sukacita dan dukacita. Sukacita? Ya, karena sebentar lagi graksa datang dengan gagahnya; mengejutkan semua makhluk di bumi. Seperti kedatanganmu. Lalu, dukacita? Ya, graksa yang gagah itu bisa hilang wujudnya dalam sekejap. Kemudian membawa hujan yang meninggalkan wresthi di permukaan bumi. Seperti kepergianmu.
0
Dec 6, 2018
Dec 6, 2018 at 2:52 PM UTC
graksa
Ah muncul lagi Lelaki benalu kesayanganku mengendap-endap masuk ke pikiran kosong Di hitamnya langit kutemukan selintas retrospeksi terselip diatara bintang kau dadakan hilang tak 1 pun kata kau anggap perlu kau beberkan mulutmu rapat terkunci mungkin penjelasan itu hanya bisa ditemukan di air luka hatimu yang dalam Sini duduk sebentar biar kupinjamkan sepatu heelsku malah tak perlu kudandani kamu tak perlu busana merah muda mencolok kamu sendiri sadar kamu banci, maksudku pengecut Tak sudi kusebut kamu banci banci saja lebih jantan darimu mereka berani unjuk diri depan dunia gagah gigih tampil beda mencolok meniupkan asap rokok ke muka komentator Ada udang dibalik batu ada busuk dibalik hadirmu kau pergi karena kau anggap tak ada lagi gunaku bagimu kan? Dalam senyum sumingrah kuucap syukur pada Bapa di sorga sebab benalu sepertimu tak pantas ada disini jam pasir telah dibalik segera akan habis waktu permatamu biar gelapnya malam yang menghajar pancaran sinarmu yang menjijikan Lelaki benalu kesayanganku habis digerogoti nafsu keserakahannya
0
Jul 3, 2019
Jul 3, 2019 at 12:30 PM UTC
Banci Saja Lebih Jantan
Bermekaran bunga mengiringi senyummu Harum mewangi semanis madu Rendahkan sedikit sekuntum kelopakmu Tak ayal kumbang bergemuruh Semanis madu kau mengundang Aku terbuai layaknya kumbang Indah gemulai tak kunjung lekang Kau ratuku bukan sembarang Tak kusadar burung berkeciap Gagah benar paruh mengkilap Hebat benar kepakkan sayap Kumbang limbung terbangnya kalap Bunga indah harum mewangi Ternyata pandai bermain api Tak disangka membakar janji Batang indah bertumbuh duri Kumbang sesak terbangnya lirih Perihnya hati dusta sang terkasih Berharap terang hujanpun masih Berharap lekang sayangpun masih
0
Nov 8, 2017
Nov 8, 2017 at 12:19 AM UTC
Si Malang Kumbang