Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"dipagari" poems
Palembang, 17 Desember 2011 Aku kehilangan emosi ku Ketika semua terlepas hilang Bukan aku Bukan Bukan Bukan aku Merenung . . . Hanya ada aku Di ruang hampa Di negeri antah berantah Menunggu cahaya Tuk menarikku keluar Ke terik sinar mentari terpanas Tuk memerah peluh sendiri Karena terlalu lama beku akan kesunyian Pernah ku bermimpi nirwana Indah, tak terharga Dibuat dari batu ketaatan Dilapisi emas keimanan Dipagari kayu keikhlasan Sederhana, tak menarik Sulit pun tuk di huni Aku sudah di sini Di tempat aku berada Di gedung mewah penuh kesenangan Dibuat dari berlian kemusyrikan Dilapisi perak kemunafikan Dipagari besi keserakahan Aku sudah terlanjur di sini Mati rasa
0
Dec 19, 2011
Dec 19, 2011 at 1:39 AM UTC
Mati Rasa
biarkan saja membekas kalau memang ia murni; sejati jangan dipagari buat apa repot-repot? "aku yang bunuh", ujarmu tapi selalu kau cari ia yang bersalah kau tak pahat tumbuh; tak juga lukis mekar tanggalkan permainanmu seolah-olah Tuhan lupa kah tuan pernah belajar melangkah saat ibu membawamu ke gurun? tanpa se-utas pun hak memilih bahwa taman adalah cita-citamu — a
0
Apr 16, 2020
Apr 16, 2020 at 12:03 PM UTC
di antara