"dibiarkan" poems
*Kata demi kata
Kuleburkan menjadi beberapa helai untaian kalimat
Demi melepas seikat rindu
Untuk seseorang berpandangan sayu
Yang telah lama diombang-ambing oleh gelombang kelabu
Seberat langit mendung yang sendu
Berpayung ia lama mencari lentera menuju ujung jalan
Sembari menanti hentinya rintik hujan
Tanah becek berlumpur tempat kakinya lama singgah
Di mana guntur tak ada lelahnya menumpah ruahkan gundah
Kata demi kata
Kuleburkan menjadi beberapa helai untaian kalimat
Demi melekatkan seikat harapan
Untuk seseorang yang tengah dihuyung geramnya badai topan
Yang tak hentinya berharap agar matanya dibutakan mentari pagi
Jiwanya lama berkelana mencari, entah ke mana cahaya itu pergi
Jauh dalam sudut yang gelap ia dibiarkan sendiri*
-------------------------------------------------------------------------------------------
Telah kuleburkan kata demi kata menjadi beberapa helai untaian kalimat
Untuk kompas dalam hidupmu yang telah kehilangan arah
Dibutakan oleh gulungan-gulungan masalah
Juga dalam doa-doa malamku dan setiap sujudku di atas sajadah,
Kubisikkan sebuah pinta agar dirimu selalu dalam pentunjuk-Nya,
Agar kelak dapat kau baca helaian untaian kalimat penyamangatku,
Yang kusampirkan dalam saku jaketmu hari itu,
Dapat merontokkan seluruh perasaan kelabu dalam kalbumu,
Mendepakmu dari sudut gelap di ruang tergelap pikiranmu sendiri.
Jan 28, 2017
Jan 28, 2017 at 7:28 AM UTC
Yang dipegang tidak ingin diikat, inginnya pergi menjemput belikat. Bukan rahasia kalau belikatnya adalah hidupnya, nanti dia tidak bisa terbang, katanya.
Yang diberi hati tidak ingin jatuh hati, dia sudah jatuh, katanya. Sedikit lagi sampai, katanya. Sedikit lagi yang dicarinya digenggamnya, katanya lagi.
Yang diinginkan bahagia juga inginnya bahagia, untungnya. Tapi bukan untuk satu sama lain, sayangnya. Tidak apa-apa, kan yang penting bahagia, katanya. Dia tidak mengerti, sayangnya lagi.
Dia tidak mengerti, dia ada menghantui sudut ruang, nyata dan berakar, langkahnya tak bergravitasi keluar sangkar, inginnya berputar melingkar, tetap tinggal, tidak meninggalkan.
Perasaan ini bermassa, dia sudah pasti tak memberi asa, sudah biasa.
Sudah biasa, tidak apa-apa.
Jadi dia dibiarkan kembali duduk di sudut ruangan.
Jun 18, 2020
Jun 18, 2020 at 1:33 PM UTC
Mana mungkin aku marah
Pada jalan-jalan yang memang telah kita lewati
Untuk gunung-gunung dingin yang ditawarkan
Sepatumu sudah sesuai, jaketmu sudah lengkap
Mana mungkin aku mengeluh
Pada jalan-jalan lain yang ada di hadapan
Untuk lalu lalang siapapun yang akan datang menjemputmu, atau aku
Tas mu sudah tersandang, bajumu sudah cantik
Kita berangkat, tapi kali ini stasiunnya berbeda
Sengaja, kataku
Penutup jendela bus yang kutumpangi dibiarkan menutup, kau juga sama
Kata penulisku untuk sesuatu,
Kabar-kabar baik katanya
Mana mungkin aku tak mengikutinya,
besok kita bangun, sepagi mungkin
Apakah kita berhenti di stasiun yg sama?
BA
31 Mei 2022
18:19 WIB
May 31, 2022
May 31, 2022 at 7:20 AM UTC
Badan ranjang tidurku rapih sedikit berdebu
Ujung selimut terlipat dan banyak abu
Jendela kamar terbuka seperapat untuk semburan angin masuk
Pintu dibiarkan ternganga sekiranya ada yang mau bertamu
Tamu terakhir hadir seminggu lalu
Berbeda dengan si angin yang rajin keluar masuk
Tamu terakhir pamit untuk tak lagi membesuk
Memang bukan kepergian namanya kalau tak menusuk;
Seruangan bergemuruh menyaksikan kaki jenjangnya melangkah kian jauh
Bukan hanya ruang secara dimensi,
Tapi ruang tubuh ini yang lima menit lalu baru ia isi
Tak sampai esok hari jantung dari ruang tubuh ini seakan memohon untuk berhenti
Telingaku seakan mendengar hati meretih;
Cukup jangan terjadi lagi
Namun si akal bajingan menimpali;
Ya memang ada kalanya manusia harus sendiri
Hari hampir pagi
Biarkan kubakar rokok satu batang lagi.
May 13, 2019
May 13, 2019 at 11:04 AM UTC
Dik, Pada bagian mana Oktober tidak menyenangkan?
Bukankah ia yang mengantar kita sampai ke ujung toko buku?
Ntah sudah berapa buku fiksi yang kini bergelayut dipuncak pikiran
Padahal ntah apa yang ingin aku ketahui di dalamnya
Mungkin bait?
Barangkali juga sesunggukan senyum kecil-kecil yang dibiarkan lepas
Maka pada bagian mana Oktober tidak menyenangkan, Dik?
_BA (30 JULI 2018)
Dec 14, 2018
Dec 14, 2018 at 3:11 AM UTC
Benih investasi
adalah basa-basi
yang ditaburkan pada bedeng mimpi
lalu dibiarkan bersemai, menjadi
omong kosong yang menjulang tinggi.
Dalam pendar pariwara
diksi-diksi bersandiwara
demi sebuah pasti yang tiada
dibubuhi bukti yang mengada-ada
hanya ada pundi-pundi
bersembunyi di balik senyum keparat
yang gilang gemilang
begitu girang lagi gemirang.
Investasi, investasi
masa kini, masa nanti
omong kosong tetaplah
omong kosong.
Sep 1, 2019
Sep 1, 2019 at 12:39 PM UTC
Jika aku berani lagi,
biarlah langkah ini menuju tempat yang tenang.
Bukan ruang yang penuh tanya,
bukan jalan yang samar arahnya.
Jika aku berani lagi,
biarlah hati ini dipeluk dengan sungguh.
Bukan sekadar disentuh, lalu dibiarkan rapuh.
Bukan sekadar disapa, lalu dilupakan.
Jika aku berani lagi,
semoga hatiku tidak jadi sekadar persinggahan.
Tidak lagi menjadi perahu yang karam,
di laut yang tak pernah berniat menenangkannya.
Jika aku berani lagi,
semoga bukan untuk luka yang sama.
Semoga kali ini, hatiku tidak salah arah.
Mar 15, 2025
Mar 15, 2025 at 5:46 AM UTC