Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"bisakah" poems
Senja djakarta enam belas januari dua ribu lima belas . di hadapan leptop , aku merangkai kata demi kata untuk menghasilkan sebuah karya yang indah . ku tatapi sekelilingku ... benda mati , sepi, lengang ... andai printer yang disampingku itu berbicara... gunting itu berkata, dan pulpen ini berteriak , akan aku ceritakan sebuah kisah klasik ini di hadapan benda-benda itu . entah apa yang aku rasakan saat ini . abstark sepertinya . aku pernah berangan-angan menikmati teh rosela bersama bapakku didalam dekapan senja hangat mengantarkan mentari itu pulang , dalam dekapan . bapak yang aku rindukan kasih sayangnya melebihi apapun di dunia ini . Maafkan aku mama, aku tidak pernah serindu ini kepada bapakku . tapi percayalah , kedudukanmu dihatiku selalu ku prioritaskan bak malaikat yang selalu menjagaku setiap hari . Mama... bisakah engkau wakilkan rasa ini kepada bapakku , bahwa aku ingin mencium tangannya . kemudian ia tersenyum merasakan hangat cinta anakknya . rasa apa yg lebih berarti daripada menahan rindu ini , menahan rindu akan sosok bapakku yang genap 8 tahun sudah tidak pernah menyapaku lagi . aku tidak ingin mengingatnya dengan kenangan buruk , tetapi aku akan mencoba menguburnya ,dan ini lah saatnya aku menjadi pribadi yang berubah . bapak, tahukah engkau pak , aku sudah beranjak dewasa, dr dewasa itu aku menemukan siapa diriku sebenarnya . sadar bahwa aku bukanllah apa-apa tanpamu pak . sadara bahwa aku di dunia ini karena mu dan ibu . maafkan aku yang tidak pernah mendegarkanmu . Senja ... saksikanlah bahwa aku ingin sekali bapak duduk di pelaminan bersama ibu , dan aku berada tepat di bawah kakiknya . sembah sungkem merestui pernikahanku bersama pria yang dikirimkan ALLAH untukku .
0
Jan 16, 2015
Jan 16, 2015 at 6:09 AM UTC
Senja
Senja djakarta enam belas januari dua ribu lima belas . di hadapan leptop , aku merangkai kata demi kata untuk menghasilkan sebuah karya yang indah . ku tatapi sekelilingku ... benda mati , sepi, lengang ... andai printer yang disampingku itu berbicara... gunting itu berkata, dan pulpen ini berteriak , akan aku ceritakan sebuah kisah klasik ini di hadapan benda-benda itu . entah apa yang aku rasakan saat ini . abstark sepertinya . aku pernah berangan-angan menikmati teh rosela bersama bapakku didalam dekapan senja hangat mengantarkan mentari itu pulang , dalam dekapan . bapak yang aku rindukan kasih sayangnya melebihi apapun di dunia ini . Maafkan aku mama, aku tidak pernah serindu ini kepada bapakku . tapi percayalah , kedudukanmu dihatiku selalu ku prioritaskan bak malaikat yang selalu menjagaku setiap hari . Mama... bisakah engkau wakilkan rasa ini kepada bapakku , bahwa aku ingin mencium tangannya . kemudian ia tersenyum merasakan hangat cinta anakknya . rasa apa yg lebih berarti daripada menahan rindu ini , menahan rindu akan sosok bapakku yang genap 8 tahun sudah tidak pernah menyapaku lagi . aku tidak ingin mengingatnya dengan kenangan buruk , tetapi aku akan mencoba menguburnya ,dan ini lah saatnya aku menjadi pribadi yang berubah . bapak, tahukah engkau pak , aku sudah beranjak dewasa, dr dewasa itu aku menemukan siapa diriku sebenarnya . sadar bahwa aku bukanllah apa-apa tanpamu pak . sadara bahwa aku di dunia ini karena mu dan ibu . maafkan aku yang tidak pernah mendegarkanmu . Senja ... saksikanlah bahwa aku ingin sekali bapak duduk di pelaminan bersama ibu , dan aku berada tepat di bawah kakiknya . sembah sungkem merestui pernikahanku bersama pria yang dikirimkan ALLAH untukku .
Continue reading...
4
Senyum itu, dari mana datangnya Tolong beritahu aku rahasianya Agar nanti bisa kulakukan lagi Biar mereka tahu, manisnya kau kala itu Senyum itu, bisakah lebih lama? Maafkan aku ini ingatannya lemah Jadi tolong tersenyumlah lebih lama Biar aku ingat, manisnya kau kala itu Senyum itu, di hari yang sunyi tanpa kabar Apakah senyum itu ada di kala hujan? Aku ingin tahu, jadi bisikkan padaku Di mana senyum itu saat malam menuju Minggu Senyum itu, semanis kala itu Tapi, siapa yang dituju senyum itu Mungkinkah senyum semanis itu Menyisakan pahit yang teramat pahit? Tetaplah semanis itu, kalaupun pahit cukup aku yang tahu Tetaplah semanis itu, aku masih ingin membagi malamku padamu
0
Sep 1, 2017
Sep 1, 2017 at 1:06 PM UTC
Kau Manis Kala Itu
Ya Langit ini terlalu indah untuk dilihat saja Tanah ini terlalu luas sebagai sebuah pijakan Bisakah aku melihat sisi langit lainnya? Bisakah aku mengenal sudut pijakan lainnya? Aku juga ingin bertemu dengan senja di langit utara Apalagi saat fajar mengintip di langit selatan Aku tidak dari timur Ataupun barat Aku ditengah. Ditengah tengah kebingungan Aku hanya ingin mengenal tanah di sudut barat daya Di sisi tenggara Menyapa tanaman dan makhluk hidup lainnya Salahkah aku? Aku hanya makhluk yang serba ingin tahu Tolong, jelaskan padaku mengapa ini salah Mengapa ini dilarang?! Aku juga ingin menikmati sinar sang surya dari sisi yang berbeda Apakah aku terhukum? Aku bukan peminta Apalagi pengemis Tapi kali ini, bisakah kau jelaskan padaku? Apa? Mengapa?
0
Nov 7, 2018
Nov 7, 2018 at 12:35 PM UTC
Mohonku
Kupersembahkan cintaku kepadamu. Bersama senyuman dan ketulusanku kepadamu. Dan selalu menjagamu dimanapun dan kapanpun kamu berada. Bisakah kamu melakukanya juga? Mencintaiku seperti aku mencintaimu. Menyayangiku seperti aku menyayangimu. Menjaga perasaanku seperti aku menjaga perasaanmu? Kupersembahkan cintaku kepadamu, Walaupun aku tau kamu tidak akan pernah mencintaiku seperti aku mencintaimu.
0
Jun 24, 2018
Jun 24, 2018 at 11:05 AM UTC
Kupersembahkan
tadi aku melihat kamu dengan perempuan aku tau dia teman mu tapi aku cemburu aku cemburu hampir ingin menangis sesaat aku berpikir akankah kamu cemburu juga nanti? bisakah kamu cemburu pada ku? bisakah kamu merasa sangat membutuhkan ku? aku sangat tak keberatan saat nanti kau cemburu aku sangat tak keberatan saat nanti kau menyusahkan aku saat kamu membutuhkan ku ingat jangan sungkan-sungkan ya aku disini masih
0
Nov 22, 2016
Nov 22, 2016 at 7:56 AM UTC
cemburu
Bisakah kau lihat warna-warni hujan Seperti kau melihat warna dalam suara Bisikkan padaku warna langit Karena langitku selalu hijau abu-abu Bisakah kau melihat wajahku Seperti aku bisa merasakan hela nafasmu Bisikkan padaku warna dunia Saat bibirmu menemukan tempatnya Karena kau menyuruhku memejamkan mata Bisakah kau melihat warna debu Dari setiap omong kosong yang kau bakar Bisikkan padaku warna hatimu Karena milikku sewarna bara arang Bisakah kau melihat warna malam Tirai megah pentas hidupku Kali ini biar kubisikkan padamu Warna yang lebih gelap dari hitam
0
Dec 17, 2017
Dec 17, 2017 at 4:48 AM UTC
Lebih Dari Hitam
Dari 1000 langkah bersama, Ku tau artinya Kita bukan selangkah Tapi setujuan Kau ingin melalui B dengan tujuan C Aku ingin melalui A dengan tujuan C Aku baik baik saja Aku percaya, berbeda bukan berarti salah Kau selalu membenarkan argumen Mengagungkan apa yang kau yakini Mengucilkan yang berbeda denganmu Tidak bisakah kau akui saja? Aku benar dengan pandanganku Dan kau juga benar dengan pandanganmu Tidak bisakah kita redam ego Dan melangkah sejajar? Bukankah tujuan kita di awal seperti itu?
0
Aug 21, 2019
Aug 21, 2019 at 12:00 PM UTC
Kita, Selangkah?
1:50 AM, 29 Oct 2017 dunia kadang suka melucu entahlah aku sedang diambang bahagia bisakah aku sebut diriku sedang bahagia? ingin rasanya mengecup semesta merangkul ufuk timur dan memeluk ufuk barat selagi memandang eloknya fajar yang berputar lalu berucap sukur yang sebesar-besarnya entahlah semenjak keberadaanmu disisiku aku jadi selalu ingin berucap syukur dengan tulus dan mendalam kulihat lagi langit malam sekarang kuingin meresap kedalamnya dan ingin berkata kumohon jangan biarkan dia pergi ternyata aku memang bahagia
0
Oct 28, 2017
Oct 28, 2017 at 9:54 PM UTC
bahagia;
Dapatkah kamu merasakannya? Bisakah kamu melihatnya? Kamu memiliki monster di dalam diri kamu. Setiap hari, dan setiap malam kamu tidak bisa lengah dari monster itu. Bisakah kamu mendengarnya mengetuk di depan pintu ketakutan kamu? Memberitahu kamu untuk membiarkannya masuk, dan kamu tidak perlu takut. Menunggu dengan sabar dalam bayang-bayang kebahagiaan kamu, Yang akan menyerang setelah kamu dikuasai oleh kesedihan kamu sendiri.
0
Apr 26, 2019
Apr 26, 2019 at 4:20 PM UTC
Alter ego
Kosong lagi hampa Apalah artinya rasa Penuh luka lagi derita Bahagiaku telah direnggut masa Sepiku yang tertinggal sisa Sedihku tidak tersirat Dukaku tidak tersurat Hatiku telah patah arang Apakah keajaiban akan datang? Apakah rasa akan kembali terulang? Apakah kau akan pulang? Berkhayal aku di antara temaram senja Menikmati luka yang tlah kau beri cuka Pernah aku sedikit bertanya, masih adakah rasa tercipta? Pernah aku sedikit bertanya, masih bisakah kau dan aku bersama?
0
May 6, 2018
May 6, 2018 at 3:09 AM UTC
Rasa
Malam ini aku teringat akan dirimu Sosok yg selalu aku rindukan Semasa dulu hingga saat itu Sebelum diriku berubah. Kini kita menjauh Aku tak tahu apa yg membuat kita jauh Aku pun tak mengerti Mengapa engkau begitu dingin Tak bisakah engkau sedikit menengok ku? Atau kembali menyapa diriku seperti sebelumnya?
0
Jul 20, 2019
Jul 20, 2019 at 11:28 AM UTC
Tak bisakah?
Sukab yang naif dan tidak tahu diri, aku masih hidup dan terpaksa melayangkan surat ini kepadamu. Aku mengelayap, mencari jalan pulang dengan nyawa yang sudah tak menempel di badan. Semenjak air bah tumpah ruah dari atas bukit kapur, nyawaku entah tersangkut di mana. Mengapa aku masih hidup itu misteri. Mungkin karena cintamu yang sialan itu. Idih, menyatakannya saja membuatku mual dan jijik. Akibat cintamu, hidupku terselaput kegelapan. Tapi lihatlah, bintang jatuh bertebaran di atas gelombang laut dan bayangannya terpantul-pantul, berbinar dan indah. Aku melihat wajahku dan bola mata yang tampak terang di antara kelegaman malam. Apakah, akhir-akhir ini, batinmu kalut juga, Sukab? Pemandangan di samudera membuat manusia menerawang jauh ke masa lalu dan sempurna melemparkan pikiran kepada dekapan kenangan. Persis seperti omong kosong yang kau selalu bicarakan dulu. Bagaimana tentang akhir  hidup? Surga manakah yang sudi menerima kita? Akankah kita kembali atau mengembara lebih jauh lagi? Bisakah kau hitung dan bertaruh dengan dadu tentang nasib? Aku tidak suka kira-kira, aku mau jawaban yang pasti. Jawab aku, Sukab.
0
Apr 28, 2021
Apr 28, 2021 at 2:57 AM UTC
Surat dari Alina
beberapa musim hujan di bulan november telah berlalu, daun daun gugur dan menunggu untuk mekar kembali, banyak orang datang dan pergi tidak ada seorang pun disini, aku kembali menuliskan tentang hidupku dan memeriksanya, atas semua kesalahan yang telah kubuat, dan aku takut, aku mencoba membersihkan luka didalam diriku yang begitu dalam, jadi aku berharap untuk melihatmu bahkan jika kamu dapat melihat saya saya tidak dapat melihat kamu, aku menatap dinding hijau dan bertanya tanya bisakah aku melihatmu sekarang? bisakah aku memelukmu sekarang? hanya kamu yang sabar saat aku kebingungan, Lihat, orang berubah setiap saat mereka tidak menyukai anda, hari berikutnya mereka menyukainya dan aku berharap semua orang bisa mencintaiku seperti dirimu mencintaiku 2025 reydmh
0
Apr 19, 2025
Apr 19, 2025 at 4:16 AM UTC
Bolehkah aku melihatmu
Menikahi berarti menenun siap dengan siapa, membangun kesiapan dengan segala persiapan. Tapi darimana mulainya? Dari mata yang mengeja teduh Dari telinga yang belajar tabah Dari hati yang mengejar teguh Dari situ, kita tahu artinya biduk ialah bicara dan duduk. Dari sini, bisakah kita mulai, Abadi?
0
Nov 5, 2023
Nov 5, 2023 at 7:44 PM UTC
Dari Sini Mulanya Abadi
Pergilah mentari Aku tidak ingin senang hari ini Tidak bisakah hari ini cepat berakhir? Aku malas Dia membuat hatiku goyah Dengan senyum yang manis Yang walaupun aku tahu, itu untuk semua wanita Ini salahnya Dia hadir dalam hidupku Membuatku bahagia Aku benci harus mengaku Dia lebih baik dari dirimu Tapi satu hal yang harus kamu ketahui Aku masih belum menyerah
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:36 AM UTC
Ingin pergi
pertanyaan sebentar untukmu; jika boleh, bisakah kau memlih? bersamaku yang tulus mencintaimu? atau dia yang jelas-jelas menyakitimu? dia yang pergi meninggalkanmu? atau aku yang selalu ada didekatmu? pilihlah pilihanmu; walaupun sebenarnya aku sudah tau.
0
Dec 14, 2020
Dec 14, 2020 at 11:20 AM UTC
Untitled