Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"batin" poems
KOI AUR HAI Tere  khaboon mai koi aur hai,aur tere sayee mai  koi aur hai Kaisay tu dekhay hasrat mere,tu haqeeqat mai koi aur hai Yeh dil kab tak arizoo karta rahai ,ab koi sabab-e-furkat ** Kaisay tu pehchaanay mere ulfat,tu zahir mai koi ,aur batin mai koi aur hai Itrey sabnum ki tarah jalah hai mera daman bhi Mai manzil ki jistu ju kya karoon, ab rasta bhi nazar nhi yadoon kay samandhar mai dhoob chukka ab toh Mai haar chukka hoon zindagi  aur ab toh moat bhi ati nhi Bhulavou yeh gum kaisay ,dil ko kya dawaa doon bhar janay ki Mai kyun nhi rub a ru khudsay  ,mai kon hoon  ya mujmai he koi aur hai Faryaad bhi kya ** , naa ashinaa hai yahaan sabhi Kis  mode pay kya  hogaye koi khabar nhi hummay Mai toota huva taraa hoon mujmai ab wo  timtimhath kahaan Lagta Aasmaan bhaag rahaa hai aur zameen fisal rahe ** jaisay muntazir-e-humraah ** kya,jo rahai thi wo rahai he badhal gaye Mud kay ab dekhoon  kya, akela rahai safar tha ya koi aur be hai Mubarak ** tummay ab yeh jahaan dard baraa Na mud kay kabhi dekhay **** issay dhoobara Ab aur palkoon pay ashikay baar saha nhi jata Laboon  pay ab aur bahaana bardast nhi hota Waqt guzra hai, kyun naa mera bhi saleeka badhal gaye Rumi Ab aur ranjishay nhi,bhula do ghar koi ghilla aur bhi hai                                  written by: Aabid Rumi                              suggested by:Tanzeelah Illahi
0
Apr 16, 2017
Apr 16, 2017 at 6:16 AM UTC
koi aur hai
Palembang, Sabtu 2 Oktober 2010 Hari ini terjadi lagi Kakak ku yang indah bertambah usia Kini ia berbeda dari 29 tahun kemarin Yang mana masih muda dan polosnya Tak bisa ku berikan apa-apa Kecuali doa yang tak henti ku panjatkan Supaya kakak ku panjang umur Sehat selalu dan cepat menikah Pesanku untuknya, adalah Teruslah ciptakan lirik indah Karena ku suka saat kau berkata Dalam bentuk nada yang indah Pesanku kan ku sampaikan Melalui sinyal-sinyal batin kita Semoga Allah SWT melindunginya Dan biarkan ia hidup bahagia Created By. Aridea Purple To Arlonsy M.
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:43 PM UTC
Doa Untuk Kakak
Palembang, Selasa 29 November 2011 Aku yang selalu menyalahkan diri sendiri atas kesalahan ku Terus menerus berfikir apa pantas tuk mendapatkan itu Bila berdoa saja pun aku selalu bolos Aku yang kata orang tak sadar diri Selalu dan selalu membela diri Memang iya, aku melakukannya sendiri Aku yang sedang-sedang saja Tak pintar, tak menarik pun tak beruang Masih mau bersedekah untuk batin ini juga Aku yang segalanya Segalanya bohong, malas, bodoh Hanya bisa menangis ataupun acuh seperti orang hilang Aku yang masa depannnya suram Tak berani berucap mau jadi apa Kalau mengadu pada-Nya saja aku sungkan Aku yang hidupnya menyedihkan Duduk memangku harapan Menunggu keajaiban Tuhan
0
Nov 29, 2011
Nov 29, 2011 at 7:44 AM UTC
Aku Yang Menunggu Keajaiban Tuhan
Bangsa pribumi di era modern Memaksa batin untuk jadi keren Sudah lewat aku di zaman batu Ku langkahkan kaki di zaman baru Aku tidak tahu cara naik bus Yang aku tahu adalah kursi bertikus Oh jarak.. Jarak yang membuatku berpisah Aku rindu suasana desa yang indah Oh jarak.. Sampai kapankah aku gelisah Aku gundah tidak tahu arah Oh jarak.. Selamatkanlah aku Selamatkan aku dari rasa putus asa Aku takut.. Aku takut pada gedung besi berasap Aku takut pada mesin yang berjalan Aku takut pada benda panjang beruap Siapakah aku disini? Siapapun tolong bantu aku Siapapun keluarkan aku dari sini Siapapun tuntunlah aku Oh Tuhanku.. Berikanlah Petunjuk-Mu Tidak ada yang lain selain Diri-Mu Aku disini hanya pencari Ridho-Mu -Kediri, 19 Maret 2018-
0
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:39 PM UTC
Jarak
Baru saja tubuh beserta ruh ini menggelar ritual yang dianggap kekal Ritual dimana aku bisa merasakan tubuhku merukuk, merunduk, menekuk-nekuk seikhlasnya tanpa meminta apapun kecuali untuk tubuh ini dibimbing Nya Tak peduli jika doaku belum juga dijabah Sesungguhnya Tuhan hanya ingin jiwa ini pasrah Sebiadab-biadabnya laku ku sebagai manusia, terkadang haus juga akan ibadah Disaat kedua tangan ini hendak selesai menggulung kain sajadah, Muncul pesan berisi alamat. “Sampai ketemu.” Seakan lupa terhadap perihal ritual kekal dunia akherat Ujung kepala sampai ujung kaki ini sepakat untuk berangkat Mengapa akal sulit digunakan jikala merindu? Aku bersumpah, tak ada yang tahu. — Dalam sesingkatnya waktu aku menjadi saksi akan kehadiran tubuhku di ruang serba asing Satu-satunya yang tak asing adalah rupanya. Ditengah kegaduhan batin yang luar biasa, Hati ini hanya bisa berkata; “Akhirnya aku kembali melihat matanya.” Setengah sayup setengah berbinar, Sepasang bola mata itu menatap milikku, Suara familiar yang sekarang terdengar serak parau dibabat dunia itu bercerita; “Aku lelah.” “Aku tahu.” Tak sampai tiga puluh menit diriku kembali menjadi saksi akan ingkarnya sumpahku, Karena aku bisa melihat tubuh ini kembali merukuk, merunduk, menekuk berliuk-liuk Di momen itu, segala pengetahuan lucut bersama pakaian. Saat pakaianku dilempar ke lantai, Harga diri yang kupeluk erat ikut jatuh bersamanya. Adegan pengingkaran sumpah itu berlangsung entah berapa lama Buah sinar Matahari mulai mengintip untuk meberitahu bahwa hari baru sudah nampak Aku bergegas mengambil seribu jejak, Di jalan pulang aku menerima pesan; “Terima kasih.” “Kembali.” Butuh seribu tahun untuk hancur ini diperbaiki. Semua ini, sedangkan aku hanya ingin melihat matanya.
0
May 27, 2019
May 27, 2019 at 12:42 AM UTC
Sumpah Dibayar Mata
Baru saja tubuh beserta ruh ini menggelar ritual yang dianggap kekal Ritual dimana aku bisa merasakan tubuhku merukuk, merunduk, menekuk-nekuk seikhlasnya tanpa meminta apapun kecuali untuk tubuh ini dibimbing Nya Tak peduli jika doaku belum juga dijabah Sesungguhnya Tuhan hanya ingin jiwa ini pasrah Sebiadab-biadabnya laku ku sebagai manusia, terkadang haus juga akan ibadah Disaat kedua tangan ini hendak selesai menggulung kain sajadah, Muncul pesan berisi alamat. “Sampai ketemu.” Seakan lupa terhadap perihal ritual kekal dunia akherat Ujung kepala sampai ujung kaki ini sepakat untuk berangkat Mengapa akal sulit digunakan jikala merindu? Aku bersumpah, tak ada yang tahu. — Dalam sesingkatnya waktu aku menjadi saksi akan kehadiran tubuhku di ruang serba asing Satu-satunya yang tak asing adalah rupanya. Ditengah kegaduhan batin yang luar biasa, Hati ini hanya bisa berkata; “Akhirnya aku kembali melihat matanya.” Setengah sayup setengah berbinar, Sepasang bola mata itu menatap milikku, Suara familiar yang sekarang terdengar serak parau dibabat dunia itu bercerita; “Aku lelah.” “Aku tahu.” Tak sampai tiga puluh menit diriku kembali menjadi saksi akan ingkarnya sumpahku, Karena aku bisa melihat tubuh ini kembali merukuk, merunduk, menekuk berliuk-liuk Di momen itu, segala pengetahuan lucut bersama pakaian. Saat pakaianku dilempar ke lantai, Harga diri yang kupeluk erat ikut jatuh bersamanya. Adegan pengingkaran sumpah itu berlangsung entah berapa lama Buah sinar Matahari mulai mengintip untuk meberitahu bahwa hari baru sudah nampak Aku bergegas mengambil seribu jejak, Di jalan pulang aku menerima pesan; “Terima kasih.” “Kembali.” Butuh seribu tahun untuk hancur ini diperbaiki. Semua ini, sedangkan aku hanya ingin melihat matanya.
Continue reading...
35
Rubayiat Al Thurab (Verses of the Dust) - 66 BismillahIr RahmanIr Raheem I humbly admit myself towards You. You are acutely aware what I carefully tend; In eager search of my active core. Therefore, what I eagerly desire from you! As you are accurately familiar of all notable, Oh The Knower of the Hidden (Al Batin)! Allah Khair..... Khairul Rabul Alameen Yah Arrahmanur Yah Raheem Ummah Thurab - Badshah Khan ©UT-BK 2019
0
Mar 6, 2019
Mar 6, 2019 at 6:08 AM UTC
Rubayiat Al Thurab (Verses of the Dust) - 66
Hari ini aku merasakannya Aku kira tidak akan secepat ini Ternyata aku keliru Terbesit rasa untuk berbagi Berbagi ruang dan waktu Berbagi tawa Berbagi kesedihan dan kekecewaan Aku yang tak ahli dibidangnya Merasa diperbudak Akal sehat ku tersisihkan Padahal, sebelumnya aku seorang rasional Batin bersorai bersama aku yang keliru Menelan pahitnya kata yang tak terucap “Apa aku mulai merindukannya?” Aku tidak tau pasti Tapi yang penting, aku sudah memasukkanmu kedalam jurnal pikiranku Dan itu berarti kau akan menjadi orang penting bagi ku
0
Nov 7, 2019
Nov 7, 2019 at 7:30 PM UTC
Keliru
Tak sepeserpun lirih iba singgah Apa yang seadanya, Kabur! Kata batin Persimpangan demi persimpangan Masih kuikatkan Nyatanya, Adakah kita bertukar rasa Atau hanya terperangkap Biarkan aku menari dengan cahaya Erang perihmu Gema tangisamu Menyulam keraguan Palsu palsu palsu Kulihat buram me-muak-kan
0
Sep 20, 2025
Sep 20, 2025 at 1:42 PM UTC
Arah
Dari dua Kupilih satu Yang mula Daripadamu Sebab main main main main Lalu jatuh Endap lain lain lain batin Baru runtuh Anggap bodoh pemain lama Kalau jodoh takkan kemana Keruh Apa rasaku palsu Alpa jujurmu bisu Biar resah di lembah ragu Atau nyata sungguh lugu Jangan lagi kau cari aku Karena aku si paling batu
0
Mar 4, 2024
Mar 4, 2024 at 7:06 AM UTC
Dari dua
You are my candle in the night You are my power of the sight You are my all the air of Earth You are my all reason to birth You give me ecstasy to be You give me eagerness to see You teach me fairness of the soul You are the pal for all the sole You make me firm against the bad You make happy all of the sad You are the Sun who shines on me You are the rose for all the bee You are the water of the sea For all the fish you have to be You are the rain you are the high You are the feeling of sky You are the sea you are the Sun You are the You, you are the one You are emotion of "the Me" You are "Batin" , you are the Me
0
May 1, 2015
May 1, 2015 at 2:16 AM UTC
Who is "the Me" ?
aku memang beda tidak seperti laki-laki yang sebelumnya kau temui aku... tidak pernah yang namanya setengah hidupku tidak pernah yang namanya setengah aku puas telah mencoba segala hal dengan tidak setengah setengah aku di ajari untuk menyelam bukan mengapung disaat ini aku membebaskan mu dengan sebebas bebasnya manusia aku membebaskan mu untuk memilih disaat aku sakit hati kau tau? itu sakit yang bukan setengah-setengah aku pernah di posisi yang serupa seperti ini mungkin sekarang aku bisa lebih menerima hal tersebut, pendewasaan mungkin? setidaknya kau tau, bagai mana perasaan laki-laki yang tidak setengah-setengah ini pecah bagai beling, dan ku injak beling tersebut sampai aku merasakan hal seperti ini lagi, bagai bunga lily aku kembali mekar.... disaat kau kembali... setidaknya kamu tahu, aku memaafkanmu tidak setengah dan tidak akan membiarkan mu sakit kembali, akibat berkelana terlalu jauh... kamu rapuh... tuhan masih baik menunjukan sesuatu itu padaku bukan kepadamu... mungkin kalo tuhan melihatkan padamu... hal yang kurasakan, akan kau rasakan juga... aku belajar untuk tidak ikut campur lagi soal hubungan barumu mungkin nanti... kamu akan sadar dan tergampar akan realita yang besar memar... bagai terkena tinju biru... bagai lebam terpukul amarah batin aku disini, berlatih menjadi laki-laki untuk bisa menerima kekuranganmu, mungkin nanti tatapan ku masih seperti pertama kita bertemu, harapan yang dulu kita bual-bualkan akan ku realisasikan, hati-hati dijalan, aku menunggu di rumah... menunggumu pulang dengan sejuta cerita yang telah kau lewati...
0
Mar 23, 2022
Mar 23, 2022 at 1:01 PM UTC
buka mata mu!!!
aku memang beda tidak seperti laki-laki yang sebelumnya kau temui aku... tidak pernah yang namanya setengah hidupku tidak pernah yang namanya setengah aku puas telah mencoba segala hal dengan tidak setengah setengah aku di ajari untuk menyelam bukan mengapung disaat ini aku membebaskan mu dengan sebebas bebasnya manusia aku membebaskan mu untuk memilih disaat aku sakit hati kau tau? itu sakit yang bukan setengah-setengah aku pernah di posisi yang serupa seperti ini mungkin sekarang aku bisa lebih menerima hal tersebut, pendewasaan mungkin? setidaknya kau tau, bagai mana perasaan laki-laki yang tidak setengah-setengah ini pecah bagai beling, dan ku injak beling tersebut sampai aku merasakan hal seperti ini lagi, bagai bunga lily aku kembali mekar.... disaat kau kembali... setidaknya kamu tahu, aku memaafkanmu tidak setengah dan tidak akan membiarkan mu sakit kembali, akibat berkelana terlalu jauh... kamu rapuh... tuhan masih baik menunjukan sesuatu itu padaku bukan kepadamu... mungkin kalo tuhan melihatkan padamu... hal yang kurasakan, akan kau rasakan juga... aku belajar untuk tidak ikut campur lagi soal hubungan barumu mungkin nanti... kamu akan sadar dan tergampar akan realita yang besar memar... bagai terkena tinju biru... bagai lebam terpukul amarah batin aku disini, berlatih menjadi laki-laki untuk bisa menerima kekuranganmu, mungkin nanti tatapan ku masih seperti pertama kita bertemu, harapan yang dulu kita bual-bualkan akan ku realisasikan, hati-hati dijalan, aku menunggu di rumah... menunggumu pulang dengan sejuta cerita yang telah kau lewati...
Continue reading...
34