"barat" poems
4:00 pagi kita bangun solat subuh, kemudian kita bersiap2 utk ke tempat kerja, sampai kantor pukul 7:00 pagi, hari masih gelap.
Mungkin kita anggap hari ini akan hujan, jadi abaikan. Masuk kantor, bekerja dan kita lihat pukul 12:00 siang, sudah waktunya makan siang, tapi keadaan masih tetap gelap.
Keluar pintu kantor, suasana masih gelap, hitam pekat seperti malam..mungkin masih bisa dianggap hari ini akan hujan lagi. Jadi abaikan saja.
Tapi kalo jam 14:00 pm pun hari masih gelap.. pertanda apa itu?..keesokkan pun sama, nonton tv semua orang kalang kabut menceritakan bahawa dunia ini sudah tidak ada lagi siangnya..dan begitu juga dengan lusa..masih tidak ada lagi matahari..
Tetapi pada hari keempat kita bangun pagi, kita dapat melihat matahari, tetapi jangan terkejut karena matahari telah terbit dari sebelah barat..
Kehebatan ahli dunia akan mengatakan itu fenomena alam, tapi sadarkah, itulah pertanda besar yang paling awal sebelum tibanya hari kiamat!!
Maka telah tertutuplah pintu taubat..
Saat itu, kita akan lihat satu fenomena luar biasa di mana golongan kaya akan keluarkan semua harta utk diinfakkan, golongan yang tidak pernah baca quran, 24 jam baca quran, golongan yang tak pernah solat jemaah akan berlari2 menunaikan solat secara berjemaah..tapi sayangnya semuanya sudah tidak berguna lagi..
Bismillahirrahmanirrahim.
Mar 25, 2015
Mar 25, 2015 at 11:14 PM UTC
Semusim ini ku jalani dengan bebas
Hingga suatu hari di musim berikutnya aku tersesat
Menanggung sakitnya duri kehidupan akibat perbuatanku sendiri
Di saat begitu siapa yang ada bersamaku di jalanan sepi?
Kalian bisa lihat sendiri betapa kehilangannya diriku
Kehilangan akal sehatku
Kalian tidak mengerti, kalian tidak mau mengerti
Aku memang terlalu rumit
Musim ini aku ditemani sepi
Melanglang buana sendiri
Mencoba tuk temukan ketenangan yang pernah aku miliki
Aku duduk lama di tepi sungai dan menatap ke air seraya lirih
Menggoyangkan kaki-kakiku yg beralas sepatu usang
Merasakan angin sore menusuk hingga ke telapak kaki
Aku menunggu mentari jatuh di ufuk barat
Kemudian pulang berjalan kaki berharap pamrih
Hari ini aku masih sendiri
Musim masih lama berakhir
Nov 20, 2013
Nov 20, 2013 at 8:12 AM UTC
kursi di bawah pohon kenari
masih dengan setia duduk disana
tidak peduli siapa yang mendudukinya
atau siapa yang lewat di depannya
ia tetap setia menunggu kedatangannya
burung-burung dengan bebas menyuarakan
nada-nada indah berisi pesan
untuk diberikan kepadamu,
tuan tanpa nama
jangan berpura-pura tidak peduli kepada dunia
di lubuk hatimu yang terdalam, sial,
aku sangat yakin kau kesepian
kau membutuhkan seorang teman yang rela
mendengar ocehan mautmu sampai matahari
tenggelam di ufuk barat nantinya
kemarilah, tuan tanpa nama
duduk bersamaku di bawah pohon kenari
dan menikmati indahnya matahari senja
Aug 2, 2014
Aug 2, 2014 at 7:14 PM UTC
namamu akan terus mengalir dalam nadiku
bayang tentang dirimu berjalan mengiringiku
aku terus berharap kamu disini
pancaran matahari mengalahkan denyut nadiku
yang semakin lama kian memudar
mungkin aku melemah
tapi sosokmu yang berjuang di teluk sana
membangkitkan semangatku
kamulah permulaan dari pagi
aku yang di barat selalu menantikan mentarimu
ketika senja merona di langit
aku terhanyut dalam suasana bersamamu
terikat hangat di pelukanmu
Apr 11, 2018
Apr 11, 2018 at 12:24 PM UTC
Ya
Langit ini terlalu indah untuk dilihat saja
Tanah ini terlalu luas sebagai sebuah pijakan
Bisakah aku melihat sisi langit lainnya?
Bisakah aku mengenal sudut pijakan lainnya?
Aku juga ingin bertemu dengan senja di langit utara
Apalagi saat fajar mengintip di langit selatan
Aku tidak dari timur
Ataupun barat
Aku ditengah.
Ditengah tengah kebingungan
Aku hanya ingin mengenal tanah di sudut barat daya
Di sisi tenggara
Menyapa tanaman dan makhluk hidup lainnya
Salahkah aku?
Aku hanya makhluk yang serba ingin tahu
Tolong, jelaskan padaku mengapa ini salah
Mengapa ini dilarang?!
Aku juga ingin menikmati sinar sang surya dari sisi yang berbeda
Apakah aku terhukum?
Aku bukan peminta
Apalagi pengemis
Tapi kali ini, bisakah kau jelaskan padaku?
Apa? Mengapa?
Nov 7, 2018
Nov 7, 2018 at 12:35 PM UTC
Jawa Barat, Malam ke-22.
Diantara sela sela dini hari;
Diantara lantai kayu, atap lapuk, dan dinding rotan,
Aku merindukanmu.
Sep 13, 2018
Sep 13, 2018 at 7:22 AM UTC
There was a day,
When,
Water is flowing across hills to the valley
With the water, wave of sound is scrolling
melody of song and dance
Sprawl from hills to plains
everything glint up
‘Hoi la lia.... hoi la lai ..... ‘!
Rivers said to its people
In the hills “Barat’ is going on
Their women are determined to safe their nature and children!
Winds are blowing
From valley to the hills
In the wintery evening
Everything drenched by the aroma of new rice
The winds also carry the hum of ‘Mai Pathala’
Hills said to its people
Their young men are processing harvested paddy!
Now?
“Only sterile hills are there
Only sluggish waters are there”
People?
They are weeping around
for land, water and food.
Dec 21, 2014
Dec 21, 2014 at 5:17 AM UTC
Cinta kembali muncul saat itu
Bersamaan dengan senyuman pasangan itu
Tatapan mata mereka bertemu saat itu
Yang satu pernah mencintai
Yang satu pernah dicintai
Cinta kembali muncul saat itu
Bersamaan dengan semburat oranye diujung barat dunia
Digantikan dengan gelapnya malam bersama terangnya bintang.
Aug 11, 2018
Aug 11, 2018 at 8:26 AM UTC
1:50 AM, 29 Oct 2017
dunia kadang suka melucu
entahlah
aku sedang diambang bahagia
bisakah aku sebut diriku sedang bahagia?
ingin rasanya mengecup semesta
merangkul ufuk timur
dan memeluk ufuk barat
selagi memandang eloknya fajar yang berputar
lalu berucap sukur yang sebesar-besarnya
entahlah
semenjak keberadaanmu disisiku
aku
jadi selalu ingin berucap syukur
dengan tulus
dan mendalam
kulihat lagi langit malam
sekarang kuingin meresap kedalamnya
dan ingin berkata
kumohon jangan biarkan dia pergi
ternyata aku memang bahagia
Oct 28, 2017
Oct 28, 2017 at 9:54 PM UTC
Setahun lebih....
Setahun lebih aku masih tak percaya.
Jaman modern terjadi pembantaian besar besaran.
Terus dipotret dan direkam oleh orang orang Gaza.
Mengguncangkan normalitas seluruh dunia.
Setahun lebih aku lupa rasanya hidup normal.
Yang kulakukan tiap hari hanya membuka sosial media.
Terus melihat pertunjukan horor harian di Gaza.
Pembantaian demi pembantaian yang tak ada habisnya.
Setahun lebih aku terus berpura pura normal.
Dari luar terlihat baik baik saja tapi dari dalam terus menderita.
Penderitaan orang orang Gaza yang berkepanjangan.
Juga menjadi penderitaanku.
Setahun lebih....
Setahun lebih aku kehilangan kenikmatan.
Soto , rawon , bakso dan makanan apapun tak lagi terasa nikmat.
Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza.
Mereka sering kelaparan hingga kurus kering kekurangan gizi.
Setahun lebih aku kehilangan kesenangan.
Film , musik , game dan hiburan apapun tak lagi menyenangkan.
Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza.
Mereka selalu ketakutan terancam kematian yang menyakitkan.
Setahun lebih aku kehilangan ketenangan.
Tidurku tidak pernah terasa nyenyak.
Aku teringat terus dengan orang orang dan anak anak Gaza.
Mereka selalu kedinginan saat malam tanpa punya apapun untuk kehangatan.
Setahun lebih....
Setahun lebih aku tak lagi punya semangat.
Segala macam urusanku jadi berantakan.
Rasanya aku kesulitan berkonsentrasi penuh.
Setiap hari pikiran dan jiwaku terus tertuju pada Gaza.
Setahun lebih aku terus mengkhawatirkan mereka.
Orang orang Gaza yang telah kukenal hingga kuanggap saudara.
Jika mereka terlalu lama menghilang tanpa kabar.
Rasanya aku benar benar sangat khawatir.
Setahun lebih aku merasa seperti orang mati.
Terlalu sering melihat kematian demi kematian yang menyakitkan.
Darah terus bertumpahan , serpihan dan potongan tubuh terus berceceran.
Angka statistik para martir terus bertambah setiap hari.
Setahun lebih....
Setahun lebih aku masih merasa heran.
Melihat orang orang tetap menjalani kehidupan normal.
Bersenang senang atau sibuk urusan sendiri.
Tanpa peduli apapun tentang Palestina.
Setahun lebih aku masih tetap heran.
Melihat orang orang muslim yang tampak religius.
Hanya sibuk beribadah siang malam.
Tanpa peduli apapun tentang Palestina.
Setahun lebih aku masih tetap terheran heran.
Melihat gerai dan restoran Amerika masih tetap ramai.
Produk produk Barat masih tetap dibeli.
Tanpa peduli apapun tentang boikot.
Setahun lebih....
Setahun lebih rasanya benar benar memuakkan.
Melihat para pemimpin Barat terus beretorika.
Bicara perdamaian dan kemanusiaan.
Tapi terus mendukung pembantaian.
Setahun lebih rasanya semakin memuakkan.
Melihat para pemimpin Arab terus membual.
Pura pura peduli dengan Palestina.
Tapi diam diam mendukung Israel di belakang.
Setahun lebih rasa muakku semakin tak tertahankan.
Melihat media media Barat dan buzzer buzzer zionis.
Terus menerus menyangkal dan membenarkan pembantaian.
Tak peduli seluruh dunia sudah tahu kenyataan yang sebenarnya.
Setahun lebih....
Setahun lebih aku telah putus asa.
Kehilangan harapan yang tampak terlalu sulit diwujudkan.
Seluruh dunia terus melakukan aksi protes menentang Israel.
Tapi tak terjadi perubahan apa apa.
Setahun lebih aku telah kecewa.
Tak percaya lagi dengan tatanan dunia.
Yang tak lebih sekedar ilusi kemunafikan.
Bentukan Barat yang merasa berkuasa atas dunia.
Setahun lebih aku telah lelah.
Menunggu keajaiban yang tak kunjung terjadi.
Seluruh dunia terus bertanya tanya.
Kapan dan bagaimana semua ini akan berakhir ?!..
Setahun lebih....
November 2024
By Alvian Eleven
Dec 9, 2024
Dec 9, 2024 at 1:19 PM UTC
Sore hari setelah hujan reda.
Temanku mengajak keliling Surabaya.
Dia menyetir mobilnya yang usang.
Melewati jalanan kota yang ramai.
Kami melewati beberapa restoran Amerika.
Mc D , KFC , Burger King dan Pizza Hut.
Semuanya tampak ramai dipenuhi orang.
orang orang itu masih tetap makan di sana.
Tanpa peduli dunia sedang memboikot.
Lalu kami berhenti di minimarket.
Temanku ingin membeli rokok dan jus buah.
Tapi di dalam ada banyak orang berbelanja.
Membeli produk produk P&G , Nestle , Mondelez dan Unilever.
Tanpa peduli dunia sedang memboikot.
Tak jauh dari minimarket ada taman bunga.
Kami nongkrong sebentar sambil merokok.
Ada banyak juga orang yang sedang nongkrong.
Sambil meminum Coca Cola atau Pepsi.
Tanpa peduli dunia sedang memboikot.
Kami merasa heran dengan semua orang.
Apakah mereka tidak tahu atau tidak mau tahu ?!..
Bahwa produk produk Barat yang mereka konsumsi.
Berlumuran darah dan bercampur serpihan tubuh.
Orang orang dan anak anak Gaza.
October 2024
Alvian Eleven
Dec 9, 2024
Dec 9, 2024 at 1:33 PM UTC