Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"aman" poems
My Arwen lies over Belegaer Beyond the Straight Road, lies my Evenstar Across the Endless Sea, in Aman she lies She wouldn't stay here just to love, but to die I remember her here, here in Endor When the beacons of Gondor burned bright. I remember her here, once beside me In the days before the long night In Imladris fair, as Estel I was raised In ignorance there, I spent by blissful days I lived, and I learned, and yet never yearned For she from whom I now feel so spurned I've had my Éowyns, but none quite compare To She, my lady, so radiant, so fair At Cerin Amroth we pledged our love To all, ourselves, and the Ainur above But the Darkness again spread Morgoth's mission again led The Fellowship was wrought The battles all fought The Age of the Firstborn was ended The Age of the Hildor ascended Our world together was split And really, that was just it She could stay here, forever, be mortal But ever so closely lay Mithlond ,the portal To a life without end, I can blame her hardly I guess Barahir's tale was never to be What’s this? You say she’s not yet set sail? But how can I stop her? Our parting was so stale! Sure Elrond's presence and Galadriel's glare May have done oh so much to damper our parting But as she goes afar I know I can't go there And her expressed frigidity, that wound is still smarting What should I do for her I adore? Run to the Grey Havens and stop the White Ship? But so much I must do, right here in Gondor, A King I can become, as my Queen give me the slip And the spirits are howling, The white tree is burning?! My power, my people BUT I CAN'T STOP THIS YEARNING Oh what shall I do? TO ERU ABOVE I have so much work, but I so miss my Love The tears, they are welling, the Ship has set sail In all my adventures, in truth I have failed! For what am I worth? No King has Returned And without Hope is Gondor, and the Stewards have burned Denthar departed, the mighty horn split The mighty White City left here to sit I could let it fall into disarray, Again a Ranger, I could slip away To die like the Ents, forever, no Wife Is there nothing to save me from this strife? A new dawn is rising, a new age begun My hopes might still clear with the new rising Sun I see its my duty, as Arathorn's son… what Isildur started, I must see done but still I mourn my loss… that beautiful star, which now like all others, I must admire from afar. ~D. B. Guy 09/02/2007
0
Nov 3, 2012
Nov 3, 2012 at 2:21 AM UTC
Elessar's Lament
My Arwen lies over Belegaer Beyond the Straight Road, lies my Evenstar Across the Endless Sea, in Aman she lies She wouldn't stay here just to love, but to die I remember her here, here in Endor When the beacons of Gondor burned bright. I remember her here, once beside me In the days before the long night In Imladris fair, as Estel I was raised In ignorance there, I spent by blissful days I lived, and I learned, and yet never yearned For she from whom I now feel so spurned I've had my Éowyns, but none quite compare To She, my lady, so radiant, so fair At Cerin Amroth we pledged our love To all, ourselves, and the Ainur above But the Darkness again spread Morgoth's mission again led The Fellowship was wrought The battles all fought The Age of the Firstborn was ended The Age of the Hildor ascended Our world together was split And really, that was just it She could stay here, forever, be mortal But ever so closely lay Mithlond ,the portal To a life without end, I can blame her hardly I guess Barahir's tale was never to be What’s this? You say she’s not yet set sail? But how can I stop her? Our parting was so stale! Sure Elrond's presence and Galadriel's glare May have done oh so much to damper our parting But as she goes afar I know I can't go there And her expressed frigidity, that wound is still smarting What should I do for her I adore? Run to the Grey Havens and stop the White Ship? But so much I must do, right here in Gondor, A King I can become, as my Queen give me the slip And the spirits are howling, The white tree is burning?! My power, my people BUT I CAN'T STOP THIS YEARNING Oh what shall I do? TO ERU ABOVE I have so much work, but I so miss my Love The tears, they are welling, the Ship has set sail In all my adventures, in truth I have failed! For what am I worth? No King has Returned And without Hope is Gondor, and the Stewards have burned Denthar departed, the mighty horn split The mighty White City left here to sit I could let it fall into disarray, Again a Ranger, I could slip away To die like the Ents, forever, no Wife Is there nothing to save me from this strife? A new dawn is rising, a new age begun My hopes might still clear with the new rising Sun I see its my duty, as Arathorn's son… what Isildur started, I must see done but still I mourn my loss… that beautiful star, which now like all others, I must admire from afar. ~D. B. Guy 09/02/2007
Continue reading...
61
amanda amand aman ama am i allowed to admit these letters are losing meaning everyday?
0
Nov 24, 2020
Nov 24, 2020 at 12:13 AM UTC
amanda
Aaj achanak hi kyu azadi k din hume apne mulk ki itni yaad aayi Jb kurbaan hue jawan sarhad pe,tb kyu nhi aankho me nami aayi Zara dil se b izzat kr lo mere yaaro, kyuki ye zameen h hum sabki Kuch nahi le jao ge sath apne, milni h ess me hi raakh hum sabki Koi loot raha h gareeb ki jaeb, koi kr raha h bezuba awaam se faraeb Umeed h kashmir me aman hoga,toh aur b meethe hoge waha k saeb Jo saha h dard in kisaano ne, umeed h unka ye dard tumhe b mehsoos ** Daer raat in anderi galliyo se guzrti har beti har maa ki raah mehfooz ** Mazboot kr lo apne rishto ko,inpe h nigah kbhi mazhab ki kbhi siyasat ki Na rang se pehchan ** na hi adoore ang se,ek si taraki ** har ek riyasat ki Rishwat gareebi khudgarzi aur na jaane kitne h es mulk ko lge marz Kbhi fursat hui toh janne ki koshish krna kitne h es maa k tumpe karz Har bache ko ilm ** es janoon ka,taki ye kamyaabi k kadam ruk na paye Bss ik ehsaan krna khud pe,ki teri kisi harqat se kehi iska ser juk na jaye Dhua bss yehi h ki aane wali koi b nasal kabhi na ruksat ** es fitoor se Chand taaro pe chle b gye agr phir b krte rehna sada salam waha door se
0
Aug 16, 2018
Aug 16, 2018 at 11:57 PM UTC
Mera azad watan
Bapak, aku ingin pulang Aku rindu dengan rumah atau ide akan rumah Tapi kau telah mempunyainya. Aku rindu disambut harum masakan buah tangan sang Ibu Tapi kau tak pernah menyicipinya, Ibu tak bisa masak. Aku rindu berduduk diatas kursi kayu yang terletak di ruang makan Tapi kau bahkan tak pernah melakukannya. Kau, tak pernah makan. Aku rindu akan ruang sesak penuh sayang Akan kentalnya keakraban yang melekat di dinding-dinding bisu; yang dalam diam mendengar isak tangis setiap manusia yang menjajalkan diri dalam rumah ini Akan hangatnya cinta kasih yang tergurat diantara bisingnya suara televisi yang kau nyalakan setiap Minggu jam tujuh pagi dan gaduhnya percakapan seorang diri yang terproyeksi dalam tiap benak manusia, lagi-lagi, dirumah ini. Kau tak akan menemukannya disana Aku dan Ibumu ini hanyalah tamu Kau adalah rumahmu Tapi kau adalah bukan tempat singgah Badanmu bak ruang luas tak terbatas Tamu-tamu tak bisa lalu-lalang melalui satu pintu saja Banyak pintu-pintu lain didalamnya namun tak terbuka Ribuan pintu tersebut tertutup adanya Terkunci dengan rapat Namun kuncinya telah kau telan   Dibalik pintu itu, Lagi-lagi ribuan misteri Teka-teki tentang dirimu yang tersimpan dalam boks berbagai macam ukuran Tersimpan terlalu aman Jiwamu adalah fondasi Kebaikanmu harum masakan yang mengundang setiap orang Keingintahuanmu benda mahal; memikat tamu untuk ingin bertualang ke setiap ruang Kenekatanmu—sisi Sang Pembangkang yang kusayang—menantang mereka untuk tinggal lebih lama Empatimu alunan musik yang menyodorkan kenyamanan Namun parasmu, anakku sayang, Matras termahal yang membuat mereka ingin menginap Hati-hati dalam memberi izin Jaga rumahmu Bersihkan Bagiku Istana terbesar di Dunia tak ada nilainya jika disandingkan dengan Rumah yang kau punya.
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 1:23 AM UTC
RUMAH
Bapak, aku ingin pulang Aku rindu dengan rumah atau ide akan rumah Tapi kau telah mempunyainya. Aku rindu disambut harum masakan buah tangan sang Ibu Tapi kau tak pernah menyicipinya, Ibu tak bisa masak. Aku rindu berduduk diatas kursi kayu yang terletak di ruang makan Tapi kau bahkan tak pernah melakukannya. Kau, tak pernah makan. Aku rindu akan ruang sesak penuh sayang Akan kentalnya keakraban yang melekat di dinding-dinding bisu; yang dalam diam mendengar isak tangis setiap manusia yang menjajalkan diri dalam rumah ini Akan hangatnya cinta kasih yang tergurat diantara bisingnya suara televisi yang kau nyalakan setiap Minggu jam tujuh pagi dan gaduhnya percakapan seorang diri yang terproyeksi dalam tiap benak manusia, lagi-lagi, dirumah ini. Kau tak akan menemukannya disana Aku dan Ibumu ini hanyalah tamu Kau adalah rumahmu Tapi kau adalah bukan tempat singgah Badanmu bak ruang luas tak terbatas Tamu-tamu tak bisa lalu-lalang melalui satu pintu saja Banyak pintu-pintu lain didalamnya namun tak terbuka Ribuan pintu tersebut tertutup adanya Terkunci dengan rapat Namun kuncinya telah kau telan   Dibalik pintu itu, Lagi-lagi ribuan misteri Teka-teki tentang dirimu yang tersimpan dalam boks berbagai macam ukuran Tersimpan terlalu aman Jiwamu adalah fondasi Kebaikanmu harum masakan yang mengundang setiap orang Keingintahuanmu benda mahal; memikat tamu untuk ingin bertualang ke setiap ruang Kenekatanmu—sisi Sang Pembangkang yang kusayang—menantang mereka untuk tinggal lebih lama Empatimu alunan musik yang menyodorkan kenyamanan Namun parasmu, anakku sayang, Matras termahal yang membuat mereka ingin menginap Hati-hati dalam memberi izin Jaga rumahmu Bersihkan Bagiku Istana terbesar di Dunia tak ada nilainya jika disandingkan dengan Rumah yang kau punya.
Continue reading...
36
Pasir memeluk kakiku, tak mau melepaskanku. Licinnya pasir berkali-kali membuatku terhisap. Sama seperti pelukanmu kala itu, yang terus mengunciku, berontak tiada artinya sampai akhirnya jiwaku tunduk pula padamu. Kita pernah bahagia, Bagai burung-burung yang terbang rendah, bermain-main diantara air, Mengintip manisnya pantulan diri air biru. Yang lama terasa singkat. Seperti langit merah muda yang lama lama termakan kabut pindah ke kegelapan malam yang menenangkan hanya dalam hitungan detik. Bagai kapal yang mengapung terombang ambing kencangnya ombak, Ia tetap teguh karena telah menjatuhkan jangkarnya. Begitulah aku ketika pada akhirnya hanya kau dijiwaku. Namun arus laut begitu kuat, begitu sulit untuk berenang pada arah tujuan. Semesta punya ceritanya, berkali-kali kupaksakan tubuhku tak terbawa arus, namun kakiku lemah, terus menerus terobek tajamnya batu karang yang tak kelihatan. Mungkin itu cara semesta beritahu bahwa disana bukan tempat yang aman bagiku. Aku menyerah. Seperti butiran pasir yang kugenggam erat dibawah air laut, satu per satu rontok, aku tergoda untuk membuka tanganku di bawah air dan menyaksikan kemegahan pasir-pasir kecil yang jatuh menghilang terseret air. Itulah kau. Laut punya caranya. Semuanya akan terjadi alami. Semesta poros pengaturnya. Biarlah laut hapuskan kau. Tenang saja, aku akan kembali baik-baik saja. Seperti debur ombak yang menyapu kasarnya pasir, ia mampu mendatarkan lintasannya yang sebelumnya hancur teracak-acak angin. Bagai tapak kaki di basahnya pasir, berjejak namun akan segera hilang begitu terhanyut ombak ataupun angin yg berhembus.
0
Apr 6, 2019
Apr 6, 2019 at 1:49 AM UTC
Laut punya caranya
Pasir memeluk kakiku, tak mau melepaskanku. Licinnya pasir berkali-kali membuatku terhisap. Sama seperti pelukanmu kala itu, yang terus mengunciku, berontak tiada artinya sampai akhirnya jiwaku tunduk pula padamu. Kita pernah bahagia, Bagai burung-burung yang terbang rendah, bermain-main diantara air, Mengintip manisnya pantulan diri air biru. Yang lama terasa singkat. Seperti langit merah muda yang lama lama termakan kabut pindah ke kegelapan malam yang menenangkan hanya dalam hitungan detik. Bagai kapal yang mengapung terombang ambing kencangnya ombak, Ia tetap teguh karena telah menjatuhkan jangkarnya. Begitulah aku ketika pada akhirnya hanya kau dijiwaku. Namun arus laut begitu kuat, begitu sulit untuk berenang pada arah tujuan. Semesta punya ceritanya, berkali-kali kupaksakan tubuhku tak terbawa arus, namun kakiku lemah, terus menerus terobek tajamnya batu karang yang tak kelihatan. Mungkin itu cara semesta beritahu bahwa disana bukan tempat yang aman bagiku. Aku menyerah. Seperti butiran pasir yang kugenggam erat dibawah air laut, satu per satu rontok, aku tergoda untuk membuka tanganku di bawah air dan menyaksikan kemegahan pasir-pasir kecil yang jatuh menghilang terseret air. Itulah kau. Laut punya caranya. Semuanya akan terjadi alami. Semesta poros pengaturnya. Biarlah laut hapuskan kau. Tenang saja, aku akan kembali baik-baik saja. Seperti debur ombak yang menyapu kasarnya pasir, ia mampu mendatarkan lintasannya yang sebelumnya hancur teracak-acak angin. Bagai tapak kaki di basahnya pasir, berjejak namun akan segera hilang begitu terhanyut ombak ataupun angin yg berhembus.
Continue reading...
36
mila sedi na wc solji. prebira dlacice po brezuljku. nekako odvratno ali radoznalo trazi one pod zemljom gusto groblje-guste misli: dve prodavacice prodaju sok od sargarepe, na smenu- jedan dan jednoj plati jednu cenu drugi dan drugoj drugu. cuti. zakopa to u zeludac. guta vazduh namazan budalom. cuti. plati.  popije samar i sok. na ulici razmazano oker govno, kao kanapei na srebrnom tanjiru.   preskace, obilazi ga ona. preskace, obilazi ga i pas. kisa pada, oker krem gubi gustinu, pas nece pod kisobran juri senke i zapisava skupocene alo tepsije onih kojih se i pauk plasi. zanoktica o vrh narandzastog jezika- rekapitulacija popisanosti i pogresno usmerene finoce. krv stedljivo iz nokta curi natapajuci nepce a mrmlja da sledeci put ce... ali verovatno nece. jer ne razume tu gadnu nepravicnost. jer to je samo princip. mozda i hoce. jer princip je i sve. dopire krik playback narodnjaka- komsija stigao sa posla, investitor umesto izloacije sigurno je kupio dzipa. masina se centrifugom lansira u orbitu svake sekunde- privezala bi se za nju toaltet papirom.... aman, idi uci. bolje ces se osecati. kraj prozora cuje se ono dete sto svira trubu. makar jos ne moras da trazis posao. eto imas vremena da smislis sta zelis da budes. na kraju krajeva nemas urasle dlake. i da, auto ti je parkiran divlje pokupice ga pauk sigurno. i nemas dozvolu. kese za govna su u gepeku. trebas psa izvesti. sutra kupices sok od sargarepe, po ne zna se kojoj ceni. rekla bi imas princip a i lenja si.
0
Feb 5, 2015
Feb 5, 2015 at 4:01 AM UTC
smrt jednog dana
mila sedi na wc solji. prebira dlacice po brezuljku. nekako odvratno ali radoznalo trazi one pod zemljom gusto groblje-guste misli: dve prodavacice prodaju sok od sargarepe, na smenu- jedan dan jednoj plati jednu cenu drugi dan drugoj drugu. cuti. zakopa to u zeludac. guta vazduh namazan budalom. cuti. plati.  popije samar i sok. na ulici razmazano oker govno, kao kanapei na srebrnom tanjiru.   preskace, obilazi ga ona. preskace, obilazi ga i pas. kisa pada, oker krem gubi gustinu, pas nece pod kisobran juri senke i zapisava skupocene alo tepsije onih kojih se i pauk plasi. zanoktica o vrh narandzastog jezika- rekapitulacija popisanosti i pogresno usmerene finoce. krv stedljivo iz nokta curi natapajuci nepce a mrmlja da sledeci put ce... ali verovatno nece. jer ne razume tu gadnu nepravicnost. jer to je samo princip. mozda i hoce. jer princip je i sve. dopire krik playback narodnjaka- komsija stigao sa posla, investitor umesto izloacije sigurno je kupio dzipa. masina se centrifugom lansira u orbitu svake sekunde- privezala bi se za nju toaltet papirom.... aman, idi uci. bolje ces se osecati. kraj prozora cuje se ono dete sto svira trubu. makar jos ne moras da trazis posao. eto imas vremena da smislis sta zelis da budes. na kraju krajeva nemas urasle dlake. i da, auto ti je parkiran divlje pokupice ga pauk sigurno. i nemas dozvolu. kese za govna su u gepeku. trebas psa izvesti. sutra kupices sok od sargarepe, po ne zna se kojoj ceni. rekla bi imas princip a i lenja si.
Continue reading...
17
Setenta balcones hay en esta casa, setenta balcones y ninguna flor. ¿A sus habitantes, Señor, qué les pasa? ¿Odian el perfume, odian el color? La piedra desnuda de tristeza agobia, ¡Dan una tristeza los negros balcones! ¿No hay en esta casa una niña novia? ¿No hay algún poeta bobo de ilusiones? ¿Ninguno desea ver tras los cristales una diminuta copia de jardín? ¿En la piedra blanca trepar los rosales, en los hierros negros abrirse un jazmín? Si no aman las plantas no amarán el ave, no sabrán de música, de rimas, de amor. Nunca se oirá un beso, jamás se oirá una clave... ¡Setenta balcones y ninguna flor!
0
1.7k
Setenta balcones y ninguna flor
Father, I saw you last night In a twilight dream you strolled through the streets of Shiraz, followed by a fluttering butterfly Passed the mosques and minarets, turquoise blue and blood red The cypress trees and poets' beds wept for you - and their tears dropped like pomegranate seeds on the dry desert sand. Father, I saw you yesterday In a dusk-lit dream you walked through the streets of Baltimore, followed by a fluttering butterfly Passed the Hopkins dome and Ravens' home, steamed crab orange and Oriole black The patients in hospital beds cried to you - and their tears fell flat on the soft O.C. sand. Dear friend, Baba, Aman, Vafa We see you every day in an azalea's bloom You live on in each grandchild's heart You give our lives hope In the early spring sun and the late autumn moon, you breathe again In your Akhtar's sweet smile, in Taraneh's kind style, your heart beats again. Father, I felt you last night In a deep, dark dream you spoke to me and with an angel's hands, dried my tears for me Then hugged me with great joy, and I read you this poem - To my father From his boy. -Arman Taheri (7/10/2010)
0
Sep 27, 2013
Sep 27, 2013 at 12:29 PM UTC
Father
Lahir dan besar di desa yang bisa dibilang sangat sejuk Tumbuh dengan aman, nyaman dan bahagia Bermain ke ladang, kebun, sungai, bahkan hampir seperti hutan Selalu aman dan tetap jauh dari bahaya Teman-teman berdatangan ke rumah untuk bermain dan berbagi cerita Berkumpul seperti keluarga besar Lalu aku pergi dari desa dimana aku dilahirkan dan mulai tinggal di tempat yang baru di desa yang baru dengan situasi yang berbeda Aku tumbuh disana dan mengenal berbagai pembaharuan Hari demi hari hingga bertahun-tahun aku menyaksikan berbagai perubahan Dimana banyak perubahan yang sulit dipercaya Hampir segala sesuatu yang aku lihat dan alami sulit dipercaya Hingga timbul perasaan tidak nyaman, gerah, takut, sesak, terancam, tertindas di tempat yang ku sebut rumah Rumah, bukan bangunan yang aku tinggali Tapi disini, di tanah aku berpijak Semua sudah tak lagi sama Hingga muncul dalam otakku Haruskah aku tinggal atau aku tinggalkan? Rumah, Aku merindukanmu
0
Feb 10, 2017
Feb 10, 2017 at 1:46 AM UTC
Rumah
enterraron tus huesos, pero no lo que había dentro de ellos. enterraron tus huesos, pero no te enterraron, no pudieron enterrar tu luz, ni tu amor, ni la historia que tu vida contó. no te enterraron, no pudieron enterrar tu risa, tu canción, los recuerdos que guardan aquellos que te aman. enterraron tus huesos, pero no te enterraron, no pudieron enterrarte porque tú no estás ahí, en esas casas de tierra. tú estás en los corazones de los que te amaron, en los rostros de tus hijos, en los ojos de tus nietos. tú estás en las palabras que dijiste, en los lugares que tocaron tus pies. tu estás en todas partes.
0
Apr 5, 2018
Apr 5, 2018 at 10:08 PM UTC
en todas partes
No te amo como si fueras rosa de sal, topacio o flecha de claveles que propagan el fuego: te amo como se aman ciertas cosas oscuras, secretamente, entre la sombra y el alma. Te amo como la planta que no florece y lleva dentro de sí, escondida, la luz de aquellas flores, y gracias a tu amor vive oscuro en mi cuerpo el apretado aroma que ascendió de la tierra. Te amo sin saber cómo, ni cuándo, ni de dónde, te amo directamente sin problemas ni orgullo: así te amo porque no sé amar de otra manera, sino así de este modo en que no soy ni eres, tan cerca que tu mano sobre mi pecho es mía, tan cerca que se cierran tus ojos con mi sueño.
0
Apr 3, 2013
Apr 3, 2013 at 9:55 PM UTC
Pablo Neruda - 100 Sonetas de amor - xvii
Chicas lindas las de piel clara e imaginación bermellón Chicas lindas con voz cautiva y collar de huesos Chicas lindas de cintura mínima y piernas como alfiles bajo las bastillas de chifón Chicas lindas de labios carnosos, curiosos que se escapan como sueños justo cuando sale el sol Chicas lindas las que se visten de flores, colores o amores... dependiendo del clima y la ocasión Chicas lindas las que prometen y juegan que siempre ganan pero nunca entregan. Las que aman el reflejo que la vida les mostró Las que llevan en los labios el color del corazón pero por dentro huecos que rellenan de adulación Las chicas lindas por las que todos caen y a nadie levantan las que todos desean y todas quieren aunque sea en el fondo llegar a ser Las chicas lindas las que marcan la pauta y te hacen ser La chica fea la de los labios secos, la de la piel morena, la de la vida no plena, y más bien azarosa La chica fea con el alma abundante y el corazón palpitante inevitablemente, comparante La chica fea, a la que nadie sueña y nadie desea.
0
May 7, 2014
May 7, 2014 at 4:11 AM UTC
Untitled
*No te amo como si fueras rosa de sal, topacio o flecha de claveles que propagan el fuego: te amo como se aman ciertas cosas oscuras, secretamente, entre la sombra y el alma. Te amo como la planta que no florece y lleva dentro de sí, escondida, la luz de aquellas flores, y gracias a tu amor vive oscuro en mi cuerpo el apretado aroma que ascendió de la tierra. Te amo sin saber cómo, ni cuándo, ni de dónde, te amo directamente sin problemas ni orgullo: así te amo porque no sé amar de otra manera, sino así de este modo en que no soy ni eres, tan cerca que tu mano sobre mi pecho es mía, tan cerca que se cierran tus ojos con mi sueño.* ― Pablo Neruda
0
May 22, 2014
May 22, 2014 at 9:32 PM UTC
Soneto XVII
No cabe gozo más grande ni mayor satisfacción que poder parir a un hijo para darle nuestro amor. Te expones a perder la vida, a sufrir un gran dolor, pero nada nos importa, solo cuenta nuestro amor. Amor hacia esa criatura que queremos con pasión, y es tanto lo que la quieres que perderías la razón si algo malo le ocurre o si simplemente enfermó. Le ves como va creciendo, lo mimas y con razón, se ha convertido en un hombre o en mujer si no es varón, hace poco se casó ¿su pareja? un amor. Pero todo va cambiando, para tu pena y dolor, y ese hijo al que tu amas, Poco a poco se olvidó de que tú eres su madre,! la madre que lo parió!, la que expuso así su vida y le dio todo su amor, la que le cuidó de niño, la que siempre le mimó, la que él ahora no escucha, de la que ya se olvidó, de la que ya no le importa si vive, o si de pena murió. Mas con lágrimas en los ojos, esta pregunta hago yo: De que materia es el hijo que a su madre renunció, que le negó su cariño y a la que nunca escuchó, a la que poco a poquito hasta la vida quitó. Pero a pesar del dolor y de la gran decepción, ¡Gracias le doy a la vida y Gracias a nuestro señor , porque por cada hijo de estos , de los Buenos hay un millón! Con cariño y admiración para todos aquellos hijos que aman a su madre con todo su corazón.
0
1.3k
El dolor de una madre:
Los jóvenes homosexuales y las muchachas amorosas, y las largas viudas que sufren el delirante insomnio, y las jóvenes señoras preñadas hace treinta horas, y los roncos gatos que cruzan mi jardín en tinieblas, como un collar de palpitantes ostras sexuales rodean mi residencia solitaria, como enemigos establecidos contra mi alma, como conspiradores en traje de dormitorio que cambiaran largos besos espesos por consigna. El radiante verano conduce a los enamorados en uniformes regimientos melancólicos, hechos de gordas y flacas y alegres y tristes parejas: bajo los elegantes cocoteros, junto al océano y la luna hay una continua vida de pantalones y polleras, un rumor de medias de seda acariciadas, y senos femeninos que brillan como ojos. El pequeño empleado, después de mucho, después del tedio semanal, y las novelas leídas de noche, en cama, ha definitivamente seducido a su vecina, y la lleva a los miserables cinematógrafos donde los héroes son potros o príncipes apasionados, y acaricia sus piernas llenas de dulce vello con sus ardientes y húmedas manos que huelen a cigarrillo. Los atardeceres del seductor y las noches de los esposos se unen como dos sábanas sepultándome, y las horas después del almuerzo en que los jóvenes estudiantes, y las jóvenes estudiantes, y los sacerdotes se masturban, y los animales fornican directamente, y las abejas huelen a sangre, y las moscas zumban coléricas, y los primos juegan extrañamente con sus primas, y los médicos miran con furia al marido de la joven paciente, y las horas de la mañana en que el profesor, como por descuido, cumple con su deber conyugal, y desayuna, y, más aún, los adúlteros, que se aman con verdadero amor sobre lechos altos y largos como embarcaciones: seguramente, eternamente me rodea este gran bosque respiratorio y enredado con grandes flores como bocas y dentaduras y negras raíces en forma de uñas y zapatos.
0
1.4k
Caballero sólo
Los jóvenes homosexuales y las muchachas amorosas, y las largas viudas que sufren el delirante insomnio, y las jóvenes señoras preñadas hace treinta horas, y los roncos gatos que cruzan mi jardín en tinieblas, como un collar de palpitantes ostras sexuales rodean mi residencia solitaria, como enemigos establecidos contra mi alma, como conspiradores en traje de dormitorio que cambiaran largos besos espesos por consigna. El radiante verano conduce a los enamorados en uniformes regimientos melancólicos, hechos de gordas y flacas y alegres y tristes parejas: bajo los elegantes cocoteros, junto al océano y la luna hay una continua vida de pantalones y polleras, un rumor de medias de seda acariciadas, y senos femeninos que brillan como ojos. El pequeño empleado, después de mucho, después del tedio semanal, y las novelas leídas de noche, en cama, ha definitivamente seducido a su vecina, y la lleva a los miserables cinematógrafos donde los héroes son potros o príncipes apasionados, y acaricia sus piernas llenas de dulce vello con sus ardientes y húmedas manos que huelen a cigarrillo. Los atardeceres del seductor y las noches de los esposos se unen como dos sábanas sepultándome, y las horas después del almuerzo en que los jóvenes estudiantes, y las jóvenes estudiantes, y los sacerdotes se masturban, y los animales fornican directamente, y las abejas huelen a sangre, y las moscas zumban coléricas, y los primos juegan extrañamente con sus primas, y los médicos miran con furia al marido de la joven paciente, y las horas de la mañana en que el profesor, como por descuido, cumple con su deber conyugal, y desayuna, y, más aún, los adúlteros, que se aman con verdadero amor sobre lechos altos y largos como embarcaciones: seguramente, eternamente me rodea este gran bosque respiratorio y enredado con grandes flores como bocas y dentaduras y negras raíces en forma de uñas y zapatos.
Continue reading...
39
so you write a lot, pouring entire waking existences, current n' prior, into a long and crafted 'pistles, and pixels and you got jive pride and then, the poem, you worked so hard for, ups and dies gets a few middling fingers of reads, dying on a vining of Juliet's pseudo poisoning elixir, no big deal, happens all the time but here's what's wielding & weirdly wilding: ***A poetpourri. of newly found co-inhabitors, from around the universe, from places unpronounceable, unlike Venus & Mars, (very poet-popular) and from previously places were never or seldom was heard a discouraging word, igniting a rewarded mutuality of a following up embracing*** par example; Tirunelveli Poland Lisbon Cyprus Bihar Uruguay Ankara Vienna Albania Tanzania India Bangladesh New Zealand/Australia Soldotna (Alaska) plus Texas, West Va., Ohio, and other exotica, like Nowhere what a blessing! Blessed art Thou o Lord, that permits the miracle that my integers of 0 & 1 can be translated into such varied exotica, in harmony, thus permitting this discovery of never visited oceans and landfalls of poetry never heretofore to join as one. Aman. <> nml
0
Aug 30, 2025
Aug 30, 2025 at 6:31 AM UTC
A Travelogue Prayer
to finito my infinito; a pile of unwrit scripts, titles, single para, all mine un~completed children awaiting to be ejected and rejected by you dears, with spit+blood+sea salted tears, they not understanding why it has taken so long to exit the twisty. serpentine birth canal thru which they were conceived, then, deceived! by a promise sworn to be given initiating exposure to our atmosphere once upon a time there only forty six imps and seedlings, now *** the poem~notions come so fast that there are more than 76 loonie~loosies, poetic scraps and scrapes & scrips, waiting for a match, a ******* in of the air that requires stating: **Blessed is the Lird, who inserted crazy potions within in my eyes to save my downtrodden soul. And projectile re-iease them To your dangerous selves,** Aman.
0
Jul 12, 2025
Jul 12, 2025 at 1:53 PM UTC
A Doula’s Code: Such is life!
Los amorosos callan. El amor es el silencio más fino, el más tembloroso, el más insoportable. Los amorosos buscan, los amorosos son los que abandonan, son los que cambian, los que olvidan. Su corazón les dice que nunca han de encontrar, no encuentran, buscan. Los amorosos andan como locos porque están solos, solos, solos, entregándose, dándose a cada rato, llorando porque no salvan al amor. Les preocupa el amor. Los amorosos viven al día, no pueden hacer más, no saben. Siempre se están yendo, siempre, hacia alguna parte. Esperan, no esperan nada, pero esperan. Saben que nunca han de encontrar. El amor es la prórroga perpetua, siempre el paso siguiente, el otro, el otro. Los amorosos son los insaciables, los que siempre -¡qué bueno!- han de estar solos. Los amorosos son la hidra del cuento. Tienen serpientes en lugar de brazos. Las venas del cuello se les hinchan también como serpientes para asfixiarlos. Los amorosos no pueden dormir porque si se duermen se los comen los gusanos. En la obscuridad abren los ojos y les cae en ellos el espanto. Encuentran alacranes bajo la sábana y su cama flota como sobre un lago. Los amorosos son locos, sólo locos, sin Dios y sin diablo. Los amorosos salen de sus cuevas temblorosos, hambrientos, a cazar fantasmas. Se ríen de las gentes que lo saben todo, de las que aman a perpetuidad, verídicamente, de las que creen en el amor como en una lámpara de inagotable aceite. Los amorosos juegan a coger el agua, a tatuar el humo, a no irse. Juegan el largo, el triste juego del amor. Nadie ha de resignarse. Dicen que nadie ha de resignarse. Los amorosos se avergüenzan de toda conformación. Vacíos, pero vacíos de una a otra costilla, la muerte les fermenta detrás de los ojos, y ellos caminan, lloran hasta la madrugada en que trenes y gallos se despiden dolorosamente. Les llega a veces un olor a tierra recién nacida, a mujeres que duermen con la mano en el **** complacidas, a arroyos de agua tierna y a cocinas. Los amorosos se ponen a cantar entre labios una canción no aprendida. Y se van llorando, llorando la hermosa vida.
0
1.1k
Los amorosos
Los amorosos callan. El amor es el silencio más fino, el más tembloroso, el más insoportable. Los amorosos buscan, los amorosos son los que abandonan, son los que cambian, los que olvidan. Su corazón les dice que nunca han de encontrar, no encuentran, buscan. Los amorosos andan como locos porque están solos, solos, solos, entregándose, dándose a cada rato, llorando porque no salvan al amor. Les preocupa el amor. Los amorosos viven al día, no pueden hacer más, no saben. Siempre se están yendo, siempre, hacia alguna parte. Esperan, no esperan nada, pero esperan. Saben que nunca han de encontrar. El amor es la prórroga perpetua, siempre el paso siguiente, el otro, el otro. Los amorosos son los insaciables, los que siempre -¡qué bueno!- han de estar solos. Los amorosos son la hidra del cuento. Tienen serpientes en lugar de brazos. Las venas del cuello se les hinchan también como serpientes para asfixiarlos. Los amorosos no pueden dormir porque si se duermen se los comen los gusanos. En la obscuridad abren los ojos y les cae en ellos el espanto. Encuentran alacranes bajo la sábana y su cama flota como sobre un lago. Los amorosos son locos, sólo locos, sin Dios y sin diablo. Los amorosos salen de sus cuevas temblorosos, hambrientos, a cazar fantasmas. Se ríen de las gentes que lo saben todo, de las que aman a perpetuidad, verídicamente, de las que creen en el amor como en una lámpara de inagotable aceite. Los amorosos juegan a coger el agua, a tatuar el humo, a no irse. Juegan el largo, el triste juego del amor. Nadie ha de resignarse. Dicen que nadie ha de resignarse. Los amorosos se avergüenzan de toda conformación. Vacíos, pero vacíos de una a otra costilla, la muerte les fermenta detrás de los ojos, y ellos caminan, lloran hasta la madrugada en que trenes y gallos se despiden dolorosamente. Les llega a veces un olor a tierra recién nacida, a mujeres que duermen con la mano en el **** complacidas, a arroyos de agua tierna y a cocinas. Los amorosos se ponen a cantar entre labios una canción no aprendida. Y se van llorando, llorando la hermosa vida.
Continue reading...
58
ojos marrones , blanca sonrisa , labios suaves, toque dulce . Impresionantes miradas, risas increíble , amor del corazón , Mente creativa. Por esta razón, me quedé , Enamorado de ti... Por esta razón, me quedé, Tan difícil cuando se fue... usted gritaste , Para nada, Usted fue a la otra , Pero ellos no aman te gusto. Usted tomó mi sonrisa , Muy lejos, Cuando te fuiste, Me dejó frío. Todavía oigo tu voz , En mis sueños ... Aún veo tu sonrisa ,¿Cómo que una vez que besaste mí. yo no saben lo que estoy haciendo ya ... darle otra oportunidad ? Ser amigos ? Dime por favor , Porque yo no puede ir sin ti ... Dime por favor, ¿Me lleva de vuelta?
0
Feb 8, 2016
Feb 8, 2016 at 9:22 AM UTC
Sí O No?
Waktu masih menunjukkan pukul satu lebih tiga puluh menit siang itu. Aku sedang berada dalam perjalanan singkat yang ku tak tahu mengapa terasa lama. Entah dari mana kabut-kabut itu muncul, menyapa dedaunan, ranting, serta bunga-bunga mungil yang baru saja mekar. Hujan tidak lebat kala itu, bahkan tidak tumpah barang setetes pun. Kabut yang teduh namun diam-diam membutakan. Yang tanpa ku sadari telah menculikku ke entah berantah, jauh dari realita yang ada, aku berlarian menembusnya tanpa takut tergelincir pun terjatuh. Meski dinginnya udara sudah meresap ke dalam tubuhku, mengalir bersama aliran darahku, juga perlahan menusuk tulang belulangku, aku merasa aman. Sebab ternyata, kabut adalah teman baikku, yang telah lama hilang; namun kini ku menemukannya kembali.
0
Apr 26, 2018
Apr 26, 2018 at 8:26 AM UTC
k a b u t
Ustedes cuando aman exigen bienestar una cama de cedro y un colchón especial nosotros cuando amamos es fácil de arreglar con sábanas qué bueno sin sábanas da igual ustedes cuando aman calculan interés y cuando se desaman calculan otra vez nosotros cuando amamos es como renacer y si nos desamamos no la pasamos bien ustedes cuando aman son de otra magnitud hay fotos chismes prensa y el amor es un boom nosotros cuando amamos es un amor común tan simple y tan sabroso como tener salud ustedes cuando aman consultan el reloj porque el tiempo que pierden vale medio millón nosotros cuando amamos sin prisa y con fervor gozamos y nos sale barata la función ustedes cuando aman al analista van él es quien dictamina si lo hacen bien o mal nosotros cuando amamos sin tanta cortedad el subconsciente piola se pone a disfrutar ustedes cuando aman exigen bienestar una cama de cedro y un colchón especial nosotros cuando amamos es fácil de arreglar con sábanas qué bueno sin sábanas da igual.
0
934
Ustedes y nosotros
Aunque quiera enamorarte no sabría cómo hacerlo Tú y yo ya nos conocemos mas aún eres misterio Tu sonrisa y tu mirada son el aire que respiro y tu voz adormilada la pasión con que te miro Son tus sueños fantasías Son los míos realidades Vice versa tú me admiras mientras yo te lloro a mares Amar es para los locos Pocos locos somos todos Somos todos quienes aman Quienes te aman somos pocos Pero locos somos quienes imperfecta te adoramos Yo te adoro imperfección más perfecta que he admirado
0
Aug 10, 2016
Aug 10, 2016 at 8:00 PM UTC
Perfecta Imperfección
Sometimes I wonder if am an angel or another lousy fool, And I wonder if am God's right hand or another one of his tools, I once thought this world would end before I'll ever be a man, Well here we are in this sick world but I guess it's his perfect plan; When sudden daylight comes our way then we act like we've been bold, We also forget how bad it was in the darkness and in the cold, There's no shame in recalling our past while we focus far ahead, Because then we are reminded to keep-on and not fall down instead; So then I am not an angel and I am not a fool, I'm only a wise man who likes to play it cool, Although, this world may never end even now that I'm aman, And no matter how sick this world may be, I'll always have a perfect plan. So do your homework and do it right, Because what is worth doing is worth doing right, And unless you've got another perfect plan, Don't waiver because you will and you can.
0
Jul 29, 2018
Jul 29, 2018 at 10:10 PM UTC
UNWAIVER
Metro mágico y rico que al alma expresas llameantes alegrías, penas arcanas, desde en los suaves labios de las princesas hasta en las bocas rojas de las gitanas. Las almas armoniosas buscan tu encanto, sonora rosa métrica que ardes y brillas, y España ve en tu ritmo, siente en tu canto sus hembras, sus claveles, sus manzanillas. Vibras al aire alegre como una cinta, el músico te adula, te ama el poeta; Rueda en ti sus fogosos paisajes pinta con la audaz policromía de su paleta. En ti el hábil orfebre cincela el marco en que la idea-perla su oriente acusa, o en tu cordaje armónico formas el arco con que lanza sus flechas la airada musa. A tu voz en el baile crujen las faldas, los piececitos hacen brotar las rosas e hilan hebras de amores las Esmeraldas en ruecas invisibles y misteriosas. La andaluza hechicera, paloma arisca, por ti irradia, se agita, vibra y se quiebra, con el lánguido gesto de la odalisca o las fascinaciones de la culebra. Pequeña ánfora lírica de vino llena compuesto por la dulce musa Alegría con uvas andaluzas, sal macarena, flor y canela frescas de Andalucía. Subes, creces, y vistes de pompas fieras; retumbas en el ruido de las metrallas, ondulas con el ala de las banderas, suenas con los clarines de las batallas. Tienes toda la lira: tienes las manos que acompasan las danzas y las canciones; tus órganos, tus prosas, tus cantos llanos y tus llantos que parten los corazones. Ramillete de dulces trinos verbales, jabalina de Diana la Cazadora, ritmo que tiene el filo de cien puñales, que muerde y acaricia, mata y enflora. Las Tirsis campesinas de ti están llenas, y aman, radiosa abeja, tus bordoneos; así riegas tus chispas las nochebuenas como adornas la lira de los Orfeos. Que bajo el sol dorado de Manzanilla que esta azulada concha del cielo baña, polítona y triunfante, la seguidilla es la flor del sonoro Pindo de España.
0
887
Elogio de la seguidilla
Metro mágico y rico que al alma expresas llameantes alegrías, penas arcanas, desde en los suaves labios de las princesas hasta en las bocas rojas de las gitanas. Las almas armoniosas buscan tu encanto, sonora rosa métrica que ardes y brillas, y España ve en tu ritmo, siente en tu canto sus hembras, sus claveles, sus manzanillas. Vibras al aire alegre como una cinta, el músico te adula, te ama el poeta; Rueda en ti sus fogosos paisajes pinta con la audaz policromía de su paleta. En ti el hábil orfebre cincela el marco en que la idea-perla su oriente acusa, o en tu cordaje armónico formas el arco con que lanza sus flechas la airada musa. A tu voz en el baile crujen las faldas, los piececitos hacen brotar las rosas e hilan hebras de amores las Esmeraldas en ruecas invisibles y misteriosas. La andaluza hechicera, paloma arisca, por ti irradia, se agita, vibra y se quiebra, con el lánguido gesto de la odalisca o las fascinaciones de la culebra. Pequeña ánfora lírica de vino llena compuesto por la dulce musa Alegría con uvas andaluzas, sal macarena, flor y canela frescas de Andalucía. Subes, creces, y vistes de pompas fieras; retumbas en el ruido de las metrallas, ondulas con el ala de las banderas, suenas con los clarines de las batallas. Tienes toda la lira: tienes las manos que acompasan las danzas y las canciones; tus órganos, tus prosas, tus cantos llanos y tus llantos que parten los corazones. Ramillete de dulces trinos verbales, jabalina de Diana la Cazadora, ritmo que tiene el filo de cien puñales, que muerde y acaricia, mata y enflora. Las Tirsis campesinas de ti están llenas, y aman, radiosa abeja, tus bordoneos; así riegas tus chispas las nochebuenas como adornas la lira de los Orfeos. Que bajo el sol dorado de Manzanilla que esta azulada concha del cielo baña, polítona y triunfante, la seguidilla es la flor del sonoro Pindo de España.
Continue reading...
48