Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Kau bukan sekadar soal pulang malam ini. Kau adalah jeda yang tak pernah selesai, pertanyaan yang tak diberi jawaban. Waktu terus berjalan tanpa menoleh, tanpa peduli apakah dadaku masih menyimpan degup yang sama— yang mungkin tak pernah sampai padamu. Aku tak pernah berniat jatuh. Tak pernah menyiapkan nyali untuk mencintai sedalam ini. Namun diam-diam, di antara ragu yang kupeluk sendiri, aku memohon— semoga hatimu suatu hari diilhami cinta yang tulus untukku.
0
Mar 4
Mar 4, 2026 at 7:12 PM UTC
Sekodi Bentuk Patah
Kau bukan sekadar soal pulang malam ini. Kau adalah jeda yang tak pernah selesai, pertanyaan yang tak diberi jawaban. Waktu terus berjalan tanpa menoleh, tanpa peduli apakah dadaku masih menyimpan degup yang sama— yang mungkin tak pernah sampai padamu. Aku tak pernah berniat jatuh. Tak pernah menyiapkan nyali untuk mencintai sedalam ini. Namun diam-diam, di antara ragu yang kupeluk sendiri, aku memohon— semoga hatimu suatu hari diilhami cinta yang tulus untukku.
novitahutami
Written by
Mar 4
Mar 4, 2026 at 7:12 PM UTC
Request permission to use this poem