Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Bunga adalah kebahagiaan, Dan benih, dan kuncup, dan mekar, juga layu. Ku tanam benih itu pada tanah yang subur, Kian hari kian menguncup malu-malu, Waktu demi waktu bermekar indah. Dan masa telah tiba, Keindahannya melayu, Merintih sedih, Dimakan oleh waktu. Menyimpan rasa dari suka menjadi cinta, Kian hari kian bertumbuh dengan malu, Waktu demi waktu semakin jatuh padanya, Sorot mata yang indah membuatku menyimpan rasa padanya. Dan masa telah tiba, Cinta itu terkubur dalam, Saat tahu tak mungkin kuungkapkan, Menghindari waktu dan berlari, Berharap "tak asing" itu tak pernah pergi.
0
Feb 15
Feb 15, 2026 at 1:10 PM UTC
Dan, Adalah.
Bunga adalah kebahagiaan, Dan benih, dan kuncup, dan mekar, juga layu. Ku tanam benih itu pada tanah yang subur, Kian hari kian menguncup malu-malu, Waktu demi waktu bermekar indah. Dan masa telah tiba, Keindahannya melayu, Merintih sedih, Dimakan oleh waktu. Menyimpan rasa dari suka menjadi cinta, Kian hari kian bertumbuh dengan malu, Waktu demi waktu semakin jatuh padanya, Sorot mata yang indah membuatku menyimpan rasa padanya. Dan masa telah tiba, Cinta itu terkubur dalam, Saat tahu tak mungkin kuungkapkan, Menghindari waktu dan berlari, Berharap "tak asing" itu tak pernah pergi.
shizukori
Written by
Feb 15
Feb 15, 2026 at 1:10 PM UTC
Request permission to use this poem