Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Bagai debu namun berharga, katanya utama tapi tak berharga, terucap tapi tak didengar. Semua diam dan ini realitas, ohh, dunia jadi terasa fana. Pada siapa Aku berbicara kalau bukan Kau. Monyet, burung, anjing, kerbau tak bisa diskusi. Mereka bisa bersuara seperti kita berbicara, terasa sama, hanya saja sedikit berbeda. Bayangkan betapa rumitnya puisi ini. Katanya hal inti tapi tak akan dirasa, seperti debu namun bernilai juta-juta. Jika Kau menjadi pati dan lebu, Akankah Kau sayangi pati? Dan Kau jaga lebu? Bayangkan saja, namun Aku berharap monyet, burung, anjing, kerbau tak menjadi Kita.
0
Sep 7, 2025
Sep 7, 2025 at 10:57 AM UTC
Distraksi Bumi
Bagai debu namun berharga, katanya utama tapi tak berharga, terucap tapi tak didengar. Semua diam dan ini realitas, ohh, dunia jadi terasa fana. Pada siapa Aku berbicara kalau bukan Kau. Monyet, burung, anjing, kerbau tak bisa diskusi. Mereka bisa bersuara seperti kita berbicara, terasa sama, hanya saja sedikit berbeda. Bayangkan betapa rumitnya puisi ini. Katanya hal inti tapi tak akan dirasa, seperti debu namun bernilai juta-juta. Jika Kau menjadi pati dan lebu, Akankah Kau sayangi pati? Dan Kau jaga lebu? Bayangkan saja, namun Aku berharap monyet, burung, anjing, kerbau tak menjadi Kita.
indonesiaan poetry
rb_mld
Written by
27/M/ID
Sep 7, 2025
Sep 7, 2025 at 10:57 AM UTC
Request permission to use this poem