Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Bukan yang pertama, Diriku seakan terjebak di ruang waktu yang entah ada di mana jalan keluarnya. Bukan yang pertama, Hatiku seakan tercabik-cabik ketika semuanya terulang. Bukan yang pertama, Mata ini selalu meneteskan kesedihan yang sama ketika semua berhenti. Bukan yang pertama, Seharusnya aku sudah tahu akan bagaimana akhirnya. Mengapa aku terus kembali? Bukannya seharusnya aku sudah membencimu?
0
Dec 6, 2017
Dec 6, 2017 at 2:33 PM UTC
Kamu bukan yang pertama.
Bukan yang pertama, Diriku seakan terjebak di ruang waktu yang entah ada di mana jalan keluarnya. Bukan yang pertama, Hatiku seakan tercabik-cabik ketika semuanya terulang. Bukan yang pertama, Mata ini selalu meneteskan kesedihan yang sama ketika semua berhenti. Bukan yang pertama, Seharusnya aku sudah tahu akan bagaimana akhirnya. Mengapa aku terus kembali? Bukannya seharusnya aku sudah membencimu?
Loveeyta
Written by
22/F/ID
Dec 6, 2017
Dec 6, 2017 at 2:33 PM UTC
Request permission to use this poem