Tempat yang sebelum Ramadan sepi kini ramai, malam yang tadinya tenang kini lebih bising. Aku tahu ini berbeda, tapi kali ini, aku menghadapinya dengan lebih santai.
Aku hanya perlu mencari sudut lain, di mana aroma kopi tetap menghangatkan, angin masih berhembus pelan, dan suasana tetap memberi ruang untuk diam.
Tak ada yang perlu tergesa, tak ada yang perlu dipertahankan. Ketenangan bukan soal tempat, tapi bagaimana aku menikmatinya.
Jadi biarlah semuanya berjalan, biarlah kota berdenyut dengan ritmenya. Aku cukup duduk, menyeruput kopi, dan menikmati malam seperti biasa.