Hello PoetryVoting

Vote

Voting-Boards

Home

HomeFollowingInboxNotifications

Read

ReadLiftedFeedsListsHeartedHistoryMy WritingNew poem

Explore

ExploreOrbitsWordsTagsClassics
Log in
0
Stars
0
Embers
0
Alerts
0
Inbox

Vote

Voting-Boards

Home

HomeFollowingInboxNotifications

Read

ReadLiftedFeedsListsHeartedHistoryMy WritingNew poem

Explore

ExploreOrbitsWordsTagsClassics
Log in
0
Stars
0
Embers
0
Alerts
0
Inbox

hujan di bulan Juli

by deadophelia

teruntuk bulan Juli, walaupun aku selalu membenci hujan dan bagaimana air turun dari langit, bagaimana hujan menghancurkan segala hari-hariku dan lembab tanah yang mengganggu, dan yang pada akhirnya bulan Juli, mataharimu bersinar cerah, dan saking teriknya, panasmu menusuk jiwa bagaikan aku tidak siap untuk segalanya, aku jatuh sendirian dan sejujurnya, naif. aku rindu, langit gelap dan aroma basah tanah saat air hujan turun, aku rindu, kamu memegang tangan eratku pada tengah hujan di kota itu teruntuk bulan Juli, maukah kamu untuk terakhir kali menjatuhkan hujan dari langitmu itu? bukan, bukan untuk mengenang hal indah, tidak, tidak, untuk apalagi? hujan di bulan Juli, aku mohon, hanya untuk membasuh semua luka sakit.
Request permission to use this poem
Written by
deadophelia
25 / F / Jakarta
For You?
Written by
deadophelia
25 / F / Jakarta
Published
Jul 11, 2019
Time
2m
Notes

rain of july, the monophones

Tags
#indonesian#indonesia#puisi
Permission

Request to use this poem

Tell deadophelia how you would like to use it. We review requests before forwarding them.

AboutBlogSupportFAQPrivacyTermsContact
© 2009-2026 Hello Poetry/v27.0 [production] by @eliotyork
Explore
Hello PoetryVoting
Write