Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Entah sudah hari keberapa aku meragukan rasa yang tertuju padamu. Ragu itu menghampiri malam-malam sunyiku, ketika namamu kembali singgah di pikiranku— apakah kau juga menyimpan sepercik suka untukku? Aku tak menanyakan cinta, sebab aku tak benar-benar mengerti seperti apa wujudnya. Namun aku memahami satu hal: rasa suka yang membuat degup jantung tak lagi berjalan tenang. Entah mengapa, malam tadi rasa itu terasa sukar dijelaskan. Ia perlahan larut dalam bayang sikapmu. Meski begitu, aku masih merindukan kita yang dulu— ketika tawa hadir tanpa canggung, dan gengsi belum sempat menyelinap di antara kita.
0
Mar 12
Mar 12, 2026 at 12:47 AM UTC
Malam tak Berbintang
Entah sudah hari keberapa aku meragukan rasa yang tertuju padamu. Ragu itu menghampiri malam-malam sunyiku, ketika namamu kembali singgah di pikiranku— apakah kau juga menyimpan sepercik suka untukku? Aku tak menanyakan cinta, sebab aku tak benar-benar mengerti seperti apa wujudnya. Namun aku memahami satu hal: rasa suka yang membuat degup jantung tak lagi berjalan tenang. Entah mengapa, malam tadi rasa itu terasa sukar dijelaskan. Ia perlahan larut dalam bayang sikapmu. Meski begitu, aku masih merindukan kita yang dulu— ketika tawa hadir tanpa canggung, dan gengsi belum sempat menyelinap di antara kita.
Aku sangat berharap rasa ini lekas larut, secepat jarum jam menyelesaikan putarannya.
novitahutami
Written by
Mar 12
Mar 12, 2026 at 12:47 AM UTC
Request permission to use this poem