Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"tulisan" poems
Hating-gabi na mahal, ikaw ay nasaan? Naghihintay ako sa ating tarangkahan. Taimtim na nanalangin sa iyong kaligtasan, Gustong kitang masilayan kahit kabilugan ng buwan. Madaling araw na mahal, wala ka pa rin. Rinig na rinig ko na ang ungol sa labasan. Nagbabakasakaling aking masaksihan, Ang iyong pagdating mula sa gitna ng kagubatan. Hating-gabi na mahal, ako'y takot na takot na. Mababangis na hayop ay nagsimula ng naglipana. Ang ingay ng uwak ay kaliwa't kanang namumutiktik, Dinaig pa ang ingay sa piging ng isang bayan. Hating-gabi na mahal, nagmamakaawa akong umuwi ka na. Ako'y nag-iisa, walang kasama, at takot na takot pa. Nararamdaman kong may mga matang nakatingin, uhaw na uhaw sila. Sa bawat paghinga ko'y alam kong buhay ko ang kukunin nila. Hating-gabi na mahal, nabuwal na ang pintuan. Isang nilalang na may mahahabang kuko't matutulis na ngipin, Ang nakapasok na't naglalaway, gusto na akong lapain, Ngunit ako'y naging tulisan at hinarap ang kalaban. Hating-gabi na mahal, tulungan mo akong puksain. Ang halimaw sa bahay na handa akong patayin. Naging matapang ako kahit walang alam sa pakikipaglaban. Nakipagbuno, nakipagtagisan, at nakipagsaksakan. Hating-gabi na mahal, ako'y kanyang nahuli. Kinagat sa braso at kinalmot sa mukha ng walang pasabi. Sa malalaking kuko niya'y lakas ko'y napawi. Tumilamsik ang dugo, katawa'y nanghina, at ako'y nagapi. Hating-gabi na mahal, ako'y parang kinakatay na. Sa matutulis niyang ngipin, katawan ko'y pira-piraso na. Hanggang sa tumitibok kong puso'y binunot niya, At tuluyan na akong napapikit at nawalan ng hininga. Hating-gabi na mahal, nakauwi ka na ba?
0
Dec 4, 2015
Dec 4, 2015 at 4:29 PM UTC
Hating-Gabi
Hating-gabi na mahal, ikaw ay nasaan? Naghihintay ako sa ating tarangkahan. Taimtim na nanalangin sa iyong kaligtasan, Gustong kitang masilayan kahit kabilugan ng buwan. Madaling araw na mahal, wala ka pa rin. Rinig na rinig ko na ang ungol sa labasan. Nagbabakasakaling aking masaksihan, Ang iyong pagdating mula sa gitna ng kagubatan. Hating-gabi na mahal, ako'y takot na takot na. Mababangis na hayop ay nagsimula ng naglipana. Ang ingay ng uwak ay kaliwa't kanang namumutiktik, Dinaig pa ang ingay sa piging ng isang bayan. Hating-gabi na mahal, nagmamakaawa akong umuwi ka na. Ako'y nag-iisa, walang kasama, at takot na takot pa. Nararamdaman kong may mga matang nakatingin, uhaw na uhaw sila. Sa bawat paghinga ko'y alam kong buhay ko ang kukunin nila. Hating-gabi na mahal, nabuwal na ang pintuan. Isang nilalang na may mahahabang kuko't matutulis na ngipin, Ang nakapasok na't naglalaway, gusto na akong lapain, Ngunit ako'y naging tulisan at hinarap ang kalaban. Hating-gabi na mahal, tulungan mo akong puksain. Ang halimaw sa bahay na handa akong patayin. Naging matapang ako kahit walang alam sa pakikipaglaban. Nakipagbuno, nakipagtagisan, at nakipagsaksakan. Hating-gabi na mahal, ako'y kanyang nahuli. Kinagat sa braso at kinalmot sa mukha ng walang pasabi. Sa malalaking kuko niya'y lakas ko'y napawi. Tumilamsik ang dugo, katawa'y nanghina, at ako'y nagapi. Hating-gabi na mahal, ako'y parang kinakatay na. Sa matutulis niyang ngipin, katawan ko'y pira-piraso na. Hanggang sa tumitibok kong puso'y binunot niya, At tuluyan na akong napapikit at nawalan ng hininga. Hating-gabi na mahal, nakauwi ka na ba?
Continue reading...
33
INFO NYA DISINI GAN n’ SIST : PIN BB: 262878A6 Ukurannya 40×60 cm / Order 1-2 Pcs = Rp. 70.000,-…Order 5 Pcs Ke atas Rp. 65.000,- Bantal Nama Murah Bandung - Untuk menambah koleksi bantal kamu yang unyu-unyu, kayaknya ga cukup kalo cuma punya bantal donat, bantal Nama dan bantal leher aja. Nah, biar koleksi kamu tambah lengkap, siap siaga bikinin kamu Bantal Nama Bantal dengan tulisan nama kalian, nama pacar, nama sodara atau nama orang-orang yang kamu sayangi. Kamu bisa pilih warna warni kesukaan kamu dengan tulisan yang artistik banget. Buat kamu-kamu yang pada galau nyari kado yang cocok buat temen ultah, ponakan, adik atau pacar, pas banget deh kalo kamu pilihin kado Bantal Nama buat mereka. Mau tahu spesifikasi teknisnya? - Bahan dasar velboa - Tulisan velboa (bukan flanel jadi lebih lembut) - Isi silikon (bukan dacron jadi lebih kenyal dan ga kempes) - Waktu pengerjaan normal 14 hari kerja (Kalo lagi banjir order bisa molor dikit) - Ukurannya 40×60 cm (Yang mau panjang bisa request ukuran 40x90cm) - Berat sekitar 600 gram Ok bro and sist, yang blom jelas (ngacung!) invite aja PIN BB marketingnya 262878A6. Harga blom termasuk ongkir dari Bandung. Incoming Search Terms: Bantal Nama handmade Bantal Nama online Bantal Nama murah Bantal Nama Bantal Nama baby Bantal Nama lucu Bantal Nama bayi Bantal Nama bandung
0
Jan 7, 2015
Jan 7, 2015 at 8:49 PM UTC
[BOOMING NOW!!]Bantal Nama Murah | Bantal Nama Unik | Handmade in Bandung
seluruh hidup, kau akan berdengung menyanyikan lagu selamat tidur ke telinga ini, dan di tempat tidur mati ini akan menjadi semua saksi.. suatu hari ku kan memuat sebuah memoar di dalam genggaman tanganmu..diiringi sebuah melodi terputus-putus dan bergetar.. mereka menemukan cinta dan ketenangan seperti mereka belum pernah mengenalnya..seperti sebuah daging yang diangkat dari sinar matahari mereka menemukan cinta dan ketenangan seperti mereka belum pernah mengenalnya..dan tulisan berakhir tanpa sebuah resolusi..sebuah revolusi sebuah kesudahan perlahan, meleleh, melebur melalui ruang dan waktu ke dalam diri lagi..kebutuhan sebuah realita akan menjadi hampa.. mereka berteriak kepada kehampaan “oh wahai kosmos, oh cahaya suci!”.. ia akhirnya belajar dari sebuah bayangan tidak hanya pada kegelapan dan kepada mereka yang tidak percaya pada sebuah proses, kelak akan menjadi akar yang busuk di dalam sebuah kandungan.
0
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 10:47 AM UTC
Revolusi dalam Kandungan
"Cahaya redup itu umpama semesta alam." birunya naungan langit fajar ketika tetes embun hadir di atas permukaan daun pada hari itu kau berujar "Pernahkah kamu tahu bahwa gelapnya mengisahkan beribu kisah?" yang ada suaraku bungkam oleh pertanyaanmu gaungnya terngiang mengisi sudut hampa telingaku sebuah kubus berisi ruang kosong tak beraksara ada sorot matamu yang terjebak di dalamnya "Pernahkah kamu sentuh sisi gelap yang bersembunyi itu?" pernah taman kecil berisi bunga warna-warni dalam suaramu yang sepi kusam, kota lama yang redup di tengah peradaban kuperhatikan rambut ikal panjangmu menjilati tengkukmu sambil disiuli angin yang bernyanyi pelan, begitu tenang "Atau yang tidak sengaja kamu sembunyikan?" "Ralat, yang sengaja kamu sembunyikan." matamu mengerling menerawang memandang langit Juni apa lagi yang kamu dambakan dari gelap pada pagi secerah ini? "Cahaya redup umpama semesta alam, gelapnya mengibarkan beribu ilham." jemarimu cepat berdansa dengan senar begitu cermat ingat pertama kali dua pasang mata sendu ini berkenalan dalam gelap dalam redup lahir melodrama di tengah rintik tangisan langit bulan kedua "Gelapnya mengibarkan seribu ilham. Gelapnya mendatangkan pelangi di tengah tulisan dalam buku kelabuku." diremasnya jemariku, lalu tenggelam dalam beribu rasa bunga-bunga merekah membentangkan senyum sang surya apa lagi yang kudambakan dari gelap pada pagi secerah ini? satu pertanyaan kubisikkan untuk langit biru pada bulan Juni apakah hadirku sudah cukup bagi hari-hari gelapmu? lalu, jemarimu meremas jemariku lebih keras seolah tak pernah ingin lepas.
0
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 8:53 AM UTC
ada gelap, redup, lalu apa?
"Cahaya redup itu umpama semesta alam." birunya naungan langit fajar ketika tetes embun hadir di atas permukaan daun pada hari itu kau berujar "Pernahkah kamu tahu bahwa gelapnya mengisahkan beribu kisah?" yang ada suaraku bungkam oleh pertanyaanmu gaungnya terngiang mengisi sudut hampa telingaku sebuah kubus berisi ruang kosong tak beraksara ada sorot matamu yang terjebak di dalamnya "Pernahkah kamu sentuh sisi gelap yang bersembunyi itu?" pernah taman kecil berisi bunga warna-warni dalam suaramu yang sepi kusam, kota lama yang redup di tengah peradaban kuperhatikan rambut ikal panjangmu menjilati tengkukmu sambil disiuli angin yang bernyanyi pelan, begitu tenang "Atau yang tidak sengaja kamu sembunyikan?" "Ralat, yang sengaja kamu sembunyikan." matamu mengerling menerawang memandang langit Juni apa lagi yang kamu dambakan dari gelap pada pagi secerah ini? "Cahaya redup umpama semesta alam, gelapnya mengibarkan beribu ilham." jemarimu cepat berdansa dengan senar begitu cermat ingat pertama kali dua pasang mata sendu ini berkenalan dalam gelap dalam redup lahir melodrama di tengah rintik tangisan langit bulan kedua "Gelapnya mengibarkan seribu ilham. Gelapnya mendatangkan pelangi di tengah tulisan dalam buku kelabuku." diremasnya jemariku, lalu tenggelam dalam beribu rasa bunga-bunga merekah membentangkan senyum sang surya apa lagi yang kudambakan dari gelap pada pagi secerah ini? satu pertanyaan kubisikkan untuk langit biru pada bulan Juni apakah hadirku sudah cukup bagi hari-hari gelapmu? lalu, jemarimu meremas jemariku lebih keras seolah tak pernah ingin lepas.
Continue reading...
31
*i remember  you more than you know, then don't ever hesitate  to leave me.. and i missing you, then please don't ever hesitate to hide away.. i could lost myself later.. because of you, the teenage girl  that  first i know.. who is close,  will definitely caught by me.. because of you, the princess of hearts.. dare to steal mine.. until i forgot myself.. love me softly, for me,  you are sweet popcorn.. the phantom  heart who makes me  jealous... love me tender, for me,  you are a ripe mango.. the villain of love which makes me so mad...* ┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈ Siratu pundung aku mengenangmu lebih dari yang engkau tahu, maka jangan segan untuk meninggalkanku... aku kehilanganmu , maka jangan sungakn untuk bersembunyi.. aku dapat menyasarkan diri.. karena kamu, gadis terhebat yang pertamaku kenal.. yang mendekat pasti akan ketahuan olehku... karena kamu, sang ratu hati.. beraninya mencuri... hingga aku lupa diri.. kasihi aku dengan lembut, bagiku, engkau berondong manis.. sang siluman hati yang membuatku cemburu... sayangi aku dengan tulus, bagiku, engkau adalah mangga yang ranum.. sang penjahat cinta yang membuatku jadi gila.. heu.. :O  mengapa begitu lebay dan tendensius tulisan ini, ahahay.. =))
0
Jan 11, 2014
Jan 11, 2014 at 1:43 PM UTC
the queen of cranky
sinusunog na mga bahay, sinasamsam ang mga ari-arian, sinasaktan pati ang mga bata, ginagahasa ang mga babae, at pinapatay ang mga lalake. ganito araw-araw ang kanilang sinasapit, hindi sa kamay ng mga tulisan o rebelde, hindi sila ang salarin sa pang-aapi, kundi ang estado at militar ang pasimuno. sila ang pasistang halimaw na naninibasib, pagkat gusto nilang maubos ang mga Rohingya. hindi daw sila taga Burma, latak daw sila ng mga Arabong dayo, kaya kailangan na sila'y malipol. walang magawa si Aung San Suu Kyi, pati s'ya hawak sa leeg ng militar. walang ginagawa ang Amerika at UN, palibhasa wala silang mapapala sa mahirap na bansa. isa na naman ba itong Rwanda, o katulad sa Gaza? walang gustong tumulong sa kanilang walang pakinabang. maramot ang saklolo sa mga madaling maloko, hindi kinakalinga ng langit ang mga tunay na api at kapos palad, sapagkat ang mata ng kasaysayan ay nakatuon lagi sa Europa at sa mga bansang masagana.
0
Dec 11, 2017
Dec 11, 2017 at 4:04 AM UTC
ROHINGYA AT ANG ETHNIC CLEANSING SA MYANMAR
#112715 #3:15PM Tila swelduhan na ng tulisan Pagkat may hithitan na naman Para sa kaban ng Bayan. May oposisyong yama'y satsat Pribadong sektor ba'y gayundin At may lamat? Tila bala ng hasaan Raketa ng ila'y pudpod na Sa platapormang hilaw. Sino nga ba ang kakaatigan? Sa pula, sa puti nga ba ang asahan? Nakaririndi ang melodiya ng pulitika Bagamat may leksyong ipanauubaya Sino ang patas na Tagapaghusga? Siya sanang mag-arok sa puso ng kokorona. Magsusulputan ba ang paninda ni Juan? Dawit ang aprub at tiwalang busal. Marahil may iilang kaniig sa sambit, At ang batas ay sisirit na may pagtitilamsik Sa huli'y magdududa't iinam na ang pag-iisip. Panaghoy nila'y saradong pang-uuyam, Harap-harapang banggaan at mala-pilahaan. Animo't bihasa na nga ang madla Pagkat tinatalunton ang ikot ng roleta.
0
Nov 27, 2015
Nov 27, 2015 at 7:52 AM UTC
E-LEKSYON Na Naman
Cinta aku walau mati Masih hidup Dalam tulisan ku Dalam setiap bibit kata cinta Melalui dakwat air mata Dan setiap barisan lara Cinta aku walau sudah lama pergi Masih bernafas Dalam bait bait permata Sulaman nafas cinta pertama Di atas sehelai selendang Yang dulu mengikat erat akal dan nyawa Cinta aku tetap hidup dan bernafas Di atas empat penjuru putih batasan terakhir nyawa cinta ini Yang jasad sudah lama hilang Ditelan masa manusia
0
Jun 9, 2018
Jun 9, 2018 at 12:54 PM UTC
Masih (Still)
Palembang, 27 Maret 2017 Hari ini aku tak ingin berhenti menulis Bagiku menulis itu sangat berarti Aku bisa mencurahkan isi pikiranku tanpa aku harus berucap Ucapanku terkadang tak didengar orang, kau tahu? AH, bukan! Ucapanku bahkan tak pernah didengar orang Aku hanya batu, yang hanya dilangkahi orang setiap kali berjalan Hari ini mentari bersembunyi di balik awan mendung Namun panas teriknya masih bisa ku rasakan dikulitku Aku hanya bisa berteduh di bawah atap kamarku Padahal jiwa ini ingin sekali menari di bawah mentari Padahal kaki ini ingin sekali tenggelam di pasir pantai yang kasar Ingin sekali rasanya membawa diri ini ke air laut biru nan luas Aku ingin sekali mengapung di air garam yang bening Namun yang kulakukan hanya mengetik tulisan tak berarti Hujan mulai turun Apa daya aku hanya bisa menunggu Aku terkurung di dalam dunia sendiri AKu belum berani tuk berkelana sendiri
0
Mar 27, 2017
Mar 27, 2017 at 1:11 AM UTC
Untitled #4
Kutarik secarik kertas putih Kutumpahkan tinta hitam Kutulis namamu Kuceritakan segalanya Cintaku kepadamu yang terawali layaknya sebuah kepompong Hingga menjadi sebuah kupu-kupu Terbang melintas dunia Berakhir dengan kematian Tetes demi tetes tinta Menyusun kata per kata Membentuk sebuah kalimat yang ramai Mewakilkan mulutku yang membisu Untuk siapa kubuat tulisan ini? Tulisan yang tak lebih melibatkan amarah dan kebencian Namun ditulis dengan sedikit rasa cinta yang masih melekat Putih suci ditimpah hitam penuh dosa Bisik Sang Hati " Lipat dan buang. Sudah cukup sudah. " Jemari bergerak melipat surat itu Berbentuk perahu Perahu kertas. Raga berjalan ke tepi laut Seakan jiwa yang menggerakkan Mulut yang berbisu mengucapkan sebuah doa Tangan melepaskan surat itu Perahu kertas, Bawalah mimpi buruk ini berlayar denganmu Berlabuhlah di neraka Agar dosa dan penyesalan ikut terbakar disana.
0
Nov 18, 2017
Nov 18, 2017 at 4:32 AM UTC
Perahu Kertas.
aku mencoba memahami setiap isyarat yang terbentuk menerjemahkan tanda- tanda pada tiap tiap elemen yang ada menafsirkan tak semudah itu teoripun wajib diacu belum, aku harus menyelam lebih dalam ini belum cukup untukku aku masih haus akan pengertian bagaimana ini bisa? bagaimana itu bisa? akupun masih terus menggali untuk ku tuai jawaban semua punya maksud dibelakangnya warna, gerak, ujaran, tulisan bahkan titik dan garis aku mencari arti dalam arti mengupas tanda didalam tanda ini tentang makhluk berbahasa aku, bahkan tiap insan punya identitas ada makna yang harus kusampaikan ada arti yang harus dipahami aku memang bukan ahli tapi ku mau pelajari
0
Aug 21, 2017
Aug 21, 2017 at 11:05 AM UTC
BAHASA
Tahun lalu kita menyusun rencana Menuliskannya pada setiap lembar catatan Di antara selipan buku laporan Meletakkannya secara berantakan Hingga lupa mana tulisan Mana struk belanjaan Memang benar tolol aku kala itu Membangun cinta di atas rasa penasaran Dan selalu berakhir pada tempat pelarian Malam itu kau membelikanku sebuah rak buku Untuk hadiah ulang tahunku Karena tidak ada lagi yang dapat kita perbincangkan Setelah lepas habis cerita kau bacakan Dan aku selalu ketiduran dan tak pernah serius mendengarkan Hujan kembali berderai dengan ringan Malam pekat angin berhebus tak karuan Aku masih mabuk di pangkuan kegelisahan Memukul rata puisi menuliskannya hingga nanti aku mati
0
Apr 13, 2021
Apr 13, 2021 at 7:41 AM UTC
Rencana
Isa itong tablang parisukat, platapormang nakaangat. Dito tumatayo ang nakabarong at Ingleserong mga tulisan pag gusto nila maging legal ang kanilang gagawin na pagnanakaw sa kaban ng bayan.
0
Nov 6, 2017
Nov 6, 2017 at 12:36 AM UTC
ANO ANG ENTABLADO?
Di hatimu ada tulisan yang tak pernah selesai. Tentang rindu yang lumpuh di tengah jalan dan perasaan yang mekar di tempat lain. Jauh dari yang tak akan kembali. Jauh dari yang tak pernah terjadi. Kau seperti sebuah bayangan Yang tak pernah bisa ku kejar Kau seperti sebuah angin Yang tak pernah bisa ku gapai Kau hanyalah harap Yang hanya bisa aku dambakan. Tak dapat di raih. Hanya dapat dirasa. Itulah kamu. Orang yang ku kagumi.
0
Jun 12, 2019
Jun 12, 2019 at 5:54 AM UTC
Engkau.
Tulisan tanganmu Surat darimu Membuat ku terbangun dari mimpi indah yang panjang Kutarik simetris bibir ini Tak sanggup Ketika kucoba menampakkan raut bahagia Tak bisa Hati ini terus menjerit Menangisi segalanya Menerjang batas logika Emosi seorang wanita
0
Jan 5, 2017
Jan 5, 2017 at 3:00 PM UTC
RASA
Setelah lihat status temanku, aku tersadar . Begini tulisan di status nya "Karena takdir tak selalu sesuai rencana, itulah mengapa di setiap do'a ada semoga." Semoga panjang umur, semoga sehat selalu, semoga cepat sembuh, semoga bahagia, dan semoga yang lainnya. Kita semua itu berharap pada satu hal, yaitu berharap agar sesuatu yang kita inginkan bisa terwujud sesuai rencana. Terlepas dari adanya takdir yang sudah mengatur semuanya menjadi sedemikian rupa. Semoga kata semoga yang dipanjatkan bisa terwujud tanpa ada kendala di perjalanan nya. Semoga bahagia.
0
Aug 7, 2019
Aug 7, 2019 at 10:27 AM UTC
self reminder
Sepanjang perjalanan duka aku, Kau datang dalam celahan ramai, Tulisan kau seolah faham tulisan aku, Terbang aku semacam tak reti duduk. Ah kau. Nampak je lain. Akhir sekali, 'selamat tinggal Sarah'.
0
May 11, 2017
May 11, 2017 at 10:19 AM UTC
Write
ah bagaimanalah aku bisa menulis tentangmu? kerna tak ada bait kata bisa melukis senyummu tak ada puisi indah dapat menceritakan bagaimana matamu bersinar cemerlang saat kau jatuh cinta, dan tak ada tulisan yang bisa membuat tafsiran fikiranmu yang sesak. kamu sempurna, aku sahaja yang biasa buat kamu. . . malam itu kita sibuk berbahas soalan, tapi... tak kau habiskan cerita tentang kisah cintamu yang berakhir kejam, tentang amarahmu terhadap ditaktor dan bencimu pada korupsi, dan tentang bagaimana angin rindu entah dari siapa yang tak lagi menyapa pipimu... "kamu cantik" cara kau memutus obrolan kita, "kamu pintar!" bilangku sebagai jawapan pada pujian itu . . seperti kecewa dengan semesta yang tak pernah ramah denganmu "dunia ini sibuk, ya? porak perandanya tak habis" kau soalkan dunia kepada ku seperti sengaja... . aku yang mentah soal dunia dan kamu seolah tahu selok beloknya fikiranmu kacau banyak soalan tak berjawab ada cerita yang tak kau bilang pada dunia ada luka yang tak tersembuh dengan cinta ada rindu yang tak disentuh dan ada nama yang tak ingin kau sebut riak muka mu aku tahu, kamu sedang tak aman tapi kau temukan nyaman denganku aku yang sifatnya sementara . ah.. bagaimanalah aku bisa menulis tentangmu? kamu terlalu bijaksana buat ku kau bukan lawanku... dan aku cuma ingin menyentuhmu mengubat jiwamu.. ah.. bukan, aku ingin merinduimu! meski kita tak lagi pernah bertatap mata . . . semoga kita ketemu ya?
0
Aug 30, 2022
Aug 30, 2022 at 10:33 AM UTC
bukan puisi buatmu tapi kisah dongeng malam buat kamu
Mengingatmu hingga mati, aku tak berjanji. Tapi setidaknya dalam tulisan-tulisan ini, kau kan abadi.
0
Jun 12, 2017
Jun 12, 2017 at 8:13 AM UTC
Dalam Tulisan
apa khabar? . . walau ku tau takkan berjawab tapi aman saja rasanya bila ku bertanya . kita menang, dan... tulisan kita sudah dibaca ramai org puisi kita di tempat pertama! nukilan kita dibaca orang orang patah hati . . . cukup banggakah kau dengan ku? tapi cukupkah aku untuk kamu?
0
Aug 15, 2022
Aug 15, 2022 at 1:51 AM UTC
kau tak kembali
Tolong ajari aku definisi cinta. Ketika bersamamu adalah segala jawaban. Aku memilikimu dalam mimpi, dan memelukmu dalam hati. Sampai jumpa nanti malam, saat sejiwa adalah berdua.
0
Nov 20, 2019
Nov 20, 2019 at 8:37 AM UTC
Tolong Buat Tulisan tentang Sejiwa Berdua
Mungkin kalian bertanya mengenai sosok yang aku sebutkan di tulisan ku sebelumnya Yaa.. Satya Seorang laki-laki yang mengisi hari demi hari seorang perempuan yang dari dulu sudah sendirian, kesepian, dan kesakitan menghadapi dunia nya Bagaikan bias pelangi yang melukis abu-abu nya langit, begitulah ia Hadirnya mengisi segala kekosongan yang ada pada diri ini dan mengisi penuh sesak dengan kasih sayang nya yang tak terhingga Setelah ribuan pertanyaan yang selalu menyerbu kepala, lalu sampai pada kesimpulan "ternyata aku bisa ya dicintai sebegininya oleh seseorang?" Menjadi cinta terakhir nya adalah kalimat yang selalu ia utarakan di bibir yang selalu menampakkan senyum manis nya Namun perempuan ini tidak menyangka dalam waktu yang sangat singkat hal itu menjadi kenyataan, sebelum sekarang ia sudah berada di tempat terbaiknya Ia berpulang.
0
Feb 19, 2024
Feb 19, 2024 at 11:07 AM UTC
Satya; a sincere and loyal soul