Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"tersirat" poems
Gadis itu pulang dengan kepingan jiwanya Berusaha untuk menahan segala rasa sakit Semua ia simpan rapat-rapat walau tersirat dari matanya Ia menghempaskan badan diatas tempat tidur Sambil sesekali memijat keningnya, berharap rasa sakit tak akan hinggap kesana. Lalu ia berusaha tak mengingat-ingat semuanya Berharap entah bagaimana caranya agar ia mematikan perasaannya Dalam hati ia bertanya "kapan terakhir kali kau bahagia?" Tak ada satupun yang bisa menjawab pertanyaan itu Ia hanya menatap langit-langit kamar  sambil tersenyum pahit. "Yah, begitulah realita hidupmu. Tersiksa karena jatuh berkali-kali untuk orang yang salah" Otaknya berbicara pada hati yang masih kukuh membela perasaan yang ia punya Ia tak bisa lagi menampik bahwa kepala dan hatinya setelah ini tak akan pernah ada di kubu yang sama Karena kelalaian hatinya lah ia berada disini sehingga logika menghukum hati itu, menutup pintunya rapat-rapat dan menenggelamkan kuncinya kedalam samudera pemikirannya. Suara hujan mengiringi gadis itu Tak terasa satu demi satu tetes air mata mengalir Ia hanya bisa memejamkan mata dan berkata "Aku sudah tak punya hati lagi"
0
Dec 14, 2015
Dec 14, 2015 at 7:09 AM UTC
Hujan Desember
Pada hari yang baik di bulan yang baik ini; Hujan turun lagi membasahi segenap pertanahan; Di balik bulirnya seorang pujangga termenung; Menuliskan kembali lirik-lirik tersedih dalam puisinya: Wahai imaji hujan di masa lalu; Pernah kulupa namun mengapa belum kurela? Wahai melodi hujan di masa lalu; Kembali kau ketuk palung paling dalam; Kehalusan suara wanita yang pernah ada; Mengapa tak lenyap bersama kejatuhanmu? Apakah lagi-lagi aku berdiri pada persimpangan yang sama? Penuh kabut, memudar namun seyogianya belum sirna; Tahun demi tahun telah berlalu bersama kejatuhan hujan; Namun mengapa kesepian tak pernah berlalu? Walau kesedihan menolak segala kefanaan; Yang belum berubah menjadi sebuah kejadian; Yang menolak segala bentuk pengulangan; Apakah kekosongan merupakan bentuk realita tertunggal Yang selamanya akan terus berbahasa dalam kebisuannya? Mengapa masih aku mengaku yang tertabah; Jika musibah tak mampu melenyapkan; Segala terpaan angin rindu yang pernah berhembus? Jika segala ketakuan masih menjadi ada dalam tiada; Mengapa pernah juga kau lepas ikatan kita? Perlahan kata-kata itu meresap kepada perakaran; Sebolehjadinya ujung pena tak mampu memahami; Segala makna yang tersirat dalam rampaian puisinya; Bila kepergianmu adalah kesenduan dari berkat kehidupan; Ajarkanlah aku berdamai dengan segala bentuk prasangka; Yang datang bersama bayanganmu di kala hujan.
0
Jun 19, 2017
Jun 19, 2017 at 6:45 AM UTC
Sabda Hujan di Musim Semi
Pada tiap bait puisiku berisikan lantunan merdu perihal dia dan suka. Larik-larik sajaknya dirancang manis menyurat rasa yang tersirat. Pada tiap bait puisiku kuingat tatapnya yang hangat dan malu-malu membuat aku gugup melulu. Dipuisi ini, kutulis rayu dalam kata tuk ramu gugupku jadi haru. Pada Rabu di sorenya bernada, mendera, bergelora berbicara perihal harinya yang gembira.
0
Oct 25, 2022
Oct 25, 2022 at 12:50 PM UTC
Dirancang Manis
*there is no implied right to dim the sun .. there is no sign most solemn moon .. when wood was burn by the fire until melted charcoal, then earth sincerely embracing ember without a groan..* ┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈ "tiada tersirat sang mentari kan meredup, tiada tersurat rembulan kan tersyahdu.. bila kayu terbkar oleh api hingga melebur arang, maka bumi kan tulus merangkul bara tanpa mengerang.."
0
Dec 21, 2013
Dec 21, 2013 at 5:45 PM UTC
sincere straight forward
Kosong lagi hampa Apalah artinya rasa Penuh luka lagi derita Bahagiaku telah direnggut masa Sepiku yang tertinggal sisa Sedihku tidak tersirat Dukaku tidak tersurat Hatiku telah patah arang Apakah keajaiban akan datang? Apakah rasa akan kembali terulang? Apakah kau akan pulang? Berkhayal aku di antara temaram senja Menikmati luka yang tlah kau beri cuka Pernah aku sedikit bertanya, masih adakah rasa tercipta? Pernah aku sedikit bertanya, masih bisakah kau dan aku bersama?
0
May 6, 2018
May 6, 2018 at 3:09 AM UTC
Rasa
Jemariku bergetar saat menuangkan isi hati dan kepalaku kali ini. Entah sudah berapa purnama ku lewatkan tanpa berada di bawah atap yang sama denganmu. Bertukar suara via telepon genggam —yang hanya secuil dibanding dengan waktu duapuluh empat jam— pun ku sudah lupa rasanya. Namun satu hal yang pasti, bagian darimu akan selalu jadi bagian dariku. Akan ku bawa sampai ke ujung waktu. Mungkin aku akan pergi lebih dulu, atau mungkin engkau? Tak ada yang tahu. Semoga Tuhan tetap melindungi, di mana pun kau berada sampai nantinya kita akan bertemu kembali. “Namamu jadi rahasia, dalam diam kan ku bawa; mendarah.” –Mendarah, Nadin Amizah
0
Jun 5, 2020
Jun 5, 2020 at 1:56 PM UTC
Surat Tersirat
Semesta, aku sedang senang Mungkin awalnya dia duluan yang senang Tapi dia berikan aku kata dalam suara Bukan sekedar huruf Tapi ini bukan tentang dia yang kamu tau Bukan, bukan dia yang berhasil singgah dihati Masih dia yang menjadi sahabat dalam sepi Dia yang bercerita dalam hujan Seolah suaranya datang bersama angin Tapi anehnya, yang aku rasakan hanya bahagia Tidak ada takut sedikitpun Tidak ada niatan buruk tersirat apalagi tersurat Senyumnya sejuk seolah membawa pelangi Sehabis hujanku reda
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:35 AM UTC
Senyum sejuk
••• Tak apa.. Dalam hidup pasti akan ada cela Tak apa.. Biarkanlah mereka semua tertawa Hidup memang tidak akan pernah sempurna Namun, hidup akan selalu menyimpan cerita Dan selalu ada makna indah tersirat di dalamnya Yang akan menuntunmu untuk belajar dewasa Dirimu hanyalah milikmu Ragamu akan selamanya menjadi milikmu Begitu pula dengan sukmamu, Yang akan selalu terikat dan melekat pada jiwamu Mereka yang mencela Hanya melihat yang ada di depan mata Namun, dirimu lah yang tahu semua di balik realita Biarkan mereka puas mencela tanpa rasa iba Namun, kau harus percaya Tiap nyawa memiliki kebaikannya Tiap jiwa memiliki indah benderangnya Dan tiap insan, pasti memiliki jalan terbaiknya Kamu hebat meski tidak sempurna Kamu indah meski tanpa dasar fakta Teruslah berteman dengan semesta, Niscaya kau kan temukan "bahagia" •••
0
Jun 7, 2020
Jun 7, 2020 at 9:49 AM UTC
Bahagia di Balik Semua Cela