Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"terlampau" poems
Palembang, Selasa 29 November 2011 Maaf,,, Maaf hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan Sungguh,,, Kalian tahu sendiri aku terlalu bodoh tuk berbuat Dan aku terlalu bodoh tuk bicara Yakinlah,,, Aku selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi Jadi orang yang mudah senyum dan menyapa Tapi kalian tahukah? Tuk melakukannya itu terlampau sulit bagiku Bila hidup ini ku kurung sendiri Ku kunci sendiri Tanpa interaksi Aku tahu kalian pun bertanya Mengapa aku terpilih bila aku tak bisa apa-apa? Jawabannya adalah beruntung Ya, terkadang Keberuntungan mau berteman dengan ku Tapi lebih banyak ia meninggalkan ku Kalian pasti tahulah mengapa ia meninggalkan ku Karena aku tak pandai berteman Karena bakat ku melukai perasaan orang Meski aku tak bermaksud Terkesan begitulah di hati kalian Sekali lagi Maaf aku tak bisa menjadi yang kalian mau Inilah aku apa adanya Yang ku mau kalian bisa sabar Sehingga terbiasa menghadapi aku yang sekarang
0
Nov 29, 2011
Nov 29, 2011 at 8:05 AM UTC
Untuk Kalian
pengecut itu hidup di sela huruf-huruf yang diukir oleh jari mahirnya sambil bersahut bunyi dengan si gadis di medio sunyinya malam. pengecut itu dalam senyap ia merayap ke pucuk harapan seorang gadis dengan senyuman kecut. sibuk sembari mabuk si gadis membingkai peti mati berbaring harapan si gadis dorman tak tersemai karena buaian sang pengecut perlahan menjadi kata tanpa arti, janji tanpa bukti. teruntuk: sang pengecut yang pucat pelasi kala bertemu namun terlampau berani di balik ruang semu
0
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 10:07 PM UTC
di ri ku • di ri mu
Upaya faal semesta Beginilah adanya Insan di dalamnya Begitulah hadirnya Katamu semesta tiada pernah salah Dan aku percaya padamu, pada semesta Bahkan ketika waktu terus pergi Dunia lantas berevolusi Kalakian musim bersilih Keyakinanku padamu tak lantas lenyap Lain halnya dengan waktu, dunia, musim, dan cinta Katakan Kau dan aku, apa kita pernah mengkhianati buana? Sehingga menjadi kami adalah kesulitan berarti Arkian, cinta ubah wujudnya jadi bersyarat Insan, iman, susila, keharusan Sedang cinta terlampau luas layak angkasa Semesta tak salah, aku percaya Begitu juga cinta
0
Nov 10, 2018
Nov 10, 2018 at 8:26 AM UTC
Saya Asing Bagimu.
Siang ini, jam tidak berputar terbalik Angin juga memutuskan untuk Berhembus ke satu arah saja Burung jalak di hening mulai menyanyi Berlagak galak Dan merapal sebuah lagu Hanya rerumputan yang lupa Tajamnya kidung mentari Pikirnya, Sakit tak akan membakar borok Yang dimiliki Apabila tak dirasa Lupakan saja, Jangan buat lagu apapun lagi Untuk mentari Biarlah ia murka sepuasnya Siapa tahu rumput Barangkali sedang impikan hujan Yang tak kunjung lebur Dalam lubuk hatinya Aku ingat kau pernah Beralasan: Aku tak mungkin berdiri Di bawah mentari, Dalam nadi dan degupku Mengalir bulir hujan Terlampau Getir dan gelap
0
Apr 19, 2016
Apr 19, 2016 at 3:38 AM UTC
Harap Dapat Memperindah Borok
pengecut itu hidup di sela huruf-huruf yang diukir oleh jari mahirnya sambil bersahut bunyi dengan si gadis di media sunyinya malam pengecut itu dalam s e n y a p merayap ke pucuk harapan seorang gadis dengan senyuman kecut sibuk sembari mabuk si gadis membingkai peti mati berbaring harapan si gadis yang dorman tak tersemai karena buaian sang pengecut perlahan menjadi kata tanpa arti, janji tanpa bukti teruntuk: sang pengecut yang pucat pelasi kala bertemu namun terlampau berani di balik ruang semu
0
Sep 2, 2019
Sep 2, 2019 at 9:48 AM UTC
bedah rumah, eps 7
Semesta, kok akhirnya begini sih? Aku seperti tidak bertujuan Tujuanku seolah dihancurkan Aku hanya ingin menjaga hatinya Tapi kenapa sulit ya? Dia membuat jarak yang terlampau jauh Tak bisa aku sebrangi Kabar tidak akan lagi ku dengar Nyamanku tidak akan lagi ku tunjukkan Dia memintaku berhenti perlahan Ya, aku ingin berhenti Tapi, hatiku masih ingin mencoba Tolong jangan buat aku bingung dengan kebingunganmu Mintalah aku pergi agar aku benar-benar pergi Dan tolong jangan beri harapan lagi
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:37 AM UTC
Sakit hati