"tepuk" poems
Sejak kecil mereka aku kasihi dengan sangat
Tak boleh ada masalah dan persoalan yang didapat
Aku memberi yang dibutuhkan
Walau kadang agak dipaksakan
Melalui hari-hari sekolah kalian ku bimbing
Melalui waktu-waktu susah kau ku bina
Mengarungi saat-saat penting kau kutemani
Tak ada saat dimana kau kutinggalkan
Masuk masa perkuliahan kau dapatkan
dimana kau ingin melanjutkan pendidikanmu
Walau seakan mustahil tapi Tuhan memberi
itulah yang aku ingatkan
Masa-masa perkuliahan kau jalani juga nak...
Ada rasa berontak yang tak terperi
Ingin mencoba dunia seni
Dimana banyak hidup berseri
Tepuk tangan dan kata-kata manis
Kau terima dengan senang hati
Untuk kebanggaan diri pribadi
Untuk kejayaan yang kau ingini
May 2, 2017
May 2, 2017 at 12:01 AM UTC
Nanti, jika 2 Januari sudah sampai di ujung langit tepuk pundakku
Jika sebagian nadi masih dingin tepuk lagi sampai terbangun
Rasanya apa yang berbelit harus dititipkan padanya dengan kaleng kotak berisi tiga beras putih
Masing-masing dibalut kertas pertanyaan dan pernyataan menyalahkan
Ntah marah kepada Rabb-mu, atau apapun yang berdiri disekelilingnya
Lebih memalukan lagi ia telah menjadi orang lain
Nanti, jika langit 2 Januari sudah berubah kuning kemerahan, usap punggungku
Ia cuma perlu tenang yang menenangkan.
Jan 1, 2019
Jan 1, 2019 at 7:57 PM UTC