"teman" poems
Palembang, 3 November
Masih ingat ku di usia muda
Saat ku dikelilingi ruang hampa
Jari tetap menggoreskan tinta
Hati tetap menerawang asa
Di hati terdalam terselip doa indah
Permohonan gadis kecil yang kesepian
Aku berdoa tapi terus bekerja
Sendirian.. Tak ada seorangpun di sekitar
Merasa orang biasa tak kan mengerti
Susah pun tuk diungkap
Tak mampi lagi berucap
Malu pun yang ada di setiap kata
Berjanji kepada Tuhan
Akan berbuat baik jika diberi teman
Tipe yang langsung mengerti akan keadaan
Dan tak harus ku ucap lagi tuk Dia dengarkan
Bisa ku dengar semua sunyi
Ada kejutan dibalik kesunyian-Nya
Akan selalu ku nanti Soulmate Aridea
Hingga Tuhan percaya aku akan membutuhkannya
Created by. Aridea Purple a.k.a Erika Maya W Handoko
Nov 3, 2011
Nov 3, 2011 at 9:32 AM UTC
Kini belum dipertemukan
Aku dengan soulmate yang dinanti
Teman ku menjauh
Aku sendiri di sini
Tapi biar
Aku jalani sendiri hidup ini
Toh di pulau seberang
Ku cari lagi teman sejati
Memang tak jodoh
Aku berteman dengan semua
Di Jakarta ini aku berbuat kesalahan
Hingga tersakiti oleh mereka
Mereka membuat ku cemburu
Tapi aku rela asal mereka bahagia
Biar aku diam di sini
Agar mereka tak tersakiti
Oleh sikap ku yang tak sengaja
Melukai hati mereka
Maaf aku teman, ku tak ingin menyakiti
Asal kalian bahagia, siksa saja aku ini
Created by Aridea Purple
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:39 PM UTC
Kau ini siapa?
Aku berbicara seakan sangat mengenalmu
Menyebut namamu penuh kerinduan,
seakan dua sahabat yang sudah lama tak bertemu
Aku serius bertanya, Kau ini siapa?
Menceritakanmu ke teman-teman ku di sekolah,
seakan kau ini seseorang yang ku kenal di dekat rumah
Aku sekali lagi bertanya, Kau ini siapa?
Tahukah kamu aku mencintaimu tidak sengaja,
mengenalmu memandangmu hanya dari kata-kata
Kau ini terbuat dari apa?
Mencintaimu sungguh menyakitkan
Ingin rasanya aku mati saja
Terkubur bersama rasa ini
Rasa sakit yang entah mengapa,
sakit karena mencintaimu terlalu dalam
Jun 11, 2012
Jun 11, 2012 at 3:01 AM UTC
Kau... membenciku kah?
tidak menyukaiku? atau mungkin kau iri padaku?
Kau begitu munafik!
dulu aku selalu bercerita tentangnya padamu, meskipun aku dan dia sudah tak lagi bersama kau pun tahu aku masih sangat sangat menyukainya. Kau tahu aku mengaguminya berbulan bulan, kau juga tahu untuk mendapatkan hatinya seperti berlari mendapatkan satu bintang kecil. Walau pada akhir nya aku hanya jadi pelampiasan perasaannya, tapi aku masih sangat menyukainya pada waktu itu meski kenyataannya harus seperti itu.
Aku teman mu, dan aku juga tahu kau juga temannya lebih dekat dari sekedar pertemananku denganmu.
tapi apa kau tak bisa mengahargai perasaanku sebagai temanmu?
kau tahu semua isi hatiku tentangnya, tapi mengapa kau sekarang?
memadu kasih dengan dirinya yang sampai detik ini kau tahu aku masih sangat mengaguminya!
kau jahat! kau benar-benar penghianat bertopeng pertemanan!
kau bukan lagi temanku sekarang. Itu terlalu sakit, sangat sakit untuk ku percaya.
kau bahkan hanya mengatakan maaf hanya untuk sekali seumur hidupmu?! itukah dirimu yang sebenarnya? menikamku tanpa ampun.
kalian berdua sama saja, tak ada gunanya aku mempertahankan seorang teman penghianat, dan sorang pengagum yang gila perempuan.
'seorang pencuri kekasih sesungguhnya mencuri seorang penghianat!'
Oct 10, 2013
Oct 10, 2013 at 11:30 PM UTC
dari awal memang aku hanya kertas kosong bagimu
tak bisa digambar, tak bisa ditulis
yang terlupakan, yang tertinggal
yang terbuang, tak berharga
meski ku coba tuk tulis sendiri
kau hapus begitu saja,
dan kau buang
nama ku tak pernah kau sebut
mungkin karena kau lupa
mungkin karena kau tak suka
aku Erikaa
kau bisa panggil ku apa saja
sesukamu
tapi jangan,
jangan kau tak menyapaku
ku baca statusmu
diam-diam,
dari akun temanku,
teman baikku
kau benar suka dia?
haha tentu saja!
kau kembali ke kampung halaman,
besoknya kau pergi lagi menjemputnya
oh betapa beruntungnya dia
dicintai malaikat sepertimu
jika kau menikah,
apa ada kau akan mengingatku?
mengingat kekonyolanku?
menertawai kebodohanku?
kini semuanya ku buang,
semua tentangmu
senyummu,
candamu,
tapi ku mohon,
izinkan aku menyimpan foto-foto mu
bukan foto dirimu,
tapi foto mu,
pohon, jalanan, Samudera Atlantik, yang kau foto
No!
Akan ku hapus semua!
Terima kasih tuk selama ini.
Kau tlah berikan 0.5% cinta mu padaku
Terima kasih telah 99.5% membenciku
sehingga aku sadar akan kedudukanku
Terima kasih sudah 100% mencintai dia
aku yakin kau takkan menyakitinya
""Selamat G----- F--------- F--------
Semoga kamu BAHAGIA""
Sep 24, 2012
Sep 24, 2012 at 11:35 AM UTC
Palembang, 25 Desember 2011
Ini aku apa adanya
Aku yang berbakat
Aku yang multi talenta
Aku yang serba bisa
Aku yang terbaik
Ini benar-benar aku apa adanya
Berbakat menyakiti hati orang lain
Dengan segenap kata-kata pedas yang ku lontarkan
Ini aku apa adanya
Multi talenta
Juara satu mempermalukan orang lain
Juara umum membuat orang lain menjauh
Inilah aku! Apa adanya
Serba bisa membuat orang lain marah
Bisa berbohong
Bisa mengejek
Bisa sok tahu
Bisa segalanya. Aku yang terburuk
Akulah yang terbaik
Terbaik yang mampu membuat teman-teman ku berpaling
Terbaik sebagai bahan omongan sedunia
Terbaik menjadi bahan ejekan orang -orang
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 7:44 AM UTC
*Berderap tegap nyaring bersuara
Saat pertama ku pajang jakun menutup pundak dan dada
**"Universitasku universitas Indonesia. "
"Terangkum dalam frasa 'buku pesta dan cinta'"**
Sayang hanya dalam nyanyian belaka
Isi kisahku hanya buku, tanpa pesta dan cinta
Jangan kurang jangan lebih jua
Pesta dan cinta punya takar unik pas tuk dicoba
Seperti kopi kelebihan kekurangan gula
Ada takaran pas 'tuk tiap lidah yg meminta
Kisah uiku kisah pesta
Pesta merayakan kebahagiaan, kejayaan, atau mungkin lepasnya keperjakaan
Kisah uiku kisah cinta
Cinta teman sebaya, cinta maba alat pelampiasan atau cinta kakak tingkat kece mempesona
Jika kisah uimu belum ada pesta dan cinta
Maka jangan paksa diri menyeret kaki lepas dari skripsi dan tugas yang ada
**Entah malang atau baik nasib akhir kisahnya
Jangan mau lulus jika belum mencoba***
Oct 24, 2016
Oct 24, 2016 at 1:09 PM UTC
Palembang, 28 Juni 2012
Haruskah ku hapus semua fotomu dari folderku?
Haruskah ku buang semua gambarmu dari kotakku?
Haruskah ku remove kamu dari teman facebookku?
Haruskah ku unfollow kamu dari twitterku?
Haruskah ku kubur dalam-dalam kertas puisi untukmu?
Haruskah ku tutup semua jejaring sosialku?
Haruskah ku berjalan ke seluruh dunia,
menghafal semua nama negara tuk melupakan namamu?
Haruskah ku menyelami seluruh samudera,
mengingat semua rupa makhluk laut
agar bisa melupakan rupa wajahmu?
Haruskah aku menyusuri padang pasir serta pegunungan,
berjalan tanpa arah supaya melupakan jalan rumahmu?
Haruskah aku terjun dari tebing tertinggi,
atau dari jurang terdalam,
supaya kepalaku terbentur dan melupakan semua tentangmu?
Haruskah?
Karena aku sudah tak sanggup lagi di sini
Hidup denganmu, dengan kamu
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:06 PM UTC
Ayahku adalah Cahaya
Yang menerangiku dalam perjalanan di dunia
Menuntunku tuk memilih arah yang tepat
Menyayangiku sepanjang doanya
Memelukku dari jauh dalam sholatnya
Menciumku melalui ayat-ayat suci yang dibacanya
Ibuku adalah Udara
Yang memberikanku kehidupan ini
Yang menyentuhku dengan hati
Menyayangiku sepanjang kuku yang akan selalu tumbuh
Merangkulku dengan hati dan pikirannya
Merawatku sepenuh hati dan segenap raganya
Adik-adikku adalah Air
Yang menyejukkan dengan senyuman mereka
Motivasiku tuk meraih impian mereka
Alasanku bekerja keras tuk membangun bahtera
Dengan mereka aku sangat bahagia
Dengan suara mereka aku kuat
.
.
.
Namun aku hanyalah Aku
Yang tak mampu memiliki mereka seutuhnya
Yang tak miliki cukup banyak waktu tuk mengenal mereka
Yang jarang bersua dan menanam rindu pada mereka
Aku hanyalah pejuang di Samudera Seberang
Aku hanyalah Aku
Yang memiliki perasaan dan pikiran
Tuk memilih jalan hidupku sendiri
Yang membutuhkan seorang teman
Teman sejati yang sejak dulu kun anti
Teman yang benar-benar tean
Yang ada di sampingku saat susah senang
Selamanya …
Jan 20, 2014
Jan 20, 2014 at 9:53 AM UTC
Senin, 28 April 2008
Aku sendiri di sini
Teman ku menjauh
Lagu kakak ku tak tergetar
Lirik indahnya menghilang
Lidah ku sakit
Tak bisa berkata
Angin pun menjauh
Peluh dingin terasa
Duduk sendiri ku di sini
Menulis kata bahwa ku sepi
Ingin ku ucap di hadapan dunia
Tapi tak sampai ku ke sana
Kenang lagu kakak ku tersayang
Hatiku sejuk tangis datang
Melihat semua menjauh
Tpi lagu kakak selalu menghibur
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:34 AM UTC
Aku memiliki seribu mimpi tapi ibu bilang aku tak tahu diri
Tak mengerti keadaan dan kondisi, akupun berhenti membicarakan itu dengannya.
Kopi panas yang ku seduh dengan kekecewaan kemarin pagi diseruput lega olehnya.
"Jadikan perkataan mereka cambuk bagimu"
Salah seorang teman pernah berkata begitu padaku.
Tapi kepalaku ini berisi setan-setan bengal!
Mereka hanya mengerti kesedihan dan kemarahan.
Aku tidur dengan tangan penuh tinta merah setiap malam,
berusaha memindahkan kotak-kotak terlarang dari sudut mimpi ke ruang kegagalan.
Mereka berhenti mencoba membunuhku tapi kali ini mereka menaruh racun disetiap gelas yang akan ku teguk
Bukan! Bukan racun mematikan
tapi cukup membuat jiwaku lumpuh untuk waktu yang tak menentu
Aku berhenti membicarakan mimpi-mimpiku kepada siapapun
Aku tak ingin mimpi yang tersisa hancur diinjak-injak oleh kaki yang bahkan tak peduli berapa lama aku membangunnya 'kembali'
Tahun-tahun tak bernyawa
Meludah kata-kata serapah seakan hatiku dinding beton dingin
Kecukupan seperti apa yang membuat mereka bahagia!
Atau biarkan aku tergeletak di kasur lembut itu
Jangan! Jangan coba bangunkan aku
Mungkin ketenangan di dalam sana mampu meredam kekacauan di kepala malamku
Jan 23, 2016
Jan 23, 2016 at 12:53 AM UTC
Palembang, 31 Desember 2011
Ku tak berharap malam ini akan spesial
Mengingat kembang api tak mau memperlihatkan sinarnya
Terompet pun enggan mengumandangkan suara nyaringnya
Apalagi, arang bersumpah takkan membara malam ini
Jahat sekali mereka padaku
Aku sudah mengira malam ini akan menjadi bosan
Ditinggal sendirian di rumah
Dilarang pergi ke rumah teman
Ditambah modem tak mau konek
Jahat sekali kalian padaku
Baiklah
Aku hanya bisa bermimpi saja
Mendengar gemuruh kembang api
Melihat cahaya indahnya
Menghirup wangi jagung bakar
Menyantap ayam panggang
Dan ketika aku kenyang, aku tertidur
Esok pagi
Yang ku temui hanya sepi
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:39 AM UTC
Ku pandangi langit yang dihiasi puluhan burung yang terbang
Aku merasa iri pada mereka karena mereka tak sendiri seperti aku
Di malam hari aku termenung tiada teman yang menemaniku
Di siang hari aku memandang burung yang terbang tanpa teman
Adakah orang yang mau menemaniku?
Entahlah, aku merasa terbelenggu
Temanku menghilang meninggalkan aku
Tak sabar aku menunggu teman yang baru
Akan ku ajak teman baruku
Ke tempat terindah di langit biru
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:43 PM UTC
Jakarta, 13 Mei 2007
Ku pandang sisi-sisi sudut di sebuah ruangan
Tiada apapun yang dapat ku kenang
Selain seorang teman yang setia kawan
Ku harap ada seorang kawan yang menemaniku
Di kesunyian malam yang terus mengancam
Seolah tak peduli akan ketenangan
Namun
Ku mencoba untuk sabar menanti kerinduan
Pada seorang terkasih yang s’lalu ku dambakan
(Puisi ini dibuat untuk dinilai oleh guru bahasa pada tanggal 14 Mei 2007, dan mendapat nilai 8)
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:42 AM UTC
kursi di bawah pohon kenari
masih dengan setia duduk disana
tidak peduli siapa yang mendudukinya
atau siapa yang lewat di depannya
ia tetap setia menunggu kedatangannya
burung-burung dengan bebas menyuarakan
nada-nada indah berisi pesan
untuk diberikan kepadamu,
tuan tanpa nama
jangan berpura-pura tidak peduli kepada dunia
di lubuk hatimu yang terdalam, sial,
aku sangat yakin kau kesepian
kau membutuhkan seorang teman yang rela
mendengar ocehan mautmu sampai matahari
tenggelam di ufuk barat nantinya
kemarilah, tuan tanpa nama
duduk bersamaku di bawah pohon kenari
dan menikmati indahnya matahari senja
Aug 2, 2014
Aug 2, 2014 at 7:14 PM UTC
Biar ku sendiri
Ku rela semua hilang
Dari pada ku sakiti
Biar aku yang menderita
Lirik indah idolaku
Cukup sejuk melindungi aku
Dari panas ocehan semua
Atas salah ku kepada mereka
Ku tutupkah mulut ini
Agar sepatah kata menyakiti
Tertahan bahkan mati
Haruskah ku sendiri
Memang tiada teman untuk ku
YAng baik dan mengerti
Kekurangan pada diri ini
Jika memang tidak ada
Ku siap hidup sendiri
Dengan merantau ke pulau seberang
Ku jalani hidup yang tenang
Created by Aridea Purple
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:44 PM UTC
Tuhanku pernah berbisik kepadaku
*"Berbahagia orang yang sudah mati,
karena tak ada beban untuk mereka.."*
*"Namun ingatlah..
Lebih bahagia orang yang belum ada didunia ini,
karena tak ada yang mereka berikan
atau tinggalkan didunia ini.."*
Aku terhentak dengan bisik itu
Dengung nya masih terasa dikuping hingga petang ini
Aku berfikir memang benar..
Semua yang hidup didunia begitu malang..
Mau atau tak mau
mereka harus memilih//
Jadi dermawan baik hati
atau
Penikam handal penghabis darah teman sendiri
Hai, teman..
Apakah tidak lelah menutup mata?
Berlagak bekerja..
Sengaja menyapu debu dan bangkai kedalam karpet
"Lihat sayang, kotoran itu tetap ada..
Hanya saja memang tak terlihat
Namun bekasnya terrcium jauh kesana"
***Lebih malangnya lagi
Kita masih berharap
Berharap menjadi pemenang
Padahal ikut lomba pun tidak..***
Oct 4, 2016
Oct 4, 2016 at 12:06 PM UTC
*Bila cinta sungguh hadir tanpa disadari
Siapa pemegang kuasa,
maha pemberi cinta,
yang seenaknya beri dan ambil?
Aneh benar bualan ini.
Yang kupercaya cinta hadir dengan ijin sang tuan
Bila ya, tinggalah ia, bertumbuh bahkan berbiak
Berpupukan gombalan manis atau sedikitnya senyuman sipit
Berbuahkan gelak tawa
atau jika sedang sial
mungkin tuaianmu sesal dan air mata
Sungguh malang memang..
Ingat teman,
Kau adalah tuan
Bukan kau mengemis mencarinya,
ia yang bertandang menumpang..
Kau cuma perlu mengenangkan,
menikmati cinta..*
Jul 29, 2016
Jul 29, 2016 at 12:30 PM UTC
Perjalanan di kereta selalu menarik.
Masing-masing punya cerita, semua ada makna,
Pernah ku bertemu orang asing secara tak sengaja di kereta, sekarang menjadi teman cerita.
Pernah ku menangis, berontak, pusing, mual, homesick di kereta.
Pernah ku melewati perjalanan ini dengan orang-orang berarti yang tak terganti.
Pernah pula aku naik kereta, berbohong pada mama, hanya demi bisa bertemu. Kamu.
Tapi yang pasti, aku sering menganalogikan perjalanan di kereta dengan keharusan memikirkan masalah.
Cinta, terutama.
Klise. Tapi nyata.
Dan pada perjalanan ku yang kali ini, kamu orangnya.
Yang dipikirkan masih sama, apakah harus bertahan atau berusaha lupa.
Biarkan aku memikirkan mu sampai mabuk di kereta, malam ini.
Karena selepasnya, aku akan mengubah statusmu menjadi bukan siapa-siapa.
Sep 9, 2015
Sep 9, 2015 at 3:48 PM UTC
Di perjalanan yang kau dan aku tempuh
Mencari makna tentang kata kita
Di tengah semarak laskar kuning menggemuruh
Romantika ganjil antara dua pasang mata
Masih banyak petualangan yang menanti
Ekspedisi kupu-kupu atau jelajah taman satwa
Di atas bis ini kau dan aku temukan teman sejati
Layaknya anak kecil, bersama tertawa
Bait-bait ini mungkin tak mengandung arti
Bagi mereka yang tak pernah mengalami
Baik-baik kau simpan rahasia ini dalam hati
Begitupun aku, jauh di selubuk memori
Jul 22, 2014
Jul 22, 2014 at 11:45 AM UTC
berawal dari waktu
memaksaku menyeret kakiku
melangkah gontai sambil pergi
aku merengek, terisak !
dan mengadu pada-Nya
tunggu ini secepat aku berkedip barusaja
ya, dulu memang aku kecil
nyaliku memang masih payah
masih terjerat pada keduanya
bahkan sekarangpun..
keduanya ingin aku yang terbaik
aku tak tahu yang dirasa mereka
tapi aku sendiri berontak
menyalahkan waktu yang jelas tak akan berhenti
aku kutuk waktu
mengapa begitu kilat
ragaku masih ingin tetap dirumah
tunggu, sejenak aku merasa keliru
bukankah ini baik
aku juga ingin membuat keduanya senang
mimpi harus coba kupanjat
tangga itu sudah dihadapanku
aku termasuk yang beruntung
bersyukurlah!
batinku melerai
aku meyakinkan diriku sekuat tenaga
"ini bukan rumahku" gertakku
saat aku tiba ditempat asing itu
akupun terpaksa tinggal
demi pengetahuan yang ingin kuraup
iya, jika belum paham akan kujelaskan
aku seorang mahasiswa sekarang
predikat yang melekat padaku kini
berat..
pandangan semuanya akan berbeda terhadapku
sungguh aku menemui teman baik
berjuang sama sama, namun tetap harus sendiri
aku menarik nafas..
waktuku kini juga telah memaksaku
rasanya pagi sudah menjadi sore
agaknya aku harus selesaikan hariku
mengerjakan tugas akhirku disana...
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:28 PM UTC
Hati sang dewi kembali pulih
Tak lagi pedih, tak lagi perih
Berbumbung cinta bertirai kasih
Berambang cita suci bersih
Sang dewi setia menanti
Sang bulan mengambang di malam hari
Sebagai teman penyejuk hati
Menghapus sepi yang memakan diri
Bisikan malam bulan dan dewi
Memecah sunyi dari langit ke bumi
Berjanji setia sehidup semati
Selagi bulan mengambang lagi
Sep 26, 2015
Sep 26, 2015 at 2:23 PM UTC
Jumat, 1 Oktober 2010
Aku punya banyak teman dekat
Mereka semua baik pada ku
Tapi ada saat aku bingung
Bingung akan saran yang mereka beri
Yang ini bilang ACD
Yang satu kembali ke ABC
Yang itu bilang jangan
Ada lagi yang bilang coba dulu
Semua membuat ku bingung
Aku berkata, dibilang salah
Aku diam saja, dibilang tambah salah
Ku ambil keputusan sendiri
Tapi aku tak yakin
Oh... Hidup memang sulit
Penuh pilihan dan tantangan
Created by. Aridea .P
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:48 PM UTC
aku suka dia
salah
emm aku cinta dia
tak tau alasannya apa
dia tidak terlalu tampan
tak terlalu pintar
bahkan ada yang menganggap nya tidak menarik
tapi aku tertarik dengan dia
aku tertarik dengan dia sejak pertama kali teman ku menyebut nama nya
menceritakan hal-hal konyol akan dirinya
yang membuat ku jatuh lebih dalam kepadanya
mata nya biasa saja
manik hitam yang keliatan coklat saat terkena sinar matahari
tapi bagi ku
mata itu bisa memberikan kebahagiaan
kebahagiaan ku
hanya aku yang boleh merasakan kebahagiaannya
kalian tidak boleh
sudah lah, aku lelah
jika aku terus menulis tentang betapa aku mengagumi nya
kurasa tangan ku akan lepas.
Nov 20, 2016
Nov 20, 2016 at 6:49 AM UTC
ingin punya teman,
tapi kadang menyebalkan
ingin ditemani,
tapi sering menjauhi.
ingin jadi diri sendiri,
tapi mayoritas memandangnya jijik.
lantas ia menjadi banyak elemen
mencoba cocok pada semua hal
memaksakan diri untuk pantas
tapi tetap saja,
lihat saja ikan dan sapi
sama sama milik sang empuNya
sama sama Rabb yang menciptakan
sama sama Ia yang memberi ruh
ikan diletakan di daratan rumput
sapi diletakan di laut lepas
bagaimana ?
mau seruwet apa kamu mengatur
jika memang tidak pantas yasudah
cari yang disuruhNya pantas untukmu
toh, kualitas lebih diminati daripada kuantitas.
itu kalo aku
gak tau kalo kamu.
Dec 7, 2018
Dec 7, 2018 at 9:22 AM UTC