Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"siapakah" poems
Palembang, 14 Desember 2013 siapakah aku? yang bercahaya dikala senja tiba berlari mengepakkan kedua tangan, mencoba menggenggam udara mengijinkan peluh muncul membasahi seluruh tubuhku hingga mentari tepat di atas kepala aku berdoa, tuk menjadi cahaya bintang saat malam tiba siapakah aku? yang terus berlari kencang menapaki kerikil tajam tak peduli walau menembus hujan melawan badai ketika mentari sudah malu menampakkan cahayanya aku berdoa meminta, jikalau cahaya bintangku redup, mentari senantiasa menggantikan di pagi berikutnya siapakah aku? yang kehilangan cahaya senja berjalan menunduk, kecewa meski mentari bersinar seperti yang ku harapkan aku masih kan meminta cahayaku dikembalikan tak ingin membuka mata jika pagi berwajah gelap siapakah aku? yang tak lagi bersinar di langit malam tak lagi menjadi bintang kehilangan sinar senja tak lagi bebas berlari di bawah mentari tak lagi bernyawa siapakah aku?
0
Dec 14, 2013
Dec 14, 2013 at 8:01 PM UTC
Siapakah Aku?
Pernahkah kau bertanya, seakan kau benar-benar ingin tahu? Apa itu resah? Mengapa ada salah? Dimanakah tuan rumah? Siapakah pemilik masalah? Kapankah semua musnah? Atau, Kau benar-benar peduli soal logika? Dan berhenti percaya? Soal keajaiban Yang dulu kau harapkan? Kudengar darimu hanya dusta-dusta Tentang mitos orang tua Kau gigih bertapa, atau apalah namanya Cobalah renung dalam dungumu Yang kau sembah dengan ragu Inilah aku, sang atheis Bertuhan tanpa rengek, dan tangis
0
Apr 8, 2016
Apr 8, 2016 at 7:42 PM UTC
Atheis
Darah Biasanya keluar rumah Saat tengah malam Sambil menangis Hanya Untuk bermandikan Seseguk amis Setelah itu, Ia lanjut merajut Duka Atas air maut Yang tak kunjung jatuh Darinya Sama, Suaramu Terdengar kala malam Terisak-isak perih Dan masih berbau darah Tapi setelah kuratapi Sekarang makin legam Lagi-lagi Suaramu dibebani Pagi yang merekah-rekah Dan pada saat selalu saja, Ia akan tergesa membisu basi Menunggu sambutan gulita Keduanya tidak sadar Bahwa Mereka saling Beradu pekat Suaramu tapi Masih percuma Alunannya mengais pedih Langkahnya meringkuk mati Seolah tak tahu Terus tanya Siapakah tuannya Mungkin Ternyata Memang bukan kamu Dan di saat seperti ini Gelap biasanya Keluar terbahak Terbatuk Tertatih meracau rindu Kalau ia lumpuh Dan tak dapat lagi menghentak Suara liar yang kerap Bersenandung pedih Mungkin ini sekedar hantumu Menyanyi Main-main dengan duka malamku
0
Sep 20, 2015
Sep 20, 2015 at 7:19 AM UTC
Sesikat Sakit Gentayangan
Palembang, 19 Juni 2012 Oh Tuhan, siapakah dia? Laki-laki yang rendah hati Garis senyumnya selalu terlukis di bibir Amat mulia hatinya membantu orang lain Sentuhan hatinya terjatuh di pipi Yang berbentuk air mata suci Amal ibadahnya pastilah tinggi Putra Adam yang sangat rendah hati Utamakan orang lain daripada diri sendiri Tak kenal siapa yang ia kasihi Rasa sayang dicurahkannya setiap hari Allah menciptakannya sebagai penolong di Bumi
0
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:01 PM UTC
OLGA SYAPUTRA
Bangsa pribumi di era modern Memaksa batin untuk jadi keren Sudah lewat aku di zaman batu Ku langkahkan kaki di zaman baru Aku tidak tahu cara naik bus Yang aku tahu adalah kursi bertikus Oh jarak.. Jarak yang membuatku berpisah Aku rindu suasana desa yang indah Oh jarak.. Sampai kapankah aku gelisah Aku gundah tidak tahu arah Oh jarak.. Selamatkanlah aku Selamatkan aku dari rasa putus asa Aku takut.. Aku takut pada gedung besi berasap Aku takut pada mesin yang berjalan Aku takut pada benda panjang beruap Siapakah aku disini? Siapapun tolong bantu aku Siapapun keluarkan aku dari sini Siapapun tuntunlah aku Oh Tuhanku.. Berikanlah Petunjuk-Mu Tidak ada yang lain selain Diri-Mu Aku disini hanya pencari Ridho-Mu -Kediri, 19 Maret 2018-
0
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:39 PM UTC
Jarak
Mungkin memang hanya diriku Yang terlalu dalam jatuh dalam godaan asmara Hingga membuatku terasa mati dibunuh diri sendiri Sengaja menyayat hati Menutupi bingar amarah ini Sakit yang membuatku terenyum Tersenyum dengan hati merintih pedih Bunda, tak ada tempat bagiku untuk kembali Siapakah diriku Dimanakah hati ini terbuang Hanya memandang kosong dalam angan tanpa buaian selayang pandang Meratap pada langit Berdusta pada tanah Kini tinggallah aku berdua dengan-Mu Masih adakah tempat bagiku di pangkuan-Mu?
0
Jun 6, 2017
Jun 6, 2017 at 11:54 PM UTC
Elegi Hati
Daun kuning berjatuhan Angin dingin menghantarkan salam dari Tuhan Aku melihat pepohonan yang menari Semua tampak indah menyejukkan hati Aku hanya diam.. Diam tak tahu harus kemana Kabut putih menutup mataku Mendorongku yang berdiri terpaku Imajinasiku kabur Aku akan jatuh Dan... Dimanakah aku? Diruangan serba putih aku terbangun Menatap dengan pandangan memudar Siapakah kamu? Gadis kecil berlari dan tertawa Berlari menjatuhkan bunga-bunga Membuka pintu diujung ruangan Aku berjalan... Berjalan membuka pintu yang sama Wanita cantik berambut pirang Cantik rupawan mengalahkan Godiva Seorang gadis kecil memeluknya erat Dia... Dia yang selama ini kucari Dia yang selama ini kunanti Aku mencoba... Mencoba untuk menyentuhnya Jari-jarinya yang ramping menepisku Aku berpikir dia membenciku Namun tidak tidak... Dia berkata padaku, "Kembalilah, ini belum saatnya" Kematian bernegosiasi dengan kemungkinan Kemungkinan untuk meraih kehidupan Di alam bawah sadar Aku akan kembali menemukannya -Kediri, 18 Maret 2018
0
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:22 PM UTC
Koma