Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"seruan" poems
Poligami itu hukumnya mubah (QS. An Nisa 3) tidak ada thalab (seruan) disana secara jazm (yang menguatkan) untuk disebut berhukum sunnah, ataupun wajib. Dan tidak ada illat ataupun syarat yang menjadikannya wajib ataupun sunah. Di ayat tersebut ada frase "ma thoba" (yang kalian senangi), jadi disitu Allah memberi pilihan (atas keMahatahuannya Allah atas mahluk-Nya), karena memang mubah itu statusnya "pilihan" Kalau dianalogikan, seperti orang makan lauk kerupuk. Ada yang suka/memilih makan pake kerupuk, ada yang nggak suka. Bukan berarti yang suka makan kerupuk, lebih terpuji, dan yang tidak suka makan kerupuk, tidak terpuji. Atau sebaliknya. Dan 'adil' bukanlah illat atau syarat, dibolehkannya seorang laki-laki (suami) untuk berpoligami (menikah lagi)... Sederhananya begitu cara memahami 'hukum Allah' yang satu ini. Jangan sampai suka dan ketidaksukaan kita terhadap sesuatu membuat kita salah persepsi tentang hukum yang satu ini... Wallahu'alam ======================== Semoga yang baca nggak salah persepsi ya...
0
Mar 19, 2015
Mar 19, 2015 at 12:57 AM UTC
POLIGAMI
membingkai itu ada tujuannya dilapisi kaca biar tidak terkotori aku mengamplas ingatan yang sempat luntur terbawa pada lamunan utuh & seruan sendu silam, bertumpu berapi-api enggan berkeputusan asal sampai kini, aku masih patuh pada prinsipku kamu memintaku, namun hatiku berprasangka itu rancangan induk bukan asli pemintaanmu kupilih menepikan diri diam-diam berharap kamu bercerita lebih dalam tapi nihil, malah indukmu maju aku mau, tapi apa keputusan ini benar pepetan restu, tekanan waktu dihimpit ketakutan indukmu atas cemooh orang, siapa? tetangga? saudara? keengganan bersepaham kuuji kamu dari belakang menantang setara, seimbang, sejajar lontaran kata pengundang debat berlindung atas wejangan duda muda yang baik "dua jenis prinsip tujuan pernikahan" satu, untuk memulai keluarga baru dua, untuk menyatukan keluarga dengan kesadaran kupilih yang bertolak denganmu karena saat itu aku belumuran ragu sejauh mana kedewasaanmu? kamu gagal pada tesmu, tapi aku tetap bertahan kala itu, setelah semua berjarak, mungkin kamu sadar ikatan pernikahan bukanlah hal main-main kubedah diriku, ada setitik kekecewaan seumpama semesta menghajarku dengan keras tapi Ia tidak melepaskanku pada maut disadarkanNya pula, inilah jawaban doa "jauhkanlah aku dari yang jahat & dekatkanlah dengan yang baik" jari manisku takkan tersemat cincin duri sebab ranting emas berbunga daisy telah memekarkan diri
0
Jul 23, 2019
Jul 23, 2019 at 7:37 AM UTC
Wejangan Duda
sulutan api mengubah abu menjadi seikat amarah rembesan air dari balik kelopak mata disulap menjadi rintik air hujan dan bumi pun berdansa pada mereka yang bersenang-senang bergembira menepuk-nepuk tanah melalui kaki riang suka cita dalam pesta pora satu ruang sesak berisi terompet seruan hura-hura menjerit dan meronta lalu tertawa dalam kebohongan tersedak dan tersedu ketika bintang pergi dan hilang hanya untuk punah sementara untuk datang dan terlempar kembali ke dunia nyata menyambut kesolekan-kesolekan dan kemunafikan-kemunafikan kepura-puraan topeng-topeng dalam sandiwara, seluruh umat manusia.
0
Feb 24, 2020
Feb 24, 2020 at 12:10 PM UTC
bumi & kepalsuan
Pagi sekali rombongan sayur sudah ada di dapur, “Aih! Ada  konser kah hari ini?”, Babeh kutanya. “Iya, tajuknya Bunda dan Nyanyian Wajan hahahaa”, katanya. Dari banyak nada yang diperdengarkan, seruan makan bersama adalah yang paling kusuka.
0
Aug 21, 2021
Aug 21, 2021 at 12:39 PM UTC
Bunda dan Nyanyian Wajan
hutan digunduli rakyat di provokasi mahasiswa turun aksi kembali ke zaman reformasi kebebasan diperketat yang keblabasan malah dipercepat ini bukan tontonan pelepas penat tapi menyadarkan para pengkhianat negara ini milik bersama tapi penguasa yang seenaknya jika tidak ada kita-kita kau bisa apa kekuasaan bukan tolak ukur sampai urusan selangkangan saja diatur kalian itu cocoknya hanya tidur sekalinya kerja malah ngelantur kasihan ibu pertiwi diperkosa anak sendiri cakapnya saja mengabdi tapi sikapnya bak pencuri Indonesia berduka atau bercanda
0
Sep 29, 2019
Sep 29, 2019 at 6:57 AM UTC
Seruan Reformasi