Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"separuh" poems
Hampir lebih separuh hidupku Tidak ada hati yang ada.. Ya, hati ini sudah terisi sebuah batu yang amat keras Tetapi bukannya Aku tidak mau ada.. Terkadang Aku termenung sendiri di dalam kesendirian Sesambil menatap pemandangan yang ada di depan mata Hati ini terus bertanya-tanya Sebenarnya apa.. Apa yang Aku inginkan? Apa yang Aku butuhkan? Lelaki seperti apa? Siapa dia? Kepala ini selalu berbisik bahwa ada saatnya akan hadir Jiwa ini juga mengatakan untuk tetap menjaganya Menjaga jiwa dan hati ini untuk suatu raga.. Raga yang tidak bisa ku sentuh keberadaanya Rasa ini selalu meyakini dia ada Ya, mungkin di suatu sudut yang sangat tidak terlihat.. Bahkan mugkin tidak ada Dan tidak pernah..
0
Jun 20, 2017
Jun 20, 2017 at 2:31 PM UTC
Tidak Pernah Ada (Never Existed) // [bahasa]
Terlanjur kutitipkan hatiku Jiwaku hangat dalam genggamanmu Tolong jagakan sebentar lagi Aku ingin kembali Telah kubagi separuh anganku Kau susupi setiap ingatanku Tanpa sadar kulembutkan hatiku Aku ingin kembali Maafkan aku yang pergi Tanpa selamat tinggal Maukah kau ucapkan selamat datang Karena aku akan kembali
0
Jan 3, 2018
Jan 3, 2018 at 11:25 AM UTC
Selamat Datang Selamat Tinggal
Tepat di hari kedua sebelum akhir Agustus, entah repetisi yang keberapa kali--aku bertanya pada aku. Sedang aku meninggalkan apa yang aku tunggu, sebagian lain dari aku membiarkan apa yang datang menuju. Tepat di peralihan pagi dan khotbah Jumat, ia datang lagi. Yang harusnya kubiarkan pergi sendiri dengan maunya Ntah akan kusambut kembali atau nanti menjadi babak tercanggung. Ntah, kali ini jawaban entah telah ditolak sepersekian lebih awal sebelum ditanyakan. Aku menolak mengikhlaskan apa yang aku sendiri tidak tau apa inginnya. Melalui percakapan rutin beberapa kali sehari, seminggu dan sudah masuk separuh tahun. Tepat menuju penghujung hari, aku membiasakan apapun ia boleh lakukan. Aku biarkan semaunya menghirup-hirup apa yang sudah dilewati. Agar jika pada bagian akhir yang awal nanti ia tak salah langkah, kembali kesini atau mengantar kabar lain yang lebih ia senangi. 30 Agustus 2019 B_A
0
Aug 30, 2019
Aug 30, 2019 at 1:17 AM UTC
-
Pesan pada hati, jangan terlalu mengikut, takut nanti cepat berubah. Teruskan perjalanan yang separuh itu, habiskan cerita walaupun lelah. Mungkin di pengakhiran, ada kebahagiaan yang menanti. Datangnya ujian bukan satu bebanan, tapi satu jalan menuju kejayaan. Jika mampu, harunginya dengan jaya, jika tidak, cukuplah sekadar menerima takdir seadanya. Kau kawan, bantulah aku, bukan merenung mencari salahku.
0
Nov 30, 2018
Nov 30, 2018 at 9:10 AM UTC
Puisi Hati
Genggam tanganku malam ini Untuk pertama kalinya Sebelum September beranjak Dan mungkin untuk terakhir kalinya Ceritakan padaku rasa hatimu Karena telah kau kuras habis isi hatiku Tampaknya kau sudah lebih tahu Sesal dan kebodohanku Kugadaikan separuh hatiku Aku mau sedikit tawa, senyum, dan waktumu Tahukah engkau hati terasa lebih berat saat terbelah dua Semoga kau kembalikan nanti padaku September segera berlalu Kenapa tak kau kecup saja bibirku Untuk pertama kalinya Dan mungkin untuk terakhir kalinya
0
Sep 1, 2020
Sep 1, 2020 at 6:05 AM UTC
September