"seni" poems
voice over: narrator
Pemberitahuan terakhir disuarakan, keberangkatan pesawat tujuan Frankfurt Airport akan lepas landas tak lama lagi lagi, orang-orang bersiap masuk kabin. Ada satu hal yang terlintas di pikiran Atlas; ia tahu Venus tidak akan datang. Tidak dalam hitungan waktu tiga puluh menit, sepuluh menit, apalagi lima menit. Percuma saja menunggu, Venus benar-benar tidak datang. Perpisahan mereka sudah berlangsung semalam, pertemuan terakhir yang berhasil membuat Atlas berkali-kali memutar ulang seluruh adegan, mendengar suara gelak tawa mantan pacarnya dalam benak khayal, membayangkan senyuman Venus yang ia lukiskan untuknya terakhir kali. Pertemuan terakhir mereka kemarin bahkan tidak terasa seperti perpisahan, namun tetap bagi Atlas terasa begitu janggal. Mungkin karena terlalu tiba-tiba dan cepat, pertemuan terakhir yang merupakan perpisahan, pertemuan terakhir paling bahagia dan paling sedih, yang juga menyudahi hubungan singkat mereka.
Sejenak Atlas merasa sendu. Dalam lubuk hatinya masih sesekali berharap Venus meneleponnya, mengatakan bahwa ia akan datang mengucapkan selamat tinggal. Namun, nyatanya ucapan selamat tinggal Venus hanya berupa memori-memori tentangnya; seratus hal yang tertanam sejati di dalam hati Atlas mengenai segala hal tentang kejanggalan perempuan itu, gelak tawanya, senyumanya, aroma tubuhnya, kerlingan matanya, rambut hitam tebalnya, wajah pemikirnya, serta sosoknya yang seringkali membuat dirinya bertanya-tanya; kisah apa saja yang tidak diketahuinya, yang pernah terjadi dalam sejarah hidupnya sehingga membentuk pribadi sepertinya yang begitu terlihat bagai keajaiban seni paling nyata di mata Atlas? Baginya, Venus adalah sebuah takdir dan keajaiban menjadi satu.
Dan, ia tidak akan pernah ada niat untuk melupakannya.
Jan 28, 2017
Jan 28, 2017 at 6:56 AM UTC
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang,"
Begitu katanya
"Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang,"
Begitu pula katanya
Aku tetap tak mengerti
Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini
Terlalu sempit untuk diketahui
Terlalu sulit untuk dijelajahi
Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit?
Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri?
Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit?
Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip?
"Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku,"
Ujarnya kemudian
Secangkir teh diteguknya perlahan
"Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu,"
Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu
Tentu saja kami berdua tahu
Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu
Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu
Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya
Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya
Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak
Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak
Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu
Tentu saja kami berdua tahu
Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu
Yang meraup beribu untung tak kenal waktu
Diam-diam aku bertanya juga
Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu?
Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu?
Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu
Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu
Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya
Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya
Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa
Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa
Seperti yang saat ini banyak terjadi,
Seniman dan Koruptor.
Jan 18, 2014
Jan 18, 2014 at 2:37 AM UTC
setiap kota
takkan kekal abadi
dan yang ada
di dalamnya
hanyalah penghuni
yang kekal
selamanya ditemani
isi-isi
yang tak berisi
tiada puisi,
tiada seni
tanpa arah
tanpa erti
yang ada hanyalah
imbalan
dan keuntungan
yang berpuing
di udara kota
yang berlegar
di pengairan kota
segalanya
terasa muram
apa bezanya
hidup di dalam
lohong hitam?
Sep 9, 2018
Sep 9, 2018 at 10:49 PM UTC
Palembang, 11 Januari 2014
Ini kisahku
Kisah mengharu biru
Tentang aku yang tak berkawan
Di pulau perantauan
Ini ceritaku
Cerita yang terekam waktu
Tentang seorang anak Hawa
Yang mati tapi bernyawa
Alarm berbunyi, memecah sunyi
Aku diam di sini, sendiri
Mencoba tuk menutup mata, tapi selalu terjaga
Menerawang masa depan, melukiskan kehidupan
Terdengar Ayam bernyanyi, berirama seni
Aku masih merenungi, siapa jati diri?
Mencoba tuk menutup mata lagi, meski ku pun tak yakin
Ku coba sekali lagi, berharap mulai bermimpi
Esok hari penting, tak ingin ku langkahi
Kemarin hari sendu, birkan berlalu
Sekarang hari biasa, cobalah terbiasa
Kenangan akan tercipta, berawal dari mimpi di kala senja
Jan 14, 2014
Jan 14, 2014 at 11:57 AM UTC
Ah, küçücük gemi, sulara attın şimdi kendini, delisin
Ah, yakarlar seni, dönmezsin bir daha geri, delisin
Ah, deniz olayım, tuzumu rüzgârda savurayım, deliyim
Ah, ne yelken ne yel, köpüklerde kaybolayım, deliyim
Kime sorsam dönüşüm yok
Nereye gitsem mavi
Yelkenimde deli rüzgâr
Her yanım tuz, deliyim
Ah, peşimde rüzgâr, ne yağmurlar dost ne bir kıyı var,
deliyim
Ah, düşlerim kaldı, yalnızım düşlerim kaldı, deliyim
Ah, yaralı kalbin, sönüp gidecek yaralı kalbin, delisin
Ah, küçücük gemi, dönmezsin bir daha geri, delisin
Kime sorsam dönüşüm yok
Her gemi biraz deniz
Her yanım mavi, her yanım yel
Her yanım tuz..
May 27, 2014
May 27, 2014 at 8:05 AM UTC
voice over: Atlas
Ketika langit mengubah rupanya menjadi senja sewarna matahari tenggelam, kuajak Venus duduk di kafe tak jauh dari stasiun. Perjalanan hari ini cukup lelah, meskipun pengamatan kami berjalan lancar. Tapi, aku selalu berharap anggota kelompok kami lainnya lebih sering ikut bergerak agar kami tidak selalu pergi berdua. Museum yang kami kunjungi kali ini adalah museum seni, yang kuduga salah satu hal yang amat Venus hargai. Ia penikmat karya seni. Matanya terus memandang takjub karya-karya yang kebanyakan orang tak pahimi apa maknanya, namun Venus menatapnya seolah barang yang dilihatnya ialah nyata. Kau tahu, memandangi seorang perempuan berambut gelombang sepunggung, yang bertinggi badan hanya sehidungmu, rahang tegas, alis yang tebal, memandangi karya-karya seni di hadapannya dengan tatapan antusiasmenya; bukankah ia definisi seni yang sesungguhnya? Yang paling nyata di depan mataku?
Dan, kemudian ia menoleh, tersenyum saat sadar aku memandanginya dari belakang. Ia mengatakan sesuatu, "Atlas, lihat sini! Lukisan yang satu ini benar-benar indah."
Dan, setelah 3 bulan meragukannya, sekarang aku yakin; aku menyukainya, sangat menyukainya, saat kurasakan Venus adalah seni yang lebih indah, terindah.
Jan 28, 2017
Jan 28, 2017 at 6:51 AM UTC
How I fell for you?
We have never met.
But still I let you in
to my world of battle.
When things weren't good for me,
You made me laugh,
Bestowing the peace of mind
I always yearned for ,
by your magical voice.
Feb 20, 2021
Feb 20, 2021 at 11:30 PM UTC
Disini aku masih di bawah langit milik bumiku
Tapi berbeda tempat dan aroma tanah
Aku merasa di atmosfer era abad pertengahan
Melihat banyak kastil dengan arsitektur tua
Pemandangan yang indah di Montmartre, sebuah kerajaan seni
yang siap memanjakan mataku seketika
Musim gugur menciptakan lukisan indah secara alami
Tempat itu seperti kanvas
Diciptakan oleh kuas ajaib anugrah yang kuasa
Meski Claude Monete dan Renoir sudah tidak ada lagi
Aku bisa melihat perpaduan warna cantik di musim gugur dengan mata telanjang
kuning, oranye, merah dan coklat
Lukisan yang begitu indah
Biarkan aku memakai jaket hari ini
Sebab udara membuatku cukup dingin
Aku berjalan-jalan di pedesaan Prancis
Pohon-pohon gugur di sepanjang jalan
ditemani oleh nyanyian burung yang menyemarakan hariku
Ini sudah waktunya panen
Aku menyukai labu di ladang
Memilih apel dan pir di kebun dekat benteng Talcy
Prancis seperti harta karun emas
Paris di musim gugur bulan ini
Menara Eiffel sudah menungguku
kali ini aku berjalan di atas dedaunan
Begitu renyah di bawah kakiku
Pohon maple di atas saya memayungi meski hari tak hujan
Daunnya yang tersentuh angin berputar-putar
Mengirim mereka untuk menari di udara
Sangat romantis
Aku sedang duduk di bangku kayu
Ah jika September tiba...
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:24 PM UTC
Sözleriyle dokunmaya çalışır elleriyle dokunamayanlar
Ondandır sana şiir yazma çabalarım
Belki yazdıklarım kalbini sarıp sarmalar
Birlikte geçirdiğimiz o güzel günleri hatırlatırlar
Sözleriyle dokunmaya çalışır elleriyle dokunamayanlar
Ondandır her gece mektuplarda senin sıcaklığını arayışlarım
Belki seni bana getirmezler
Ama beni senin rüyalarınla baş başa bırakırlar
Sözleriyle dokunmaya çalışır elleriyle dokunamayanlar
Ondandır senin her bir sözüne muhtaç oluşum
Belki şimdi bana ulaşamayacak kadar çok uzaktalar
Ama hâlâ kalbimi senin aşkınla kaplarlar
Oct 12, 2021
Oct 12, 2021 at 4:05 PM UTC
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
Dec 9, 2017
Dec 9, 2017 at 9:34 AM UTC
Sejak kecil mereka aku kasihi dengan sangat
Tak boleh ada masalah dan persoalan yang didapat
Aku memberi yang dibutuhkan
Walau kadang agak dipaksakan
Melalui hari-hari sekolah kalian ku bimbing
Melalui waktu-waktu susah kau ku bina
Mengarungi saat-saat penting kau kutemani
Tak ada saat dimana kau kutinggalkan
Masuk masa perkuliahan kau dapatkan
dimana kau ingin melanjutkan pendidikanmu
Walau seakan mustahil tapi Tuhan memberi
itulah yang aku ingatkan
Masa-masa perkuliahan kau jalani juga nak...
Ada rasa berontak yang tak terperi
Ingin mencoba dunia seni
Dimana banyak hidup berseri
Tepuk tangan dan kata-kata manis
Kau terima dengan senang hati
Untuk kebanggaan diri pribadi
Untuk kejayaan yang kau ingini
May 2, 2017
May 2, 2017 at 12:01 AM UTC
İçimde yarın seni göremeyecek olmanın üzüntüsü var
Buğulu, her an ağlamaklı gözlerini görememenin
Sanki çocukken kırmışlar da seni öyle mahzun bakıyormuşsun gibi Dalgalı deniz saçlarını kalbime dolayamamanın
Elini her saçına götürdüğünde yalnızlığın kıyıya vuruyor gibi
Kırgın, buz ellerinle hayata tutunamamanın
Her sımsıkı sarıldığın eller seni bırakmış gibi
Yere kapanmış kimsesiz ağlayan çocuk sesini duyamamanın
Birini kaybetmişsin de onun sessizliği gibi
İçimde bugünün son gecemiz olmasının dayanılmazlığı var
Geri dönmeyecekmişsin gibi
İçimde yarın seni göremeyecek olmanın üzüntüsü var
En çok da seni bunları başkasına derken duymanın çaresizliği var
Dec 4, 2018
Dec 4, 2018 at 12:00 PM UTC
~Yesterday
You're on the other side of the world.
Away from the loved ones.
Wished you could go back.
But you couldn't.
You're eyes were blood shoot red from crying.
Faced filled with tears.
Heart burning from pain.
You were lost and homesick.
If only I was there, to make you smile, remind you that I'm still here and that I'll never let you go.
~Today
You're laying on the other side of your bed.
In the dark, quite room
Watching a movie.
Trying to heal your wound.
If only I was there, to cuddle with you, to show you what love is, so you won't be hurt or lonely anymore.
No matter what side you're on, I will always think of you, because ....
I LOVE YOU
당신을 사랑합니다
আমি তোমায় ভালোবাসি
Je t'aime
Te amo
Ik hou van je
Σ 'αγαπώ
أنا أحبك
Is breá liom tú
Seni seviyorum
איך ליבע איר
Mahal kita
मैं तुमसे प्यार करता हूँ
私はあなたを愛して
我爱你
Aku mencintaimu
Я люблю тебя
ฉันรักคุณ
אני אוהב אותך
Tôi yêu em
May 12, 2013
May 12, 2013 at 1:22 AM UTC
Hembusan angin sayu, menyapa rumput sendu
Rintik hujan turun segan, basah ranting kerontang
Seolah bersatu padu, gambarkan kecewaku
Mereka kata "lihat mata si bodoh keluar tangis"
Kubilang "pergi jauh dasar iblis"
Sendiri kini kau disana
Gantung diri hilang kecewa
Jatinangor, 21 Desember 2017
Dec 21, 2017
Dec 21, 2017 at 9:05 AM UTC
Seni seviyorum diye uyandım yine bir sabaha
Güneşin hatrına döndüğü o güzel yüzüne bakınca
Daldım gözlerine ve bağlandım bu hayata
Tut ellerimden, sarıl bana, ol hep yanı başımda
Jul 7, 2020
Jul 7, 2020 at 7:04 PM UTC
hergün yazıyorsun
diyordu
*** bir iş bul kendine
seni kimse okumaz
bu saçma hikayen de
karnımızı doyurmaz
ütü işinde becerikliydi
koca götlü daphne
sürekli geriye atardı saçımı
zekamla birlikte
üzüm misali karardım
3-5 yıl
sonra kırmızı bir araba geldi
günün birinde long island’dan
kocaman gözlükleri vardı
beyaz önlüklü gergedanların
karga tulumba severmiş gibi
bileklerim bağlı
sedye
tarlasında buldum kendimi
güney
cepheden yağmur yağıyordu
ve
saat 3 yönüne dönüyorduk
her köşe başından
ve hep aynı resim
aynı dişti ağızdan fırlayan
macun reklamı olduğunu
anlamamıştım
ama sonra hatırladım tabii
süt şişesi kalınlığında hemşire
kepinden tanımıştım
kaba etime
zerk ettiğinde iğne olduğunu
sonra bana abuk sabuk
şekiller gösterdiler
gri bir odada
sürekli
soruyordu dolma burun
bu ne
bu ne
peki bu ne
ya bu ne
hep aynı
cevabı veriyordum
çaydanlık
çaydanlık!
yemekler oldukça kötüydü
beyazlar da öyle
ama dostlar
onlar prima
mc.allison vardı b blokta
acayip severdim
güvercin beslermiş o zaman
büyükçe bir parti vermiş birgün
ve kuşları zehirlemiş
down town
sheriff’i bile gelmiş düşünsene
hayli keyifli geçmiş gece
sabaha karşı herkes hastanede
40 ölü var diyordu gülerek
20 güvercinle 40 domuz vurdum
deli herhalde diyordum içimden
sahi ben neden buradayım
altıma kaçırıyordum mütemadiyen
hergün temiz çarşaf
hergün ters yüz yatak
1yıl sonra
kurul toplandı
her yerde çaydanlık resmi vardı
tuhafıma gitmiş
sormuştum bunlar ne diye
hepsi ayrı ayrı dizayn edilmiş
ve hepsi farklı keyif
köşede olana takıldı gözüm
soruları sularken
ama sürekli
o çaydanlığa bakıyordum
sonra anladım
görüyordum
çaydanlıktan
akıyordu beynime daphne
ve maalesef
yanık tütüyordu çenesi
*** iş bul
iş bul der gibi
kuzineden sarkan dili...
Mar 16, 2019
Mar 16, 2019 at 11:40 AM UTC
As I lay my eyes on my notebook, I begin to
feel them dilate..
Not knowing how long I can hold back these
tears, I scribble after spending a minute
reaching for it..
Only to realize that I'm reaching.
Blurred lines is all I can see on the paper and
then tear drops appear in between the lines,
becoming apparent.
Apparently I've been holding on to a forever
that's gone forever...
But letting go takes forever and its been
forever.
Letting Go Forever, I'll be with you in a
minute, and for better or worse may that be
forever.
Thank God for the waters even if they're
sour..
Because as they dry and disappear on my
face I realize that the truth lies in between
the lies that I fed myself,
And this is just me paying the price.
Cutting the ties, I free you to go to the world..
Tell them my story, let them live my joy and
Lord knows I pray they never feel my pain.
I've taken a **** load of drugs, poured my
heart and soul to you, I'm just tired of never
fixing the pain.
May you find some sunshine and every once
in a while don't forget to dance in the rain
just to hydrate the joy and wash away what
used to be the pain.
See, when I met you, you were banal
scavenging for The One* to give you a
purpose..
I gave you that and more, but sometimes
more becomes less and too much's what you
get when you've been longing for a purpose.
I'll take the blame if its for your sake,
And I wish I could write more but I'm past the
last line of the last page..
And this is the last note I'll ever write for
you.. The irony.
Seni
Jul 27, 2015
Jul 27, 2015 at 3:01 AM UTC
acıklı filmlerden nefret ederim
yine de
bir bilet veriliyor bir akşam
giriyorsun suareye
ilk başlar yormuyor
on dakika aradan sonra
saplıyor kadın bıçağı
bir şey hissetmiyorsun önce
teğet geçiyor kalbi kahkahaları
ölmüyor adam, beter oluyor
oksijen azalan beyninde
Tanrım! ne dangalak kareler
çıkmak istiyor duygular
sıyrılmak derisinden
ama imkansız
seni de
çekiyor içine mayıs
bir sürüngenin dilinde
yerleşiyorsun
salon salomanje sandığın
karanlık dehlize
uluorta oynaşıyor kadın
adamdan imtina ettiği
günışıklarını
bolca dağıtıyor evrene
sevmek, sevilmek
şehir efsanesi
duygu yitiminde kopuyor kıyamet
evriliyor bukalemun gibi benliğine
hücreleri çiğnerken kalp atışların
sevişiyor yabancı bir gövdeyle
ne cüretkar bir senaryo
işbirlikçiden söz etmiyor film
senaryoda olduğu halde
fakat ben görüyorum
uzaktan yakınlar birbirilerine
aynı familyagil, yani o da sürüngen
hani şu
arada bir köpek kılığına giren
ve fakat
adamın ifadesi alınıyor hastanede
temmuz köpeğimi çağrın diye
bas bas bağırıyor adam
bukalemun onun yüreğinde...
Vaha
Feb 13, 2019
Feb 13, 2019 at 3:43 AM UTC
seni sevmek,
hızlı adımla eve dönmek
bir akşamüstü
bekleyişini görmek camda
koklamak eşikte gül kurusu
sarılmak bele şüphesiz
seni sevmek,
gezinti senden habersiz
altın oran korusu
hazırlarken sofrayı misal,
dökülmek gözucuna
bardak dolusu
seni sevmek,
şal gibi omuzlarına serilmek mesela
kitap sayıklarken veranda
ayraç koyduğun yerde beklemek,
bakmak yüzüne hasretle,
mum gibi yüz hatlarında erimek
seni sevmek,
sandalyeyi çekip yatak ucuna,
rüyanı merak etmek,
dokunmak rem yerinde saçına
usulca zülüfü mühürlemek
seni sevmek,
klişe sözleri boğmak ağzımda,
bırakıp lafı göze
akışı kıvrımlara dermek
seni sevmek,
Rabbime şükretmek,
ıslatıp dudağı her öpüşte
sol yanımda çitilemek
seni sevmek vecit hali, delilik
seni sevmek,
sevişirken bile seni özlemek..
..
Sep 29, 2019
Sep 29, 2019 at 3:01 AM UTC
belli
standartlara bağlı kalmadan
uyanıyorum sabahları
kahrolası rüyaların
uykumu budamasından nefret ediyorum
ama alıştım artık
akşamdan kalma suratımı
camdan yalayan güneşe dayıyorum
uyanır uyanmaz
dua etmem
gerekmiyor hizmet için tanrıya
hem kilise ikonları cezbetmiyor
vaaza karnım tok
sübyancı piçler diye kalaylıyorum
okudukça pisliklerini
aslolan
kutsal kase
gri tayyörün eteğine bayılıyorum
susurluk ayranı gibi dökülen döküle
çıkıyor akşam merdivenlerimi
sıyırırken vaftizleniyor parmaklarım
bir ayinden, diğerine
koro halinde akustik ayetlerim
duvarların dili olsa
"tanrı seni korusun emma"
en azından benim için
iri memelerin
sütun bacak ve
barok sevişlerin
sonu gelmez
gelme sorunum için..
"tanrı seni korusun emma"
en azından
ikimizden biri ölene kadar..
..
May 10, 2019
May 10, 2019 at 12:11 PM UTC
aşk
birkaç ay
bolluk ve bereketle
ruhumu ve zihnimi giydirdiğinde
şükran günü kadar mutluydum..
-her şey yolunda sophie
-günaydın papatyalar, güller ve duvardaki kediler
-deli maria, karnına kıymalı börek gömmeye ne dersin?
-sevgili arı, lütfen at sineğine binip gider misin tatlım?
-beyaz mı, giydin bugün? hımmm öpüyorum onu
-çıkışta duraktan alırım seni, mahfele gideriz
ay gümüşse, güneş altındır gerçekliğinde
aşkın beni kıskandığını hissetmeye başladım bi süre sonra
talihsiz bir kara çarşamba yürüyordu üstüme salı’dan
ve kalp kırmayı denedi yüksek perdeden, ve kırdı da
hücrelerimden striptiz yaparak ayrıldı kıçı açık
aşkın, ağzı kapalı tutulması gereken
uçucu bir madde olduğunu anladığımda
salak bir tiner şişesi vardı yanımda
bir de kapağı tura gelen
ben..
..
May 19, 2019
May 19, 2019 at 5:36 AM UTC
telefon her çaldığında
damarlarımda yürüyen kan
koşmaya başlıyor ve nabzım
bir yarış atı gibi luta kalkarak
gözlerimi hızla ekrana taşıyor..
"meleğim" arıyor
kaydı olmadığında
bungee jumping’in ipi
kopmuşçasına hızla bir
boşluğa düşüyorum..
intihara meyilli kalp çakram
akordu bozuk bir gitar gibi
devasa kolonların tweeter’larını
birer birer patlatmasının ardından
büyük fırtına sonrası sessizliğimin
fermuarını yavaş yavaş, yukarı çekiyor..
bu mastürbasyonel psikolojiyi
günün belirli saatlerinde
orgazmın eşiğinden dönen
bir homosaphien gibi yaşamak
acı verse de,
versace saatlerin
dolçe vita öpücükleri
bir an da, olsa
bohem ambiansların
ambulansında
sevişmelerimizi serum yoluyla
beynimden yüz hatlarıma yayıyor
benim olduğunu biliyorum
ve birazdan..
"meleğim" arıyor
yazacak
neonlar yüzümde parladığında
ve ben, bekliyor olacağım seni
menekşelerin dansettiği
cezayir sokağında..
..
Jul 5, 2019
Jul 5, 2019 at 10:32 AM UTC
hergün yazıyorsun
diyordu
*** bir iş bul kendine
seni kimse okumaz
bu dandik hikayen de
karnımızı doyurmaz
ütü işinde becerikliydi
koca götlü daphne
sürekli geriye atardı saçımı
zekamla birlikte
üzüm misali karardım
3-5 yıl
sonra kırmızı bir araba geldi
günün birinde long island’dan
kocaman gözlükleri vardı
beyaz önlüklü gergedanların
karga tulumba severmiş gibi
bileklerim bağlı
sedye
tarlasında buldum kendimi
güney
cepheden yağmur yağıyordu
ve
saat 3 yönüne dönüyorduk
her köşe başından
hep aynı resim
ve
aynı dişti ağızdan fırlayan
macun reklamı olduğunu
ayıkamamıştım
ama sonra hatırladım tabi
süt şişesi kalınlığında hemşire
kepinden tanımıştım
kaba etime
zerk ettiğinde iğne olduğunu
sonra bana abuk sabuk
şekiller gösterdiler
gri bir odada
sürekli
soruyordu dolma burun
bu ne
bu ne
peki bu ne
ya bu ne
hep aynı
cevabı veriyordum
çaydanlık
çaydanlık!
yemekler oldukça kötüydü
beyazlar da öyle
ama dostlar
onlar prima
mc.allison vardı b blokta
acayip severdim
güvercin beslermiş o zaman
büyükçe bir parti vermiş bi'gün
ve kuşları zehirlemiş
suffolk county
sheriff'i bile gelmiş düşünsene
hayli keyifli geçmiş gece
sabaha karşı herkes hastanede
40 ölü var diyordu gülerek
20 güvercinle 40 domuz vurdum
deli herhalde diyordum içimden
sahi ben neden buradayım
altıma kaçırıyordum mütemadiyen
hergün temiz çarşaf
hergün ters yüz yatak
1yıl sonra
hz. kurul toplandı
her yerde çaydanlık resmi vardı
tuhafıma gitmiş
sormuştum bunlar ne diye
hepsi ayrı ayrı dizayn edilmiş
ve hepsi farklı keyif
köşede olana takıldı gözüm
soruları sularken
ama sürekli
o çaydanlığa bakıyordum
sonra anladım
görüyordum
çaydanlıktan
akıyordu beynime daphne
ve maalesef
yanık tütüyordu çenesi
*** iş bul
iş bul der gibi
kuzineden sarkan dili
Feb 9, 2020
Feb 9, 2020 at 11:02 PM UTC