Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"seni" poems
voice over: narrator Pemberitahuan terakhir disuarakan, keberangkatan pesawat tujuan Frankfurt Airport akan lepas landas tak lama lagi lagi, orang-orang bersiap masuk kabin. Ada satu hal yang terlintas di pikiran Atlas; ia tahu Venus tidak akan datang. Tidak dalam hitungan waktu tiga puluh menit, sepuluh menit, apalagi lima menit. Percuma saja menunggu, Venus benar-benar tidak datang. Perpisahan mereka sudah berlangsung semalam, pertemuan terakhir yang berhasil membuat Atlas berkali-kali memutar ulang seluruh adegan, mendengar suara gelak tawa mantan pacarnya dalam benak khayal, membayangkan senyuman Venus yang ia lukiskan untuknya terakhir kali. Pertemuan terakhir mereka kemarin bahkan tidak terasa seperti perpisahan, namun tetap bagi Atlas terasa begitu janggal. Mungkin karena terlalu tiba-tiba dan cepat, pertemuan terakhir yang merupakan perpisahan, pertemuan terakhir paling bahagia dan paling sedih, yang juga menyudahi hubungan singkat mereka. Sejenak Atlas merasa sendu. Dalam lubuk hatinya masih sesekali berharap Venus meneleponnya, mengatakan bahwa ia akan datang mengucapkan selamat tinggal. Namun, nyatanya ucapan selamat tinggal Venus hanya berupa memori-memori tentangnya; seratus hal yang tertanam sejati di dalam hati Atlas mengenai segala hal tentang kejanggalan perempuan itu, gelak tawanya, senyumanya, aroma tubuhnya, kerlingan matanya, rambut hitam tebalnya, wajah pemikirnya, serta sosoknya yang seringkali membuat dirinya bertanya-tanya; kisah apa saja yang tidak diketahuinya, yang pernah terjadi dalam sejarah hidupnya sehingga membentuk pribadi sepertinya yang begitu terlihat bagai keajaiban seni paling nyata di mata Atlas? Baginya, Venus adalah sebuah takdir dan keajaiban menjadi satu. Dan, ia tidak akan pernah ada niat untuk melupakannya.
0
Jan 28, 2017
Jan 28, 2017 at 6:56 AM UTC
daydreaming part 2: tentang perpisahan
voice over: narrator Pemberitahuan terakhir disuarakan, keberangkatan pesawat tujuan Frankfurt Airport akan lepas landas tak lama lagi lagi, orang-orang bersiap masuk kabin. Ada satu hal yang terlintas di pikiran Atlas; ia tahu Venus tidak akan datang. Tidak dalam hitungan waktu tiga puluh menit, sepuluh menit, apalagi lima menit. Percuma saja menunggu, Venus benar-benar tidak datang. Perpisahan mereka sudah berlangsung semalam, pertemuan terakhir yang berhasil membuat Atlas berkali-kali memutar ulang seluruh adegan, mendengar suara gelak tawa mantan pacarnya dalam benak khayal, membayangkan senyuman Venus yang ia lukiskan untuknya terakhir kali. Pertemuan terakhir mereka kemarin bahkan tidak terasa seperti perpisahan, namun tetap bagi Atlas terasa begitu janggal. Mungkin karena terlalu tiba-tiba dan cepat, pertemuan terakhir yang merupakan perpisahan, pertemuan terakhir paling bahagia dan paling sedih, yang juga menyudahi hubungan singkat mereka. Sejenak Atlas merasa sendu. Dalam lubuk hatinya masih sesekali berharap Venus meneleponnya, mengatakan bahwa ia akan datang mengucapkan selamat tinggal. Namun, nyatanya ucapan selamat tinggal Venus hanya berupa memori-memori tentangnya; seratus hal yang tertanam sejati di dalam hati Atlas mengenai segala hal tentang kejanggalan perempuan itu, gelak tawanya, senyumanya, aroma tubuhnya, kerlingan matanya, rambut hitam tebalnya, wajah pemikirnya, serta sosoknya yang seringkali membuat dirinya bertanya-tanya; kisah apa saja yang tidak diketahuinya, yang pernah terjadi dalam sejarah hidupnya sehingga membentuk pribadi sepertinya yang begitu terlihat bagai keajaiban seni paling nyata di mata Atlas? Baginya, Venus adalah sebuah takdir dan keajaiban menjadi satu. Dan, ia tidak akan pernah ada niat untuk melupakannya.
Continue reading...
4
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang," Begitu katanya "Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang," Begitu pula katanya Aku tetap tak mengerti Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini Terlalu sempit untuk diketahui Terlalu sulit untuk dijelajahi Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit? Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri? Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit? Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip? "Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku," Ujarnya kemudian Secangkir teh diteguknya perlahan "Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu," Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu Yang meraup beribu untung tak kenal waktu Diam-diam aku bertanya juga Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu? Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu? Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa Seperti yang saat ini banyak terjadi, Seniman dan Koruptor.
0
Jan 18, 2014
Jan 18, 2014 at 2:37 AM UTC
Dunia, Seni, Koruptor
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang," Begitu katanya "Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang," Begitu pula katanya Aku tetap tak mengerti Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini Terlalu sempit untuk diketahui Terlalu sulit untuk dijelajahi Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit? Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri? Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit? Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip? "Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku," Ujarnya kemudian Secangkir teh diteguknya perlahan "Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu," Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu Yang meraup beribu untung tak kenal waktu Diam-diam aku bertanya juga Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu? Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu? Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa Seperti yang saat ini banyak terjadi, Seniman dan Koruptor.
Continue reading...
39
setiap kota takkan kekal abadi dan yang ada di dalamnya hanyalah penghuni yang kekal selamanya ditemani isi-isi yang tak berisi tiada puisi, tiada seni tanpa arah tanpa erti yang ada hanyalah imbalan dan keuntungan yang berpuing di udara kota yang berlegar di pengairan kota segalanya terasa muram apa bezanya hidup di dalam lohong hitam?
0
Sep 9, 2018
Sep 9, 2018 at 10:49 PM UTC
Balada Indah Terpencil
Palembang, 11 Januari 2014 Ini kisahku Kisah mengharu biru Tentang aku yang tak berkawan Di pulau perantauan Ini ceritaku Cerita yang terekam waktu Tentang seorang anak Hawa Yang mati tapi bernyawa Alarm berbunyi, memecah sunyi Aku diam di sini, sendiri Mencoba tuk menutup mata, tapi selalu terjaga Menerawang masa depan, melukiskan kehidupan Terdengar Ayam bernyanyi, berirama seni Aku masih merenungi, siapa jati diri? Mencoba tuk menutup mata lagi, meski ku pun tak yakin Ku coba sekali lagi, berharap mulai bermimpi Esok hari penting, tak ingin ku langkahi Kemarin hari sendu, birkan berlalu Sekarang hari biasa, cobalah terbiasa Kenangan akan tercipta, berawal dari mimpi di kala senja
0
Jan 14, 2014
Jan 14, 2014 at 11:57 AM UTC
Mimpi Di Kala Senja
Ah, küçücük gemi, sulara attın şimdi kendini, delisin Ah, yakarlar seni, dönmezsin bir daha geri, delisin Ah, deniz olayım, tuzumu rüzgârda savurayım, deliyim Ah, ne yelken ne yel, köpüklerde kaybolayım, deliyim Kime sorsam dönüşüm yok Nereye gitsem mavi Yelkenimde deli rüzgâr Her yanım tuz, deliyim Ah, peşimde rüzgâr, ne yağmurlar dost ne bir kıyı var, deliyim Ah, düşlerim kaldı, yalnızım düşlerim kaldı, deliyim Ah, yaralı kalbin, sönüp gidecek yaralı kalbin, delisin Ah, küçücük gemi, dönmezsin bir daha geri, delisin Kime sorsam dönüşüm yok Her gemi biraz deniz Her yanım mavi, her yanım yel Her yanım tuz..
0
May 27, 2014
May 27, 2014 at 8:05 AM UTC
Gemi / Ezginin Günlüğü
voice over: Atlas Ketika langit mengubah rupanya menjadi senja sewarna matahari tenggelam, kuajak Venus duduk di kafe tak jauh dari stasiun. Perjalanan hari ini cukup lelah, meskipun pengamatan kami berjalan lancar. Tapi, aku selalu berharap anggota kelompok kami lainnya lebih sering ikut bergerak agar kami tidak selalu pergi berdua. Museum yang kami kunjungi kali ini adalah museum seni, yang kuduga salah satu hal yang amat Venus hargai. Ia penikmat karya seni. Matanya terus memandang takjub karya-karya yang kebanyakan orang tak pahimi apa maknanya, namun Venus menatapnya seolah barang yang dilihatnya ialah nyata. Kau tahu, memandangi seorang perempuan berambut gelombang sepunggung, yang bertinggi badan hanya sehidungmu, rahang tegas, alis yang tebal, memandangi karya-karya seni di hadapannya dengan tatapan antusiasmenya; bukankah ia definisi seni yang sesungguhnya? Yang paling nyata di depan mataku? Dan, kemudian ia menoleh, tersenyum saat sadar aku memandanginya dari belakang. Ia mengatakan sesuatu, "Atlas, lihat sini! Lukisan yang satu ini benar-benar indah." Dan, setelah 3 bulan meragukannya, sekarang aku yakin; aku menyukainya, sangat menyukainya, saat kurasakan Venus adalah seni yang lebih indah, terindah.
0
Jan 28, 2017
Jan 28, 2017 at 6:51 AM UTC
daydreaming part 1: keajaiban seni yang paling nyata
How I fell for you? We have never met. But still I let you in to my world of battle. When things weren't good for me, You made me laugh, Bestowing the peace of mind I always yearned for , by your magical voice.
0
Feb 20, 2021
Feb 20, 2021 at 11:30 PM UTC
Seni Seviyorum
Disini aku masih di bawah langit milik bumiku Tapi berbeda tempat dan aroma tanah Aku merasa di atmosfer era abad pertengahan Melihat banyak kastil dengan arsitektur tua Pemandangan yang indah di Montmartre, sebuah kerajaan seni yang siap memanjakan mataku seketika Musim gugur menciptakan lukisan indah secara alami Tempat itu seperti kanvas Diciptakan oleh kuas ajaib anugrah yang kuasa Meski Claude Monete dan Renoir sudah tidak ada lagi Aku bisa melihat perpaduan warna cantik di musim gugur dengan mata telanjang kuning, oranye, merah dan coklat Lukisan yang begitu indah Biarkan aku memakai jaket hari ini Sebab udara membuatku cukup dingin Aku berjalan-jalan di pedesaan Prancis Pohon-pohon gugur di sepanjang jalan ditemani oleh nyanyian burung yang menyemarakan hariku Ini sudah waktunya panen Aku menyukai labu di ladang Memilih apel dan pir di kebun dekat benteng Talcy Prancis seperti harta karun emas Paris di musim gugur bulan ini Menara Eiffel sudah menungguku kali ini aku berjalan di atas dedaunan Begitu renyah di bawah kakiku Pohon maple di atas saya memayungi meski hari tak hujan Daunnya yang tersentuh angin berputar-putar Mengirim mereka untuk menari di udara Sangat romantis Aku sedang duduk di bangku kayu Ah jika September tiba...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:24 PM UTC
Jika September tiba
Sözleriyle dokunmaya çalışır elleriyle dokunamayanlar Ondandır sana şiir yazma çabalarım Belki yazdıklarım kalbini sarıp sarmalar Birlikte geçirdiğimiz o güzel günleri hatırlatırlar Sözleriyle dokunmaya çalışır elleriyle dokunamayanlar Ondandır her gece mektuplarda senin sıcaklığını arayışlarım Belki seni bana getirmezler Ama beni senin rüyalarınla baş başa bırakırlar Sözleriyle dokunmaya çalışır elleriyle dokunamayanlar Ondandır senin her bir sözüne muhtaç oluşum Belki şimdi bana ulaşamayacak kadar çok uzaktalar Ama hâlâ kalbimi senin aşkınla kaplarlar
0
Oct 12, 2021
Oct 12, 2021 at 4:05 PM UTC
Kavuşamayanlar
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
0
Dec 9, 2017
Dec 9, 2017 at 9:34 AM UTC
satu lagi kisah singkat yang sempat terbuang
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
Continue reading...
1
Sejak kecil mereka aku kasihi dengan sangat Tak boleh ada  masalah dan persoalan yang didapat Aku memberi yang dibutuhkan Walau kadang agak dipaksakan Melalui hari-hari sekolah kalian ku bimbing Melalui waktu-waktu susah kau ku bina Mengarungi saat-saat penting kau kutemani Tak ada saat dimana kau kutinggalkan Masuk masa perkuliahan kau dapatkan dimana kau ingin melanjutkan pendidikanmu Walau seakan mustahil tapi Tuhan memberi itulah yang aku ingatkan Masa-masa perkuliahan kau jalani juga nak... Ada rasa berontak yang tak terperi Ingin mencoba dunia seni Dimana banyak hidup berseri Tepuk tangan dan kata-kata manis Kau terima dengan senang hati Untuk kebanggaan diri pribadi Untuk kejayaan yang kau ingini
0
May 2, 2017
May 2, 2017 at 12:01 AM UTC
Semua ada waktunya (2)
İçimde yarın seni göremeyecek olmanın üzüntüsü var Buğulu, her an ağlamaklı gözlerini görememenin Sanki çocukken kırmışlar da seni öyle mahzun bakıyormuşsun gibi Dalgalı deniz saçlarını kalbime dolayamamanın Elini her saçına götürdüğünde yalnızlığın kıyıya vuruyor gibi Kırgın, buz ellerinle hayata tutunamamanın Her sımsıkı sarıldığın eller seni bırakmış gibi Yere kapanmış kimsesiz ağlayan çocuk sesini duyamamanın Birini kaybetmişsin de onun sessizliği gibi İçimde bugünün son gecemiz olmasının dayanılmazlığı var Geri dönmeyecekmişsin gibi İçimde yarın seni göremeyecek olmanın üzüntüsü var En çok da seni bunları başkasına derken duymanın çaresizliği var
0
Dec 4, 2018
Dec 4, 2018 at 12:00 PM UTC
Yarın
~Yesterday  You're on the other  side of the world.  Away from the loved ones. Wished you could go  back. But you couldn't.  You're eyes were blood shoot red from crying. Faced filled with tears. Heart burning from pain. You  were lost and homesick. If only I was there, to make you smile, remind you that I'm still here and  that I'll never let you go. ~Today  You're laying on the other side of your bed. In the dark, quite room Watching a movie. Trying to heal your wound. If only I was there, to cuddle with you, to show you what love is, so you won't be hurt or lonely anymore. No matter what side you're on, I will always think of you, because .... I LOVE YOU  당신을 사랑합니다 আমি তোমায় ভালোবাসি Je t'aime Te amo Ik hou van je Σ 'αγαπώ أنا أحبك Is breá liom tú Seni seviyorum איך ליבע איר Mahal kita मैं तुमसे प्यार करता हूँ 私はあなたを愛して 我爱你 Aku mencintaimu Я люблю тебя ฉันรักคุณ אני אוהב אותך Tôi yêu em
0
May 12, 2013
May 12, 2013 at 1:22 AM UTC
On the other side
Hembusan angin sayu, menyapa rumput sendu Rintik hujan turun segan, basah ranting kerontang Seolah bersatu padu, gambarkan kecewaku Mereka kata "lihat mata si bodoh keluar tangis" Kubilang "pergi jauh dasar iblis" Sendiri kini kau disana Gantung diri hilang kecewa Jatinangor, 21 Desember 2017
0
Dec 21, 2017
Dec 21, 2017 at 9:05 AM UTC
Seni Diri
Seni seviyorum diye uyandım yine bir sabaha Güneşin hatrına döndüğü o güzel yüzüne bakınca Daldım gözlerine ve bağlandım bu hayata Tut ellerimden, sarıl bana, ol hep yanı başımda
0
Jul 7, 2020
Jul 7, 2020 at 7:04 PM UTC
günaydın
hergün yazıyorsun diyordu *** bir iş bul kendine seni kimse okumaz bu saçma hikayen de karnımızı doyurmaz ütü işinde becerikliydi koca götlü daphne sürekli geriye atardı saçımı zekamla birlikte üzüm misali karardım 3-5 yıl sonra kırmızı bir araba geldi günün birinde long island’dan kocaman gözlükleri vardı beyaz önlüklü gergedanların karga tulumba severmiş gibi bileklerim bağlı sedye tarlasında buldum kendimi güney cepheden yağmur yağıyordu ve saat 3 yönüne dönüyorduk her köşe başından ve hep aynı resim aynı dişti ağızdan fırlayan macun reklamı olduğunu anlamamıştım ama sonra hatırladım tabii süt şişesi kalınlığında hemşire kepinden tanımıştım kaba etime zerk ettiğinde iğne olduğunu sonra bana abuk sabuk şekiller gösterdiler gri bir odada sürekli soruyordu dolma burun bu ne bu ne peki bu ne ya bu ne hep aynı cevabı veriyordum çaydanlık çaydanlık! yemekler oldukça kötüydü beyazlar da öyle ama dostlar onlar prima mc.allison vardı b blokta acayip severdim güvercin beslermiş o zaman büyükçe bir parti vermiş birgün ve kuşları zehirlemiş down town sheriff’i bile gelmiş düşünsene hayli keyifli geçmiş gece sabaha karşı herkes hastanede 40 ölü var diyordu gülerek 20 güvercinle 40 domuz vurdum deli herhalde diyordum içimden sahi ben neden buradayım altıma kaçırıyordum mütemadiyen hergün temiz çarşaf hergün ters yüz yatak 1yıl sonra kurul toplandı her yerde çaydanlık resmi vardı tuhafıma gitmiş sormuştum bunlar ne diye hepsi ayrı ayrı dizayn edilmiş ve hepsi farklı keyif köşede olana takıldı gözüm soruları sularken ama sürekli o çaydanlığa bakıyordum sonra anladım görüyordum çaydanlıktan akıyordu beynime daphne ve maalesef yanık tütüyordu çenesi *** iş bul iş bul der gibi kuzineden sarkan dili...
0
Mar 16, 2019
Mar 16, 2019 at 11:40 AM UTC
Bir Delinin Günlükleri
hergün yazıyorsun diyordu *** bir iş bul kendine seni kimse okumaz bu saçma hikayen de karnımızı doyurmaz ütü işinde becerikliydi koca götlü daphne sürekli geriye atardı saçımı zekamla birlikte üzüm misali karardım 3-5 yıl sonra kırmızı bir araba geldi günün birinde long island’dan kocaman gözlükleri vardı beyaz önlüklü gergedanların karga tulumba severmiş gibi bileklerim bağlı sedye tarlasında buldum kendimi güney cepheden yağmur yağıyordu ve saat 3 yönüne dönüyorduk her köşe başından ve hep aynı resim aynı dişti ağızdan fırlayan macun reklamı olduğunu anlamamıştım ama sonra hatırladım tabii süt şişesi kalınlığında hemşire kepinden tanımıştım kaba etime zerk ettiğinde iğne olduğunu sonra bana abuk sabuk şekiller gösterdiler gri bir odada sürekli soruyordu dolma burun bu ne bu ne peki bu ne ya bu ne hep aynı cevabı veriyordum çaydanlık çaydanlık! yemekler oldukça kötüydü beyazlar da öyle ama dostlar onlar prima mc.allison vardı b blokta acayip severdim güvercin beslermiş o zaman büyükçe bir parti vermiş birgün ve kuşları zehirlemiş down town sheriff’i bile gelmiş düşünsene hayli keyifli geçmiş gece sabaha karşı herkes hastanede 40 ölü var diyordu gülerek 20 güvercinle 40 domuz vurdum deli herhalde diyordum içimden sahi ben neden buradayım altıma kaçırıyordum mütemadiyen hergün temiz çarşaf hergün ters yüz yatak 1yıl sonra kurul toplandı her yerde çaydanlık resmi vardı tuhafıma gitmiş sormuştum bunlar ne diye hepsi ayrı ayrı dizayn edilmiş ve hepsi farklı keyif köşede olana takıldı gözüm soruları sularken ama sürekli o çaydanlığa bakıyordum sonra anladım görüyordum çaydanlıktan akıyordu beynime daphne ve maalesef yanık tütüyordu çenesi *** iş bul iş bul der gibi kuzineden sarkan dili...
Continue reading...
87
As I lay my eyes on my notebook, I begin to feel them dilate.. Not knowing how long I can hold back these tears, I scribble after spending a minute reaching for it.. Only to realize that I'm reaching. Blurred lines is all I can see on the paper and then tear drops appear in between the lines, becoming apparent. Apparently I've been holding on to a forever that's gone forever... But letting go takes forever and its been forever. Letting Go Forever, I'll be with you in a minute, and for better or worse may that be forever. Thank God for the waters even if they're sour.. Because as they dry and disappear on my face I realize that the truth lies in between the lies that I fed myself, And this is just me paying the price. Cutting the ties, I free you to go to the world.. Tell them my story, let them live my joy and Lord knows I pray they never feel my pain. I've taken a **** load of drugs, poured my heart and soul to you, I'm just tired of never fixing the pain. May you find some sunshine and every once in a while don't forget to dance in the rain just to hydrate the joy and wash away what used to be the pain. See, when I met you, you were banal scavenging for The One* to give you a purpose.. I gave you that and more, but sometimes more becomes less and too much's what you get when you've been longing for a purpose. I'll take the blame if its for your sake, And I wish I could write more but I'm past the last line of the last page.. And this is the last note I'll ever write for you.. The irony. Seni
0
Jul 27, 2015
Jul 27, 2015 at 3:01 AM UTC
Last Note
As I lay my eyes on my notebook, I begin to feel them dilate.. Not knowing how long I can hold back these tears, I scribble after spending a minute reaching for it.. Only to realize that I'm reaching. Blurred lines is all I can see on the paper and then tear drops appear in between the lines, becoming apparent. Apparently I've been holding on to a forever that's gone forever... But letting go takes forever and its been forever. Letting Go Forever, I'll be with you in a minute, and for better or worse may that be forever. Thank God for the waters even if they're sour.. Because as they dry and disappear on my face I realize that the truth lies in between the lies that I fed myself, And this is just me paying the price. Cutting the ties, I free you to go to the world.. Tell them my story, let them live my joy and Lord knows I pray they never feel my pain. I've taken a **** load of drugs, poured my heart and soul to you, I'm just tired of never fixing the pain. May you find some sunshine and every once in a while don't forget to dance in the rain just to hydrate the joy and wash away what used to be the pain. See, when I met you, you were banal scavenging for The One* to give you a purpose.. I gave you that and more, but sometimes more becomes less and too much's what you get when you've been longing for a purpose. I'll take the blame if its for your sake, And I wish I could write more but I'm past the last line of the last page.. And this is the last note I'll ever write for you.. The irony. Seni
Continue reading...
44
acıklı filmlerden nefret ederim yine de bir bilet veriliyor bir akşam giriyorsun suareye ilk başlar yormuyor on dakika aradan sonra saplıyor kadın bıçağı bir şey hissetmiyorsun önce teğet geçiyor kalbi kahkahaları ölmüyor adam, beter oluyor oksijen azalan beyninde Tanrım! ne dangalak kareler çıkmak istiyor duygular sıyrılmak derisinden ama imkansız seni de çekiyor içine mayıs bir sürüngenin dilinde yerleşiyorsun salon salomanje sandığın karanlık dehlize uluorta oynaşıyor kadın adamdan imtina ettiği günışıklarını bolca dağıtıyor evrene sevmek, sevilmek şehir efsanesi duygu yitiminde kopuyor kıyamet evriliyor bukalemun gibi benliğine hücreleri çiğnerken kalp atışların sevişiyor yabancı bir gövdeyle ne cüretkar bir senaryo işbirlikçiden söz etmiyor film senaryoda olduğu halde fakat ben görüyorum uzaktan yakınlar birbirilerine aynı familyagil, yani o da sürüngen hani şu arada bir köpek kılığına giren ve fakat adamın ifadesi alınıyor hastanede temmuz köpeğimi çağrın diye bas bas bağırıyor adam bukalemun onun yüreğinde... Vaha
0
Feb 13, 2019
Feb 13, 2019 at 3:43 AM UTC
Bukalemun
seni sevmek, hızlı adımla eve dönmek bir akşamüstü bekleyişini görmek camda koklamak eşikte gül kurusu sarılmak bele şüphesiz seni sevmek, gezinti senden habersiz altın oran korusu hazırlarken sofrayı misal, dökülmek gözucuna bardak dolusu seni sevmek, şal gibi omuzlarına serilmek mesela kitap sayıklarken veranda ayraç koyduğun yerde beklemek, bakmak yüzüne hasretle, mum gibi yüz hatlarında erimek seni sevmek, sandalyeyi çekip yatak ucuna, rüyanı merak etmek, dokunmak rem yerinde saçına usulca zülüfü mühürlemek seni sevmek, klişe sözleri boğmak ağzımda, bırakıp lafı göze akışı kıvrımlara dermek seni sevmek, Rabbime şükretmek, ıslatıp dudağı her öpüşte sol yanımda çitilemek seni sevmek vecit hali, delilik seni sevmek, sevişirken bile seni özlemek.. ..
0
Sep 29, 2019
Sep 29, 2019 at 3:01 AM UTC
Seni
belli standartlara bağlı kalmadan uyanıyorum sabahları kahrolası rüyaların uykumu budamasından nefret ediyorum ama alıştım artık akşamdan kalma suratımı camdan yalayan güneşe dayıyorum uyanır uyanmaz dua etmem gerekmiyor hizmet için tanrıya hem kilise ikonları cezbetmiyor vaaza karnım tok sübyancı piçler diye kalaylıyorum okudukça pisliklerini aslolan kutsal kase gri tayyörün eteğine bayılıyorum susurluk ayranı gibi dökülen döküle çıkıyor akşam merdivenlerimi sıyırırken vaftizleniyor parmaklarım bir ayinden, diğerine koro halinde akustik ayetlerim duvarların dili olsa "tanrı seni korusun emma" en azından benim için iri memelerin sütun bacak ve barok sevişlerin sonu gelmez gelme sorunum için.. "tanrı seni korusun emma" en azından ikimizden biri ölene kadar.. ..
0
May 10, 2019
May 10, 2019 at 12:11 PM UTC
Emma
aşk birkaç ay bolluk ve bereketle ruhumu ve zihnimi giydirdiğinde şükran günü kadar mutluydum.. -her şey yolunda sophie -günaydın papatyalar, güller ve duvardaki kediler -deli maria, karnına kıymalı börek gömmeye ne dersin? -sevgili arı, lütfen at sineğine binip gider misin tatlım? -beyaz mı, giydin bugün? hımmm öpüyorum onu -çıkışta duraktan alırım seni, mahfele gideriz ay gümüşse, güneş altındır gerçekliğinde aşkın beni kıskandığını hissetmeye başladım bi süre sonra talihsiz bir kara çarşamba yürüyordu üstüme salı’dan ve kalp kırmayı denedi yüksek perdeden, ve kırdı da hücrelerimden striptiz yaparak ayrıldı kıçı açık aşkın, ağzı kapalı tutulması gereken uçucu bir madde olduğunu anladığımda salak bir tiner şişesi vardı yanımda bir de kapağı tura gelen ben.. ..
0
May 19, 2019
May 19, 2019 at 5:36 AM UTC
Aşk Uçucu Bir Madde
telefon her çaldığında damarlarımda yürüyen kan koşmaya başlıyor ve nabzım bir yarış atı gibi luta kalkarak gözlerimi hızla ekrana taşıyor.. "meleğim" arıyor kaydı olmadığında bungee jumping’in ipi kopmuşçasına hızla bir boşluğa düşüyorum.. intihara meyilli kalp çakram akordu bozuk bir gitar gibi devasa kolonların tweeter’larını birer birer patlatmasının ardından büyük fırtına sonrası sessizliğimin fermuarını yavaş yavaş, yukarı çekiyor.. bu mastürbasyonel psikolojiyi günün belirli saatlerinde orgazmın eşiğinden dönen bir homosaphien gibi yaşamak acı verse de, versace saatlerin dolçe vita öpücükleri bir an da, olsa bohem ambiansların ambulansında sevişmelerimizi serum yoluyla beynimden yüz hatlarıma yayıyor benim olduğunu biliyorum ve birazdan.. "meleğim" arıyor yazacak neonlar yüzümde parladığında ve ben, bekliyor olacağım seni menekşelerin dansettiği cezayir sokağında.. ..
0
Jul 5, 2019
Jul 5, 2019 at 10:32 AM UTC
Endişe Dokunur Birşey
hergün yazıyorsun diyordu *** bir iş bul kendine seni kimse okumaz bu dandik hikayen de karnımızı doyurmaz ütü işinde becerikliydi koca götlü daphne sürekli geriye atardı saçımı zekamla birlikte üzüm misali karardım 3-5 yıl sonra kırmızı bir araba geldi günün birinde long island’dan kocaman gözlükleri vardı beyaz önlüklü gergedanların karga tulumba severmiş gibi bileklerim bağlı sedye tarlasında buldum kendimi güney cepheden yağmur yağıyordu ve saat 3 yönüne dönüyorduk her köşe başından hep aynı resim ve aynı dişti ağızdan fırlayan macun reklamı olduğunu ayıkamamıştım ama sonra hatırladım tabi süt şişesi kalınlığında hemşire kepinden tanımıştım kaba etime zerk ettiğinde iğne olduğunu sonra bana abuk sabuk şekiller gösterdiler gri bir odada sürekli soruyordu dolma burun bu ne bu ne peki bu ne ya bu ne hep aynı cevabı veriyordum çaydanlık çaydanlık! yemekler oldukça kötüydü beyazlar da öyle ama dostlar onlar prima mc.allison vardı b blokta acayip severdim güvercin beslermiş o zaman büyükçe bir parti vermiş bi'gün ve kuşları zehirlemiş suffolk county sheriff'i bile gelmiş düşünsene hayli keyifli geçmiş gece sabaha karşı herkes hastanede 40 ölü var diyordu gülerek 20 güvercinle 40 domuz vurdum deli herhalde diyordum içimden sahi ben neden buradayım altıma kaçırıyordum mütemadiyen hergün temiz çarşaf hergün ters yüz yatak 1yıl sonra hz. kurul toplandı her yerde çaydanlık resmi vardı tuhafıma gitmiş sormuştum bunlar ne diye hepsi ayrı ayrı dizayn edilmiş ve hepsi farklı keyif köşede olana takıldı gözüm soruları sularken ama sürekli o çaydanlığa bakıyordum sonra anladım görüyordum çaydanlıktan akıyordu beynime daphne ve maalesef yanık tütüyordu çenesi *** iş bul iş bul der gibi kuzineden sarkan dili
0
Feb 9, 2020
Feb 9, 2020 at 11:02 PM UTC
Long İsland Kasabı
hergün yazıyorsun diyordu *** bir iş bul kendine seni kimse okumaz bu dandik hikayen de karnımızı doyurmaz ütü işinde becerikliydi koca götlü daphne sürekli geriye atardı saçımı zekamla birlikte üzüm misali karardım 3-5 yıl sonra kırmızı bir araba geldi günün birinde long island’dan kocaman gözlükleri vardı beyaz önlüklü gergedanların karga tulumba severmiş gibi bileklerim bağlı sedye tarlasında buldum kendimi güney cepheden yağmur yağıyordu ve saat 3 yönüne dönüyorduk her köşe başından hep aynı resim ve aynı dişti ağızdan fırlayan macun reklamı olduğunu ayıkamamıştım ama sonra hatırladım tabi süt şişesi kalınlığında hemşire kepinden tanımıştım kaba etime zerk ettiğinde iğne olduğunu sonra bana abuk sabuk şekiller gösterdiler gri bir odada sürekli soruyordu dolma burun bu ne bu ne peki bu ne ya bu ne hep aynı cevabı veriyordum çaydanlık çaydanlık! yemekler oldukça kötüydü beyazlar da öyle ama dostlar onlar prima mc.allison vardı b blokta acayip severdim güvercin beslermiş o zaman büyükçe bir parti vermiş bi'gün ve kuşları zehirlemiş suffolk county sheriff'i bile gelmiş düşünsene hayli keyifli geçmiş gece sabaha karşı herkes hastanede 40 ölü var diyordu gülerek 20 güvercinle 40 domuz vurdum deli herhalde diyordum içimden sahi ben neden buradayım altıma kaçırıyordum mütemadiyen hergün temiz çarşaf hergün ters yüz yatak 1yıl sonra hz. kurul toplandı her yerde çaydanlık resmi vardı tuhafıma gitmiş sormuştum bunlar ne diye hepsi ayrı ayrı dizayn edilmiş ve hepsi farklı keyif köşede olana takıldı gözüm soruları sularken ama sürekli o çaydanlığa bakıyordum sonra anladım görüyordum çaydanlıktan akıyordu beynime daphne ve maalesef yanık tütüyordu çenesi *** iş bul iş bul der gibi kuzineden sarkan dili
Continue reading...
88