"semoga" poems
Dear Nakama...
Kau tenang saja, mulai sekarang aku tak kan marah, kesal, sedih, cemburu, iri, ataupun jengkel saat kau berhubungan dengan Dia. Aku tak apa-apa. J
Dear Nakama...
Sekarang, kau bisa melakukan apa saja sesuka hatimu padanya. Toh, Aku sudah melupakan semua perasaan itu, Aku sudah bisa bangkit dari keterpurukan ini. Jadi, tak ada lagi alasan untuk mu menjauhkan?
Dear Nakama...
Aku merindukanmu, Tak ingin melihat kau seperti ini, mengapa kau seperti ini? L
Dear Nakama...
Bukankah, kita sudah saling berjanji takkan pernah saling menyakiti, akan terus menghubungi dan jangan sampai hilang hubungan? Dan sekarang, Aku ingin menagih janji itu...
Dear Nakama...
Aku di sini sedang sedih. Tapi semoga, Kau baik-baik saja...
Dear Nakama...
Apakah aku tidak boleh mengetahui keadaanmu? Tapi, bukankah itu suatu hal yang wajar di antara hubungan persahabatan? Aku tak mau kehilangan “TEMANKU”, aku tak mau kehilangan “SAHABATKU”, dan Aku tak mau kehilangan “KAKAKKU”... :’(
Dear Nakama...
Selama ini hanya Kau orang yang bisa mengerti Aku, mempercayaiku, dan menyayangiku dengan setulus hati. Akupun Selalu berusaha agar bisa menjadi seperti itu...
Dear Nakama...
Setiap hari aku menimbun sedih, menyembunyikan sakit, menampung rindu, menabung kekecewaan, mengumpulkan kegelisahan, dan terus menelan air mata hanya untukmu...
Dear Nakama...
Pandanganku kabur, pergerakanku kaku, kakiku lesu, tanganku beku, lidahku kelu, air mata terus jatuh, dan sesaat aku merasa duniaku runtuh ketika mengetahui kau sedang berusaha menjauh...
Dear Nakama...
Apa yang harus ku lakukan agar kau mau kembali seperti dulu? Saat-saat di mana Aku belum mengenalnya, saat-saat di mana aku masih menjadi gadis kecil yang polos dan tidak mengenal cinta, saat-saat di mana kita sering berbincang tentang kartun kesukaan kita!
Dear Nakama...
Aku minta maaf, jelas-jelas ini salahku. Dan bodohnya lagi, Aku baru menyadarinya sekarang. Maafkan Aku jika Aku melakukan kesalahan yang membuatmu tersakiti. Kesalahan yang di sengaja maupun tidak di sengaja...
Semoga kau berkenan untuk memaafkanku...
Sahabatmu : Haruna J
Jul 31, 2014
Jul 31, 2014 at 5:52 PM UTC
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini.
teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini,
selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu.
apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu.
tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik.
aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku.
aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya.
satu hal yang aku minta darimu.
berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah.
selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
Mar 13, 2016
Mar 13, 2016 at 9:12 AM UTC
Gua sama sekali gak maksudbuat ngejelekin, ngejatuhin cowo gua yang sekarang
gua punya cerita yang mungkin lu semua pernah ngadapin dengan kejadia yang sama
gua punya cowo, asli gua sayang banget sama dia, gua pengen ngebahagia in dia kayak gua pengen ngebahagian keluarga gua. Tapi, ada banyak hal yang selalu buat gua ragu sama dia.
1. dia gak pernah sms ato nelponin gua duluan alesan tidur.
2. gak pernah bilang sayang sama gua, kecuali waktu nembak
3. kalo di ajakin alesan nya segudang, mungkin penuh kali tu gudang
pasti lu semua punya pikiran kalo dia Cuma mainin gua, ato pun gak sayang sama gua?
tapi biarpun dia kayak gitu, gak tau kenapa gua tetep aja sayang. Gua ikut aturan dia, gua ikut apa maunuya dia. Pokoknya semua maunya dia gua jabanin deh
karena ada satu hal di diri dia yang sulit banget gua lupain selama ini adalah KENYAMANAN kalo dideket dia.
Padahal yah, gua punya seseorang yang jelas.jelas sayang sa,ma gua, bias ngasih apa aja yang gua mau, yang bias ngebahagia in gua dengan semua hal yang dia punya, dia adalah mantan gua yang pacaran sama gua 2 tahun lebih.
gua udah banyak ngelewatin hari sama dia, susah maupun senang, dia mungkin satu.satu cowo yang paling ngerti siapa gua.
cowo yang paling care sama gua, pokok nya cowo yang paling sempurna deh dia
meskipun kayak gitu tetep aja gua gak bisa boongin ati mgua sendiri, pacaran sama dia tapi inget orang lain buat apa coba?
lagian gua harus nurut apa kata orang tua gua gak boleh pacaran sama dia, toh gua gak bias ngelawan.
*buat kamu cowo yang jadi pacar aku : please donk sayang, jangan cuek sama aku.
jangan suka banyak alesan, aku tuh sayang banget sama kamu.
coba deh kamu yang ngertiin aku sekali.kali jangan akunya terus donk
*buat kamu cowo yang aku sakitin : maapin aku udah nyakitin kaamu, semoga diluar sana kamu bakal ketemu cewe yang syang banget sama kamu.
maapin aku
#sekarang gua Cuma pengen satu hal yaitu lepas dari kedua.duanya.
gua mau orang baaru, tapi gua takut tuk memulai itu semua
sangat.sangat btakut
Apr 19, 2012
Apr 19, 2012 at 5:16 AM UTC
dari awal memang aku hanya kertas kosong bagimu
tak bisa digambar, tak bisa ditulis
yang terlupakan, yang tertinggal
yang terbuang, tak berharga
meski ku coba tuk tulis sendiri
kau hapus begitu saja,
dan kau buang
nama ku tak pernah kau sebut
mungkin karena kau lupa
mungkin karena kau tak suka
aku Erikaa
kau bisa panggil ku apa saja
sesukamu
tapi jangan,
jangan kau tak menyapaku
ku baca statusmu
diam-diam,
dari akun temanku,
teman baikku
kau benar suka dia?
haha tentu saja!
kau kembali ke kampung halaman,
besoknya kau pergi lagi menjemputnya
oh betapa beruntungnya dia
dicintai malaikat sepertimu
jika kau menikah,
apa ada kau akan mengingatku?
mengingat kekonyolanku?
menertawai kebodohanku?
kini semuanya ku buang,
semua tentangmu
senyummu,
candamu,
tapi ku mohon,
izinkan aku menyimpan foto-foto mu
bukan foto dirimu,
tapi foto mu,
pohon, jalanan, Samudera Atlantik, yang kau foto
No!
Akan ku hapus semua!
Terima kasih tuk selama ini.
Kau tlah berikan 0.5% cinta mu padaku
Terima kasih telah 99.5% membenciku
sehingga aku sadar akan kedudukanku
Terima kasih sudah 100% mencintai dia
aku yakin kau takkan menyakitinya
""Selamat G----- F--------- F--------
Semoga kamu BAHAGIA""
Sep 24, 2012
Sep 24, 2012 at 11:35 AM UTC
Palembang, Kamis 6 Januari 2011
Aku tak mengerti apa arti dari Cinta Sejati
Yang ku tahu hanya cinta itu membuat kita sakit hati
Tapi, mengapa rasa ini lain, tak seperti yang lalu
Ku cemas bagaimana bila aku jatuh cinta dengan nya?
Jatuh cinta...
Cukup umurkah aku tuk mengenalnya?
Aku takut itu akan berujung penyesalan
Tapi, selama ini aku hanya diam tak ada gairah
Diakah yang akan membuatku bangkit dan berdiri?
Cinta... Cinta... Cinta...
Hanya cintakah yang paling mudah di dunia ini?
Mudah untuk mencintai, mudah tuk menyayangi
Mudah tuk melukai, mudah tuk menyakiti
Dan mudah-mudah lainnya...
Aku heran, mengapa aku harus kenal cinta
Bila ujung-ujungnya ku harus menyesal
Semoga cepat ku dapatkan jodoh ku
Supaya penyesalan, penantian, semuanya!
Tidak berlaku lagi dan ku hidup bebas
Cepat katakanlah cintamu
Mungkin itulah yang ku tunggu
Mungkin? Ya, bisa iya
Bisa juga tidak
I'm waiting all alone here
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 1:52 AM UTC
Palembang, Sabtu 2 Oktober 2010
Hari ini terjadi lagi
Kakak ku yang indah bertambah usia
Kini ia berbeda dari 29 tahun kemarin
Yang mana masih muda dan polosnya
Tak bisa ku berikan apa-apa
Kecuali doa yang tak henti ku panjatkan
Supaya kakak ku panjang umur
Sehat selalu dan cepat menikah
Pesanku untuknya, adalah
Teruslah ciptakan lirik indah
Karena ku suka saat kau berkata
Dalam bentuk nada yang indah
Pesanku kan ku sampaikan
Melalui sinyal-sinyal batin kita
Semoga Allah SWT melindunginya
Dan biarkan ia hidup bahagia
Created By. Aridea Purple
To Arlonsy M.
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:43 PM UTC
Jakarta, Minggu 18 Mei 2008
Dulu diary ku indah
Sekarang telah ku ubah
Tapi, saat gagal bertemu kau
Ku satukan diary yang terpisah
Sebagai bukti dariku
Yang kan ku berikan untukmu
Agar kau tau
Seberapa besar cintaku
Kasih ku t’lah tercurah
Berdetik-detik, berjam-jam
Bahkan berhari-hari lamanya
Semoga dapat kau terima
Meski terluka akhirnya
Biar ku pergi saja
Lupakan kenangan indah
Dan yang paling menyakitkan
Tapi, takkan ku biarkan
Diary ku berubah indahnya
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:42 AM UTC
Jakarta, Minggu, 13 Mei 2007
Dulu sebelum aku dan kawanku merasakan dunia
Ku lewati dulu masa-masaku yang suram dan kelam
Namun... setelah Tuhan menegurku
Ku tinggalkan semua kebiasaan burukku
Aku dan kawan-kawanku
Tersentak akan suara adzan itu
Kami pun mencoba menjadi orang yang beriman
Kami pun terus melewatinya
Sampai... kami telah menemukan rasa dunia
Kami telah menjadi orang yang berkarya dan beriman
Namun... kami pun tak pernah melupakan masa dulu
Yang penuh kesengsaraan
Semua... itu kami ungkapkan dalam sebuah lagu
Yang berisi tentang suka-duka yang kami lewati dulu
Semoga... cara kami ingin berbagi cerita
Akan sukses dan dapat di terima semua orang
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:48 AM UTC
Jika malam berbicara
mengenai cintanya
terhadap rembulan
Tak perlu kau berkata lagi
melalui isyarat
ataupun senandung
Cukuplah diam
dan resapi
setiap kecupan
diantara angin malam
Dan jangan ganggu bintang
karena mereka nyaman
dan tenang dalam kejauhan
Biarlah malam yang melengkapimu
Menjagamu dalam tidurmu
Pengantar untuk segala mimpimu
Semoga Tuhan bersamamu
sampai fajar berikutnya
Sep 15, 2016
Sep 15, 2016 at 5:13 AM UTC
Ku duduk di sini
Bersama hati di dalam
Kami tersenyum riang
Tawa kami memancar cahaya
Yang indah menghiasi awan
Dengan alunan angin sejuk
Menyegarkan saat hari bahagia
Dunia ku kini indah
Hati ku tak lagi terikat
Hanya senyum manis yang indah
Ku harap abadi tuk selamanya
Berpegang erat tangan
Kata manis mulai terucap
Perkara ku buang jauh
Semoga hilang tak kembali
Agar kami bahagia
Kalahkan rintangan
Dan hidup bahagia bersama
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:07 AM UTC
Serasa haru , campur bahagia , sedih , kesal senang juga . bercampur menjadi satu ketika aku mendengar bahwa sahabat tercintaku akan menikah dengan kekasih pujaannya . Haru kenapa? Terharu saja , disisi lain aku kagum akan usahanya memperjuangkan cintanya trhdp org yg dia cinta sejak bbrpa tahun lalu. padahal , jika boleh menengok kebelakang , kisah cinta mereka terbilang sangat rempong . Yaaa... beberapa kali sebut saja novi kerap menghubungiku utk meminta petuah2 apa saja yang bisa membuat dia gak cemburu buta lagi hanya karena si cwoknya ketemu mantan via jalur reuni .
Dan kesalnya adalah , mereka menikah dengan jalan pacaran . Padahal , Dalam islam tdk menganjurkan pacaran ,meskipun kegiatan itu sudah menjadi budaya seluruh dunia . Tidak melihat dari sisi buruk . aku hanya bisa mendoakan saja , agar ALLAH memudahkan segala hajat . menjadikan kalian sepasang suami istri yg saling mencinta di dunia sampai meggapai jannahNYA . Semoga Bahagia selalu sahabatku NOVI APRIANI ,
Mar 6, 2015
Mar 6, 2015 at 4:09 AM UTC
Saat cinta mempersatukan
Kau yang indah dengan dia
Aku pun terancam sendiri
Tak ada harapan lagi
Kau bahagia...
Aku akan sangt bahagia
Karena kau temukan
Dewi Cinta yang kau inginkan
Semoga bahagia
Dan setia dengan mu
Ku kan mendendam
Bila dia mengkhianati mu
Meski vonis yang kejam
Ku terima hidup di kandang
Yang panas dan pengap
Tak bisa hirup udara bebas
Ketika vonis ku berakhir
Kau akan ku cari
Tapi, melihat mu telah bahagia lagi
Ku kan mengenang itu untuk terakhir kali
By. Aridea Purple
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:00 PM UTC
waktu tidak serta merta memberi salam maupun pamit
ia berjalan saja mengikuti poros
dan terkadang aku tak merasanya
cepat..
kemarin rasanya aku baru akrab denganmu, setalah kebungkaman yang berbicara menahun
aku hanya bisa tertawa, jika aku ingat dulu.
kamu dan aku kemudian dibawa waktu untuk saling bicara untuk pertama kali
sebenernya aku dipaksa karena aku membutuhkan bantuanmu
aku memanfaatmu..agar kita dekat mungkin itulah cara-Nya
maaf..
sampailah kita diakhir studi kuliah
topi bertali dan jubah sudah mantap kita kenakan
tapi dihari itu aku tak melihatmu
mauku melihatmu dengan jas hitam dan kemeja merah mudamu yang manis
tapi aku senang.
semoga kamu gapai maumu selalu
dan selamat.. aku masih merepotkanmu hingga detik ini
Nov 30, 2018
Nov 30, 2018 at 9:44 AM UTC
Aku selalu senang berbincang pada semesta
Membicarakan dia,laki laki yang kucinta
Yang selalu ku sebut ditiap bait bait doa
Meminta pada penguasa
Untuk menjadikannya pendamping selamanya
Dan dipisahkan ketika sudah akhir usia
Egois memang,
Tapi bukannya ketika kita meminta harus katakan yang sejujurnya
Sekalipun itu memaksa ?
Intinya,aku mencintainya.
Semoga semesta selalu baik kepadanya.
Jul 25, 2019
Jul 25, 2019 at 12:54 AM UTC
Poligami itu hukumnya mubah (QS. An Nisa 3) tidak ada thalab (seruan) disana secara jazm (yang menguatkan) untuk disebut berhukum sunnah, ataupun wajib. Dan tidak ada illat ataupun syarat yang menjadikannya wajib ataupun sunah.
Di ayat tersebut ada frase "ma thoba" (yang kalian senangi), jadi disitu Allah memberi pilihan (atas keMahatahuannya Allah atas mahluk-Nya), karena memang mubah itu statusnya "pilihan"
Kalau dianalogikan, seperti orang makan lauk kerupuk. Ada yang suka/memilih makan pake kerupuk, ada yang nggak suka. Bukan berarti yang suka makan kerupuk, lebih terpuji, dan yang tidak suka makan kerupuk, tidak terpuji. Atau sebaliknya.
Dan 'adil' bukanlah illat atau syarat, dibolehkannya seorang laki-laki (suami) untuk berpoligami (menikah lagi)...
Sederhananya begitu cara memahami 'hukum Allah' yang satu ini. Jangan sampai suka dan ketidaksukaan kita terhadap sesuatu membuat kita salah persepsi tentang hukum yang satu ini... Wallahu'alam
========================
Semoga yang baca nggak salah persepsi ya...
Mar 19, 2015
Mar 19, 2015 at 12:57 AM UTC
Hari berawal dari matahari menari di ufuk timur, tak perlu mengucap “hai” untuk sekedar hadir. Membias dengan apapun miliknya
Tatapku kosong dengan sejumlah tanya apakah yang dibuatnya hari ini jadi perbedaan.
Semoga kita dijauhkan dengan tanya yang sukar jawabnya. Semoga hangat pagi senantiasa dipihakmu.
Selamat pagi hijau, biru, putih, bening dan zat lainnya
Jul 16, 2016
Jul 16, 2016 at 3:00 AM UTC
Bagi anda sekalian
Yang meranggas merana
Di pintu sesal, sesegukan,
Saya menjual mawar merah meradang;
Khusus ditanam untuk menebus dosa-dosa.
Hanya dengan seisak air mata dan kepalsuan
Anda bisa mendapatkan:
1. Sekuntum bunga jelita
2. Semaksiat dusta terulang
3. Seampun tangis di ujung mata
Silahkan memilih salah satu yang
Paling ingin di sia-siakan.
Semoga memuaskan.
Feb 8, 2016
Feb 8, 2016 at 8:49 AM UTC
Untuk yang merindukan Rumah, lebih dari apapun.
Rumah bukan lah tentang bangunan, ruang, pintu-pintu yang kokoh, atau jendela-jendela yang ditata.
Bukan tentang jenis kayu apa yang digunakan untuk pintu-pintu, jendela-jendela, entah itu jati, sigi atau mahoni.
Ini tentang apa yang hidup di dalam sana.
Aku pernah memiliki rumah, dan selalu ingin kembali pulang kesana, tapi seseorang yang memiliki peranan sangat penting di rumah, pergi meninggalkan, anggaplah ia sebagai jantungnya, dan ketika jantung tersebut sudah berhenti berdetak, mati lah yang akan kau temukan. Barangkali ia sudah menemukan rumah barunya, dan benar saja.
Baginya aku dan ibu hanyalah tamu, dan kau tidak pernah benar-benar menerima tamu, mereka lalu lalang disana, ia menemukan rumah barunya, bukan aku bukan juga ibu.
Saat aku berusaha sekuat tenaga untuk kembali pulang dan mengingat-ingat jalan menuju rumah, aku menemukannya, namun rumah itu sudah terkunci sangat rapat, aku megetuknya, tak juga si pemilik membukakan pintunya, beberapa waktu aku masi mencobanya, mungkin tidur di teras rumah ini dan berharap suatu waktu pintunya akan dibuka oleh sang pemilik, namun waktu yang ku tunggu itu tak pernah datang. Aku mencoba mengintip lewat jendela-jendela yang kokoh, aku melihat seorang anak kecil laki-laki berlarian di ruang tengah dekat perapian. Aku tersingkir.
Hujan turun dengan derasnya, bukan dari langit, melainkan dari pelupuk mataku, sepertinya awan hitam menyelimuti seluruh ruang hatiku, aku tersadar bahwa ia sudah benar-benar pergi meninggalkan rumah lamanya, dan sudah benar-benar juga menemukan rumah barunya.
Saat ini aku sedang mencoba untuk membangun rumah yang lebih kuat, kokoh, dan indah. Aku tidak akan kembali pulang atau kembali mengingat-ingat jalan menuju rumah lamaku.
Aku akan membuatnya sendiri, dan semoga rumah baruku tidak pergi lagi.
Apr 25, 2019
Apr 25, 2019 at 5:39 AM UTC
Tadi , si penjaga bintang berbisik kepada ku
Seperti biasa
Sesi bercerita yang kami adakan setiap malamnya
Dia bercerita tentang betapa cantik nya bintang bersinar setiap malam
Aku bercerita tentang kamu
Sama persis dengan si penjaga bintang
Aku mengatakan betapa tadi mata ku tak bisa teralihkan dari kamu
Yang penting sekarang
Pejamkan matamu
Semoga ucapan rindu ku membuat mu terlelap
Selamat tidur sayang
Feb 28, 2017
Feb 28, 2017 at 10:49 AM UTC
Tugas utama seorang Isteri adalah "Ummu Walibatul Bait " ibu dan pengatur Rumah Tangga. Jika tugas utama ini terabaikan dengan aktifitas mubahnya dalam bekerja maka hukum bekerja menjadi tidak diperbolehlan. Karena jika hilang fungsi isteri dan seorang ibu maka kehancuran generasi sudah menjadi suatu kepastian, karena merka adalah madrasatul ula (pendidikan pertama dan utama) bagi anak- anaknya.
Semoga bermanfaat.
Feb 27, 2015
Feb 27, 2015 at 10:51 PM UTC
Pasal I; tentang mengikhlaskan dan melepaskan.
- kau harus tau, bahwa dirimu yang telah kulepaskan dengan ikhlas, adalah dirimu yang sekarang. bukan dirimu dahulu, ketika ku pertama mengenalmu.
-kau harus tau, bahwa melepasmu bukan tentang rasa yang kian hari berubah, namun, melepasmu adalah jalan terbaik setelah mengikhlaskan dirimu berbahagia dengannya.
-sekali lagi, kau juga harus tau, bahwa melepas dirimu bukan berarti berlepas diri dari segala luka, namun aku paham, bahwa segala sesuatu yang terpaksa dan dipaksakan, justru semakin memperdalam luka. semoga mengikhlaskanmu tak sesulit melepasmu.
-perlu diingat, sebagai penegasan bahwa melepasmu bukan karna egoku semata, bisa kau temukan, semua proses melepaskan dan mengikhlaskanmu adalah demi kebahagiaanmu semata, karena dengan bersamanya (semoga) kau bisa benarbenar berbahagia, dan kuharap, diriku ikut andil sebagai pembawa bahagia bagimu.
prdks.
Aug 4, 2017
Aug 4, 2017 at 3:09 PM UTC
pasal IV: tentang hujan yang tak kunjung reda, dan tangis yang tak kunjung berakhir.
- terkadang, ada beberapa hal yang datang, selain membawa berkah dan kebahagiaan, juga turut di dalamnya kesedihan yang berlarutlarut. seperti halnya hujan, yang datang membawa unsur kehidupan, tapi kemudian, dinginnya mengundang pilu, berusah mencari kehangatan. begitu pula dirimu, datang sekiranya membuatku bahagia walau di awal, namun akhirnya memilih pergi setelah membunuh setiap harapan baru yang tumbuh dengan tega.
- ada beberapa hal yang terjadi, namun datangnya tak dapat dihentikan, dan kepergiannya tak dapat dipaksakan, layaknya hujan ketika mentari tengah bersinar, membuat sebagian orang mendengus kesal, banyak hal rencana yang gagal. seperti halnya dirimu, ketika dirimu datang ketika ku tengah sedemikian rupa menata hati. kau datang mengambil setitik kecil potonganmu yang tertinggal, kemudian justru potongan kecil itu yang menghancurkan hati yang telah tertata rapi. hancur. kembali. lalu kau beranjak pergi, layaknya hujan badai yang reda, seolah tak terjadi apaapa.
- setelahnya, setelah sisasisa hujan pada dedaunan mengering, dan musim hujan telah berlalu, masih sesekali duakali ia datang, mebawa harapan sekilas, kemudian pergi seolah tak ingin kembali. sejenak menentramkan, meluruhkan kotoran di udara, namun tetesannyamengandung racun yang tak baik. seperti ketikamu datang tibatiba, seolaholah baikbaik saja, ternyata memang tidak ada apaapa, bukan benarbenar tidak ada, hanya saja, bukan untukku, tapi untuk dia yang lain.
- selalu ada akhir dari jutaan tetesan air yang jatuh ke bumi, dan semoga, hal itu juga berlaku pada diriku. entah kapan tangis akan reda, namun kau tetap saja berlalu, semoga kau tak lagi datang membawa harapan. maafkan keegoisanku memilih menangisi kepergianmu.
prdks.
Sep 25, 2017
Sep 25, 2017 at 8:52 AM UTC
nyatanya, sampai kini kau merasa aku sudah pulih,
namun tuanku sayang,
aku belum cukup kuat untuk melangkah,
ragaku masih tertatih meraba jalan pulang,
masih terasa sesak luka yang kau buat.
apa kau mengerti, anak cucu adampun akan merintih bila disakiti.
bukan, bukanku menyalahkanmu.
hanya saja aku yang terlalu terbuai.
menggantungkan seluruh hidup dan matiku padamu,
tanpa pernah terpikir olehku,
bahwa kaupun tidak mungkin menggantungkannya padaku seorang.
jika menurutmu aku baik-baik saja,
ya, kau benar, aku baik-baik saja.
setidaknya sampai aku besar nyali untuk mengutarakannya di depan wajah tak bersalahmu.
kau tak benar-benar tahu, sayang.
tapi, ah sudahlah!
semoga Tuhan menggenggam luka kita kuat-kuat.
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 2:01 PM UTC
Semoga sejauh apapun kau mencari, akulah tempatmu untuk pulang kembali.
Jun 29, 2015
Jun 29, 2015 at 9:01 AM UTC