"sekian" poems
Kemarin aku mengajakmu melihat senja.
Katanya kamu suka warnanya merah jambu bercampur oranye seperti jeruk mandarin kesukaan ibu.
Kamu selalu ceriwis membahas senja ini dan itu.
“Jangan lupa kopi dan puisi! Kita harus merayakan isi bumi.”
Celotehmu.
“Kamu mau kan melihat senja bersamaku?”
Kemarin aku mengajakmu melihat senja.
Telah kupersiapkan sekian lama.
Aku rakit sendiri senjaku dengan kopi manis dan puisi cinta yang kau sebut - sebut itu.
Aku merangkai pelan-pelan sambil menghayal bola mata emas yang berbentuk kenari kesukaanku dan lengkung pelangi bibirmu.
Cukup lama buatnya,
tapi senjaku sangat cantik.
Dan sedikit rapuh.
Aku harap kamu senang.
Kemarin aku mengajakmu melihat senja.
Tapi kau pergi ke laut dan menjelajahi waktu.
Terhanyut malam.
Aku tidak ada di sana.
Kamu menolak senjaku.
Katamu ada senja yang lebih bagus.
—
Senja, senja, senja.
Muak dengan puisi senja.
Aku bukan anak indie regional, aku pendengar Ed Sheeran, top 50 ,Danilla Riyadi dan Sapardi !
Aku ya begini begini begini!
May 15, 2019
May 15, 2019 at 3:13 PM UTC
Katanya langit akan berbintang malam ini, "Pulanglah dalam remangmu dan duduklah termangu. Berdoalah menghadap langit; jika sungguh kau berdoa, barulah ia akan berpijar."
Katanya langit akan berbintang malam ini. Bisa jadi doaku yang kurang hening. Bisa jadi aku salah merapal namamu dalam doa.
Katanya,
langit akan berbintang malam ini. Katanya juga, kau akan pulang, kembali ke dalam remangku.
Aku lihat langit.
Aku intip karam malam dalam diriku.
Di langit tak ada bintang. Di gelapku tak ada kau. Di doaku sajalah namamu disebut-sebut sekian kali.
Katanya langit akan berbintang malam ini. Bisa saja mereka berbohong, dan aku tak akan pernah tahu.
Seperti dahulu, kau beri aku bintang.
Dahulu bintang cumalah batu.
Sep 8, 2016
Sep 8, 2016 at 9:15 AM UTC
dia berusaha meyakinkan aku salah
dia mencintai apapun yang kulakukan
mau itu benar atau salah―dia menganggapnya itu indah
dia mencintai setiap inci sayatan di lenganku
mau itu masih berbekas atau tidak―dia menganggapnya itu indah
dia mencintai seluruh buah ide di benakku
mau itu akan berhasil atau tidak―dia menganggapnya itu indah
dia mencintai seluruh jiwa ragaku
mau itu penuh dengan luka atau tidak―dia menganggapnya itu indah
dia mencintai keadaan fisik dan mentalku
mau itu sempurna atau tidak―dia menganggapnya itu indah
dan dari sekian lama aku hidup
tidak pernah merasa seyakin ini sebelumnya
Aug 2, 2014
Aug 2, 2014 at 10:08 AM UTC
Laki-laki itu menangis
Tidak ada seorang pun tahu
Atau mau tahu
Sebab sekian juta jiwa berucap
Sejatinya lelaki tidak menangis.
Dan di sana seorang gadis
Terpaksa menutup mata dan mulut
Buta akan pemandangan getir di hadapannya
Bisu akan kalimat pereda lara
Sebab sekian ribu jiwa berucap
Sejatinya lelaki tidak lemah.
Yang sama dari keduanya
Hati dan perasaan tak kian menutup
Akal tak kelabu layaknya
Ribuan orang yang mengutuk mereka.
Lalu akan sangat tidak adil bagi adam
Jika tangis dilarang dalam kamus hidup
Yang kuat juga menangis
Yang menangis bukan arti lemah
Aug 5, 2018
Aug 5, 2018 at 8:34 AM UTC
Di bawah lampu bulan,
Aku sadar kau menatapku
Aku yang tengah tersipu,
Berusaha tetap fokus akan topik pembicaraan
Ditengah emosional, kau menarikku ke pinggir
Berteduh di matamu yang sejuk
Ya. Kau berusaha menurunkan suhunya
Agar tidak sepanas sebelumnya
Masih ada beberapa hal kecil yang ku ingat tentang dulu
Dan ku rindu
Walaupun kau tak ingin mengingatnya
Hanya untuk malam ini
Biarkan ku kirim rindu ku
Aku pernah membaca,
“Kau hiduplah bahagia, untuk rindu ini biar aku yang mengurusnya, karena aku pemiliknya”.
Sekian dan salam rindu.
Feb 25, 2019
Feb 25, 2019 at 12:23 PM UTC
mencintai tanpa memiliki.
klasik, ya, apa boleh buat?
aku tak pernah menganggapmu adalah milikku, pun aku adalah milikmu.
namun rasa itu tumbuh di antara kita, tanpa satu pun yang memaksa.
aku tau kau masih memiliki seseorang dalam daftar prioritasmu, terlebih, mungkin dirinya lah yang nomor satu.
tunggu, bukan berarti aku senang dijadikan yang ke-sekian; lagi-lagi, apa boleh buat?
aku hanya bisa menunggu sampai sang waktu memberiku lelah yang luar biasa hingga rasa sabarku perlahan habis,
karena ku tau rasa cintaku takkan pernah.
Jun 12, 2019
Jun 12, 2019 at 11:25 AM UTC
Sekian lama tak berjumpa
Duniaku berhenti, hampa
Seakan diriku dikarantina
May 11, 2020
May 11, 2020 at 2:28 AM UTC
Tiba-tiba terbesit bahwa realita menampar
Selalu menampar
Hal ini sudah terjadi sekian lama
Tapi aku tidak peduli
Rasanya ingin kutampar balik kekejaman realita saat ini
Apalah daya
Realita menang dan aku hanya bisa pasrah
Sampai pada titik dimana,
aku rasa semua ini fana.
May 31, 2017
May 31, 2017 at 11:11 PM UTC