"sekarang" poems
Dear Nakama...
Kau tenang saja, mulai sekarang aku tak kan marah, kesal, sedih, cemburu, iri, ataupun jengkel saat kau berhubungan dengan Dia. Aku tak apa-apa. J
Dear Nakama...
Sekarang, kau bisa melakukan apa saja sesuka hatimu padanya. Toh, Aku sudah melupakan semua perasaan itu, Aku sudah bisa bangkit dari keterpurukan ini. Jadi, tak ada lagi alasan untuk mu menjauhkan?
Dear Nakama...
Aku merindukanmu, Tak ingin melihat kau seperti ini, mengapa kau seperti ini? L
Dear Nakama...
Bukankah, kita sudah saling berjanji takkan pernah saling menyakiti, akan terus menghubungi dan jangan sampai hilang hubungan? Dan sekarang, Aku ingin menagih janji itu...
Dear Nakama...
Aku di sini sedang sedih. Tapi semoga, Kau baik-baik saja...
Dear Nakama...
Apakah aku tidak boleh mengetahui keadaanmu? Tapi, bukankah itu suatu hal yang wajar di antara hubungan persahabatan? Aku tak mau kehilangan “TEMANKU”, aku tak mau kehilangan “SAHABATKU”, dan Aku tak mau kehilangan “KAKAKKU”... :’(
Dear Nakama...
Selama ini hanya Kau orang yang bisa mengerti Aku, mempercayaiku, dan menyayangiku dengan setulus hati. Akupun Selalu berusaha agar bisa menjadi seperti itu...
Dear Nakama...
Setiap hari aku menimbun sedih, menyembunyikan sakit, menampung rindu, menabung kekecewaan, mengumpulkan kegelisahan, dan terus menelan air mata hanya untukmu...
Dear Nakama...
Pandanganku kabur, pergerakanku kaku, kakiku lesu, tanganku beku, lidahku kelu, air mata terus jatuh, dan sesaat aku merasa duniaku runtuh ketika mengetahui kau sedang berusaha menjauh...
Dear Nakama...
Apa yang harus ku lakukan agar kau mau kembali seperti dulu? Saat-saat di mana Aku belum mengenalnya, saat-saat di mana aku masih menjadi gadis kecil yang polos dan tidak mengenal cinta, saat-saat di mana kita sering berbincang tentang kartun kesukaan kita!
Dear Nakama...
Aku minta maaf, jelas-jelas ini salahku. Dan bodohnya lagi, Aku baru menyadarinya sekarang. Maafkan Aku jika Aku melakukan kesalahan yang membuatmu tersakiti. Kesalahan yang di sengaja maupun tidak di sengaja...
Semoga kau berkenan untuk memaafkanku...
Sahabatmu : Haruna J
Jul 31, 2014
Jul 31, 2014 at 5:52 PM UTC
Hidup dengan segala problematikanya
sejenak senang sejenak tenang
sejenak buram sejenak suram
Matahari bawaku cahaya
Tapi aku kepanasan
Hijab bawaku perlindungan
Tapi aku tertutup
Pohon bawaku udara
Tapi aku tumbangkan untuk wi-fi
Ini baik tapi ini buruk.
Lalu hadir kerutan ditengah keningku
Melengkapi lipatan hitam mata ini
Hasil semua akar-akar pikiran
Bola matapun sekarang berfilter
Kuingat mawar pemberiannya
Gambar persembahan mereka
Seluruh tumpahan merah muda itu
Tapi tetap saja kabut dari belakang datang
Ia bersembunyi hanya tuk muncul kembali
-
-
-
Mengapa begini?
Terlalu banyak tapi
Mengindahkan kebingungan
Terbawa kelelahan
Nov 10, 2014
Nov 10, 2014 at 6:58 AM UTC
Gua sama sekali gak maksudbuat ngejelekin, ngejatuhin cowo gua yang sekarang
gua punya cerita yang mungkin lu semua pernah ngadapin dengan kejadia yang sama
gua punya cowo, asli gua sayang banget sama dia, gua pengen ngebahagia in dia kayak gua pengen ngebahagian keluarga gua. Tapi, ada banyak hal yang selalu buat gua ragu sama dia.
1. dia gak pernah sms ato nelponin gua duluan alesan tidur.
2. gak pernah bilang sayang sama gua, kecuali waktu nembak
3. kalo di ajakin alesan nya segudang, mungkin penuh kali tu gudang
pasti lu semua punya pikiran kalo dia Cuma mainin gua, ato pun gak sayang sama gua?
tapi biarpun dia kayak gitu, gak tau kenapa gua tetep aja sayang. Gua ikut aturan dia, gua ikut apa maunuya dia. Pokoknya semua maunya dia gua jabanin deh
karena ada satu hal di diri dia yang sulit banget gua lupain selama ini adalah KENYAMANAN kalo dideket dia.
Padahal yah, gua punya seseorang yang jelas.jelas sayang sa,ma gua, bias ngasih apa aja yang gua mau, yang bias ngebahagia in gua dengan semua hal yang dia punya, dia adalah mantan gua yang pacaran sama gua 2 tahun lebih.
gua udah banyak ngelewatin hari sama dia, susah maupun senang, dia mungkin satu.satu cowo yang paling ngerti siapa gua.
cowo yang paling care sama gua, pokok nya cowo yang paling sempurna deh dia
meskipun kayak gitu tetep aja gua gak bisa boongin ati mgua sendiri, pacaran sama dia tapi inget orang lain buat apa coba?
lagian gua harus nurut apa kata orang tua gua gak boleh pacaran sama dia, toh gua gak bias ngelawan.
*buat kamu cowo yang jadi pacar aku : please donk sayang, jangan cuek sama aku.
jangan suka banyak alesan, aku tuh sayang banget sama kamu.
coba deh kamu yang ngertiin aku sekali.kali jangan akunya terus donk
*buat kamu cowo yang aku sakitin : maapin aku udah nyakitin kaamu, semoga diluar sana kamu bakal ketemu cewe yang syang banget sama kamu.
maapin aku
#sekarang gua Cuma pengen satu hal yaitu lepas dari kedua.duanya.
gua mau orang baaru, tapi gua takut tuk memulai itu semua
sangat.sangat btakut
Apr 19, 2012
Apr 19, 2012 at 5:16 AM UTC
tidak disadari, langit yang biru berubah
menjadi warna oranye dan ungu muda.
perpaduannya pun sangat indah,
ditemani pula oleh kicauan burung yang sunyi.
selang waktu berjalan, hati semakin berat,
pena dan kertas, aku bertemu lagi denganmu.
langit yang indah tiba tiba berteriak,
seperti singa yang mengaung ditengah ladang.
apakah mungkin, bahwa kita melihat langit yang sama?
perbedaan waktu yang tidak masuk akal, ingin membuatku
menguras air di lautan yang biru,
yang menghalangi pertemuan kita.
gila, bukan?
aku berbicara kepada kertas putih,
layaknya kertas ini adalah sahabatku,
atau kuping yang selalu mendengar.
tangisan hati pun terlalu keras, malam ini.
langit yang indah, sekarang bersaturasi,
menjadi warna abu abu yang gelap,
jadi ini, toh.
ini, yang dinamakan
berbicara kepada kertas,
saat air mata milik senja,
turun dari langit.
Feb 20, 2019
Feb 20, 2019 at 8:15 AM UTC
Palembang, 25 Desember 2011
For my beautiful Mom:
Mama, kamu cantik
Tanganmu melentik indah saat mencuci baju kami
Mama, kamu sungguh cantik
Badanmu bagus melenggok saat memasak untuk kami
Mama, kamu benar-banar cantik
Sekalipun kamu sedang terlelap di tidurmu
Mama, kamulah harta tak ternilai bagi kami
Harta wajib yang harus kami bawa kemanapun kami melangkah
Kamulah semangat pagi kami tuk menghadapi dunia
Kamulah alasan kami bertahan hidup sampai sekarang
Harapan kami adalah tuk membahagiakanmu selamanya
Pikir kami kata Terima Kasih takkan pernah cukup tuk membalas kasih mu
Mama, kamu cantik setiap hari
Di mata kami kamulah hal yang terindah yang kami punya
Di dunia ini tak ada pahlawan seikhlas dirimu
Kamu terus bertahan meskipun kadang air mata menyertaimu
Kamu terus menebarkan senyummu di waktu kami resah
Mama, kamu tegar setegar batu karang
Mama, kamu bersinar mengalahkan sinar Matahari
Mama, kamu sejuk sesejuk embun di pagi hari
Mama, kamu sehangat dekapanmu pada kami
Mama, kami mencintaimu
Mama, terima kasih atas cintamu selama ini
Terima kasih atas pengorbanan mu kepada kami
Maafkan kami yang pernah membuatmu menangis
Maaf atas tingkah kami yang menjengkelkan hatimu
Kami percaya dan tahu bahwa kamu tahu betapa kami mencintaimu,
Mama
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 7:41 AM UTC
Palembang, 17 Desember 2011
Aku hidup dengan nafas mu Bapak, Ibu
Aku ada karena Dia Yang Maha Satu
Namun raga ini aku yang bawa
Jiwa ini aku yang menjaga
Hidup ini aku yang memilih
Cerita ini aku yang jalani
Aku tumbuh bersama nafas mereka
Aku termotivasi karena mereka juga
Nafas kita menyatu
Mereka menghela nafas kebahagianku
Aku menghela nafas kebahagian-Mu
Nafas kami juga nafas mu, Bapak.. Ibu..
Kau pelita kehidupan
Obor benderang di gelap ku
Bekal mengenyangkan di lapar ku
Oasis indah nan segar di dahaga ku
Tak akan ada aku tanpa-Nya
Tak akan hidup aku hingga sekarang tanpa Bapak dan Ibu
Tak akan aku bertahan tanpa diriku sendiri
Dan aku hidup tuk bersama mereka
Aku yang menentukan
Dia tinggal menyetujuinya
Bapak Ibu hanya bmendoakan
Dan sebentar lagi mereka ku gapai
(it’s because I Love Shane, Mark, Kian and Nicky)
Dec 19, 2011
Dec 19, 2011 at 1:41 AM UTC
Palembang, Sabtu 8 Januari 2011
Please ... Dont!
Jangan buat hidupku rumit lagi, Cinta
Cukup! Sudah cukup aku mengenal mu
Sekarang aku mau sendiri dulu
Yang aku mau hanya memiliki 1000 Sahabat
Soal jodoh, tunggulah hingga umur ku 23
Please ... Aku mohon ...
Ku lelah memikirkannya terus
Aku lelah tuk berlagak sok sempurna
Kau kan tahu bahwa aku manusia terbodoh sedunia
Tolonglah, cinta
Jangan bikin rumit lagi hati ku
Sudah cukup yang kemarin
Di mana karena ikatan
Aku berubah menjadi orang lain
Cinta, bila kali ini kau bersungguh
Sampaikan pada Tuhan
Bahwa aku ingin kembali menjalin cinta
Jika Dia memudahkan jalannya
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 2:30 AM UTC
Waktu aku kecil
Dunia adalah kubus empat belas inci
Yang menayangkan gambar warna-warni
Penuh imajinasi
Waktu aku kecil
Dunia adalah permen loli warna pelangi
Merah jingga kuning hijau biru nila ungu menari
Rasanya manis seperti senyum mentari
Waktu aku kecil
Dunia adalah bulir-bulir air hujan
Yang jatuh mengaliri selokan
Disambut riang tawa kawan-kawan
Waktu aku kecil
Dunia adalah daun-daun kering
Tertiup angin ketika fajar menyingsing
Lalu berputar seperti gasing
Waktu aku kecil
Apalah arti politik dan ekonomi
Tak mengerti sengketa dan perang sana-sini
Yang aku mau boneka Barbie!
Sekarang..
Waktu dan Aku sudah tidak kecil lagi
Waktu tambah berisi
Aku bertambah tinggi
Harus lalui gejolak emosi
Tak bisa bicara seenak hati
Harus menyadari
Banyak tanggung jawab masih menanti
Waktu..
maukah berputar bersamaku?
Biarkan angin bertiup
Kembali ke masa itu
Jul 17, 2013
Jul 17, 2013 at 10:13 AM UTC
Palembang, 16 September 2012
Pagi ini cerah.
Tak tahan tuk ku sembunyikan senyum ini.
Semalam aku memimpikanmu.
Dan sekarang aku merindukanmu.
Aku duduk, di sampingku jendela terbuka lebar.
Cahaya mentari hangat menyentuh kulitku.
Di depanku ada tempat pensil, aku siap menulis.
Ada penghapus, pena, stapler, lem dan kertas.
Untuk sedetik ada image mu di sekelilingku.
Kreatifitasku muncul untuk memvisualkan dirimu.
Penghapus.
Andai aku bisa terbang, akan ku hapus awan.
Dan ku ambil pena, tuk menuliskan “Aku mencintaimu” besar-besar.
Lalu akan ku stapler rasa ini di otakku.
Kemudian ku ambil lem tuk merekatkan wajahmu di hatiku.
Sep 16, 2012
Sep 16, 2012 at 1:42 AM UTC
Palembang, Kamis 6 Januari 2011
Hari ini aku seneng banget
Aku sedang dekat dengan seseorang
Dan aku tak yakin menyebutnya cinta
Karena aku tuk saat ini tak percaya dengan cinta
Cinta memang indah sih
Tapi aku sedang tidak beruntung saat aku dengan mantan
Aku sekarang bisa merasakan dua belas rasa cinta
Sayang, kangen, senang, kecewa, cemas, marah, perih,
sedih, menyesal, bimbang, benci, dan lain-lain
Oleh karena iti aku tak sanggup bertemu cinta
Lebih baik tunggu saja hingga aku siap
Tapi bila aku mendapatkan satu kesempatan lagi
Aku berjanji tuk mengambilnya
Tak akan ku sia-siakan kesempatan itu
Sungguh aku berjanji
Aku tak sanggup untuk bercerita tentang nya
Karena ku takut rasa itu akan berubah
Dan yang ku rasa akan berbeda
Pasti itu akan menyakiti hatiku
Sangat
Dan yang manusia tahu
Mereka tidak mau tersakiti
Apalagi oleh cinta :)
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 2:06 AM UTC
Kau... membenciku kah?
tidak menyukaiku? atau mungkin kau iri padaku?
Kau begitu munafik!
dulu aku selalu bercerita tentangnya padamu, meskipun aku dan dia sudah tak lagi bersama kau pun tahu aku masih sangat sangat menyukainya. Kau tahu aku mengaguminya berbulan bulan, kau juga tahu untuk mendapatkan hatinya seperti berlari mendapatkan satu bintang kecil. Walau pada akhir nya aku hanya jadi pelampiasan perasaannya, tapi aku masih sangat menyukainya pada waktu itu meski kenyataannya harus seperti itu.
Aku teman mu, dan aku juga tahu kau juga temannya lebih dekat dari sekedar pertemananku denganmu.
tapi apa kau tak bisa mengahargai perasaanku sebagai temanmu?
kau tahu semua isi hatiku tentangnya, tapi mengapa kau sekarang?
memadu kasih dengan dirinya yang sampai detik ini kau tahu aku masih sangat mengaguminya!
kau jahat! kau benar-benar penghianat bertopeng pertemanan!
kau bukan lagi temanku sekarang. Itu terlalu sakit, sangat sakit untuk ku percaya.
kau bahkan hanya mengatakan maaf hanya untuk sekali seumur hidupmu?! itukah dirimu yang sebenarnya? menikamku tanpa ampun.
kalian berdua sama saja, tak ada gunanya aku mempertahankan seorang teman penghianat, dan sorang pengagum yang gila perempuan.
'seorang pencuri kekasih sesungguhnya mencuri seorang penghianat!'
Oct 10, 2013
Oct 10, 2013 at 11:30 PM UTC
Jakarta, 1986
Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang.
Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini?
Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan. Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu.
Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi.
Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
Mar 5, 2016
Mar 5, 2016 at 7:57 AM UTC
Sabtu, 14 Agustus 2010
Sekarang jam 1.21 pagi
Ku masih di ruang TV yang sekaligus dapur
Ku duduk di kursi meja makan
Masih tak mau tertutup mata ini
Ku membaca, membahas soal
Sendiri...
Terdengar suara-suara aneh
Kicauan burung, gemuruh atap
Cat cit cut tikus
Suasana, uh, terasa seram
Tapi aku tak peduli
Karena bulan ini adalah Ramadhan
Tak mungkin ada yang terlepas
Namun, kapan aku bisa terlelap?
Created by. Aridea .P
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:32 AM UTC
Palembang, 11 Januari 2014
Ini kisahku
Kisah mengharu biru
Tentang aku yang tak berkawan
Di pulau perantauan
Ini ceritaku
Cerita yang terekam waktu
Tentang seorang anak Hawa
Yang mati tapi bernyawa
Alarm berbunyi, memecah sunyi
Aku diam di sini, sendiri
Mencoba tuk menutup mata, tapi selalu terjaga
Menerawang masa depan, melukiskan kehidupan
Terdengar Ayam bernyanyi, berirama seni
Aku masih merenungi, siapa jati diri?
Mencoba tuk menutup mata lagi, meski ku pun tak yakin
Ku coba sekali lagi, berharap mulai bermimpi
Esok hari penting, tak ingin ku langkahi
Kemarin hari sendu, birkan berlalu
Sekarang hari biasa, cobalah terbiasa
Kenangan akan tercipta, berawal dari mimpi di kala senja
Jan 14, 2014
Jan 14, 2014 at 11:57 AM UTC
Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita!
Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.
0 Menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.
1 Menit
Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.
3 Menit
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.
4 – 5 Menit
Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.
7 – 9 Menit
Penghubung ke otak mulai mati.
1 – 4 Jam
Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
4 – 6 Jam
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
6 Jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.
8 Jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis.
24 – 72 Jam
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
36 – 48 Jam
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.
3 – 5 Hari
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
8 – 10 Hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.
Beberapa Minggu
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.
Satu Bulan
Kulit Anda mulai mencair.
Satu Tahun
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa lagi yg mau disombongkan org sebenarnya????
BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN.....
Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini..
Mar 27, 2015
Mar 27, 2015 at 5:20 AM UTC
Jakarta, Minggu 18 Mei 2008
Dulu diary ku indah
Sekarang telah ku ubah
Tapi, saat gagal bertemu kau
Ku satukan diary yang terpisah
Sebagai bukti dariku
Yang kan ku berikan untukmu
Agar kau tau
Seberapa besar cintaku
Kasih ku t’lah tercurah
Berdetik-detik, berjam-jam
Bahkan berhari-hari lamanya
Semoga dapat kau terima
Meski terluka akhirnya
Biar ku pergi saja
Lupakan kenangan indah
Dan yang paling menyakitkan
Tapi, takkan ku biarkan
Diary ku berubah indahnya
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:42 AM UTC
Kepada Kamu.
Kita terlalu sama. Suka menangis diam diam. Kelihatan tegar di luar, padahal hancur di dalam. Ketika kini kulihat tawamu yang terlalu keras, aku tahu bahwa kau sedang tidak baik baik saja. Kau memang ahli bermain peran, tapi tidak di hadapanku. Cobalah hidup jujur terhadap apapun yang kau rasa.
Tuhan tidak menciptakan apapun untuk sia-sia. Hidup tidak melulu soal bahagia, tapi juga sebaliknya. Itu kemutlakan yang tak bisa kau tolak. Seperti sekarang, jangan selingkuhi perasaanmu sendiri, menangislah. Sungguh, tidak ada yang salah dengan jatuhnya airmata. Airmata bukan penanda lemah, sebaliknya itu pertanda agar kau tidak lengah.
Setiap kita memiliki lukanya sendiri sendiri. Juga, memiliki cara sendiri sendiri untuk memulihkannya. Airmata adalah cara lain kau berbahasa dan mengungkap rasa, ketika kau tak sanggup mengolah kata. Biarkan luka terbawa oleh setiap tetes airmata yang menitik sukarela.
Terkutuklah mereka yang percaya ‘anak hebat tidak menangis’ lalu menurunkan kebijakan yang tidak bijak itu pada anaknya. Mereka pasti mati rasa.
Izinkan aku menemanimu, tanpa banyak bicara, memberi petuah yang menjemukan, atau bertingkah konyol agar kau tertawa. Aku hanya akan duduk di sampingmu, menemani selama kau mau. Dan sesekali memberi genggaman, untuk menguatkan.
Note: bahkan airmata adalah buah tawa, saat aku bahagia bisa menemanimu dan mendengar cerita kegiatanmu seharian.
Mar 4, 2015
Mar 4, 2015 at 2:40 AM UTC
Jakarta, 31 Desember 2009
Dulu aku cinta kamu
Kamu satu yang indah bagiku
Dirimu yang ku rindu dalam tidur ku
Tapi dulu…
Hanya dulu…
Entah…
Ku tak paham rasa ini
Alasan ku betapa cinta kamu
Tapi, cinta ku memang tanpa alas an
Sekarang, baying mu kabur
Cahaya mu redup
Tak tahu aku kemana mencari
Engkau berubah liar… kejam!
Tak sudi lagi air mataku
Menangisi makhluk seperti mu
Tapi memang, aku masih cinta kamu!
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:35 AM UTC
Palembang, Kamis 6 Januari 2011
Memori itu, bila ku ingat
Semakin ku tersenyum
Bahagia akan kesendirian hatiku
Tuk sejenak seseorang mengisi hatiku
Tak tahu akankah itu bisa bertahan
Ataukah akan cepat berlalu?
Aku takut jatuh cinta
Untuk sekarang
Karena hidup ku sudah kelabu
Aku takut...
Bila ia bisa menerangiku
Ku berjanji tuk menjaganya
Namun bila tidak, kecewa lagi yang ku dapatkan
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 2:11 AM UTC
Palembang, 3 November 2011
Aku bersabar . . .
Tetap berusaha dengan penuh harap
Supaya bisa melihat wajah mereka
Mendengar suara mereka
Menyaksikan kekompakan mereka yang sangat aku cinta
Aku tidak menangis . .
Hampir,
tetapi ku hapus air mata dan ku pasang senyum bahagia ku
tersenyum sesekali, tertawa bersama mereka
Aku tidak mengerti bahasa mereka
Tapi aku mengetahui yang mereka bicarakan
Aku tidak pernah bertemu mereka
Tapi aku bisa merasakan mereka sangat dekat
Aku tidak mengenal mereka
Tapi aku sangat mencintai mereka
Dari dulu hingga sekarang rasa ini tak akan berubah
Meskipun aku belum beruntung
Doa membantuku memberitahu-Nya
Bahwa aku sangat merindukan mereka
Sekarang,,,
Aku sedang memandang mereka
Merekam setiap kata, gerak, dan ekspresi mereka
Hal terindah yang pernah aku rasakan
Terima Kasih Tuhan, , ,
Hadiah ku datang
Created by. Aridea P
Nov 3, 2011
Nov 3, 2011 at 11:57 AM UTC
ketika kaki sudah tidak mampu menapak
rembulan sudah tidak dapat menyapa sang surya
tidak ada yang bisa bertahan selamanya seperti ini
semuanya berubah, tidak seperti sedia kala
dimana hanya ada aku dan kamu--dan juga kenangan
ini secarik puisi untukmu
sebuah kisah yang sebentar lagi akan menemukan jati dirinya
seutas tali yang sekarang tidak lagi menyambung
dan ini adalah perpisahan
selamat tinggal, kamu
selamat tinggal, aku
selamat tinggal, kita.
Oct 7, 2014
Oct 7, 2014 at 5:41 AM UTC
Palembang, Selasa 29 November 2011
Maaf,,,
Maaf hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan
Sungguh,,,
Kalian tahu sendiri aku terlalu bodoh tuk berbuat
Dan aku terlalu bodoh tuk bicara
Yakinlah,,,
Aku selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi
Jadi orang yang mudah senyum dan menyapa
Tapi kalian tahukah?
Tuk melakukannya itu terlampau sulit bagiku
Bila hidup ini ku kurung sendiri
Ku kunci sendiri
Tanpa interaksi
Aku tahu kalian pun bertanya
Mengapa aku terpilih bila aku tak bisa apa-apa?
Jawabannya adalah beruntung
Ya, terkadang Keberuntungan mau berteman dengan ku
Tapi lebih banyak ia meninggalkan ku
Kalian pasti tahulah mengapa ia meninggalkan ku
Karena aku tak pandai berteman
Karena bakat ku melukai perasaan orang
Meski aku tak bermaksud
Terkesan begitulah di hati kalian
Sekali lagi
Maaf aku tak bisa menjadi yang kalian mau
Inilah aku apa adanya
Yang ku mau kalian bisa sabar
Sehingga terbiasa menghadapi aku yang sekarang
Nov 29, 2011
Nov 29, 2011 at 8:05 AM UTC
Membinasakan, demi bertahan
Menindas, mencerca, demi jadi raja hutan (singa kali..)
Ganas dan bengis, mengingkari kawan seperjuangan
Memang, manusia sekarang banyak yang tak lebih dari binatang!
Aku juga ingin jadi binatang
Binatang semut..
Ulat dimakan ayam
Ayam dimakan elang
Elang dimakan harimau
Semut? Semut tak pernah masuk rantai makanan
Karena ia kedahuluan mati terinjak
Walau begitu
Semut menggemukkan tanah
Tanah gembur tempat tumbuh rumput dan pohon subur
Rumput dan pohon subur jadi pusat rantai makanan
Kalian lihat kan peran semut?
Cakap dan mulia urusannya
Saking jadi pahlawan
Semut tak layak dinamai binatang
Mereka tak pas jadi tandingannya
hehe
Makanya aku ingin jadi semut
Aug 4, 2016
Aug 4, 2016 at 1:18 PM UTC
Ya Tuhan
Berikanlah aku jodoh seperti Ayahku
Yang mencintaiku meskipun tahu putrinya banyak kekurangan
Yang selalu mendoakan yang terbaik dan tak mengijinkan hati putrinya terluka
Ya Tuhan
Ijinkan aku memilih pasangan seumur hidupku, yaitu seperti Ayahku
Yang tak pernah melukai hatiku dan memanjakanku bagai Putri
Ya Tuhan
Pertemukanlah aku dengan jodohku yang seperti Ayahku
Yang akan melindungiku dari bahaya apapun
Yang takkan melukaiku dengan ucapan kasar
Ya Tuhan
Aku membutuhkannya sekarang
Feb 9, 2015
Feb 9, 2015 at 11:13 AM UTC