Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"secepat" poems
Aku ingat awalnya Mimpi itu aku simpan Mimpi itu aku timbun Aku tidak berasumsi Aku tidak berekspektasi Tapi kau datang Di malam yang tidak kusangka Mencari celah untuk masuk Mencari cara untuk dekat Ya, kamu waktu itu Saat awal mula tahun ini Secepat angin ku ada di pelukmu Ku terbaring di kasur Ku merasa hangatmu Ku ada di sisimu Ku memilikimu Mungkin memang benar, kata Kafka waktu itu "He who seeks does not find, but he who does not seek will be found." Memang mungkin, tak perlu susah payah tak perlu menunggu apalagi mencari Karena bila takdir Ia akan datang sendiri
0
Sep 24, 2016
Sep 24, 2016 at 8:16 AM UTC
Mencari & Menemukan
berawal dari waktu memaksaku menyeret kakiku melangkah gontai sambil pergi aku merengek, terisak ! dan mengadu pada-Nya tunggu ini secepat aku berkedip barusaja ya, dulu memang aku kecil nyaliku memang masih payah masih terjerat pada keduanya bahkan sekarangpun.. keduanya ingin aku yang terbaik aku tak tahu yang dirasa mereka tapi aku sendiri berontak menyalahkan waktu yang jelas tak akan berhenti aku kutuk waktu mengapa begitu kilat ragaku masih ingin tetap dirumah tunggu, sejenak aku merasa keliru bukankah ini baik aku juga ingin membuat keduanya senang mimpi harus coba kupanjat tangga itu sudah dihadapanku aku termasuk yang beruntung bersyukurlah! batinku melerai aku meyakinkan diriku sekuat tenaga "ini bukan rumahku" gertakku saat aku tiba ditempat asing itu akupun terpaksa tinggal demi pengetahuan yang ingin kuraup iya, jika belum paham akan kujelaskan aku seorang mahasiswa sekarang predikat yang melekat padaku kini berat.. pandangan semuanya akan berbeda terhadapku sungguh aku menemui teman baik berjuang sama sama, namun tetap harus sendiri aku menarik nafas.. waktuku kini juga telah memaksaku rasanya pagi sudah menjadi sore agaknya aku harus selesaikan hariku mengerjakan tugas akhirku disana...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:28 PM UTC
GARIS WAKTU
Hari ini aku merasakannya Aku kira tidak akan secepat ini Ternyata aku keliru Terbesit rasa untuk berbagi Berbagi ruang dan waktu Berbagi tawa Berbagi kesedihan dan kekecewaan Aku yang tak ahli dibidangnya Merasa diperbudak Akal sehat ku tersisihkan Padahal, sebelumnya aku seorang rasional Batin bersorai bersama aku yang keliru Menelan pahitnya kata yang tak terucap “Apa aku mulai merindukannya?” Aku tidak tau pasti Tapi yang penting, aku sudah memasukkanmu kedalam jurnal pikiranku Dan itu berarti kau akan menjadi orang penting bagi ku
0
Nov 7, 2019
Nov 7, 2019 at 7:30 PM UTC
Keliru
ada rasa haru, mungkin rindu saat ku pejam mata karena disitu, sentuhmu membelenggu dekapmu masih erat kecupmu masih di bibirku memori yang berputar berlari secepat angin yang merambah rambutku saat ku terduduk diboncengmu aku tidak memandang kebelakang aku tidak akan memandang kebelakang namun sejumput rasa tertinggal tak ingat untuk dibawa pergi bersama pisahmu dan kini yang tersisa, hanya belaka
0
May 28, 2018
May 28, 2018 at 2:02 PM UTC
Rambah Belaka