Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"sebentar" poems
Palembang, 17 Desember 2011 Aku hidup dengan nafas mu Bapak, Ibu Aku ada karena Dia Yang Maha Satu Namun raga ini aku yang bawa Jiwa ini aku yang menjaga Hidup ini aku yang memilih Cerita ini aku yang jalani Aku tumbuh bersama nafas mereka Aku termotivasi karena mereka juga Nafas kita menyatu Mereka menghela nafas kebahagianku Aku menghela nafas kebahagian-Mu Nafas kami juga nafas mu, Bapak.. Ibu.. Kau pelita kehidupan Obor benderang di gelap ku Bekal mengenyangkan di lapar ku Oasis indah nan segar di dahaga ku Tak akan ada aku tanpa-Nya Tak akan hidup aku hingga sekarang tanpa Bapak dan Ibu Tak akan aku bertahan tanpa diriku sendiri Dan aku hidup tuk bersama mereka Aku yang menentukan Dia tinggal menyetujuinya Bapak Ibu hanya bmendoakan Dan sebentar lagi mereka ku gapai (it’s because I Love Shane, Mark, Kian and Nicky)
0
Dec 19, 2011
Dec 19, 2011 at 1:41 AM UTC
Nafas Kita
*ada kalanya dimana aku akan duduk tersungkur di pojok ruangan memandangi selembar foto dirimu tersenyum bahagia disebelahnya kau sangat cocok bersamanya bahkan, tangan yang dulu rasanya pas disela-sela tanganku itu terlihat lebih cocok bersamanya dibandingkan denganku sudah beberapa kali aku mencoba untuk merelakanmu tanpa pernah memilikimu ikatan batinku terlalu kuat tidak bisa begitu saja aku melepasnya 4 tahun bukanlah waktu yang sebentar, bukan? aku sudah tidak menunggumu pulang lagi karena aku tahu kau tidak akan pernah pulang lagi kepadaku dan aku harus belajar melepasmu*
0
Aug 14, 2014
Aug 14, 2014 at 8:53 PM UTC
tanpa judul
ketika kaki sudah tidak mampu menapak rembulan sudah tidak dapat menyapa sang surya tidak ada yang bisa bertahan selamanya seperti ini semuanya berubah, tidak seperti sedia kala dimana hanya ada aku dan kamu--dan juga kenangan ini secarik puisi untukmu sebuah kisah yang sebentar lagi akan menemukan jati dirinya seutas tali yang sekarang tidak lagi menyambung dan ini adalah perpisahan selamat tinggal, kamu selamat tinggal, aku selamat tinggal, kita.
0
Oct 7, 2014
Oct 7, 2014 at 5:41 AM UTC
selamat tinggal
Di malam bulan terpotong jadi tawa, angin membelahku jadi tiga bujursangkar. Satu untuk diriku sendiri, satu untuk bibir kemaraumu, dan yang lain, mungkin, untuk dua anjing lapar yang Tuhan pelihara dalam diriku dan dirimu. Di situ, di rimbunan gelap yang padat dan waktu yang mengering, ingatan mempertemukan kita walau sebentar. Kau berlari membawa kotak yang di dalamnya mungkin adalah namaku, dan aku berlari di belakangmu menjauhi danau. Sayap-sayap yang tidur, kepala yang dinaungi tali-temali, dan jejak-jejak bernafas rapat. Bagimu, dunia mungkin masih adalah tabir yang kaku. Oh. Burung-burung dalam kepala! Itu kekakuan yang liris membunuhku. Malang, 3 April 2013
0
Jun 28, 2013
Jun 28, 2013 at 2:48 AM UTC
Aku, Kau, dan Dua Anjing yang Tuhan Pelihara Dalam Diriku dan Dirimu
Terkadang raga ini lelah melangkah Berjalan tanpa tahu pasti kemana Apakah akan singgah sebentar di sudut itu Atau mungkin akan berhenti di pelabuhan timur Malam itu aku tertatih Menahan perih dan luka Tanpa ada satupun yang sadar Dalam hati mengumpat watak manusia yang acuh Namun aku juga manusia Aku.. manusia yang tak akan pernah berhenti belajar Walau harus merajut asa dalam sakit Ditemani oleh temaram lampu kota aku menari Hingga raga ini tak sanggup Dan jiwa ini hilang dibawa angin malam
0
Apr 4, 2016
Apr 4, 2016 at 10:20 AM UTC
Temaram Lampu
Tahukah kamu, di tepi jendela itulah Cinta dan kasih kusimpan Lalu kau terbang semilir dan mencuri Setiap tak ku tutup jendelanya Tahukah kamu, berembun juga kaca Jika di tepi jendela kau tiup rasa Menjadi buram, dan tak sejernih air pula Pandangan matanya? Jika nanti ku kunci engselnya Engkau tak bisa meluncur seenaknya Meniup gundah keluar kamar Hingga sinar senja membayang pudar Jika nanti kau masuk Sebagai kupu-kupu lembayung Yang terhuyung hinggap di tepi jendela Temani aku, sebentar saja Ditepi jendela aku kehilangan Cinta kasihku, ketika Kau bersemilir masuk Dan mencuri keduanya
0
Sep 12, 2016
Sep 12, 2016 at 1:21 PM UTC
Di Tepi Jendela
CINTA Orang kata cinta itu buta Yaa.... Memang buta... Aku buta cinta kepada orang yang tak penah aku kenali tak penah aku impikan Tapi....cinta itu datang dengan sendirinya... aku sendiri celaru dan keliru mana datangnya cinta yang tak penah ku impikan ini........ Mana mungkin aku kenali dia? Hanya penah mimpi walaupun sebentar Walaupun hanya dengan melihatnya didalam alam maya Buta apakah ini? Cinta apakah ini? Adakah ini datangnya sebentar atau berlarutan? Andai sebentar aku syukur kerna tidak sakit utk rasa ini....... Andainya berlarutan rasa ini? Bagaimana aku untuk hadapi.....oh Allah ku.. ku perlukan engkau Sakit...... Sakit..........dada ini Aku tak sanggup untuk rasa ini...... Aku tak sanggup untuk pedam rasa ini..... Adakah engkau rasakan wahai orang yang ku cintai dalam diam? Terlalu sakit untuk pedihnya jatuh cinta ini Andai saja engkau tahu...mungkin kau akan cintai aku jua? Pedam dan pedam Hanya doa ku dari ilahi ku persembahkan rasa ini Hanya ilahi ku sahaja tahu betapa pedihnya hati ini Moga saja engkau akan jadi miliku seuatu hari nanti Kekasih dalam diamku - JA
0
Feb 25, 2017
Feb 25, 2017 at 3:15 AM UTC
CINTA
lalu aku perlahan berjalan menjauh mencoba menjarak pada sepotong hati yang membiru luka tak pandang bulu, tak pandang rupa atau apapun sempat aku titipkan sepenuh hatiku kudapati sekarang tak berupa aku tak cukup mau untuk berlari sebentar..aku hanya ingin memastikan hatiku kembali baik ku tahu kamu tak sengaja membuat hatiku jatuh lalu memar sakit memang.. tapi lebih sakit jika aku tidak mencinta lagi karena aku percaya, hatimu baik..
0
Nov 30, 2018
Nov 30, 2018 at 8:37 AM UTC
perihal rasa..
Nama mu terukir sangat indah Kebahagiaan yang tiada dua Kisah kita memang baru sebentar Namun hatimu ingin beranjak Tanya hatimu, Sebelum engkau pergi Masihkah diriku menghuni didalamnya? Terlalu rapuh untuk tersandar dan menerima Diriku memang tidak mendekati sempurna Aku... Gagal... Membahagiakan mu Diriku tak pernah berhenti mencoba Aku... Tidak... Layak Sebelum kau memilih untuk pergi Aku tak pernah lelah menanti Nama mu yang selalu ada di setiap doa Aku akan merindukanmu Terima kasih untuk segalanya.
0
Dec 8, 2017
Dec 8, 2017 at 5:44 AM UTC
Aku Tidak Sempurna.
Kau membuatku bingung Raja. Sebentar bersikap sehangat matahari pagi, sebentar sedingin tiga perempat malam. Kau membuatku bimbang Raja. Aku tak tahu harus bersikap bagaimana. Aku sudah bertanya pada jalan yang setia menyaksikan kau mengantarku pulang. Mereka diam. Aku semakin gelisah. Karena bahkan jika jalan yang setia diam jika kutanya, bagaimana mungkin kau punya jawaban Raja? Hatimu tak lebih teguh dari daun yang tertiup jatuh. Lantas aku harus bagaimana?
0
May 12, 2016
May 12, 2016 at 4:33 PM UTC
Raja
Halo, hari ini hari Sabtu, tanggal 27 Juli. Mungkin di atas bumi bulan sebentar lagi tak terlihat dan beberapa hari lagi akan muncul kembali, namun sepertinya di kehidupan Bumi; Bulan akan sirna sebentar lagi. Bulan bingung, bagaimana cara Bulan tetap tinggal di sisi Bumi sementara Bumi tidak memberikan ruang untuk Bulan singgahi, sementara Bumi tidak memberikan kesempatan untuk Bulan mengasihi. Apa yang pernah Bumi sampaikan pada Bulan terdengar seperti omong kosong belaka saat ini. Terima kasih ya, untuk hal apa pun yang pernah kita bagi. Maaf jika Bulan akan tetap menjadi Bulan untuk selamanya, bukan Matahari yang menjadi pusat perhatian dan gravitasimu, Bumi. Bulan izin pamit ya, sampai jumpa jika alam semesta merestui.
0
Jul 20, 2019
Jul 20, 2019 at 3:56 AM UTC
bulan pamit
berhenti sebentar amati tangga kehidupan beberapa melesat kencang beberapa berleha-leha beberapa meronta terpenjara bersandiwara mencengkram erat muslihat beberapa berhenti berkoar betah hanya memandang 1 arah acuh membangun bata perbatasan agar ujungnya jiwa tak lagi rapuh kulihat semuanya budak diantara kerumunan manusia golongan batasnya pendapatan pengeluaran semua saling bertukar jerit "memangnya kau siapa?"
0
Jul 21, 2019
Jul 21, 2019 at 9:52 PM UTC
Perhitungkan Aku
GABRIEL & JIBRIL aku = saya V, (x) akan hilang sebentar lagi.
0
May 28, 2022
May 28, 2022 at 4:24 PM UTC
OKLASASADU
Tuan, sore ini akasa terlihat kelabu. Semilir anila terasa membeku. Aku berada di antara dua perasaan; sukacita dan dukacita. Sukacita? Ya, karena sebentar lagi graksa datang dengan gagahnya; mengejutkan semua makhluk di bumi. Seperti kedatanganmu. Lalu, dukacita? Ya, graksa yang gagah itu bisa hilang wujudnya dalam sekejap. Kemudian membawa hujan yang meninggalkan wresthi di permukaan bumi. Seperti kepergianmu.
0
Dec 6, 2018
Dec 6, 2018 at 2:52 PM UTC
graksa
Bukannya ingin melupakan Tapi langitmu biru Milikku selalu hijau abu-abu Diwarnakan kecewa yang tak kusesali Lama sudah roda waktu kuputar Namun kudapati kau hanya sebentar Kau dan waktu adalah ilusiku Namun kertas dan tintaku takkan menipu Matamu sepekat langit malam Berkilat menantang walau tanpa bintang Menggali semua amarah dan kecewa Saat kau bertukar tatap denganku Ambil semua bintang-bintangku Rebahkan diriku ke jalan yang gersang Retak merana, kering oleh sang waktu Mata itu tak lagi sama di hadapanku Bintang tidak jatuh setiap hari Namun kali ini ia jatuh di antara kita Maaf telah kusembunyikan darimu Cepat atau lambat kau akan mulai berlari Tanpa bisa kukejar kembali Luapkan semua amarah dan kecewamu Padaku, pada dunia, pada yang tak kau pahami Karena kau yang paling tahu Batas waktuku untuk bersama dirimu
0
Apr 4, 2018
Apr 4, 2018 at 12:44 PM UTC
Kutahu Saatnya Tiba
Saat dunia menuntutmu, yuk duduk sebentar. Mungkin kamu lelah dengan tuntutan orang tua mu yang bercita-cita supaya kamu mendapatkan nilai tinggi, atau beban tanggung jawab yang memberatkan pundakmu, atau tuntutan duniawi yang selalu membuatmu resah dengan masa depan, atau melihat kanan kiri ke mereka yang sudah berlari kencang di depan. Mungkin kamu takut, apa yang akan terjadi di masa akan datang? Apa kamu akan lulus tepat waktu? Apa kamu akan mendapat kerjaan? Apa kamu akan mendapat pasangan? Sudah, kamu sudah berusaha keras. Yuk, duduk dulu. Sini bersinggah denganku sambil minum kopi hangat dan menikmati malam yang dekat. Saat mentari tiba, ayok kita mencoba lagi bersama.
0
Oct 24, 2018
Oct 24, 2018 at 10:30 AM UTC
Mencoba
Terlanjur kutitipkan hatiku Jiwaku hangat dalam genggamanmu Tolong jagakan sebentar lagi Aku ingin kembali Telah kubagi separuh anganku Kau susupi setiap ingatanku Tanpa sadar kulembutkan hatiku Aku ingin kembali Maafkan aku yang pergi Tanpa selamat tinggal Maukah kau ucapkan selamat datang Karena aku akan kembali
0
Jan 3, 2018
Jan 3, 2018 at 11:25 AM UTC
Selamat Datang Selamat Tinggal
Ah muncul lagi Lelaki benalu kesayanganku mengendap-endap masuk ke pikiran kosong Di hitamnya langit kutemukan selintas retrospeksi terselip diatara bintang kau dadakan hilang tak 1 pun kata kau anggap perlu kau beberkan mulutmu rapat terkunci mungkin penjelasan itu hanya bisa ditemukan di air luka hatimu yang dalam Sini duduk sebentar biar kupinjamkan sepatu heelsku malah tak perlu kudandani kamu tak perlu busana merah muda mencolok kamu sendiri sadar kamu banci, maksudku pengecut Tak sudi kusebut kamu banci banci saja lebih jantan darimu mereka berani unjuk diri depan dunia gagah gigih tampil beda mencolok meniupkan asap rokok ke muka komentator Ada udang dibalik batu ada busuk dibalik hadirmu kau pergi karena kau anggap tak ada lagi gunaku bagimu kan? Dalam senyum sumingrah kuucap syukur pada Bapa di sorga sebab benalu sepertimu tak pantas ada disini jam pasir telah dibalik segera akan habis waktu permatamu biar gelapnya malam yang menghajar pancaran sinarmu yang menjijikan Lelaki benalu kesayanganku habis digerogoti nafsu keserakahannya
0
Jul 3, 2019
Jul 3, 2019 at 12:30 PM UTC
Banci Saja Lebih Jantan
"Bahwa bukan kesedihan yang nyala Di ruang mata, melainkan hakikat rela" (Kisah Soe Harry, 2 - Astrajingga Asmasubrata) aku datang padamu dengan surah yasin dan rasa ingin bertemu yang tak bisa dicukupkan oleh simpuh sujud seorang anak yang imannya sedang runtuh. ayat demi ayat menjelma percakapan kita tentang hakikat hidup dan mati: tentang hidup adalah seluruhnya ibadah dan mati adalah nikmat tertinggi. mad dan waqaf menjelma tempatku berhenti: tempat aku meluruhkan air mata saat terbayang wajahmu yang tak bisa lagi kupandangi. aku bertanya seberapa rindukah tuhan padamu tetapi tak ada jawaban meski telah aku cari di setiap lembar yang sebentar lagi menuju akhir. aku bertanya akankah kau bangun untuk sekadar menyapaku tetapi tak ada jawaban meski aku telah sampai di ayat kun fayakun.
0
Aug 3, 2017
Aug 3, 2017 at 9:47 AM UTC
ziarah
Bandung begitu kelabu, dadaku kosong rentang fokus kabur entah kemana ada kacau yang meruang di tubuhku tersisip kicau yang kian gaduh kepalaku terus menerus menimbang mempertanyakan perkara ranah juang bolak balik singgah pada keraguan lalu sebentar mampir pada keyakinan ia, aku, terpicu keras sekali kilas balik membeludak dalam benak beririsan dengan manisnya kenyataan yang juga selalu menjagaku erat aku benci terpicu seperti ini, guru geografi pernah ajarkan ketika panas bertemu dingin, terjadilah puting beliung ada puting beliung yang meruang di tubuhku lalu hembusan nafas mengembalikan sadarku cepat-cepat harus kukerdilkan imajinasi ya Bapa di Sorga, bebaskan aku dari kekang gelisah aku hanya ingin melepaskan apa yang perlu dilepaskan aku lelah mengunci diri dalam kegelapan
0
Mar 2, 2020
Mar 2, 2020 at 1:44 PM UTC
Residu Rasa
Awan lara bersayapkan derita Diselimuti kabut tersenyum manis Tak perlu senyum itu kau balas Sebentar lagi menuju terang Kabut sirna melayang-layang Apa kabar... Tanyakan padaku Berikan sedikit suaramu Tak kuasa lagi mengharap cahaya Namun aku ingin melangkah Walau tanpa cahaya Mungkin ada suara Aku baik-baik saja... Sampaikan padaku Dari tepian jauh aku melihat Jangan coba kau menggapai Cukup doa yang mengantar Tanpa perlu kembali lagi
0
Nov 25, 2017
Nov 25, 2017 at 12:28 PM UTC
Sampaikan Nanti
Selamat pagi bu.... Selamat pagi jawabku Perjalananku segera dimulai menembus fajar yang masih galau Lewat mana bu.... Biasa saja pak jawabku Jalan raya yang masih sepi Tetapi aku sudah duduk sendiri Macet bu.... Biasa pak jawabku Tiada ada jalan yang lancar Tiada hari yang tak sukar Lampu merah bu.... Iya pak panjang pula jawabku Berhentilah walau hanya sebentar Melemaskan kaki dan mata yang nanar Sudah sampai bu.... Terimakasih pak jawabku Ku mulai pekerjaan hari ini Dengan harapan dan asa yang baru
0
Oct 31, 2017
Oct 31, 2017 at 11:18 PM UTC
Supirku