"sangkar" poems
mau sampai kapan kau begini?
terpenjara dalam sangkar
tersedu, merintih, menangis dalam hati
mau sampai kapan kau begini?
terkubur dalam tanah
sesak, megap, gerah, tapi tak berani berteriak
mau sampai kapan kau begini?
bertopeng ayu nan rupawan
padahal semuanya hanya polesan belaka
mau sampai kapan kau begini?
mulut ditutup kain, mata dibutakan langit
mana dirimu yang katanya menjunjung kebebasan?
mau sampai kapan?
hidup ini takkan sampai seribu tahun
Nov 2, 2013
Nov 2, 2013 at 10:24 AM UTC
Yang dipegang tidak ingin diikat, inginnya pergi menjemput belikat. Bukan rahasia kalau belikatnya adalah hidupnya, nanti dia tidak bisa terbang, katanya.
Yang diberi hati tidak ingin jatuh hati, dia sudah jatuh, katanya. Sedikit lagi sampai, katanya. Sedikit lagi yang dicarinya digenggamnya, katanya lagi.
Yang diinginkan bahagia juga inginnya bahagia, untungnya. Tapi bukan untuk satu sama lain, sayangnya. Tidak apa-apa, kan yang penting bahagia, katanya. Dia tidak mengerti, sayangnya lagi.
Dia tidak mengerti, dia ada menghantui sudut ruang, nyata dan berakar, langkahnya tak bergravitasi keluar sangkar, inginnya berputar melingkar, tetap tinggal, tidak meninggalkan.
Perasaan ini bermassa, dia sudah pasti tak memberi asa, sudah biasa.
Sudah biasa, tidak apa-apa.
Jadi dia dibiarkan kembali duduk di sudut ruangan.
Jun 18, 2020
Jun 18, 2020 at 1:33 PM UTC
Hidup dalam "zaman" baru yang terasa di dalam sangkar,
Terperangkap seperti binatang buas,
Hampir dua tahun umur dibazir untuk menatap nasib,
Imaginasi permulaan tahun baru kian terpudar,
Halus di udara menjejas kehidupan,
Manusia masih mengharap agar "kamu" terhapus.
Jul 20, 2021
Jul 20, 2021 at 11:14 AM UTC
Terbuai kau tinggi diatas,
Mengidamkan hidup bersamaku,
Sedangkan hatiku telah lama berkecai di dalam sangkar jiwa.
Aku sendiri hidup tanpa ia,
Apa yang mampu aku tawarkan?
Aku ada senyum,
Aku ada kasih,
Tapi aku tiada apa yang kau mahukan.
Oct 6, 2020
Oct 6, 2020 at 10:04 AM UTC