Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"rabu" poems
Jakarta, Rabu 23 Mei 2007 Malamku penuh kerinduan Sat itu pun ku mulai ... Menitikkan air mata ... Sehingga membasahi pipi ku Rinduku ini ... Tak bisa tergantikan apapun Karna yang ku mau hanyalah dirimu Seseorang yang selalu menemaniku Setiap malam setiap waktu Aku rindu segala yang ada di dirimu Termasuk belaian sayang di rambutku Serta pelukan hangat di tubuhku
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:44 AM UTC
Puisi Rindu
Palembang, Rabu 26 Juli 2011 Aku sayang dia Aku jaga dia sejak pertama ku milikinya Ku genggam erat dia seakan tak ingin berpisah Ku selalu awasi dia tak ingin kehilangannya Dia selalu ada di setiap ku butuh Kawan terbaik mencurahkan inspirasiku Tak terbayang jika dia pergi tinggalkan ku Atau hanya hilang tanpa jejak atau pesan sekalipun Yang pertama, tak bisa terganti Sekali sayang, dan akan terus selamanya Perasaanku tak tercurah tanpanya Berhari-hari aku bersamanya dengan setia Namun di hari itu aku kecewa Yang aku sayang yang terus aku jaga Dia mati di kala waktunya belum tiba Aku kecewa ketika mereka membunuhnya Aku marah, aku kesal Aku minta mereka mengembalikannya Tapi yang ku dapat hanya heningan Tanda mereka tak mau berbuat apa-apa Aku sudah tahu jawaban mereka Meskipun belum terucap, hanya bahasa gerak Mereka tidak mengerti rasanya kehilangan Mereka tidak peduli dengan perasan orang Ku hanya ingin pertanggungjawaban Dan kembalikan dia kembali ke genggamanku Tolong sekali saja Kalian mngerti perasaan seseorang Dia adalah pena ungu yang paling ku sayang "Pena Ungu ku tinggal kenangan"
0
Oct 28, 2011
Oct 28, 2011 at 1:40 AM UTC
Pena Ungu
Rabu, 2 Mei 2007 Betapa ku rindu lirik indahmu Sampai kapan ku harus menunggumu? Setiap hari ku rindu jeritan indahmu Betapa lelah hati ini menantimu Pulanglah kau di pelukku Kau dan aku saling merindu Jangan kau pergi dariku Dari suatu rindu yang ku tunggu-tunggu
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:52 AM UTC
Rindu
Jakarta, Rabu 2 Mei 2007 Suatu malam menghampiriku Menjadi malam yang indah bagiku Dihiasi taburan bintang di malam itu Tiada bisa ku lupakan hal itu Malamku penuh mimpi Terlihat manisnya wajahmu Yang menghiasi mimpi burukku Yang menghilangkan rasa takutku
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:51 AM UTC
Malam
Jakarta, Rabu 8 Juli 2009 Meskipun kau t’lah tiada Dan semua orang di dunia menangisimu Kami tahu kau tak benar-benar mati Karena kau akan selalu berada di hati kami Jasadmu mungkin bisa mati Tetapi jiwamu akan selalu bersama kami Kami percaya kau akan terus menjadi bintang Bintang yang bersinar dan tak pernah hilang Selamanya ... selamanya... dan selamanya Kami percaya itu Damailah kau , Ayah (Untuk Almarhum Michael Joseph Jackson)
0
Jan 20, 2012
Jan 20, 2012 at 8:15 AM UTC
Ayah
Pada tiap bait puisiku berisikan lantunan merdu perihal dia dan suka. Larik-larik sajaknya dirancang manis menyurat rasa yang tersirat. Pada tiap bait puisiku kuingat tatapnya yang hangat dan malu-malu membuat aku gugup melulu. Dipuisi ini, kutulis rayu dalam kata tuk ramu gugupku jadi haru. Pada Rabu di sorenya bernada, mendera, bergelora berbicara perihal harinya yang gembira.
0
Oct 25, 2022
Oct 25, 2022 at 12:50 PM UTC
Dirancang Manis
Rabu ke rabu Abu semakin kelabu Mengapa aku bersendu? Aku yang kecewa dan mengecewakan Semoga kelak kau semakin berharga Begitu pun aku Sehingga jika diizinkan bertemu kembali, kita mampu bersinar bersama
0
May 31, 2022
May 31, 2022 at 1:41 PM UTC
End of May
Kuoleskan perona pipi berwarna merah muda di wajahku Agar ketika bertemu denganmu Aku bisa menutupi perasaan tersipu malu Pukul berapa anda datang, tuan? Sekarang sudah pukul delapan lebih lima Aku menunggu dengan rasa yang sama Dan tak lupa bersama puisi milik Joko Pinurbo Aroma ekstrak parfummu menghampiri Dengan setangkai bunga di mimpi
0
Apr 1, 2020
Apr 1, 2020 at 12:23 AM UTC
Kencan Hari Rabu