"puisiku" poems
Sebelum nafasku yang terakhir
Ku luar kan kepadamu
Engkaulah yang ku tunggu
Engkaulah bintangku
Dan kamu
Aku masih sayang kepadamu
Biarlah ini satu rahsia buatmu
Adakah ini suatu mimpi
Yang selama ini engkau menyelami
Menyinari
Menghiasi alamku dengan warna cinta pelangi
Engkau ada tetap dihatiku walau ku tiada
Engkau ada tetap dijiwaku walau bisa
Dan ku harap kau maafkanlah segala dosa
Sebelum ku pejamkan mata untuk selama-lamanya
Dan kamu
Aku masih sayang kepadamu
Biarlah ini satu mimpi indah bagiku
Apabila nadiku berhenti
Tamatlah sudah puisiku ini
Tapi ini bukanlah satu erti
Kuharap engkau kan terus bermimpi
Kubina cinta di alam mimpi
Bayanganmu ku kan salji
Selalu berada sentiasa disisi
Selamanya kepadamu
Aku..
Aku berjanji..
©2014 RevoLusi
©2014 Maman Screams
Jan 11, 2014
Jan 11, 2014 at 4:11 AM UTC
Pada tiap bait puisiku
berisikan lantunan merdu
perihal dia dan suka.
Larik-larik sajaknya dirancang manis
menyurat rasa yang tersirat.
Pada tiap bait puisiku
kuingat tatapnya yang hangat dan malu-malu
membuat aku gugup melulu.
Dipuisi ini, kutulis rayu dalam kata
tuk ramu gugupku jadi haru.
Pada Rabu di sorenya
bernada, mendera, bergelora
berbicara perihal harinya yang gembira.
Oct 25, 2022
Oct 25, 2022 at 12:50 PM UTC
Kupaparkan rayuanku untukmu.
Kupertontonkan asmaraku untukmu.
Dunia harus tahu !
Hatiku selalu menggebu - gebu !
Kukirimkan surat cintaku melalui dunia maya.
Pak Pos sedang sibuk kasmaran juga rupanya.
Oh pak Pos !
Kencan jangan terlalu lama !
Siapa yang bisa mengantarkan cintaku padanya ?!
Kusiapkan surat kuselipkan kata manis dan rindu dengan tinta merah dan banyak kecupan mesra.
Maya harus tahu !
Hatiku memang menggebu - gebu !
Tapi kau buang puisiku.
Melirik saja tak mau.
Ya sudah kalau begitu.
Biar saja dipakai followers saya,
lumayan untuk caption mereka.
Padahal untuk merangkai kata dan rima,
hati harus jatuh dan kau buat patah.
—
Puisiku sebatas dunia maya.
Tidak sampai hati yang empunya.
Malang.
Malang.
May 9, 2019
May 9, 2019 at 11:57 AM UTC
kau adalah puisi
berputar dalam imajinasi
mengendalikan tanganku untuk menulis
entahlah, aku memang tak mampu
menyulam kata kata manis
terkadang bingung memilah kosa kata
yang kurasa memang terbatas
tapi kau adalah puisi
ku menulismu dibawah lampu temaram
duduk termangu menjelajah inspirasi
aku ingin sekali menulismu
aku akan menulismu
tunggu sampai kau menjadi puisiku
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:11 PM UTC
Aku merasakan puisiku telah mati,
Saat setiap baris frasanya tidak sampai ke hati,
Tetapi dilumatkan di dasar api.
Jan 6, 2020
Jan 6, 2020 at 4:41 AM UTC