"paksaan" poems
dunia indah kerana impian,
impian ada kerana mimpi dan angan,
bukan paksaan dan bukan kekangan,
hanya kerana diri yang mahukan,
teruskan berjuang,
tempuh dunia dengan tenang,
yang diatas sudah merancang,
yang dibawah harus syukur dan terus berjalan,
Mar 12, 2013
Mar 12, 2013 at 1:15 PM UTC
Ternyata benar,
jarak dan ketidakhadiran fisik adalah alasan mengapa kita menyukai apa yang tidak disukai.
Terkadang paksaan adalah bagian dari hal terindu yang diinginkan manusia;
Bagaimana tidak?
Sejak kapan kau menyukai teh hangat?
Tumis sawi-sawian, bahkan sayur berkuah santan?
Jawabannya sejak kita memiliki jarak dengan ibu.
Saat ketidakmampuan kita untuk melihatnya megiris bawang setiap pagi sehabis subuh
Suaranya yang memekik dari ujung ke ujung.
Kita tidak benar-benar menyukai beberapa hal diatas, kita hanya memaksakan momen agar kita merasa berada pada masa lalu.
Kemudian semakin bertambahnya angka-angka, kita lupa
Jengukan anak-anak adalah vitamin yang ia perlukan
Karena pulang yang sebenar-benarnya adalah saat kita melihat ibu.
B_A
14-15 Mei 2013
May 14, 2019
May 14, 2019 at 6:00 PM UTC
Tak pernah terbayang olehku,
untuk bertemu denganmu.
Tak pernah terbesit dalam pikiranku,
untuk jatuh hati padamu.
Semua terjadi tanpa ada yang bisa mengira.
Semua terjadi begitu saja.
Tanpa ada paksaan.
Tanpa ada taruhan.
Percayalah kasih,
semua lagu yang kau suka,
semua bintang yang kau sapa,
dan rumah yang kau tuju
Itu aku.
Aug 31, 2017
Aug 31, 2017 at 1:41 AM UTC