Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"nadi" poems
Seetaro mai akela chaand si thi wo Foolon ka mehekta guldan si thi wo Thi nadi jaisi aviral,chanchal mere dil ka haal si thi wo Ghani dhoop mai chav si thi wo Kisi geet ki addaon si thi wo Thi hava si mehekti, komal Mere dil ka bhav si thi wo Beech majhdhaar mai nav si thi wo Khusian ka pura gaon si thi wo Thi koyal si meethi,nishchal Mere man ka abhiman si thi wo Paido par wo patto waali hari bhari koi daal si thi wo Holi ke rango mai sabse saadi ek akeli gulaal si thi wo Thi wadi kasmiri koi Mere geeton ka sur aur taal si thi wo Mandir mai wo shankhnaad si,pooja ka prasad si thi wo Baarish mai mitti ki khushboo,badal ka dharti se sanvaad si thi wo Thi meri wo beti pyari,usse hi ghar 'harshit' tha Mere ghar mai sooraj si,Mere ghar ki shaan si thi wo Thi ab wo jo nahi rahi,aakhir khata kya thi ki usne mana hi to kia tha na beta shaadi se, Par dosti ka haath bhi to badhaya tha Teri Bezatti toh nahi thi ki usne Fir kyun tune usko har ghar badnaam kia Dushman na kare,dost hokar tune aisa kaam kia Chali gayi ab chhod ke mujhko,wo akele jeevan ki saanjh mai Meri khushiyan,meri duniya,meri pyari jaan si thi wo Meri pyari jaan si thi wo
0
Apr 13, 2017
Apr 13, 2017 at 7:46 AM UTC
Meri Beti
Hati sedih nan gelisah Tak tau apa yang harus diperbuat Kaki bagai lari ke ujung dunia Peluh terasa lengket bercucuran Seakan hanya mengikuti jejak Tak tau arah yang benar Mata sayup ingin terpejam Terhalang Guntur yang menggelegar Menggelegarkan nadi meretakan hati Serpih-serpih peluh yang menjadi-jadi Seakan lari menggapai dunia Melawan angin yang amat kencang Sambil berpegang kawat besi tembaga Berjalan di atas angin yang bergoyang
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:01 AM UTC
Hati Ku
Untukmu Cinta Sejuta kata tercipta untukmu Segenap jiwa ku serahkan padamu Hingga akhir waktu ku sembahkan hanya untuk mu Meski tak kau terima Cinta dalam hati ku Terhempas begitu saja Bagai dari langit ku jatuh Ingin ku berenang di lautan Arungi samudera bersama ombak Desir pasir melagukan alunan daun Lambaian tangan untuk berselancar Indah cinta mengikat raga Satu aliran nadi di salam darah Mulut mengucap selalu kata cinta Hati pun akan selalu bahagia
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:53 AM UTC
Untukmu Cinta
Tergetar nadi ku saat teriakanmu Tersenyum aku saat melihatmu Bagai mentari pelawan gelap Bagai jiwa ku yang amat tenang Saat terjunan air membasuh raga Alangkah indahnya pelangi melingkar Bercahaya terang amat indah warnanya Begitu segar sambil menatapnya Tatapan itu tak sama Dengan saat aku menatapmu Di hati ku hanya kau yang terindah Tak tertandingi dari apapun Cinta... Segelas darah ku buang Selaut air mata ku tumpahkan Saat ku lihat kini kau berada di Surga Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:45 AM UTC
Kenang Cinta
Malam ku kemarin Amat indah kan abadi Terukir selalu di dalam hati Nama mu walau hanya mimpi Sungguh bahagia hati ku Bila ingat akan mimpi itu Lamunan ku berakhir Saat mentari muncul di pagi hari Tak dapat ku sebut nama mu Di dalam mimpi ku malam itu Karena gugup hati ku Tergetar semua nadi ku Kelak kita bertemu Bertemu menjadi satu Akankah kau campur cinta mu Dengan cinta ku yang menunggu Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:37 AM UTC
Mimpi "Cinta"
Seteguk apapun, semua tak akan berakhir Aku adalah seorang pemabuk yang selalu menguarkan harum arak kemanapun aku pergi. Anggur, dan berbotol-botol ***** telah kutenggak pagi ini. Dan hanya hari ini pula aku ingin bicara, tentang segenggam racun yang kalian semua suntik ke dalam nadi dan pembuluhku. Topeng yang dengan bangga kalian pakai tak ubahnya ketelanjangan hanya mengumbar malu dan aib Tawa yang sesenggukan kalian jeritkan hanyalah tangis jiwa kalian yang memudar memutihkan kejujuran dan kebajikan Oh, beginikah cara kerja dunia berduri dan berbatu, sama saja disetiap lajurnya kemanapun aku pergi, dijejali mulutku dengan dusta dan hanya dusta belaka Menghitamnya jiwaku, seandainya bagai langit malam tak ada chandra di ufuknya Sudah selayaknya aku berkabung atas jiwaku, dimana dia merintih penuh sesal dan tanya. Apakah lalu lalang motor dan diesel itu memusingkan kepala atau hanya sebuah kesibukan belaka. Dan dengan itu pula jiwaku berakhir, terdiam, dalam kematian. Kukubur dia dengan layak, diantara nisan-nisan lain disekitarku, yang diberi nomor, sesuai urutannya. Jiwaku tersungkur di nomor tujuh. Beruntung sekali! Kukubur dia, pelan sekali dengan tertidur. Tak berharap bangun lagi di keesokan pagi. Kutaburi bunga-bunga dan prosa yang harum, dan kusiram dengan sebotol Martini dan bir. Harum. Seharum embun yang kau injak ditepian jalan. Wangi. Sewangi sukmamu yang kuingat telah pergi. Aku adalah pemabuk. Yang selalu menenteng sebotol arak, bermabuk di tepian jalan kehidupan. Mengambil jeda diantara kalimat-kalimat mencela dan busuk, yang tergelincir masuk ke dalam telingaku. Botol-botol inilah sang penawar, berminum pula para nabi terdahulu menyesali umatnya, sedangkan aku? Menyesali kalian.
0
Sep 7, 2016
Sep 7, 2016 at 12:30 PM UTC
Sebotol Penawar
Seteguk apapun, semua tak akan berakhir Aku adalah seorang pemabuk yang selalu menguarkan harum arak kemanapun aku pergi. Anggur, dan berbotol-botol ***** telah kutenggak pagi ini. Dan hanya hari ini pula aku ingin bicara, tentang segenggam racun yang kalian semua suntik ke dalam nadi dan pembuluhku. Topeng yang dengan bangga kalian pakai tak ubahnya ketelanjangan hanya mengumbar malu dan aib Tawa yang sesenggukan kalian jeritkan hanyalah tangis jiwa kalian yang memudar memutihkan kejujuran dan kebajikan Oh, beginikah cara kerja dunia berduri dan berbatu, sama saja disetiap lajurnya kemanapun aku pergi, dijejali mulutku dengan dusta dan hanya dusta belaka Menghitamnya jiwaku, seandainya bagai langit malam tak ada chandra di ufuknya Sudah selayaknya aku berkabung atas jiwaku, dimana dia merintih penuh sesal dan tanya. Apakah lalu lalang motor dan diesel itu memusingkan kepala atau hanya sebuah kesibukan belaka. Dan dengan itu pula jiwaku berakhir, terdiam, dalam kematian. Kukubur dia dengan layak, diantara nisan-nisan lain disekitarku, yang diberi nomor, sesuai urutannya. Jiwaku tersungkur di nomor tujuh. Beruntung sekali! Kukubur dia, pelan sekali dengan tertidur. Tak berharap bangun lagi di keesokan pagi. Kutaburi bunga-bunga dan prosa yang harum, dan kusiram dengan sebotol Martini dan bir. Harum. Seharum embun yang kau injak ditepian jalan. Wangi. Sewangi sukmamu yang kuingat telah pergi. Aku adalah pemabuk. Yang selalu menenteng sebotol arak, bermabuk di tepian jalan kehidupan. Mengambil jeda diantara kalimat-kalimat mencela dan busuk, yang tergelincir masuk ke dalam telingaku. Botol-botol inilah sang penawar, berminum pula para nabi terdahulu menyesali umatnya, sedangkan aku? Menyesali kalian.
Continue reading...
27
Aaj phir se uthai Kalam hath me Kuch batane ka panno ko dil chahta hai, Labzo me jo baat keh naa saka Geet me gungunane ko dil chahta hai | Kaun kehta hai ki tujh se pyar karte hai log Bas jarurte puri karte hai log | Jab tak zinda hai sauhrate hai teri, Mare **** ko bhi kahan ghar me rakhte hai log | Na koi hai tera na tu hai kisika Jo chahe tuje tu ban jaa usi ka Khel matlab ka duniya ne khela sada hai Tu bhi hissa usika me bhi hissa usi ka Jala ke **** ko rakh baha de nadi me Aisi duniya se chutkara dil chahta hai Aaj phir se uthai kalam hath me Kuch batane ka panno ko dil chahta hai | Yun to chalti rahi jindagi na ruki, Koi aata raha koi jata raha | Kayi khel ke dil se mere khilone ki tarah Dil ko apne har dum behlata raha | Kisi ne chaha kisi ne toda muje, Me phir bhi sada muskurata raha | Kabhi roya kabhi sadme me beh gaya, Dil ko har baar apne behlata raha | Badi faramaush hai duniya samaj me gaya, Fir bhi kisi ko chahne ko dil chahta hai Aaj phir se uthai Kalam hath me Kuch batane ka panno ko dil chahta hai |
0
Feb 2, 2019
Feb 2, 2019 at 12:39 PM UTC
Pyar, dokha ya hakikat
Siang ini, jam tidak berputar terbalik Angin juga memutuskan untuk Berhembus ke satu arah saja Burung jalak di hening mulai menyanyi Berlagak galak Dan merapal sebuah lagu Hanya rerumputan yang lupa Tajamnya kidung mentari Pikirnya, Sakit tak akan membakar borok Yang dimiliki Apabila tak dirasa Lupakan saja, Jangan buat lagu apapun lagi Untuk mentari Biarlah ia murka sepuasnya Siapa tahu rumput Barangkali sedang impikan hujan Yang tak kunjung lebur Dalam lubuk hatinya Aku ingat kau pernah Beralasan: Aku tak mungkin berdiri Di bawah mentari, Dalam nadi dan degupku Mengalir bulir hujan Terlampau Getir dan gelap
0
Apr 19, 2016
Apr 19, 2016 at 3:38 AM UTC
Harap Dapat Memperindah Borok
Ketika pagi beranjak malam Memutar seribu kenangan di angan Menelusuri ruang ruang berkarat Hingga berhenti disatu titik Teringat asam manis kehidupan Jiwaku terenyuh Hanyut dalam ombak mendayu dayu Itukah kamu cinta Sayang yang melekat seperti nadi Suara jangkrik menjadi iringan Berlari, tertawa, menangis bersama Aku tau aku tak bisa Menarik memorimu dan berdansa Kasih lain telah membawamu Ketempat suci Yang bahkan tak bisa ku raih
0
Dec 24, 2016
Dec 24, 2016 at 10:42 PM UTC
Imaji
Palembang, 31 Maret 2012 Bagaimana rasanya hati yang tertusuk paku? Aku tahu. Bagaimana rasanya nadi yag tertusuk jarum? Aku tahu. Mengapa aku pernah merasakan semua itu? Karena aku melihat wajah mu.
0
Mar 31, 2012
Mar 31, 2012 at 11:23 PM UTC
Aku Tahu
Angin semilir menghembuskan Lembaran kertas, bergurat bagai nadi Namun mereka tetap menari. Sayu, menatap serat-serat kayu Dan merendah, menghamba pada ilmu Ku tahu mereka berlari namun tak berlabuh Harapan mereka gantung di sisi bulan Yang menemani muram di sisi jalan Lelaplah, karena bintang Tak dapat kau peroleh semalam.
0
Apr 20, 2016
Apr 20, 2016 at 1:48 PM UTC
Semalam
Raat se raat tak Raah me ek raag ... Liye mein chala Chalne Laga..yeh mann najane kis dar me ... Hichkole khata... Khafa khafa sa khud se... Parvato me dooba... Ek Nadi Ko dekhta...parvat ke shikar par... Phir ...haste haste...aur unchaiyaan dekhne Laga... Khwaab e Nasha... Sangeet me dooba... Toh thodi Rahat si Mili... . ..
0
Dec 10, 2017
Dec 10, 2017 at 4:48 PM UTC
Sangeet me thama..ek Safar me hamsafar se Milne!!!
Lucu sekali Hari ini bisa menjadi sedekat nadi Hari esok berbalik menjadi sejauh matahari Saat ini terlihat peduli Esok nanti tak kenal diri Skenario kita palsu Yg kita lakukan abu-abu Terus begitu
0
Jan 16, 2019
Jan 16, 2019 at 5:15 PM UTC
Funny
Nanti, jika 2 Januari sudah sampai di ujung langit tepuk pundakku Jika sebagian nadi masih dingin tepuk lagi sampai terbangun Rasanya apa yang berbelit harus dititipkan padanya dengan kaleng kotak berisi tiga beras putih Masing-masing dibalut kertas pertanyaan dan pernyataan menyalahkan Ntah marah kepada Rabb-mu, atau apapun yang berdiri disekelilingnya Lebih memalukan lagi ia telah menjadi orang lain Nanti, jika langit 2 Januari sudah berubah kuning kemerahan, usap punggungku Ia cuma perlu tenang yang menenangkan.
0
Jan 1, 2019
Jan 1, 2019 at 7:57 PM UTC
2 januari
Ya Khuda. Yeh Kaisee Hai Yeh Mauziza. Barsaat kai woh Paak Khatrai Yeh Pyaasi Zaameen Par Girtai. Khuch Talau Mai Khuch Dariya Mai Khuch Nadi Mai Aur Khuch Gutter Mai. Paani Ki Paakeezaa Mai Yeah Kaisai Tabdelee Aaati Hai. Khuch Paak Rehtai Hai Aur Khuch Na Paak Hau Jaati Hai.
0
Jul 18, 2019
Jul 18, 2019 at 12:30 PM UTC
Barsaat Kai Khatree
tidak mati tidak hidup tidak terjaga tidak tidur tidak bergerak tidak diam tidak sekesepian seperti yang dirasa tidak hitam tidak putih diputihkan tapi terlahir hitam seputih putihnya tiap tetes dalam nadi tetap hitam
0
Jul 12, 2017
Jul 12, 2017 at 10:39 AM UTC
Dua dekade
Natatandaan mo pa ba Sabi mo dati tayo'y wala na Mahirap mang tanggapin ngunit aking kinaya Mga luhang pumapatak tuwing gabi aking ininda Dahil sabi mo pagod kana Dahil sabi mo ayaw mo na Dahil sabi mo gusto mo ng mapag-isa Binigay ko naman diba? Ngunit bakit ba ako'y pinapahirapan mo ng ganito Lumayo ka ng minsan kaya sana nama'y wag kanang bumalik pa Dahil tuwing nakikita ko ang mga mata mo Dahil tuwing naririnig ko ang boses mo Hindi mapigilang bumalik ang nararamdaman kong ito Hindi ko alam ngunit siguro nga mahal pa kita Kaya tama na, tama na ang minsang paglayo wag ka ng bumalik pa Dahil ayoko ng mahalin ka Dahil ayoko ng tanggapin ka Dahil ayoko ng magpakatanga pa Ayoko ng magpakatanga sa isang taong minsan ng lumayo Minsang lumayo na ngayo'y babalik para ano Para ako'y akitin ulit sa mga matatamis na salita Patawad ngunit tama na ang minsang pagmamahal na binigay ko sa iyo Hanggang dito nalang nga siguro Ika'y unang lumayo kaya patawad ako nadi'y lalayo
0
Oct 30, 2018
Oct 30, 2018 at 10:57 PM UTC
Ang iyong paglayo
Teri Kalam se meine apni Kalam Ko dekha Phir tum likhti Rahi jaise ki Mann me khuch ** Jo lagatar dilo dimaag me guldasta bana Raha ** Aur likhte likhte mein tumhe dekhta raha.. Raah e dhoondta tumhare madhur geet aur yeh mazbur Dil Dooriyaan aur peepal ki patti ki tarah Pavitra tum Yeh mera mann Nashe me ghumta bas pyaar hi pyaar me Sitaro ka jhilmilana O Dil e nadaan aakash ko Nadi me dekhta Chand e Tamannah Akhiyon me doobta hazaron sapne liye Dhoondta Dil e Raaz ... ...
0
Jan 2, 2018
Jan 2, 2018 at 12:56 AM UTC
Mann Mera aur woh!!!
Dini hari Gelap gulita menyelimuti Mimpi-mimpi yang hampir mati Mungkin akan bangkit kembali Gadis pemerhati ulung sedang memeluk riuh suara kembang api Tak ada yang peduli, selain dirinya sendiri dan nadi yang sedang berdenyut
0
Dec 27, 2020
Dec 27, 2020 at 11:59 AM UTC
Riuh