Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"merayu" poems
Aku benci bila tutur bicara mu kurang jelas. Aku lalu bagaikan Si Pungguk merayu malam melabuhkan tirai. Putus asa rindukan purnama. Kerana terkandung butir kecil harapan dalam setiap bait yang kau coretkan. Yang telah kau utuskan. Padaku. Hening pagi pun tidak dinanti lagi. Izinkan ku teroka awan di sana Mungkin sayapku bukan untuk langit ini Mungkin persinggahanku bukan di lembah ini Jangan bimbang duhai cinta Senja berlabuh, aku sudah tiada.
0
Oct 11, 2013
Oct 11, 2013 at 8:52 AM UTC
Pungguk
Hallo Ku tulis ini untuk rindu Yg gejolaknya membara selalu Tak henti henti merayu Tuk membuat sajak-sajak mendayu Mau apalagi Aku tak ingkar hari ini Sungguh rindu ku rasa kini Tak penat hati tuk habiskan ini Sajak bait pun terangkai kini Dan saat itu pula rasa rindunya semakin menjadi
0
Dec 1, 2017
Dec 1, 2017 at 7:32 PM UTC
Sajak Rindu
Yang jalang meloncat telah tiba & kita merangkak menjauh sutera & kau melihat pada selangkang merebak dedaunan riba. Kini menjalin kepada alang-alang, merayu kepada segala buangan. Yang terbuang kemudian terjerembab ke-Esa-an/ pertolongan/ makian/ gelak ketidak sudian. Semua bajing meloncat-loncat kala malam tiba & aku tidak menemui dirimu menjalin asmara, pada bantal dan kerangka bunga & batok-batok kelapa bersumpah pernah bersimfoni di gedung tua bangka. Katakan semua yang terlihat menemukan artinya, berbalik dan melenggok tiada suka. Aku merusak gelanggang samudera, dan menemukan orang-orang bercumbu di dalamnya. O Gayung merambah kepada sujud-sujud La beruja. Melirik kepada hampa & tau kah, dirimu mencintai duka. Semua manusia kemudian melambat Gedung-gedung berselimut jas pekat /kini duka melihat rembulan siang Merajut benang & diam-diam melempar bebatuan. 3/7/19
0
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 10:59 AM UTC
Kontempo
Kemarin malam Keheningan datang merayu Untuk memulai sebuah percakapan denganmu Dengan topik ringan tentang kehidupan Duduk di atas motor berboncengan Sesekali kamu mencuri pandang melalui kaca spion sambil tersenyum Sedangkan aku berusaha mengendalikan debar  di dada Ah, senyummu sungguh mempesona Tapi, apakah kita bisa bersama?
0
Nov 1, 2019
Nov 1, 2019 at 4:38 PM UTC
Keraguan.
Sudahkah datang giliranku? Perlahan tanpa ragu kau merayu Tak berdaya, ku diam namun tak bisu Ketika hawa hanya kau jadikan pemuas nafsu Maka, saudari kecilmu akan merasakan itu Hanya saja, bukan kau yg menjadi pelaku
0
Apr 19, 2025
Apr 19, 2025 at 4:58 PM UTC
Tabur Tuai