"meragu" poems
tentang melepaskan
bervariasi
ada yang perlahan lahan
ada yang secara kontan! aw!
ada yang sepihak
ada yang masing masing pihak sepakat
ada yang masih meragu
ada yang sudah mantap
ada juga yang sudah mantap namun pendiriannya runtuh lagi
runtuhnya pun akibat hal hal kecil yang manis
kalau dinalar pun tidak artinya
terlihat bodoh
memang bodoh maksudku
akhirnya hanya tinggal puing puing bobrok
tidak jelas
berantakan
abu abu
menunggu untuk segera diratakan buldozer
biar hilang sekalian
Jun 15, 2021
Jun 15, 2021 at 9:05 PM UTC
resah menyambut kala pagi.
terbalut kabut yang menghantui.
aku tersadar,
raga kita terpisah oleh jarak.
menciptakan rindu sebesar jagat, dan ragu seluas semesta.
benarkah kau hanya pergi bersama temanmu, atau malah hilang bersama gadis manis yang menggodamu itu.
benarkah hanya namaku yang tertancap dibenakmu?
aku meragu,
tapi aku cinta kamu.
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 2:30 PM UTC
jiwa ini kembali meragu; terbeban pertanyaan memburu.
rasa tidak tentu,
entah apa yang ditunggu.
berawal dari sebuah tatap,
rasa ingin sekali menetap.
entah apakah diriku ini sedang kalap,
atau hati ini memang sedang berharap.
jiwa ini kembali meragu; sepertinya aku jatuh cinta padamu.
Oct 3, 2020
Oct 3, 2020 at 2:55 PM UTC
Perihal bertanya
Terkadang aku bingung
Aku ini siapa sampai boleh meragu
Tapi setiap perjuangan butuh alasan
Lalu jika jawaban bahkan tak menyelesaikan
Apa yang kamu lakukan?
Melukai atau mengobati?
Menyakiti atau mencintai?
Terdengar seperti wacana ya
Lagipula semesta kadang ingin becanda
Kamu tahu kenapa bumi bulat?
Karena semesta ingin dicintai tanpa rasa bosan
Iya, sudut yang membuatmu berhenti mencinta Membuat semesta murung
Begitu juga aku disini
Masih berperasaan karena memiliki tujuan
Jika ingin melihatmu bahagia
Atau sekedar nafsu belaka
Omong kosong namanya
Aku mencinta dengan mudah
Hanya untuk tumbuh bersama
Masih terdengar wacana kan?
Makanya ayo lakukan
Semesta sudah mengijinkan kok
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:34 AM UTC
•••
Tak jarang jiwa ini meragu
Akan pikiran ini dan itu
Tak jarang sukma ini terbelenggu
Oleh rasa yang tak menentu
Ada detik ku ingin melupa semua
Ada saat ku ingin menikmati semua
Ada malam ku ingin mengakhiri semua
Namun, ada juga hari ku ingin meresapi semua rasa
Rasa yang tak menentu
Ntah apa yang ditunggu
Mungkin karena diri terlalu lama terbelenggu
Hingga dia datang saat itu,
Memberi sebongkah cita dalam hidupku
•••
Jun 7, 2020
Jun 7, 2020 at 9:43 AM UTC
bajingan
aku ingin seperti itu
tapi kita seperti ini
mungkin memang seterusnya harus seperti ini
paham tidak si aku begini juga karena meragu
ah bajingan!
May 9, 2021
May 9, 2021 at 11:33 AM UTC