Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menyelesaikan" poems
Palembang, 26 April 2015 Dear Mama, Aku ingin bercerita Aku seperti orang buta, Mama Aku tidak bisa melihat mana hal yang baik, mana hal yang buruk Aku tidak bisa membedakan di antara keduanya, Mama Mama Sayang, Aku ingin bercerita Aku seperti orang lumpuh, Mama Aku tidak bisa menyelesaikan masalahku sendiri Bahkan aku memilih berdiam diri daripada menghadapinya Mamaku yang Cantik, Aku ingin bercerita Aku seperti orang tuli Aku sedikitpun aku tidak menghiraukan dunia sekitar Aku terlalu sibuk memikirkan diriku sendiri Mama, Aku ingin bercerita Aku pembuat onar di sini, aku ingin pulang ke pelukanmu Aku ingin jadi anak baik Seperti saat masih di dalam pengasuhanmu Mama, aku rindu Mama
0
Apr 26, 2015
Apr 26, 2015 at 12:51 PM UTC
Dear Mama
Ketika kuminta kau mendengarkanku dan kau mulai memberi nasihat, kau tak melakukan apa yang kuminta. Ketika kuminta kau mendengarkanku dan kau mulai bilang aku tak perlu merasa begitu, kau menginjak-injak perasaanku. Ketika kuminta kau mendengarkanku dan kau merasa harus berbuat sesuatu untuk menyelesaikan masalahku, kau telah mengecewakanku, memang aneh kelihatannya. Dengar! Yang kuminta hanya kau mendengarkan bukan bicara atau berbuat—hanya dengarkan aku. Nasehat itu murah; 60 sen akan memberimu rubrik nasehat yang ada di koran. Dan itu bisa kulakukan sendiri. Aku bukan tak berdaya, mungkin kecil hati dan bimbang, tapi bukan tak berdaya. Ketika kau lakukan sesuatu untukku yang bisa dan perlu kulakukan sendiri, kau menambah ketakutan dan kelemahanku. Tapi saat kau terima kenyataan bahwa aku merasa apa yang kurasa betapapun tak masuk akal, aku bisa berhenti mencoba meyakinkanmu dan memahami apa di balik perasaan yang tak masuk akal. Dan ketika semuanya jernih jawaban menjadi jelas dan aku tak butuh nasehat. Perasaan-perasaan yang tak masuk akal menjadi sebaliknya saat kau memahami ada apa di balik semuanya. Mungkin karena doa itu manjur, terkadang, untuk sebagian orang karena Tuhan tak bersuara, dan tak memberi nasehat atau mencoba memperbaiki sesuatu. Tuhan hanya mendengarkan dan membiarkanmu menyelesaikannya sendiri. Jadi, tolong dengar dan hanya mendengarkanku. Dan bila kau mau bicara, tunggulah giliranmu, dan aku akan mendengarkanmu.
0
Mar 5, 2015
Mar 5, 2015 at 3:22 AM UTC
Dengar
Malam Belahan rindu memebelai malam sunyiku.. Tak dapat kutolak.. Bagai tetes hujan yang hanay dapat ditunggu hingga selesai tak dapat ku hentikan..hanya dapat kunikmwaktu yang hanya Pagi Malam tadi aku ingin secepatnya menyelesaikan.. Menyelesaikan segala kesunyian yang dialandasi oleh malam penuh kerinduan.. Berharap pagi dapat menopang rindu ini.. tapi ternyata pagi pergi meninggalakanku bersama rindu-rindu yang menyiksa.. Dan melimpahkan segala kerinduan ini kepada siang.. Siang yang membakar hampa sunyiku... pagi.. Tak dapat menyelesaikan rindu ini.. Siang pun begitu.. waktu hanya membuatku kecewa melewatinya.. Sore.. membawa pelangi indah nan menyejukkan mata.. Tanpa hujan yang mendahuluinya..
0
May 5, 2017
May 5, 2017 at 1:22 PM UTC
Waktu yang menyiksa hingga menyisa
Perihal bertanya Terkadang aku bingung Aku ini siapa sampai boleh meragu Tapi setiap perjuangan butuh alasan Lalu jika jawaban bahkan tak menyelesaikan Apa yang kamu lakukan? Melukai atau mengobati? Menyakiti atau mencintai? Terdengar seperti wacana ya Lagipula semesta kadang ingin becanda Kamu tahu kenapa bumi bulat? Karena semesta ingin dicintai tanpa rasa bosan Iya, sudut yang membuatmu berhenti mencinta Membuat semesta murung Begitu juga aku disini Masih berperasaan karena memiliki tujuan Jika ingin melihatmu bahagia Atau sekedar nafsu belaka Omong kosong namanya Aku mencinta dengan mudah Hanya untuk tumbuh bersama Masih terdengar wacana kan? Makanya ayo lakukan Semesta sudah mengijinkan kok
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:34 AM UTC
Bertanya sampai memaksa
Seperti biasanya gelisah malam ku kambuh Datang mengendap-endap lalu tertawa dalam pikiranku, langkah jauh apa lagi yang ku pikirkan, seakan takut akan masa depan, menyendiri menutupi emosi-emosi, bagai bendungan bak meluap, ah jalan konyol apa lagi yang akan ku ambil???, terbenam lah bulan, aku ingin tidur!!!, lampu-lampu dari atas sini ikut menertawakanku!!!, sial. Ada apa ya disana? negara yang ku impikan, dingin yang akan menusuk tulang-tulangku, bekerja paruh waktu sambil menyelesaikan pendidikanku, ah ternyata perjalananku masih panjang, gelisahku setiap malam. aku hanya ingin kembali & berdoa dengan tenang.
0
Jan 15, 2023
Jan 15, 2023 at 3:46 PM UTC
Bulan Setengah