Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"mentah" poems
Tadi pagi kumakan anggur ungu Buah kesukaanku Asam manis rasanya Tapi kulahap langsung semuanya Taksadar ku gigit bijinya Kecil dan tak nampak Bergizi pun tidak Dan kecut ternyata Seperti rasa ini Yang tak dihirau orang banyak Juga kecut dihati kurasa Tak berigizi memang Tapi kalau tak dimakan mentah-mentah Rasa itu takkan ada matinya Malah hanya terbuang dan terinjak Dan berakhir dipembuangan
0
Jun 30, 2014
Jun 30, 2014 at 11:43 AM UTC
Biji Anggur
Tubuhku berisi daging dan darah yang mengalir; tapi yang kurasakan hanya kehampaan yang mendalam. Aku tidak bisa merasakan sedih, walau kulit tergores dan darah mengucur cepat. Hanya kekosongan yang menggali dan membolongkan dadaku. Aku tidak bisa merasakan manis, walau mulutku dipenuhi makanan penutup lezat. Hanya kepahitan yang menetap di lidahku seperti mengunyah obat tablet mentah. Aku takut. Aku takut menjadi hantu. Aku ingin menjadi manusia lagi. Aku ingin merasakan sesuatu.
0
Oct 30, 2018
Oct 30, 2018 at 1:02 AM UTC
Hampa
ah bagaimanalah aku bisa menulis tentangmu? kerna tak ada bait kata bisa melukis senyummu tak ada puisi indah dapat menceritakan bagaimana matamu bersinar cemerlang saat kau jatuh cinta, dan tak ada tulisan yang bisa membuat tafsiran fikiranmu yang sesak. kamu sempurna, aku sahaja yang biasa buat kamu. . . malam itu kita sibuk berbahas soalan, tapi... tak kau habiskan cerita tentang kisah cintamu yang berakhir kejam, tentang amarahmu terhadap ditaktor dan bencimu pada korupsi, dan tentang bagaimana angin rindu entah dari siapa yang tak lagi menyapa pipimu... "kamu cantik" cara kau memutus obrolan kita, "kamu pintar!" bilangku sebagai jawapan pada pujian itu . . seperti kecewa dengan semesta yang tak pernah ramah denganmu "dunia ini sibuk, ya? porak perandanya tak habis" kau soalkan dunia kepada ku seperti sengaja... . aku yang mentah soal dunia dan kamu seolah tahu selok beloknya fikiranmu kacau banyak soalan tak berjawab ada cerita yang tak kau bilang pada dunia ada luka yang tak tersembuh dengan cinta ada rindu yang tak disentuh dan ada nama yang tak ingin kau sebut riak muka mu aku tahu, kamu sedang tak aman tapi kau temukan nyaman denganku aku yang sifatnya sementara . ah.. bagaimanalah aku bisa menulis tentangmu? kamu terlalu bijaksana buat ku kau bukan lawanku... dan aku cuma ingin menyentuhmu mengubat jiwamu.. ah.. bukan, aku ingin merinduimu! meski kita tak lagi pernah bertatap mata . . . semoga kita ketemu ya?
0
Aug 30, 2022
Aug 30, 2022 at 10:33 AM UTC
bukan puisi buatmu tapi kisah dongeng malam buat kamu
Ada hal yang terlalu indah. Tak bisa di jamah, Pembicaraan dengan mu yang mengusik kalbu , Menambah candu pada irama suaramu. Singkat , penuh arti. Kau yang terlalu pemalu, Aku yang begitu terpaku. Ingin bercakap hingga lupa waktu. Namun gengsi masih terbelenggu. Diam-diam menatap , Diam-diam bergejolak, Matapun saling menatap, Garis senyum mulai terkuak. Kita sama-sama saling Saling tahu, Saling ingin, Dan tak saling mengungkapkan,. Sore yang mnjadi saksi mata, Pada pembicaraan di meja kedua, akan sekeping hati yang kian pasrah, Rasa Ketidakpastian yang ditelan mentah, Menjadi tema pembicaraan yang kian membetah. Sejatinya, harapan kian menggersang, Mengikis hati tanpa bak diiris pedang, Dan semakin rasa ini mendalam, Semakin menumbuh renjana dalam diam. -Tan
0
May 30, 2020
May 30, 2020 at 6:15 AM UTC
Renjana