Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"mengizinkanku" poems
Aku bingung, Ketika kamu selesai meneguk minumanmu, aku kira aku sudah ada padamu Aku tidak sadar kalau saat itu kau belum mengizinkanku masuk Apa karena kamu masih ingin melihatku? Atau karena kamu tidak menginginkanku? Nyatanya, dugaan terakhirku yang benar. Aku, dalam sekejap telah pergi Bahkan kamu pun tidak peduli akan kepergianku Bagimu, mengamati kepergianku hanyalah hal yang sia-sia Suatu saat, mungkin kita akan bertemu lagi, di waktu yang belum aku ketahui Dan jika waktu itu sudah tiba, biar kan aku masuk kedalammu, Aku juga ingin terjun untuk menghilangkan kering tekakmu.
0
Aug 29, 2017
Aug 29, 2017 at 11:43 AM UTC
Satu Tetes yang Tertinggal
TANDUS Ketika kamu sudah mulai terbiasa, apa yang bisa memaksa? Segala bentuk, bahkan segala hal yang buruk rupa Yang kau benci pada mulanya Sekarang kau menikmatinya, bukan? Apa yang tumbuh di dalam sana? Di tanah yang mati kelihatannya. Yang tak pernah berharap ada biji yang tumbuh disana Tak ada buah yang diinginkan Hanya tanah tandus tanpa harapan Betapa hebatnya waktu, bermain diatas hati manusia. Mencoret, daan sekenanya menghapus tanpa mengizinkanku untuk memilih. Kenapa tanah itu tak terus tandus saja? Entah dari mana datangnya biji emas itu. Yang hanya menimbulkan keserakahan dan kedengkian hati manusia. Cuma aku sekarang disini. Diatas tanah subur yang dulunya tandus Ditengah bunga bunga yang sedang merekah. Jadi gagak hitam yang mematuki biji emas. Antara berusaha mengukir emas dengan paruh tuanya Atau berpikir emaslah sisa hidupnya. Dua-duanya mustahil. Tanah yang tandus itu sendiri, tak juga bergeming dari bubungan harapan. Menanyakan ketulusan, dimanakah letaknya?
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:26 AM UTC
Tandus