"menggigil" poems
3..2..1..
aku hitung tempat pijak cakrawala
tapi tidak pada tempu jejak awan
mereka pinta benah kala diri
diacung pangkal lusa berpayung tangguh
metronom berdecak habis sabar
bagai waktu berkecimpung ikut mengawasi
tanda memaafkan kabarnya
kamu boleh lihai bersembunyi,
tetapi gelombang muara mimpi tetap pilih rasa hujan
hujan rindu katanya
karena dinginnya menggigit menyebar
hentikan kata buat tercekat,
ke seluruh tubuh buat menggigil
aku sudah bangun dari terkejut
terimakasih terutama kamu,
ciptaan di penghujung hari
karen satu dan lain hal
Mar 18, 2017
Mar 18, 2017 at 1:53 AM UTC
Ku menggigil
menatap rintikan hujan
Payungku terlalu kecil
Untukku dan sedihnya kenangan
Jan 31, 2020
Jan 31, 2020 at 2:29 PM UTC
Komedi yang kamu sukai
Haha hihi hangat ironi
Satir paling getir diantara syair-syair
Yang gamang dan anyir
Ayat paling menyayat diantara nubuat-nubuat
Kala nanti kamu dibaiat
Di halaman, mengepul gelembung
Berisi suara, jerit menderit
Masygul berlarat-larat
Sunyi senyap, tak berharap tertangkap
Seloroh yang kerap kau kudap
Tragis, tentu saja
Pantas, hatimu melecur
Panas cerita yang kau ulur
Mampukah dikebiri?
Jangan-jangan kamu puas melacur
Mengangkangi memori yang hancur
Kesana kemari
Menjilat rupa tak terhingga
Menggigil dalam persona mempesona
Tak seperti banyak cerita
Kamu hanya memamah hampa
Tiada terkira
Hingga kamu
Lupa cara bahagia
Oct 9, 2017
Oct 9, 2017 at 11:14 AM UTC
lepas amarahku
buyar ragaku
semua kuhantam
bagai buku kubaca hatam
kaki menggigil
bibir pucat
apapun yang ku ambil
akan ku catat
lubang besar dadaku
tembus hingga ke pungung
apa yang datang padaku
semua ku tangung
kelakuanmu
membuat pikiranku buntu
aku dapat apa yang ku mau
tapi bukan yang ku butuh
memaafkan mu
bukan perkara besar bagiku
akan ku bayar dengan ragaku
melawan laki-lakimu? hal yang paling mudah di hidupku...
Mar 23, 2022
Mar 23, 2022 at 12:31 PM UTC